Share

Bab 161

Penulis: Cathy
Sudut Pandang Abigail:

Kami sedang melewati jalan sempit menjauhi rumah orang tuaku ketika aku melihat Ayah berlari mengejar mobil kami. Ryan segera memberi isyarat kepada sopir untuk berhenti.

Aku membuka jendela mobil di sisiku. Sepertinya Ayah ingin menyampaikan sesuatu yang penting. Lagi pula, tadi dia memelukku dengan hangat. Dia tidak seperti Ibu yang malah mengatakan hal-hal menyakitkan padaku saat melihat kepulanganku.

"Ayah, Ayah nggak seharusnya ngejar aku begini," kataku dengan suara
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 554

    Sudut Pandang Beatrice:"A ... apa Papa bilang? Kenapa? Apa yang terjadi? Apa yang Papa lakukan? Apa yang sudah Papa lakukan?" tanya Joseph dengan serius.Abraham menatap putranya dengan sedih sebelum akhirnya angkat bicara."Aku membunuh mereka. Aku membunuh si pengkhianat itu," katanya, yang membuat kami semua terkejut.Aku menatap Abraham dengan tidak percaya."Papa, kenapa? Kenapa Papa melakukan itu? Kita punya hukum. Papa bisa saja cerai kalau memang sudah nggak tahan. Papa juga bisa menjebloskan mereka ke penjara. Kenapa Papa harus membunuh mereka?" tanya Joseph kepada ayahnya dengan terkejut.Untuk pertama kalinya, aku melihat Joseph begitu mengkhawatirkan ayahnya. Aku tidak tahu harus berkata apa. Tubuhku gemetar saat membayangkan Alexis sudah mati dan suaminya sendiri yang membunuhnya.Aku semakin merasa kasihan kepada Aaron. Seburuk apa pun perbuatan ibunya, wanita itu tetaplah ibunya. Tidak ada yang bisa mengubah kenyataan bahwa dialah yang sudah melahirkan Aaron ke dunia in

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 553

    "Kamu hamil? Ya Tuhan! Putriku hamil?" seru Mama Trinity sambil menatapku.Sebenarnya, tadi malam aku ingin menelepon mereka untuk memberitahukan kehamilanku, tetapi Joseph melarangku. Katanya, akan lebih baik kalau kami menyampaikan kabar itu secara langsung."Mama, kenapa Mama kelihatan terkejut sekali? Wajar saja kalau aku hamil, kan aku sudah menikah," kataku sambil tersenyum.Mama menatapku dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya."Tapi kamu masih muda. Usiamu bahkan masih belasan tahun. Mama ingin kamu menikmati hidupmu dulu tanpa harus mengurus anak," katanya, membuatku tidak bisa menahan tawa."Ma, aku justru akan lebih menikmati hidup kalau punya bayi bersama Joseph. Membayangkan bayi di dalam perutku ini akan menjadi cucu pertama Mama saja sudah membuatku bahagia. Lagian, umurku sudah 19 tahun," kataku sambil tersenyum."Rasanya baru kemarin Mama menggendongmu dalam pelukan. Sekarang kamu sudah hamil dan akan membangun keluarga kecilmu sendiri, ya? Suamimu itu benar-be

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 552

    Setelah meninggalkan kantor polisi, kami langsung pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan, Joseph terus meminta maaf atas semua perlakuan keluarganya terhadapku.Aku hanya tersenyum dan berkali-kali meyakinkannya bahwa semuanya baik-baik saja. Aku sudah terbiasa dengan perlakuan seperti itu dan tidak menyimpan dendam terhadap mereka.Yang kuinginkan hanyalah menjalani kehidupan bahagia bersama orang-orang yang kusayangi. Sekarang setelah aku mengetahui siapa diriku sebenarnya, kenapa aku tidak bisa mendapatkan kebahagiaan itu?Akhirnya, aku punya seseorang yang bisa kupanggil Mama dan Papa. Aku juga memiliki keluarga besar, dan aku tahu mereka akan selalu berada di pihakku.Aku juga senang karena Megan tidak lagi bertengkar denganku. Dia bahkan sudah membelaku dari Alexis dan yang lainnya. Karena itu, aku sudah memaafkan semua perlakuan buruknya terhadapku.Sekarang kami sudah impas, asalkan dia tidak lagi menggoda Joseph-ku.Hari demi hari berlalu dan waktu yang kuhabiskan bersama Josep

