Share

Bab 9

Author: Cathy
"Astaga! Leah, kamu ngapain? Lepasin dia sekarang juga!"

Suara Arthur yang menggelegar memotong kekacauan itu. Leah yang berada di atas tubuhku mendadak ditarik menjauh. Aku langsung bangkit duduk, terengah-engah, dan melihat Arthur berdiri menatap kami, wajahnya penuh amarah.

"Apa yang terjadi? Kenapa kamu menyerangnya?" Dia membentak Leah.

"Dia yang mulai duluan!" Leah menangis, buru-buru berdiri sambil berlagak menjadi korban yang tersakiti. "Dia yang jambak rambutku duluan!"

Aku hanya bisa m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 118

    "Kalau begitu, kamu bakal mati dalam penantian. Karena apa pun yang terjadi, aku nggak akan belajar mencintaimu. Cuma Abigail yang ada di hatiku, nggak ada yang lain," kataku dengan nada serius sebelum meninggalkannya. Aku langsung berjalan menuju kamarku.Keesokan paginya ....Hari masih gelap saat aku terbangun. Aku mengenakan pakaian, lalu keluar dari kamar.Orson masih belum pulang sejak semalam. Bahkan para pengawal pun tidak berhasil menemukannya.Ketika aku hendak keluar rumah, tiba-tiba terdengar mesin mobil berhenti di depan gerbang. Aku melihat Orson berjalan masuk dengan langkah sempoyongan seperti orang mabuk."Orson!" panggilku.Namun, dia seolah tidak mendengarku dan terus berjalan masuk rumah. Aku pun mengikutinya."Kamu nggak pulang semalaman dan mabuk begini? Orson, sebenarnya kamu kenapa? Kapan kamu akan berubah?" kataku sambil terus mengikuti langkahnya.Dia pun berhenti, lalu menjawab, "Pak Ryan, untuk apa kamu peduli? Aku saja nggak peduli sama kamu. Jangan ganggu

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 117

    Di rumah Keluarga Baskoro.Sudut Pandang Ryan:Aku terus menenggak minuman keras sambil menatap ke kejauhan. Aku sudah terbiasa minum sebelum tidur. Aku membutuhkannya untuk mematikan pikiranku meski hanya sesaat.Aku tidak tahu apakah masih ada cara untuk memperbaiki keluargaku yang sudah hancur. Semua ini adalah kesalahanku. Tidak ada orang lain yang bisa disalahkan.Aku menuangkan lagi minuman ke dalam gelas. Kini, hanya inilah satu-satunya teman yang menemaniku dalam kesedihan.Sialan hidup ini. Kapan rasa sakit di dalam diriku akan berakhir?Tiba-tiba, wajah Abigail melintas di benakku. Jika dia bisa melihatku sekarang, aku berharap dia tahu betapa menderitanya aku. Aku berharap dahulu dia tidak menyerah. Dia pasti masih hidup jika aku tidak memperlakukannya dengan begitu buruk."Ryan ... cukup. Bukannya doktermu sudah melarang kamu minum?"Aku mengepalkan tangan saat mendengar suara itu. Itu Nelly. Aku bahkan tidak menyadari kapan dia mendekat.Aku memberi isyarat agar dia duduk.

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 116

    Sudut Pandang Abigail:"Kita mau ke mana, Nyonya?" tanya Adrian kepadaku. Dia adalah sopir Shirley dan Arnold.Kemarin malam, aku sempat memberi tahu Shirley bahwa aku berencana mengunjungi rumah Ryan. Aku tidak berniat menampakkan diri kepada mereka. Aku hanya ingin melihat dari kejauhan, berharap bisa melihat Orson."Ke rumah Ryan. Aku ingin lihat putraku," jawabku.Adrian mengangguk, lalu membukakan pintu mobil untukku.Hari masih sangat pagi, baru pukul enam. Syukurlah Marcie masih tertidur nyenyak. Aku tidak ingin mengajaknya ikut. Dia pasti hanya akan bosan duduk di dalam mobil.Saat kami mendekati rumah Ryan, aku meminta Adrian memarkir mobil di dekat gerbang. Aku ingin melihat apa yang sedang terjadi di dalam.Dengan apa yang kulakukan ini, aku merasa seperti seorang detektif. Aku hanya ingin melihat Orson, meskipun dari kejauhan.Pada akhirnya, kami tidak perlu menunggu lama. Aku langsung melihat sebuah mobil datang dan berhenti. Aku mengernyit saat mobil itu parkir tepat di l

