Partager

Bab 345

Auteur: Cathy
Sudut Pandang Felicia:

Hari-hari berikutnya menjadi tantangan berat bagiku. Rasanya aku kembali mengalami masa-masa seperti dulu, bahkan mungkin lebih buruk. Aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa melewati mual di pagi hari yang terus menyiksaku.

Aku sedang berada di kamar mandi, berlutut di depan toilet sambil terus-menerus muntah. Kondisiku kali ini jauh lebih parah dibandingkan saat mengandung si kembar dulu. Mual di pagi hari benar-benar membuat semuanya terasa sulit.

Ini adalah kehamilanku y
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 349

    Sudut Pandang Felicia:Perkataan Darius terus terngiang-ngiang di pikiranku. Aku tidak bisa menahan rasa khawatir. Aku tidak tahu kalau Orson perlahan menghancurkan dirinya sendiri dengan mabuk-mabukan.Mungkin itu sebabnya berat badannya turun cukup banyak. Mungkin itu juga alasan Mama terlihat begitu sedih saat berbicara denganku tadi. Dia pasti sangat mengkhawatirkan putranya.Entah kenapa, tiba-tiba aku merasa takut.Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Orson? Bagaimana kalau dia menderita penyakit serius karena kebiasaannya itu? Apa aku sanggup menanggung rasa bersalah kalau itu sampai terjadi? Apa aku benar-benar ingin anak-anak kami tumbuh besar tanpa mengenal ayah kandung mereka?Memikirkannya saja sudah membuatku gelisah dan sedih. Aku tidak seharusnya bersikap seperti ini. Aku tidak boleh kejam. Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki semua keputusan buruk yang pernah kubuat.Aku tetap diam sampai kami tiba di sebuah hotel bintang tujuh tempat resepsi perni

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 348

    Darius sekarang menjadi lebih santai dan enak diajak bicara."Mereka masih sibuk. Kurasa kita langsung saja ke resepsi. Aku lapar, mau makan," katanya setelah beberapa saat.Aku langsung merasa ragu. Aku sebenarnya tidak berencana menghadiri resepsi. Namun, aku juga merasa tidak enak kalau harus menolak Darius. Jarang sekali dia seramah ini, jadi kenapa aku harus menolak ajakannya?"Oke. Kita berangkat masing-masing saja. Aku bawa mobil sendiri," kataku sambil tersenyum.Dia mengangguk. "Boleh saja, tapi sepertinya kamu bawa sopir. Ikut saja denganku. Minta mereka menyusul kita ke tempat resepsi," katanya.Aku tertegun. Sepertinya memang tidak ada cara untuk menghindari Darius.Aku tidak bisa menahan diri untuk melirik Marceline. Dia masih sibuk berbicara dengan para tamu. Tak jauh dari sana, aku sempat melihat Orson.Ya, Orson. Aku melihat jelas dia sedang menatap tajam ke arahku dan Darius. Aku bahkan sempat menatapnya dengan alis berkerut sebelum mengalihkan pandangan."Kita berangk

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 347

    Sudut Pandang Felicia:"Memangnya ada apa?" tanyaku kepada Trinity. Dia menatapku sejenak, lalu tersenyum tipis."Nanti aku beri tahu," jawabnya sebelum segera berbalik pergi.Aku hanya memandanginya. Aku tahu apa yang ingin dia bicarakan denganku. Aku yakin itu pasti soal si kembar lagi.Aku tidak terlalu memikirkannya dan menghampiri Marceline sambil mengangkat bahu. Aku ingin menemuinya karena mungkin dia sudah menungguku."Felicia, akhirnya kamu datang juga. Kukira kamu nggak bakal datang," katanya begitu melihatku."Mana mungkin aku nggak datang? Aku ini pendampingmu, tentu saja aku akan datang," jawabku sambil tersenyum.Aku sebenarnya ingin mencium pipinya, tetapi kemudian mengurungkan niat karena takut merusak riasannya.Aku tidak bisa menahan diri untuk memperhatikan Marceline. Kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya. Dia dan Devon awalnya hanya terlibat dalam hubungan satu malam, tetapi sekarang mereka sudah sampai di titik ini. Mereka akan menikah."Selamat ya. Aku ikut baha

