Partager

Bab 93

Auteur: Cathy
Sudut Pandang Abigail:

Aku hampir menangis saat memeluk anakku, Orson. Akhirnya aku keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah. Semua orang di sekitarku benar, aku harus berani menghadapi penyakitku. Aku tidak perlu larut dalam emosi dan menangis.

Masih ada kesempatan bagiku untuk sembuh dan itulah yang sedang aku perjuangkan sekarang. Dengan bantuan orang-orang yang kucintai, aku akan membaik. Tuhan tidak akan meninggalkanku.

"Mama sudah sembuh? Jangan sakit lagi ya. Aku takut .... Aku nggak
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 421

    Sudut Pandang Trinity:"Nyonya, sudah waktunya makan malam," ujar seorang asisten rumah tangga begitu aku membukakan pintu untuknya. Aku sampai tidak menyadari waktu karena tadi sempat tertidur."Oke, aku akan segera ke sana," jawabku, lalu segera menutup pintu untuk bersiap-siap.Aku melirik jam dan terkejut saat melihat hari sudah hampir pukul sembilan malam. Ternyata sudah waktunya makan malam.Aku tidak kembali ke kamar bayi setelah memberi tahu Dante bahwa aku hendak berganti pakaian. Entah kenapa, tiba-tiba aku merasa mengantuk. Jadi, setelah berganti pakaian, aku berbaring di tempat tidur dan langsung tertidur.Aku segera merapikan diri. Di rumah ini ada aturan bahwa semua orang harus berpenampilan rapi saat berada di meja makan. Mama Abigail selalu bilang bahwa tidak semua orang mampu makan tiga kali sehari, jadi kami harus menghargai makanan yang tersaji di hadapan kami.Setelah penampilanku cukup rapi, aku turun menuju ruang makan. Aku terkejut melihat Dante sedang mengobrol

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 420

    Aku tidak bisa menahan rasa gugup ketika senyum perlahan terukir di bibir Ryan. Entah kenapa, senyum itu terasa penuh arti dan membuatku gelisah.Sepertinya ketakutan terbesarku akan menjadi kenyataan. Mungkin dia akan melarangku mendekati putrinya lagi."Dante, sepertinya kamu sudah banyak berubah. Aku bisa melihatnya dari matamu," katanya sambil tersenyum.Aku tidak mampu menjawab."Iya, Carlos memang sudah meminta izin padaku untuk mendekati Trinity. Aku ayahnya, tapi aku nggak bisa mencampuri keputusan putriku. Aku nggak mau menjadi penghalang dalam urusan perasaannya. Siapa pun yang dia cintai, kami nggak akan menentangnya," kata Ryan.Aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa mendengar ucapannya.Bagaimana kalau Trinity jatuh cinta kepada Carlos? Lalu bagaimana denganku? Apa aku sanggup menahan pahitnya patah hati seperti itu? Tuhan, mungkin aku tidak akan sanggup."Aku mengakui kalau aku bukan orang yang sempurna. Di usiamu dulu, aku juga melakukan banyak kesalahan. Aku berusaha

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 419

    Sudut Pandang Dante:Rasanya seperti terkena pukulan telak saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Trinity.Kekhawatiran dan ketakutan langsung menyelimutiku ketika mengetahui Carlos benar-benar sedang mendekatinya. Membayangkan Trinity mungkin jatuh cinta kepada pria itu saja sudah membuat hatiku terasa seperti ditusuk-tusuk.Aku tidak akan sanggup menerima jika pada akhirnya dia bersama pria lain. Sejak menyadari semua kesalahanku dan berusaha berubah, aku tahu ada kemungkinan aku akan kehilangan dirinya.Rasanya aku bisa mati jika pria lain merebutnya dariku. Hanya Tuhan yang tahu betapa aku mencintainya, dan aku rela melakukan apa saja untuk mendapatkannya kembali.Aku bisa menunggu selama apa pun sampai dia mau memaafkanku. Namun, membayangkan sudah ada pria lain yang mendekatinya membuatku tidak yakin berapa lama aku bisa bertahan.Aku ingin keluarga kami kembali utuh. Aku ingin tinggal bersamanya dan anak-anak kami di bawah satu atap lagi. Aku menginginkan keluarga yang len

