Share

Bab 189

Author: Cathy
Aku mengambil garpu dan mencicipi kuenya. Itu adalah hidangan penutup untuk kami semua.

Aku tidak bisa menahan senyuman yang kembali muncul karena rasanya memang sangat lezat. Pantas saja Felicia sangat menyukainya.

"Mau sekalian dibungkus buat dibawa pulang?" tanya Mama.

Mama tersenyum kepada Felicia seolah memberi isyarat bahwa dia boleh makan sebanyak yang dia mau. Aku langsung melihat senyuman manis di wajah Felicia.

"Boleh ya, Ma? Kue di sini memang enak sekali. Aku nggak suka yang ada di v
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 319

    Benakku masih belum bisa menerima bahwa Dante mungkin benar-benar berada di balik semua ini.Aku sendiri tidak tahu kenapa, tetapi jika memang demikian, rasanya akan jauh lebih menyakitkan, terutama karena dia memiliki hubungan dengan Felicia. Dante adalah keluarga Felicia. Jika dia memang berada di balik penculikan Trinity, aku tidak tahu apakah aku bisa menerimanya.Aku mengakui bahwa sejak awal pun aku masih sulit menerima kenyataan bahwa Felicia berasal dari keluarga itu. Namun, aku mencintainya. Aku sudah bertekad untuk menerima dirinya sepenuhnya.Sekarang, masalah ini malah tiba-tiba muncul. Situasinya menjadi jauh lebih rumit.....Sudut Pandang Felicia:Aku terbangun karena suara dering ponsel yang keras. Aku tidak tahu sudah jam berapa karena ketika melihat ke luar jendela kamar, hari masih gelap."Halo," jawabku dengan suara mengantuk. Aku tidak memeriksa siapa yang menelepon sepagi ini."Felicia, Trinity hilang." Aku langsung bangkit setelah mendengar suara itu. Rasa kantuk

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 318

    Sudut Pandang Orson:Sesampainya di rumah, aku langsung melihat Mama dengan wajah yang dipenuhi kekhawatiran. Matanya sembap, jelas sekali dia terus menangis."Gimana Trinity bisa diculik? Ini penculikan untuk minta tebusan? Apa penculiknya sudah menghubungi kita?" tanyaku dengan cemas.Saat ini, aku sendiri tidak tahu mana yang harus diprioritaskan. Masalah dengan Trinity muncul tepat ketika aku dan Felicia juga sedang menghadapi masalah kami sendiri."Belum. Belum ada yang menghubungi kita. Sampai sekarang kita juga masih belum mendapat kabar apa pun tentangnya," jawab Mama sambil menangis.Aku mengepalkan tangan. Hatiku diliputi amarah sekaligus kekhawatiran. Bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi padanya? Bagaimana kalau para penculik itu tidak menginginkan uang tebusan dan sudah melakukan sesuatu yang mengerikan terhadapnya?"Apa yang dikatakan temannya? Sudah dilaporkan ke polisi belum?" tanyaku lagi. Aku berharap polisi sudah mendapatkan petunjuk mengenai siapa yang menculik

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 317

    Sudut Pandang Orson:Aku ingin bunuh diri karena Felicia meninggalkanku lagi.Aku baru saja keluar untuk mencari udara segar dan menenangkan pikiran, tetapi saat kembali, dia sudah pergi. Kata Mariah, seseorang telah menjemputnya.Apa gunanya semua ini sekarang? Kenapa Felicia meninggalkanku semudah itu? Apa aku memang tidak sepenting itu dalam hidupnya?Ya, aku mengakui aku terkejut setelah tahu identitasnya. Namun, apa dia bisa menyalahkanku karena tidak bisa langsung menerima semuanya?Dia memiliki hubungan darah dengan pria yang dulu hampir membunuh Trinity. Dante nyaris merenggut nyawa adikku. Sampai sekarang, adikku pun masih belum juga didapatkan keadilan.Dari sekian banyak keluarga di dunia ini, kenapa Felicia harus berasal dari Keluarga Sandiaga?Mengetahui identitas Felicia masih terasa menyakitkan bagiku. Namun, kepergiannya untuk kedua kalinya jauh lebih menyakitkan. Aku pikir dia mencintaiku, jadi kenapa dia melakukan ini?Air mataku akhirnya jatuh. Aku benar-benar bingun

