Share

Bab 28

Author: Cathy
Isakan tangis mengguncang tubuhku saat kebenaran itu terlintas di benakku. Iris adalah alasan kenapa Ryan tiba-tiba menghilang. Rasa sakitnya begitu menyiksa, seperti pisau tajam yang memutar di dadaku, lahir dari ketakutan mengerikan bahwa sebagian besar hati Ryan masih menjadi miliknya.

Aku kehilangan jejak waktu, terhanyut dalam kabut duka, sampai pintu kamar terbuka dan Ryan masuk, wajahnya muram. Aku terhuyung bangkit, menatapnya dengan wajah yang basah karena air mata.

"Rupanya, kamu di si
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Tira Moffatt
Yah dr judulnyaa sih udah bertanya2.. Ditinggalkan.. Sad story ternyata ...
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
tuh kan...apa kublg..Ryan tu lelaki bajinfan brengsek...sukanya nge seks aja...ga tau sekretaris kah apalg cuma kamu yg dibayar jd istri pura2...mau2 nya menyerahkan segalanya ke Ryan skrg malah sdh disakiti lahir dan batin
goodnovel comment avatar
Melina Wati
cerita nya sampe bab brapa.kok jadi sedih yah nasib abigail nya.kirain bakal happy2 aja ceritanya.endingnya gimana kak cerita nya pengen tau bakal balik lagi ke abigail apa ke iris kak
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 260

    Sudut Pandang Felicia:"Bisa kamu jelaskan dulu? Pikiranku sudah kacau sejak tadi," keluhku kepada Dante sebelum akhirnya dia melepaskanku.Aku hampir saja melarikan diri dari sana. Dia terlihat bahagia karena sesuatu yang bahkan belum dia jelaskan dengan benar kepadaku. Padahal aku punya banyak waktu untuk mendengarkan."Kakek sudah mencarimu selama bertahun-tahun. Kamu adalah anggota Keluarga Sandiaga," jawabnya.Dia bahkan tidak mencoba mengatakannya secara perlahan, langsung mengatakannya begitu saja. Aku menatapnya dengan tatapan kosong.Kepalaku mulai terasa berdenyut setelah mendengar ucapannya. Jadi, itulah alasan Dante tiba-tiba ingin aku menjalani tes DNA. Ternyata semua yang terjadi selama ini memiliki makna yang lebih dalam."A ... apa katamu? Aku anggota Keluarga Sandiaga? Kok bisa?" tanyaku lirih.Dia meletakkan tangannya di bahuku dan menatap langsung ke mataku. "Kamu nggak salah dengar, Felicia. Kamu anggota Keluarga Sandiaga," jawabnya."Kok bisa?" tanyaku. Lututku mul

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 259

    Sudut Pandang Felicia:"Kamu memanggilku?" tanyaku begitu sampai di hadapan Dante. Dia hanya melirikku sekilas sebelum menjawab."Sepertinya kamu nggak terlalu menikmati waktumu di sini. Aku akan menyuruh mereka mengantarmu kembali," jawabnya.Aku tak kuasa merasa lega. Itu jelas lebih baik. Aku memang sedang tidak ingin pergi ke mana-mana. Aku lebih memilih tetap di dalam sambil menunggu hasil tes DNA.Hari-hari berlalu dengan cepat. Aku mulai terbiasa dengan lingkungan baruku. Setelah Dante membawaku ke mal, aku tidak pernah melihatnya lagi. Dia sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya, bahkan tidak kembali ke istana ini.Ya, aku menolak menyebut tempat ini sebagai rumah, apalagi vila. Tempat ini begitu luas sampai-sampai mungkin butuh waktu lama untuk menjelajahi seluruh bagiannya.Ukurannya hampir tiga kali lebih besar daripada vila Keluarga Baskoro. Aku merasa nyaman tinggal di sini karena semua orang memperlakukanku dengan sangat hormat.Meski begitu, orang-orang yang berad

