مشاركة

Bab 339

مؤلف: Cathy
Sudut Pandang Felicia:

"Semalam kamu pulang jam berapa? Kamu yakin hari ini bisa mengajariku dengan baik? Kalau nggak, kita masuk kantor besok saja."

Aku memecah keheningan di antara kami saat kami berada di dalam mobil menuju kantor.

Baru kusadari Dante tampak gelisah. Dia seperti sedang memikirkan sesuatu dengan serius. Hal ini tidak biasa baginya.

Apa yang sedang mengganggu pikiran keponakanku? Apa dia sedang menghadapi masalah?

"Nggak apa-apa. Aku cuma lagi mikirin sesuatu," jawabnya.

Jawaba
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 538

    Sudut Pandang Megan:Di Rumah Keluarga Baskoro ...."Nggak. Aku nggak akan minta maaf padanya. Kenapa aku harus minta maaf? Aku nggak melakukan kesalahan apa pun!" protesku kepada Mama.Kami sedang berada di taman. Aku hendak berangkat ke sekolah, tetapi Mama menghentikanku dan mengatakan bahwa ada seseorang yang mengadukanku.Masalahnya adalah perbuatanku terhadap Betty dan Bernard kemarin. Aku sengaja memelintir percakapan mereka hingga maknanya berubah. Aku bahkan mengambil foto, mengarang cerita, lalu mengirimkannya kepada Joseph.Mungkin itulah sebabnya semua rekening bankku dibekukan. Joseph sudah mengadukanku kepada Papa, dan itu pula yang membuatnya marah. Sekarang, Mama malah menyuruhku pergi ke rumah Joseph untuk meminta maaf kepada istrinya."Coba renungkan sendiri kesalahanmu. Megan, sebenarnya kamu itu kenapa? Mama nggak pernah mendidikmu begini, 'kan? Kelakuanmu seperti tukang gosip. Kamu bahkan sampai menyeret sepupumu sendiri ke dalam masalah ini."Gimana kalau sepupumu

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 537

    "Kamu nggak tahu apa yang sedang kamu lakukan padaku sekarang, Betty. Cepat habiskan es krim sialan itu sebelum aku kehilangan kendali," kata Joseph.Aku memutar bola mata, lalu berkata sambil menggigit es krim itu lagi, "Itu masalahmu, bukan masalahku. Kamu juga mau ikut campur saat aku sedang makan es krim? Kamu benar-benar punya masalah serius, Joseph."Setelah itu, aku berhenti menikmati es krim itu. Joseph terlihat mulai kembali gelisah dan mungkin akan merebut es krimku.Joseph tidak menjawab, melainkan menghindari tatapanku dan berjalan menuju jendela. Dia menyibakkan tirai tebal, lalu menatap ke luar.Aku segera menghabiskan es krim kerucutku karena aku mulai mengantuk dan tiba-tiba ingin tidur. Aku memanggil Joseph, "Joseph, aku sudah selesai. Aku mau ke kamar mandi."Joseph merapikan tirai, lalu berjalan kembali menghampiriku.Aku melirik Joseph saat dia mendekat. Aku langsung mengernyitkan alis saat melihat tonjolan di celana pendeknya. Saat itu, aku baru menyadari alasan pe

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 536

    "Sayang, sudah waktunya makan malam. Ayo buka mulut," kata Joseph sambil menyodorkan sendok makanan ke arahku.Aku bersandar pada sandaran kepala ranjang sambil menatap kakiku yang diperban.Joseph sepertinya bersedia melayaniku malam ini. Dia sudah berkali-kali meminta maaf, tetapi aku terus mengabaikannya. Aku masih marah padanya dan ingin memberinya pelajaran."Aku nggak lapar. Kakiku sakit," kataku sambil cemberut, padahal perutku sudah berbunyi sejak tadi. Aku sengaja menahan lapar agar dia bisa merasakan betapa marahnya aku.Aku melihat perasaan bersalah di mata Joseph saat mendengar jawabanku. Dia menurunkan makanan yang dipegangnya dengan pelan, lalu meraih ponselnya. Dia menelepon seseorang dan aku terkejut saat menyadari siapa yang dihubunginya."Matilda? Aku kira kamu dokter terbaik. Datanglah ke rumahku dan rawat Betty. Lukanya sakit," kata Joseph dengan nada memerintah.Aku sampai tercengang. Apakah Joseph benar-benar menelepon Dokter Matilda agar kembali ke rumah hanya un

