Share

Bab 171

Author: Cathy
"A ... Apa kabarmu?" tanya Ibu.

Aku tidak bisa menahan air mata yang langsung jatuh dari mataku.

Ryan menatapku dengan penuh kekhawatiran.

"Ibu ... butuh sesuatu?" tanyaku sambil berusaha menenangkan diri.

Bahkan sampai sekarang, aku masih menyimpan kemarahan terhadapnya.

"Abigail ... bisa kamu pulang sebentar?" katanya dengan nada memohon.

"Kalau ini soal Nelly, tolong berhenti bujuk aku. Aku nggak ingin melakukan apa yang Ibu inginkan," jawabku.

Keheningan singkat menyelimuti kami sebelum akhi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 268

    "Kamu ngapain ...."Aku tidak sempat menyelesaikan kalimatku ketika lidah Orson tiba-tiba menerobos masuk ke dalam mulutku. Dia menjelajahi setiap sudut mulutku hingga membuatku tidak mampu memprotes.Ciumannya begitu bergairah dan posesif. Aku bisa merasakan hasratnya melalui setiap sentuhan. Telapak tangannya mulai bergerak dari punggungku, lalu perlahan turun menuju pinggulku.Tubuhku tiba-tiba terasa lemas. Tadi aku masih mampu menolaknya, tetapi kali ini berbeda. Seluruh kekuatanku seakan menghilang dan tanpa sadar aku menyandarkan tubuhku pada Orson.Sensasi seperti sengatan listrik menjalar ke seluruh tubuhku. Tanpa kusadari, aku mulai membalas ciumannya, mengikuti setiap gerakannya. Aku hanyut dalam gairah yang menggebu dan akhirnya menyerah pada panas yang telah Orson bangkitkan dalam diriku.Aku merasakan dia berhenti sesaat ketika menyadari bahwa aku membalas ciumannya.Aku sudah tidak peduli lagi. Hanya untuk kali ini ... aku berjanji kepada diriku sendiri bahwa ini akan me

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 267

    Sudut Pandang Felicia:"Bawa aku kembali ke mal. Kita mau ke mana?" tanyaku kepada Orson.Aku sudah berulang kali menanyakan ke mana dia membawaku, tetapi sejak meninggalkan mal, dia sama sekali tidak mengatakan apa pun. Aku mulai khawatir karena Dante mungkin akan mencariku.Seharusnya tadi aku menerima saja pengawal yang ingin dia tugaskan untuk mengikutiku. Kenapa aku harus keras kepala?"Orson, apa pun yang sedang kamu pikirkan, hentikan saja. Kamu nggak akan berhasil. Aku sama sekali nggak berniat menjalin hubungan dengan pria yang sudah menikah," kataku, berusaha menarik perhatiannya.Dia tetap tidak menjawab, membuatku mengembuskan napas panjang.Kami hanya sepakat untuk bicara di dalam mobil. Lalu sekarang kami mau ke mana? Ini benar-benar membuatku kesal.Kenapa dia tidak mengatakan apa pun? Aku lebih suka kami bertengkar. Setidaknya dengan begitu, aku tahu apa yang ada di pikirannya. Tidak seperti sekarang, dia hanya diam membisu dengan pandangan lurus ke depan.Mobil melaju

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 266

    Aku tak bisa menahan diri untuk terus menatap Orson.Hanya dalam beberapa hari kami tidak bertemu, penampilannya sudah berubah drastis. Berat badannya turun banyak dan wajahnya dipenuhi cambang tipis. Padahal, dulu dia selalu sangat memperhatikan penampilannya dan aku bahkan belum pernah melihat wajahnya ditumbuhi rambut seperti ini."Apa yang kamu inginkan?" tanyaku datar ketika dia duduk di hadapanku. Aku berusaha keras menahan air mata yang hampir jatuh karena bisa melihat kesedihan di matanya saat dia menatapku."Felicia, apa yang harus kulakukan agar kamu mau belajar mencintaiku? Aku membutuhkanmu. Aku nggak bisa kehilanganmu," katanya dengan suara penuh kesedihan.Aku langsung meletakkan alat makan yang kupegang. Aku mengalihkan pandangan ke kejauhan sebelum menjawab."Orson, kumohon. Jangan lupa kalau kamu sudah punya istri. Kamu nggak seharusnya mengatakan hal-hal seperti itu. Aku nggak sanggup melihat hubunganmu dengan Marceline hancur karena aku," jawabku sedih.Aku memaksa d

