Share

Bab 372

Author: Cathy
Sudut Pandang Trinity:

Saat aku hendak berdiri dari sofa, Dante keluar dari kamar mandi. Keterkejutan di matanya terlihat jelas ketika dia melihatku.

"Trinity, apa yang kamu lakukan di sini?" tanyanya sambil cepat-cepat berjalan menghampiriku.

Aku menatapnya. Hatiku langsung mencelos saat melihat bekas lipstik di lehernya serta pakaiannya yang berantakan.

Aku segera mengusap air mataku sebelum mengalihkan perhatian kepada wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Dia menatapku dengan senyum
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 373

    Sudut Pandang Trinity:Aku segera kembali ke mobil. Aku tak mampu menghentikan air mata yang terus mengalir.Bahkan saat ini pun, aku masih tidak percaya Dante sudah mengkhianatiku setelah semua yang kulakukan demi membuat pernikahan kami bahagia.Aku tidak mengerti bagaimana seseorang yang selama ini begitu manis dan perhatian kepadaku masih bisa melirik wanita lain.Apa yang kurang dariku? Apa aku benar-benar tidak cukup baginya?Apa satu wanita saja memang tidak pernah cukup untuk Dante? Bukankah aku sudah memberinya yang selama ini sangat dia inginkan, seorang anak?Aku mengusap air mataku sebelum menyalakan mesin mobil. Meskipun pandanganku buram karena air mata, aku tetap mengemudikan mobil dan pergi.Sebenarnya, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Rasa sakit di dadaku begitu tak tertahankan. Rasanya seluruh duniaku sudah runtuh setelah mengetahui apa yang baru saja kulihat.Aku memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Aku akan menunggu Dante karena kami harus bicara. Aku tida

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 372

    Sudut Pandang Trinity:Saat aku hendak berdiri dari sofa, Dante keluar dari kamar mandi. Keterkejutan di matanya terlihat jelas ketika dia melihatku."Trinity, apa yang kamu lakukan di sini?" tanyanya sambil cepat-cepat berjalan menghampiriku.Aku menatapnya. Hatiku langsung mencelos saat melihat bekas lipstik di lehernya serta pakaiannya yang berantakan.Aku segera mengusap air mataku sebelum mengalihkan perhatian kepada wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi.Dia menatapku dengan senyum nakal. Wajahnya terasa tidak asing. Kalau aku tidak salah, dia adalah wanita yang pernah tidak sengaja kutabrak di restoran sebelum aku menikah dengan Dante.Kalau aku tidak sedang hamil, mungkin aku sudah menerjangnya dan menjambak rambutnya. Namun, aku tidak bisa. Aku tidak boleh mengambil risiko yang bisa membahayakan bayiku."Sejak kapan?" tanyaku kepada Dante dengan suara gemetar. "Sejak kapan kamu berselingkuh?"Tanganku mengepal, sementara air mata terus mengalir di pipiku."Jadi, kamu s

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 371

    Sudut Pandang Trinity:"Jangan khawatir. Kamu nggak bakal dimarahi. Suamiku mungkin malah senang lihat aku datang ke sini," kataku.Hannah tidak menjawab. Tak lama kemudian, lift berhenti di lantai paling atas. Aku segera melangkah ke luar.Tak jauh dari sana, beberapa karyawan sedang sibuk bekerja di meja masing-masing. Resepsionis itu menunjuk ke arah sebuah meja tempat seorang wanita paruh baya duduk.Dia adalah sekretaris Dante. Resepsionis itu menjelaskan bahwa semua tamu harus melalui sekretaris itu, jadi aku langsung berjalan menghampirinya."Nyonya Sandiaga?" panggilnya begitu menyadari kehadiranku.Aku tersenyum lega. Setidaknya, dia tahu siapa aku.Aku melihat keterkejutan di wajah Hannah ketika mendengar sekretaris itu memanggilku Nyonya Sandiaga. Aku tak mampu menahan senyum. Meskipun ini pertama kalinya aku bertemu sekretaris Dante, ternyata dia sudah mengenalku."Oh, maafkan saya, Bu. Saya nggak tahu tadi. Tolong maafkan saya." Resepsionis itu meminta maaf.Aku tersenyum