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 115

    Lagi pula, salah satu rencanaku saat ini adalah mencari pekerjaan di Philvania. Aku tidak mungkin terus bergantung pada orang tua Liam untuk segala hal. Mereka sudah mengeluarkan begitu banyak uang untukku dan saat ini aku benar-benar membutuhkan penghasilan sendiri."Tapi, orang-orang mungkin nggak bakal tertarik kalau aku yang jadi modelnya, Bibi. Lagian, aku nggak punya pengalaman sama sekali di bidang itu," jawabku malu-malu."Kamu salah, Abigail. Kami membutuhkan wajah baru dan kamu sangat cocok untuk itu. Jangan lupa, kamu itu cantik dan aku juga bakal membantumu," katanya dengan senyum meyakinkan.Aku pun mulai mempertimbangkan tawarannya dengan serius.....Di rumah Keluarga Baskoro.Sudut Pandang Ryan:"Pak, Tuan Muda Orson pergi lagi. Dia bawa mobil sendiri. Para pengawal nggak bisa menghentikannya."Aku langsung menerima laporan dari sopir pribadi Orson, Ronnie Surajat. Dia adalah salah satu sopir yang paling lama bekerja untuk keluargaku, itulah sebabnya aku memercayakan Or

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 114

    "Ya. Dia nggak mau ditinggal," jawabku.Bibi Shirley mengangguk, lalu melirik suaminya yang sudah asyik bermain dengan cucu mereka."Mending kita langsung pulang sekarang, lanjut mengobrol di rumah saja," kata Bibi Shirley.Aku langsung setuju. Marcie sudah berkeringat dan aku tidak ingin dia jatuh sakit setelah keringatnya mengering.Selain itu, aku juga tidak nyaman karena Iris masih terus menatapku. Bahkan sampai sekarang, dia masih terlihat syok, matanya terpaku ke arahku. Suaminya sudah beberapa kali menyenggolnya, tetapi dia tetap tidak mengalihkan pandangan.Saat tiba di rumah, aku terkejut melihat begitu banyak makanan tersaji di atas meja. Mereka benar-benar mempersiapkan semuanya untuk menyambut kedatanganku dan juga Marcie. Aku merasa terharu.Setidaknya aku tidak merasa seperti orang asing di keluarga ini.Ketika aku masih menjalani perawatan dan tidak bisa keluar dari rumah sakit di Gervox, Bibi Shirley selalu datang menjenguk dan merawatku. Dia dan suaminya harus bolak-ba

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 113

    Sudut Pandang Abigail:Aku tak bisa menahan senyum saat merasakan hangatnya iklim Philvania. Setelah delapan tahun, aku tidak menyangka akan menginjakkan kaki di negara ini lagi. Hatiku dipenuhi perasaan bahagia sekaligus sedih saat memandangi sekeliling."Mama, di sini panas sekali. Aku benci tempat ini. Kenapa Mama malah mau datang ke sini?" keluh Marcie.Aku menoleh dan melihat keringat sudah membasahi wajahnya. Ekspresi tidak suka terlihat jelas di wajah gadis kecil itu.Sejak lahir, Liam hanya pernah mengajaknya ke Philvania dua kali untuk berlibur. Karena itu, dia sudah cukup tahu seperti apa iklim negara ini."Karena anakku ada di sini, Marcie. Aku ingin bertemu dengannya," jawabku sambil tersenyum.Wajahnya langsung menjadi serius saat menatapku."Yang benar?" tanyanya dengan mata membulat.Aku mengangguk. Pandanganku menyapu area sekitar, mencari orang yang seharusnya menjemput kami.Sopir Liam akan datang menjemput kami. Aku dan Marcie akan langsung menuju rumah orang tuanya

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 49

    Kami hampir punya segalanya ... punya anak bersama dan menjadi keluarga sungguhan. Lalu dalam satu momen yang menyakitkan, semua itu hancur begitu saja.Aku tidak pernah membayangkan rasa sakit seperti ini. Ada kekosongan yang menganga, membuat segalanya terasa tidak berarti. Hilangnya Abigail menan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 50

    Tujuh tahun kemudian.Sudut Pandang Ryan:Tujuh tahun berlalu begitu saja, tetapi kekosongan di dadaku tetap terasa dan tidak pernah benar-benar hilang. Aku tidak pernah membayangkan bisa menjalani hidup tanpa Abigail di dalamnya.Sudah sejak lama aku menerima kenyataan pahit itu. Aku terlambat meny

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 47

    'Ya, aku memang punya uang. Dan aku akan pakai setiap sennya untuk menemukan Abigail. Tapi jangan pernah berpikir buat merebut dia dari aku. Kalau aku sampai tahu kamu sudah mengambil sesuatu yang jadi milikku, kamu akan kuberi pelajaran,' kataku dalam hati, pikiranku kalut ketika aku melangkah perg

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 16

    Aku tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi, tetapi tiba-tiba rasa panas yang meluap memenuhi tubuhku. Padahal AC menyala dingin, aku justru seperti terbakar.Ciuman itu seperti candu, dan aku mendapati diriku mengikuti ritme bibirnya, tenggelam dalam sensasinya. Waktu seakan-akan tidak berarti. Aku b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status