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 418

    Aku terus menatap Dante saat dia berbalik meninggalkan kami. Bahunya tampak merosot ketika dia berjalan masuk ke rumah, dan entah kenapa dadaku terasa sesak melihatnya."Syukurlah dia tahu diri dan pergi. Apa dia selalu datang ke sini?" tanya Carlos, membuat perhatianku kembali tertuju kepadanya."Dia datang untuk menemui anak-anak kami. Mama dan Papa juga sudah mengizinkannya, jadi dia bebas datang dan pergi. Bagaimanapun, dia tetap ayah si kembar," jawabku.Aku mendengar Carlos mengembuskan napas panjang. Saat menatap wajahnya, aku melihat kemarahan di sana. Aku mengabaikannya dan hanya memberinya senyum yang dipaksakan."Maaf, Carlos. Aku benar-benar nggak bisa mengobrol denganmu sekarang. Masih banyak yang harus kulakukan," kataku, berharap dia mengerti bahwa aku sedang tidak ingin menghadapinya dan lebih memilih dia segera pergi."Kenapa? Apa karena Dante ada di sini? Jangan bilang kamu masih mencintainya setelah semua yang dia lakukan kepadamu. Trinity, aku bersedia menjadi ayah

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 417

    "Terima kasih," kataku dingin kepada Carlos saat menerima bunga darinya.Aku lelah dan ingin beristirahat, tetapi aku juga tidak mungkin mengabaikannya begitu saja. Keluarganya mungkin akan menganggapku tidak sopan jika aku melakukan itu."Maaf sudah datang mengganggu. Setelah kami meninggalkan kantormu tadi, tiba-tiba aku merindukanmu. Apa seperti ini rasanya jatuh cinta kepada seorang wanita?" katanya dengan manis.Aku tidak tahu harus menjawab apa. Ucapannya terdengar sangat gombal dan aku sama sekali tidak menyukainya.Dia merindukanku, tetapi aku justru merasakan sebaliknya. Kalau bisa, aku malah tidak ingin bertemu dengannya lagi. Namun, sekarang dia sudah berada di rumah. Apa lagi yang bisa kulakukan?"Oh, Carlos! Kamu datang berkunjung?"Aku mengembuskan napas lega ketika Papa Ryan tiba-tiba menghampiri kami."Iya. Aku datang untuk menemui Trinity. Kalau Paman nggak keberatan, aku ingin mengajaknya menonton konser malam ini. Ada penyanyi internasional yang akan tampil di kolose

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 416

    Saat Mama menceritakan semua itu, aku melihat betapa serius ekspresinya. Aku pun tahu dia mengatakan yang sebenarnya."Tapi kenapa tadi malam Papa dan Dante terlihat baik-baik saja? Kenapa Papa kelihatannya nggak marah?" tanyaku kepada Mama Abigail dengan bingung.Dia tertawa."Karena usaha Dante. Meskipun suamimu sudah beberapa kali dipukul oleh papamu, dia nggak pernah berhenti berusaha menebus kesalahannya. Dia hampir setiap hari datang ke rumah hanya untuk meminta maaf," jawab Mama.Aku hampir tidak percaya dengan apa yang kudengar. Apa Dante benar-benar melakukan semua itu? Apa karena dia benar-benar menyesali semua kesalahan yang pernah dilakukannya kepadaku?"Tolong jangan marah pada kami karena membiarkannya datang ke rumah. Kami bisa merasakan penyesalannya, dan kami nggak akan memaksamu untuk kembali bersamanya, Trinity. Apa yang dia lakukan kepadamu memang menyakitkan, tapi kami nggak mungkin membencinya selamanya, apalagi dia adalah ayah dari anak-anakmu, cucu-cucu kami," k

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status