Share

Bab 282

Author: Cathy
Sudut Pandang Felicia:

Sambil menopang perutku yang agak besar, aku perlahan menuruni tangga.

Aku langsung melihat Dante dan temannya, Devon, yang sepertinya baru tiba dari Philvania. Mereka tampak sedang membicarakan sesuatu yang penting, jadi aku berdeham untuk menarik perhatian mereka.

"Oh, Felicia si bumil datang. Ingat Dokter Devon? Yang urus tes DNA yang ...."

Aku tidak membiarkan Dante menyelesaikan ucapannya. Aku langsung menyelanya.

"Ya. Senang bertemu denganmu lagi, Dok," kataku sambil
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 401

    Sudut Pandang Trinity:"Hm? Kenapa harus sejauh itu, Sayang?" Mama langsung bertanya ketika aku menceritakan rencanaku.Aku menunduk dengan gelisah."Mama, tolong setujui permintaanku. Sebelum menikah dengan Dante, ini juga salah satu impianku," jelasku.Mama menatapku sebelum akhirnya mengangguk perlahan. "Katakan yang sebenarnya, Trinity. Apa terjadi sesuatu antara kamu dan Dante? Itu sebabnya kamu harus pergi?" tanyanya.Aku langsung menggeleng. Mama kembali membahas soal Dante. Yang kuinginkan sekarang hanyalah pergi agar aku bisa melupakannya."Cuma setahun, Ma. Aku juga melakukan ini demi perusahaan," ucapku.Mama menghela napas. "Mama tahu kamu juga melakukan ini demi perusahaan, tapi kamu bisa melanjutkan kuliah di Philvania. Kamu nggak ingin tinggal bersama kami lagi? Kenapa harus kuliah ke luar negeri?" tanya Mama dengan nada terluka.Rasa bersalah menyelimutiku. Aku juga ingin bersama mereka, tetapi aku harus meninggalkan negara ini untuk melupakan semuanya.Jika tetap tingg

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 400

    Sudut Pandang Carlos:Ketika Dante dan anak buahnya akhirnya meninggalkan kamarku, aku bangkit dari tempat tidur dengan emosi yang masih membara. Aku mengambil pemantik dan sebatang rokok, menyalakannya, lalu mengisapnya dalam-dalam.Aku mengembuskan asap dan menatap tajam wanita yang baru saja bersamaku."Tunggu apa lagi?! Keluar!" bentakku.Dia buru-buru turun dari kasur dalam keadaan telanjang, lalu memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai.Gara-gara Dante, malam indahku rusak total. Alih-alih menikmati waktu bersama wanita ini, suasana hatiku sekarang malah kacau.Siapa yang akan senang setelah dipukul hingga lebam? Semua ini karena Dante sialan itu.Aku mengusap rahangku sambil meringis. Dante sama sekali tidak tahu apa yang mampu kulakukan. Aku akan membalas semua yang telah dilakukannya kepadaku.Sebelum ini pun dia pernah memukulku. Sekarang, aku akan memastikan hatinya hancur. Terlebih lagi, aku tahu Trinity sudah meninggalkannya.Ya, Trinity adalah alasan semua ini berm

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 399

    Sudut Pandang Trinity:Sama seperti Mama, Papa juga terkejut saat pulang kerja dan mendengar dari Mama tentang keputusanku berpisah dari Dante. Dia menanyakan banyak hal kepadaku, terutama alasan sebenarnya kami berpisah.Aku hanya bisa memberi mereka satu jawaban. Aku dan Dante tidak cocok. Aku tidak ingin menghabiskan sisa hidupku hanya sebagai ibu rumah tangga biasa.Aku tahu alasanku terdengar sepele dan sulit dipercaya, tetapi aku bersyukur Papa tidak terus mendesakku. Aku juga sadar bahwa pada akhirnya mereka pasti akan menghubungi Dante untuk memastikan bahwa kami memang sudah berpisah.Namun, aku siap menghadapi apa pun yang terjadi. Setelah meninggalkan Dante, aku tidak punya pilihan selain menjalani hidupku sendiri.Aku bangkit dari tempat tidur dengan wajah murung. Saat ini sudah hampir tengah malam, tetapi aku tidak bisa tidur. Pikiranku terus tertuju pada Dante. Aku bertanya-tanya bagaimana keadaannya, apakah dia sudah tahu bahwa aku pergi, apakah dia sedang berusaha menca