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 258

    Sudut Pandang Felicia:"Mama, jangan bersikap nggak adil kepada Felicia. Dia punya alasan sendiri untuk pergi. Biarkan dia sendiri untuk sekarang. Lagi pula, keadaan hanya akan semakin rumit kalau kita memaksanya kembali ke vila," kata Trinity.Dari wajahnya, aku bisa melihat bahwa dia menentang keinginan Mama. Entah kenapa, hal itu sedikit melegakanku. Kalau semuanya terserah padaku, aku tidak ingin kembali kepada mereka.Aku tidak sanggup. Aku takut hanya akan semakin terjerumus ke dalam dosa. Aku sangat takut kalau bertemu Orson lagi, aku tidak akan mampu menahan diri dan akhirnya justru menjadi orang yang menghancurkan pernikahan Orson dan Marceline.Setidaknya aku masih memiliki sedikit harga diri. Setidaknya, aku masih bisa mempertahankannya."Maaf, Mama. Tapi aku nggak bisa kembali," kataku pelan kepada Mama sambil menunduk. Aku tidak pernah menyangka kami akan berakhir dalam situasi seperti ini."Orson mencarimu. Sebentar saja," jawabnya.Aku perlahan mengangkat kepala dan mena

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 257

    Sudut Pandang Felicia:"Kamu pergi tanpa membawa apa pun. Bahkan ponselmu juga kamu tinggalkan. Sekarang kamu tinggal di mana? Kamu pergi bersama siapa semalam?" tanya Trinity dengan serius.Aku menghapus air mata di pipiku."Jangan khawatirkan aku. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Tolong beri tahu semuanya, aku minta maaf. Terutama Mama," jawabku sambil menggeleng dan menatapnya.Dia membuka tasnya, lalu mengeluarkan sesuatu."Ini ponselmu. Uang yang selama ini kukumpulkan, sekarang semuanya untukmu. Kamu lebih butuh ini daripada aku," katanya dengan lembut sambil menyerahkan ponsel dan sebuah amplop kepadaku.Aku mengambil ponsel itu, tetapi mendorong kembali amplop itu ke arahnya."Terima kasih, Trinity. Simpan saja uang itu untukmu. Kamu nggak perlu melakukan ini. Aku sudah senang kita bisa bertemu hari ini. Aku hanya berharap Mama dan Papa bisa memaafkanku atas apa yang telah kulakukan," jawabku."Kamu benar-benar sudah bulat dengan keputusan ini? Kamu nggak mau kembali ke vila? S

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 256

    Sudut Pandang Felicia:Meskipun aku merasa canggung berhadapan langsung dengan Trinity, aku tidak punya pilihan selain menghadapinya dengan baik. Aku berutang begitu banyak kepada orang tuanya, jadi setidaknya sekarang aku harus berbicara dengannya secara terbuka."Kamu pergi sama siapa? Kamu tahu Orson berusaha mengejarmu tadi malam? Kamu tahu Marcie dipermalukan gara-gara ulahmu?" kata Trinity.Aku bisa melihat kekecewaan terpancar jelas dari wajahnya. Perkataannya membuatku merasa sangat bersalah."Maaf. Aku benar-benar minta maaf," jawabku karena aku tidak tahu harus berkata apa lagi.Trinity menatapku lekat-lekat sebelum kembali berbicara."Kamu nggak perlu menyembunyikan alasanmu lagi, alasan kenapa kamu tiba-tiba kabur dari rumah. Aku tahu apa yang terjadi antara kamu dan Orson," katanya.Aku terkejut, lalu menatapnya dengan gugup. Dia tahu tentang itu? Bagaimana mungkin? Sesakit apa pun itu, aku sudah berusaha keras menyembunyikan semuanya dari mereka. Aku berusaha sebisa mungk

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 255

    "Mal ini milik Keluarga Sandiaga. Aku membawamu ke sini supaya kamu nggak bosan di rumah," jawab Dante sambil mulai berjalan masuk. Aku segera mengikutinya dari belakang."Aku lagi nggak ingin jalan-jalan. Kamu juga tahu aku kabur dari rumah. Mal ini adalah tempat yang selalu didatangi Keluarga Baskoro. Mereka mungkin ada di sini dan bisa saja melihatku," jawabku.Dia berhenti berjalan, lalu berbalik menghadapku."Memangnya kenapa? Kamu sudah cukup dewasa untuk menentukan sendiri apa yang ingin kamu lakukan, 'kan?" jawabnya sebelum merogoh saku jasnya. Dia menyerahkan sesuatu kepadaku. Aku menatapnya dengan bingung."Gunakan ini. Kata sandinya adalah tanggal ulang tahunmu. Kamu bisa beli apa saja yang kamu mau dengan kartu ini. Aku harus urus sesuatu di kantor, tapi aku akan segera kembali," katanya sebelum berbalik dan pergi. Para pengawalnya langsung mengikuti dari belakang.Pria itu benar-benar aneh. Dia memberiku kartu begitu saja, lalu pergi. Aku harus pergi ke mana? Aku sebenarny

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status