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 551

    "Aku baik-baik saja, Papa," jawabku.Baru sekarang aku menyadari betapa menenangkannya memiliki seorang ayah. Seperti saat ini, bukan hanya Joseph yang datang untuk membelaku, tetapi juga papaku sendiri. Aku merasa akhirnya aku dan sepupuku, Megan, benar-benar aman."Pak Dante?" kata Abraham.Aku jadi penasaran. Apa mereka saling mengenal? Di mana dan bagaimana mereka bisa berkenalan?Namun, di kalangan masyarakat kelas atas, sebenarnya bukan hal aneh kalau orang-orang kaya saling mengenal.Aku tahu betapa kayanya keluargaku. Sejak mengetahui bahwa aku adalah bagian dari Keluarga Sandiaga, aku sadar bahwa aku tidak akan pernah hidup miskin lagi. Apalagi aku juga sudah menikah dengan pria seperti Joseph.Papa menyuruhku duduk di samping suamiku sebelum berbalik menghadap Abraham.Dari aura yang dipancarkan Papa, jelas sekali dia sedang serius dan tidak senang dengan apa yang terjadi. Namun, siapa yang tidak akan marah kalau melihat putrinya ditindas? Tentu saja seorang ayah akan murka.

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 550

    "Apa katamu? Aku bukan anak mami! Tarik kembali ucapanmu!" bentak Aaron kepada Megan.Sepertinya Megan benar-benar sudah melukai harga dirinya. Namun, pria mana yang senang disebut anak mami? Apalagi kalau dia sedang berusaha membuat para wanita terkesan?"Kenapa aku harus menarik ucapanku? Berikan satu alasan yang masuk akal kenapa aku harus menuruti perkataanmu! Itu penilaianku sendiri, jadi kamu nggak bisa berbuat apa-apa!""Lagian, ibumu yang memulai semua keributan ini sampai kami harus berada dalam situasi seperti sekarang! Kami cuma sedang berbelanja, lalu ibumu yang haus perhatian itu tiba-tiba datang menghampiri kami! Menyebalkan sekali!" kata Megan dengan suara nyaris berteriak.Wajahnya mulai memerah karena marah. Jelas sekali dia sudah hampir kehabisan kesabaran."Diam! Siapa kamu sampai berani ngomong hal-hal seperti itu tentang Mama? Kamu nggak mengenalnya, jadi kamu nggak berhak menghinanya seperti itu!" bentak Aaron dengan marah.Padahal mereka bahkan tidak saling menge

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 549

    Ketika kami tiba di kantor polisi, Alexis dan Margaret terus-menerus memaki Megan dan aku.Sementara itu, Megan hanya memutar bola mata dan mencibir ke arah mereka berdua. Dia masih saja ingin melawan, padahal kami sudah berada dalam situasi yang menakutkan.Ini pertama kalinya aku dibawa ke kantor polisi, jadi wajar saja kalau aku merasa gugup.Sebelumnya, aku sudah berbicara dengan Joseph dan dia berkali-kali memintaku untuk tenang. Aku bilang padanya bahwa aku takut dipenjara, tetapi dia meyakinkanku bahwa hal itu tidak akan terjadi. Dia berjanji akan mengurus semuanya.Joseph juga sudah mengetahui bahwa ibu tirinya, Alexis, adalah orang yang memulai keributan itu. Wanita itu menghampiri Megan dan aku, lalu melontarkan berbagai hinaan. Namun ketika mendapat balasan yang setimpal, malah dia sendiri yang marah."Kalian akan dibawa ke ruangan kepala polisi! Siapa pun yang lebih dulu melakukan kekerasan, kami nggak akan ragu menjebloskannya ke penjara!" kata polisi yang membawa kami ke

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status