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 346

    Sudut Pandang Felicia:"Ayah, tolong jangan marah. Aku sudah nggak berhubungan dengan pria yang membuatku hamil. Mungkin kami juga nggak akan kembali berhubungan baik," kataku, berharap ayahku tidak ikut campur dalam masalahku untuk saat ini.Situasinya terlalu rumit. Aku tidak ingin semuanya menjadi semakin besar. Selain itu, aku juga tidak berniat memberi tahu Orson bahwa aku hamil lagi."Tapi kamu nggak bisa membiarkan pria yang menghamilimu memperlakukanmu seenaknya. Dia nggak bisa lepas tangan begitu saja. Ayah nggak akan membiarkan siapa pun memperlakukanmu dengan buruk. Dia harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di antara kalian," kata Ayah.Aku langsung menghampirinya. Aku mencium tangannya sambil memohon dan menatap matanya."Ayah, aku sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan sendiri. Untuk kedua kalinya, aku mohon, biarkan aku mengurus masalah ini sendiri untuk sementara. Entah pria itu tahu tentang kehamilanku atau nggak, nggak ada yang akan berubah. Kami nggak bi

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 345

    Sudut Pandang Felicia:Hari-hari berikutnya menjadi tantangan berat bagiku. Rasanya aku kembali mengalami masa-masa seperti dulu, bahkan mungkin lebih buruk. Aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa melewati mual di pagi hari yang terus menyiksaku.Aku sedang berada di kamar mandi, berlutut di depan toilet sambil terus-menerus muntah. Kondisiku kali ini jauh lebih parah dibandingkan saat mengandung si kembar dulu. Mual di pagi hari benar-benar membuat semuanya terasa sulit.Ini adalah kehamilanku yang kedua. Aku malah tidak bisa merasakan perhatian dari ayah bayiku.Keputusanku untuk menjauhkan anak-anak dari Orson memang benar. Dia sama sekali tidak berkontribusi apa pun. Dia bahkan tidak merasakan kesulitan yang sedang kuhadapi sekarang.Aku masih berada di kamar mandi selama beberapa menit sambil berusaha menenangkan diri. Aku tahu Ayah sedang menungguku di ruang makan.Mereka tidak boleh melihatku dalam kondisi seperti ini. Aku belum berani memberi tahu bahwa aku hamil lagi.Setelah m

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 344

    Sudut Pandang Felicia:"Selamat, Bu. Usia kandungan Anda sudah empat minggu."Aku terdiam sesaat ketika mendengar perkataan Dokter Eric. Pikiranku benar-benar tidak mampu mencerna apa yang baru saja dia katakan."Hah? Hamil? Lagi?" celetukku seperti orang bodoh. Seumur hidup, aku tidak pernah membayangkan akan hamil anak Orson lagi.Satu malam bersama harus dibayar dengan tanggung jawab seumur hidup. Aku benar-benar tidak mengerti kenapa aku dan Orson bisa secepat itu memiliki anak.Apa sperma Orson memang sekuat itu? Baru satu malam, sudah langsung jadi kehidupan baru?"Rasa lemas dan mudah mengantuk memang wajar dialami ibu hamil. Anda harus banyak istirahat dan mengonsumsi makanan bergizi. Aku akan resepkan vitamin untuk Anda dan bayinya," kata dokter.Aku hanya mengangguk sambil melamun.Dokter itu masih mengatakan beberapa hal, tetapi aku hanya menjawab dengan anggukan. Pikiranku sudah melayang ke mana-mana, memikirkan bagaimana aku harus menghadapi semua ini.Meskipun anak di dal

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status