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 316

    Sudut Pandang Trinity:Air mata langsung mengalir dari mataku ketika kurasakan Dante berhasil menyatukan tubuh kami. Aku merasakan sesuatu yang keras masuk ke dalam lubang. Aku tak kuasa menahan tangis karena rasa sakit yang begitu hebat."Maaf. Kaget ya? Aku janji, awalnya memang akan terasa sakit, tapi setelah kamu terbiasa, rasa sakitnya akan hilang. Bahkan mungkin kamu akan ketagihan," bisiknya sebelum kembali mengecup bibirku.Aku lega ketika dia berhenti bergerak di atasku. Setidaknya, rasa sakit yang kurasakan di vaginaku mulai berkurang.Berbeda dari sebelumnya, ciumannya kini terasa lembut. Aku tak kuasa menahan erangan ketika dia membelai kedua payudaraku. Rasa sakit yang kurasakan sebelumnya tiba-tiba berubah menjadi kenikmatan, terutama ketika dia mulai bergerak di atasku.Awalnya, gerakannya lembut. Secara ajaib, rasa sakit yang tadi membuatku menangis tiba-tiba menghilang. Aku mulai merasakan kenikmatan, seolah tubuhku ingin mencapai sesuatu karena apa yang dilakukannya k

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 315

    Sudut Pandang Trinity:"Dante, tolong kasihani aku. Jangan lakukan ini padaku. Aku nggak mau. Ada banyak perempuan lain yang bisa kamu hamili. Jangan lakukan ini padaku," pintaku.Kami berada di dalam kamar. Aku bisa melihat sorot liar di wajahnya. Aku mundur untuk menjauh darinya dan berdiri di sudut kamar."Kamu nggak punya pilihan, Trinity. Aku nggak ingin buang-buang waktu lagi. Ayo, kita mulai bikin anak. Aku sudah lama menginginkannya," katanya sambil menyeringai, lalu langsung menerjang ke arahku.Aku menjerit ketika dia meraih dan menyeretku ke arah tempat tidur."Nggak! Aku nggak mau! Tolong! Tolong!" teriakku dengan marah sambil berusaha melepaskan diri.Dia memelukku erat-erat dan menyeretku ke tempat tidur. Aku menangis semakin keras."Kasihanilah aku, Dante. Jangan lakukan ini padaku. Jangan!" jeritku ketika dia mulai merobek pakaianku.Dia seolah tidak mendengar apa pun dan terus melakukan apa yang diinginkannya."Tenang saja, Trinity. Jangan khawatir, aku akan memastikan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 314

    Sudut Pandang Trinity:"Kamu nggak akan bisa lepas dari cengkeramanku sampai aku mengizinkannya. Kita masih punya urusan yang belum selesai. Kali ini, kamu nggak akan bisa melarikan diri dariku, Trinity," ujar Dante dengan nada serius."Apa yang sebenarnya kamu inginkan? Kenapa kamu berbuat seperti ini? Aku nggak pernah melakukan kesalahan apa pun padamu. Kenapa kamu membuatku menderita?" tanyaku dengan suara yang hampir berteriak.Aku sudah tak mampu menahan emosiku lagi. Aku harus melawan agar bisa bertahan hidup di tangannya."Pertanyaan bagus. Sebenarnya, apa yang kubutuhkan darimu? Kamu mau jawaban jujur?" tanyanya sambil menyeringai.Aku menatapnya dengan marah."Kamu tahu, barusan aku sudah membuktikan bahwa keputusanku memilihmu bukanlah sebuah kesalahan. Menunggumu selama bertahun-tahun ternyata sepadan, karena aku tahu kamu akan berguna bagiku saat aku membutuhkannya. Ketika saat itu tiba ...," katanya dengan seringai penuh arti.Saat dia hendak kembali membelai pipiku, aku s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status