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 370

    Sudut Pandang Trinity:"Apa? Serius, Dok? Aku hamil? Kami akan punya bayi?" tanyaku karena aku ingin mendengar kepastiannya sekali lagi.Aku langsung melihat kebahagiaan di mata Dante. Aku tahu dia sudah menunggu momen ini sejak lama, momen aku akhirnya mengandung."Ya, Bu. Gejala yang Anda alami normal bagi seorang wanita hamil. Mulai sekarang, Anda harus lebih berhati-hati karena ada kehidupan kecil yang sedang tumbuh di kandungan Anda.""Saya akan meresepkan beberapa obat dan suplemen untuk memastikan Anda dan bayi tetap sehat sampai waktu persalinan nanti," jawab dokter itu sambil tersenyum.Aku langsung memeluk Dante."Syukurlah. Dok, tolong lakukan apa saja agar istriku dan bayi kami tetap sehat," kata Dante.Ucapannya pun membuat dokter itu tersenyum.....Waktu berjalan dengan cepat. Dante membeli semua vitamin dan suplemen yang kubutuhkan. Aku bisa melihat dengan jelas betapa suportif dan perhatiannya dia sebagai suami."Kamu mau makan sesuatu nggak? Juli bilang kamu belum mak

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 369

    Sudut Pandang Trinity:Kami pindah ke Vistablanc tanpa mengalami kendala apa pun. Aku dan Dante berharap perubahan lingkungan ini akhirnya bisa membantu kami mendapatkan momongan.Selain itu, hampir tidak ada yang berubah dalam kehidupan sehari-hari kami. Rumah yang kami tinggali masih berada di dalam kota, jadi semua yang kami butuhkan mudah dijangkau, termasuk rumah sakit dan pusat perbelanjaan."Hati-hati ya. Kalau bisa, pulang lebih awal," kataku dengan lembut saat Dante bersiap berangkat kerja. Aku sudah terbiasa mengantarnya setiap kali dia pergi ke kantor."Jangan khawatir. Begitu selesai bertemu dengan Johan, aku akan langsung pulang," janjinya sambil tersenyum, lalu membungkuk untuk menciumku.Kami baru beberapa bulan menikah. Dante tidak pernah berhenti bersikap manis kepadaku. Bahkan kepribadiannya berubah drastis. Dia menjadi lebih baik kepada semua orang. Aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali melihatnya kehilangan kesabaran.Setelah mobilnya menghilang dari pandangan,

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 368

    Sudut Pandang Trinity:Segalanya terjadi begitu cepat. Kurasa aku beruntung memiliki orang tua yang begitu pengertian. Mereka tidak keberatan ketika Dante dan aku mengabarkan bahwa kami ingin menikah.Mereka mengatakan bahwa aku sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan sendiri dan akan mendukungku.Saat hari pernikahanku dengan Dante semakin dekat, tidak ada yang lebih bahagia daripada Felicia. Sejak dulu, dia memang selalu berharap aku akan bersama keponakannya.Kami memperlakukan satu sama lain seperti saudara. Dia terus mengatakan kepadaku bahwa aku akan bahagia bersama Dante.Pernikahanku dengan Dante berjalan lancar. Bahkan, bisa kukatakan semuanya sempurna, terutama jika mengingat betapa banyak uang yang dihabiskan untuk pernikahan itu.Semuanya begitu indah. Aku tahu aku termasuk salah satu wanita beruntung yang bisa mengadakan pernikahan megah."Aku sangat bahagia untukmu, Trinity. Sekarang kamu sudah punya suami. Papa dan Mama hanya ingin kamu bahagia. Waktu benar-benar be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status