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 265

    "Kenapa namamu punya reputasi seburuk itu? Bahkan sebelum aku pernah bertemu denganmu, aku sudah ketakutan hanya dengan mendengar namamu. Apa kamu memang sejahat itu?" tanyaku."Aku juga nggak mengerti. Padahal aku cukup baik," jawabnya.Aku menyeringai."Baik? Trinity pernah bilang sama aku kalau kamu hampir memerkosanya. Kamu juga hampir membunuhnya," jawabku serius sambil menunggu reaksinya.Ekspresi sedih melintas di wajahnya sebelum dia menoleh kepadaku."Ada banyak hal yang terjadi saat itu dan sulit untuk dijelaskan. Tapi aku hanya bisa mengatakan satu hal. Aku nggak suka dengan apa yang dilakukan anak buahku kepadanya waktu itu. Aku nggak pernah menyuruh mereka menembak Trinity. Aku hanya menyuruh mereka menangkapnya karena dia milikku," jawabnya sambil menatap jauh ke depan.Aku menatap Dante dengan tidak percaya.Sepertinya masih banyak yang harus kupahami tentang sifatnya. Meskipun usianya hampir sama dengan Orson, aku tetaplah bibinya. Mungkin dia tumbuh menjadi pembuat ona

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 264

    Sudut Pandang Felicia:Hari-hari berlalu dengan cepat. Aku akhirnya mulai terbiasa dengan kehidupan baruku. Aku benar-benar merasa nyaman tinggal di tempatku sekarang. Orang-orang di sekitarku merawatku dengan sangat baik, terutama Dante."Kita akan kembali ke Nestergrand minggu depan," ujar Dante. Dia baru saja pulang dan menemukanku sedang berdiri di taman sambil menikmati matahari terbenam.Aku menoleh kepadanya sebelum menjawab."Benarkah? Bagus sekali. Aku sudah nggak sabar ingin ketemu ayahku," jawabku sambil tersenyum.Dia mengangguk, lalu duduk di kursi yang ada di dekat sana."Aku masih belum kasih tahu dia kalau aku sudah menemukanmu. Aku ingin memberinya kejutan, jadi bersiaplah," jawabnya sambil tersenyum.Aku duduk di seberangnya dan menatap matanya."Aku sudah siap sejak dulu. Sejak mengetahui bahwa aku sebenarnya bukan bagian dari Keluarga Baskoro, aku selalu berharap bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga kandungku," jawabku sambil tersenyum."Dan keinginanmu itu ak

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 263

    "Maaf. Tapi kita nggak bisa. Mama dan Papa sudah tahu apa yang terjadi di antara kita," jawabku.Aku langsung mendengar suara sesuatu pecah dari seberang telepon, disusul teriakan Orson. Tangisku semakin menjadi-jadi."Sial. Berengsek. Kenapa kita selalu harus memikirkan mereka dalam setiap keputusan yang kita buat? Felicia, kumohon, kasihanilah aku. Kembalilah. Temui aku."Kalau kamu nggak mau kembali ke keluarga ini ... baiklah ... nggak apa-apa. Lakukan saja demi aku. Aku akan membawamu pergi dari mereka semua. Kita berdua akan pergi jauh ... ke tempat yang nggak mengenal kita. Kumohon ... kumohon. Aku benar-benar mencintaimu," pintanya.Aku semakin terisak."Nggak. Kita nggak bisa. Aku nggak mau menyakiti Mama dan Papa. Lupakan aku, karena itulah yang juga akan kulakukan terhadapmu," jawabku, berharap kali ini dia akhirnya mau mendengarkanku.Dia kembali berteriak dari seberang telepon. Aku terus menangis sambil mendengarkannya."Sial. Dengarkan aku, Felicia ... aku nggak akan mene

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status