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 398

    Sudut Pandang Dante:Tidak ada yang mustahil bagiku kalau aku menginginkan sesuatu.Anak buahku dengan cepat menemukan rumah Carlos. Aku semakin kesal ketika menyadari bahwa rumah itu ternyata berada di dekat rumah yang kutinggali bersama Trinity.Itu artinya, dia benar-benar berniat merebut istriku. Sudah berapa kali mereka bertemu tanpa sepengetahuanku? Apakah Carlos alasan Trinity belum pulang?Tidak apa-apa, sebentar lagi aku akan tahu. Aku tidak akan membiarkan Trinity jatuh ke tangan pria lain. Dia milikku. Aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutnya dariku.Setelah mobil berhenti di depan gerbang rumah Carlos, salah satu anak buahku turun dan menekan bel.Aku terus menatap gerbang, berharap Carlos tidak sedang bersama Trinity di dalam rumah itu. Karena kalau memang itu yang terjadi, mungkin aku bisa membunuh orang saking kalapnya.Gerbang terbuka. Aku turun dari mobil. Seorang pelayan membukakan pintu. Salah satu anak buahku bertanya apakah bos mereka ada di dalam. Dengan gug

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 397

    Sudut Pandang Dante:"Tuan, Nyonya masih belum pulang," lapor salah satu staf saat aku turun dari mobil. Itu adalah kabar buruk yang tidak tahu bagaimana harus kuhadapi.Setelah beberapa kali rapat di pagi hari, aku terus disibukkan oleh pekerjaan di kantor. Rencanaku untuk pulang lebih awal dan menghabiskan waktu bersama Trinity pun tidak terlaksana.Pagi tadi, aku meninggalkannya dalam keadaan tertidur lelap. Aku sama sekali tidak melihat tanda-tanda bahwa dia berencana pergi. Dia terlihat benar-benar kelelahan setelah malam kami bersama.Aku pulang dengan perasaan senang, tetapi yang kudengar justru kabar buruk. Trinity sudah pergi dan belum juga pulang."Maksudmu dia belum pulang? Dia pergi ke mana?" tanyaku, mulai panik.Untuk pertama kalinya, aku benar-benar merasa takut. Bagaimana kalau sesuatu terjadi padanya?Tidak mungkin dia meninggalkanku untuk selamanya. Hubungan kami baik-baik saja semalam. Aku bisa merasakan dirinya menyerah kepadaku saat aku terus menguasai tubuhnya."N

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 396

    Sudut Pandang Trinity:Aku terbangun tanpa Dante di sampingku. Perlahan aku bangkit dari tempat tidur, dan perhatianku pun tertuju pada buket bunga cantik yang diletakkan di nakas. Ada secarik catatan di sampingnya. Aku mengambilnya dan membacanya.[ Untuk istriku yang cantik, terima kasih banyak. Aku mencintaimu. ][ Dengan penuh cinta, Dante. ]Pesannya sederhana, tetapi berhasil menyentuh hatiku. Aku tersenyum sedih sambil perlahan turun dari kasur.Apa yang terjadi antara aku dan Dante semalam memang indah, tetapi aku merasa mungkin hanya itu yang akan tersisa. Aku akan membawa kenangan itu bersamaku ke mana pun aku pergi.Aku segera menuju kamar mandi, mengabaikan rasa pegal di sekujur tubuhku. Aku harus cepat. Aku tidak ingin Dante melihatku masih berada di rumah. Aku harus pergi.Setelah mandi, aku berganti pakaian santai. Celana jin, kaus longgar, dan sepatu karet. Aku merias wajah sedikit dan memakai lipstik, lalu mengambil ransel kecil dan memasukkan barang-barang penting sep

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status