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 535

    "Aku nggak selingkuh darimu. Kenapa kamu sepicik itu? Kamu malah percaya sama orang lain tanpa nanya aku duluan," kataku sambil terus menangis.Joseph hampir merobek amplop merah itu saat membukanya untuk melihat isinya. Entah dia percaya atau tidak, itu urusannya. Aku sama sekali tidak melakukan kesalahan dan juga tidak berniat menggoda pria lain.Joseph melirikku sekilas sambil membaca kartu undangan itu. Amarahnya sepertinya mulai mereda karena dia tidak lagi mengernyitkan alisnya.Namun, bagaimana denganku? Setelah menuduhku seperti itu, apa Joseph pikir aku akan langsung berhenti marah padanya?Tidak. Mulai hari itu, aku tidak akan pergi ke kampus lagi. Aku tidak peduli meskipun akhirnya tidak lulus. Mungkin sebaiknya aku melupakan saja impianku."Kamu yakin hanya ini yang diberikan Bernard padamu? Dia nggak sedang berusaha mendekatimu?" tanya Joseph.Ekspresi Joseph yang datar membuatku mendengus kesal. Aku mundur dan hendak meninggalkan perpustakaan, tetapi aku tiba-tiba merinti

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 534

    "Mana Joseph?" tanyaku pada Lanny.Kelas-kelasku sudah selesai, tetapi Joseph belum juga muncul di tempat biasanya dia menjemputku. Sebagai gantinya, aku melihat Lanny dan itu membuatku bingung. Ini pertama kalinya Joseph tidak menjemputku sepulang kampus. Tadi pagi dia masih mengantarku ke kampus dan dia juga tidak mengatakan bahwa ada rapat penting pada sore hari."Tuan bilang Nyonya akan bertemu dengannya di rumah," jawab Lanny.Aku terdiam sejenak. Aku masuk ke mobil tanpa berkata apa-apa, tetapi aku tidak bisa menahan perasaan kesalku pada Joseph. Dia bahkan tidak mengirimiku pesan untuk memberi tahu bahwa dia tidak bisa menjemputku. Dia pasti sangat sibuk sampai meneleponku sebentar saja pun tidak sempat.Aku terdiam sepanjang perjalanan pulang. Begitu tiba di rumah, aku terkejut saat melihat Jovi langsung menghampiriku dan menyambutku dengan ekspresi panik."Nyonya akhirnya pulang juga. Ya Tuhan. Apa Nyonya bertengkar dengan Tuan Joseph? Kenapa Tuan begitu marah?" tanya Jovi.Pe

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 533

    Joseph meninggalkanku di kamar selama beberapa saat. Saat kembali, dia memberitahuku bahwa Aaron dan yang lainnya sudah pergi.Aku langsung merasa lega. Untung saja mereka sudah pergi, karena aku pasti akan merasa tidak nyaman tinggal di rumah ini bersama orang-orang yang tidak menyukaiku."Sekarang kamu sudah lebih santai? Kamu nggak punya tugas?" tanya Joseph.Saat mendengar pertanyaan Joseph, aku sudah berbaring di tempat tidur. Aku melirik jam di meja nakas, lalu menjawab."Aku mengantuk. Aku mau tidur dulu, nanti baru kerjakan PR," jawabku sambil cemberut, lalu memejamkan mata.Joseph tidak menjawab, tetapi aku merasakan kasur di sebelahku sedikit turun. Beberapa saat kemudian, dia melingkarkan kedua lengannya erat-erat di tubuhku.Hari-hari berlalu dengan begitu cepat. Kehidupanku bersama Joseph berjalan lancar. Hujan maupun cerah atau saat dia sedang pergi ke kantor maupun tidak, dia selalu mengantarku ke kampus dan menjemputku sepulang kuliah. Bisa dibilang, aku adalah istri pa

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status