Short
Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi

Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi

By:  LinarinCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
152views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Selama kami berpacaran di masa kuliah, Thomas Bakri membawa dua porsi sarapan setiap hari. Satu untukku, satu lagi untuk teman sekamarku, Shinta Kirana. Namun, sarapan yang Thomas belikan untukku selalu sama, yaitu roti dan bubur. Sedangkan sarapan untuk Shinta tidak hanya bergizi, tetapi menunya juga selalu berbeda. Bahkan saat ulang tahunku, Thomas menyiapkan dua hadiah. Hadiah ulang tahunku hanya empat lembar kartu ucapan sederhana. Sedangkan untuk Shinta, Thomas menyiapkan tiket konser, foto kreasi DIY berhiaskan manik-manik berlian kecil, gaun putih bak dalam dongeng, dan sebuah cincin seukuran jari kelingking. Hingga hari wisata kelulusan, kami bertiga tiba di stasiun. Thomas dan Shinta berhasil melewati pemeriksaan dengan kartu identitas, sedangkan aku ditahan di luar. Thomas menepuk dahinya dengan penuh penyesalan, lalu tersenyum canggung karena merasa bersalah. "Aku hanya beli tiket untuk Shinta, sampai lupa beli tiket untukmu." "Lagi pula, kami sudah telanjur masuk, sayang kalau tiketnya hangus, lain kali aku ajak kamu wisata berduaan lagi." Shinta menepuk dada sambil berjanji padaku. "Tenang saja, aku akan bantu menjaga pacarmu." Melihat mereka yang pergi berdampingan sambil mengobrol dan tertawa, aku hanya tersenyum pahit. Karena tidak ingin membohongi diri lagi, aku berbalik dan membeli tiket pulang. "Ayah, soal permintaan Ayah agar aku menikah setelah lulus … aku setuju!" "Satu lagi, anak magang bernama Thomas Bakri yang pernah kurekomendasikan kepada Ayah … batalkan saja!"

View More

Chapter 1

Bab 1

Dalam perjalanan pulang, Thomas terus mengirimku pesan permintaan maaf.

[Dona, aku benar-benar nggak sengaja.]

[Mau bagaimana lagi, waktu masih sibuk beli tiket beberapa hari lalu, Shinta si pembuat onar itu malah mabuk.]

[Kalau aku nggak pergi menyelamatkannya dan sesuatu terjadi padanya, kamu pasti akan menyalahkanku.]

Aku ingat beberapa hari lalu saat aku sedang di asrama, kami sedang berbicara lewat telepon.

Tepat saat obrolan kami sedang hangat-hangatnya, telepon tiba-tiba terputus.

Aku mengirimkan banyak pertanyaan padanya, tetapi semua pesan itu tidak dibalas.

Hatiku tidak tenang, aku langsung memakai sepatu dan bergegas pergi ke asramanya.

Meskipun tersandung batu dan terluka cukup parah di jalan, aku tetap berjalan terpincang-pincang.

Di depanku, aku melihat Thomas datang dengan wajah muram sambil menggendong Shinta yang mabuk berat.

Pria itu melewatiku tanpa berkata apa-apa.

Angin dingin menembus piyamaku, membuatku merasa kedinginan.

Setelah kejadian itu, Shinta menggunakan cairan antiseptik untuk mengobati lukaku perlahan.

"Dona, dia juga takut kalau sampai aku berada dalam bahaya, kamu akan merasa khawatir."

"Intinya, Thomas melakukan ini demi kamu!"

Aku beberapa kali ingin bertanya pada Shinta.

Kenapa dia menelepon Thomas saat mabuk?

Kenapa saat Shinta dalam bahaya, Thomas langsung mengabaikan keberadaanku?

Namun, aku tetap tidak bisa mengutarakan semua pertanyaan itu.

Pesan dari Shinta juga tiba-tiba muncul pada saat yang bersamaan.

[Bukannya kamu bilang mau menikah dengan Thomas setelah lulus?]

[Beberapa hari ini anggap saja aku membantumu menguji ketulusannya.]

[Bagaimana? Pengobanan sahabatmu ini cukup besar, 'kan?]

Pesan itu sungguh menyakitkan hatiku.

Padahal baru kemarin aku masih menyelinap ke dalam selimutnya, memeluknya sambil membayangkan masa depan kami.

"Shinta, kamu dan Thomas adalah orang-orang yang paling berarti dalam hidupku."

"Saat aku menikah dengan Thomas setelah lulus, kamu harus jadi pengiring pengantinku!"

Dalam dekapanku, tubuh Shinta sempat menegang sesaat sebelum akhirnya kembali rileks.

"Tenang saja, aku pasti hadir di pesta pernikahanmu nanti."

Mataku mulai basah, satu per satu air mataku menetes.

Aku tidak membalas secara pribadi, melainkan mengirimkan pesan di grup yang hanya berisi tiga orang.

[Lakukan saja sesuka kalian!]

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status