Share

Bab 8

Author: Cathy
Sudut Pandang Abigail:

"Hai, aku Abigail," ucapku sambil menghampiri sekretaris itu dengan nada ramah, meski tatapan matanya seperti melemparkan belati ke arahku. "Pantry presdir ada di mana ya? Dia minta aku buatkan kopi."

Dia hanya mengibaskan tangan dengan malas ke arah sebuah pintu tertutup. "Di sana."

Tak ingin berlama-lama, aku segera berjalan ke sana. Begitu masuk, rasanya seperti melangkah ke dapur apartemen mewah. Semuanya lengkap. Kulkas, microwave, panci, wajan, sampai peralatan makan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Nami chan
ryan udh sebrengsek itu.. sampe liat berhubungan sama sekertaris di kantor. bahkan saat tau ada bini pengganti ttp ga sungkan.. Pertimbangan bs nerima ryan itu buanyak & hampir mustahil. jgn tll gampang. tabiat kaya ryan susah berubah
goodnovel comment avatar
Agustina Minanga
kereeeen sekali
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 522

    Sudut Pandang Betty:"Serius, Joseph? Kamu benar-benar mengizinkanku kuliah lagi? Kamu nggak akan berubah pikiran? Kamu nggak boleh mengingkari janjimu ya," tanyaku tak percaya.Aku masih sulit percaya bahwa dia benar-benar mengizinkanku kuliah. Dia memang pernah menyinggung hal itu saat pesta, tetapi aku tidak menyangka dia akan benar-benar menepati perkataannya.Kami duduk berdampingan di kursi belakang mobil, sementara sopirnya mengemudi. Sepertinya suasana hatinya sedang baik. Dia juga tidak terlihat akan bersikap ketus hari ini."Ya. Memangnya kenapa? Kamu nggak mau?" tanyanya sambil tersenyum.Dia menggenggam tanganku dan memainkan jari-jariku. Aku masih sulit memercayai sisi dirinya yang seperti ini. Dalam sekejap, sikapnya terhadapku berubah total.Namun, apa yang bisa kuharapkan dari pria seperti dia? Hari ini suasana hatinya baik, besok bisa saja jadi buruk. Dia benar-benar sulit ditebak."Kamu yang bayar semuanya? Gratis, 'kan? Kamu nggak akan menagihku?" tanyaku lagi.Josep

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 521

    Sudut Pandang Betty:Setelah sarapan, aku pergi ke taman sambil membawa ponsel mahal yang diberikan Joseph kepadaku. Aku menonton banyak video dan film.Kemudian, tiba-tiba aku ingin menelepon Natalie. Sejak tiba di Kota Marina, kami belum pernah mengobrol karena dia jarang sekali online.Aku duduk di tepi kolam renang sambil membuka aplikasi pesan dan menggulir layar. Aku mencari nama Natalie dan tersenyum karena melihatnya sedang online.Aku langsung menekan tombol panggilan. Telepon hanya berdering selama beberapa detik sebelum dia mengangkatnya."Betty, ini benar-benar kamu? Apa kabar?" sapanya bahkan sebelum aku sempat berbicara. Kami melakukan panggilan video, jadi kami bisa saling melihat."Aku baik-baik saja. Gimana denganmu? Kenapa belakangan ini kamu nggak pernah online?" balasku dengan sedikit merajuk. Aku dan Natalie tumbuh bersama, jadi hubungan kami sangat dekat. Kami sudah seperti saudara."Maaf banget, Betty. Ponsel lamaku hilang. Aku nabung cukup lama sampai akhirnya b

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 520

    Sudut Pandang Betty:Aku terbangun tanpa Joseph di sampingku. Semalam, dia sudah mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia membawaku merasakan kenikmatan luar biasa. Kali ini tidak sesakit pengalaman pertamaku. Aku sama sekali tidak merasa sakit, bahkan benar-benar menikmatinya.Namun, sekarang dia sudah tidak berada di sisiku. Mungkin dia sudah kembali kepada wanita simpanannya, Margaret.Ya, karena aku sudah menandatangani kontrak pernikahan, secara hukum aku adalah istri Joseph, sedangkan Margaret hanyalah wanita simpanannya. Aku tetap menjadi ratu di rumah ini.Memikirkan hal itu membuatku tersenyum. Biarlah Joseph melakukan apa yang dia inginkan. Kalau dia menginginkan Margaret, itu urusannya.Aku tidak akan membiarkan hal itu menyakitiku. Bagaimanapun, aku adalah istri sahnya. Lebih baik berpikir seperti itu daripada terus memikirkan keadaanku dan membuat diriku sendiri stres.Aku segera bangkit dari ranjang dan pergi ke kamar mandi. Aku memutuskan untuk mandi sebelum turun ke ruan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 519

    Sudut Pandang Betty:"Sudah puas sekarang? Sudah selesai? Kalau begitu, pergilah. Aku mau tidur," kataku dengan nada serius kepada Joseph setelah akhirnya dia melepaskan tanganku yang sejak tadi digenggamnya cukup lama."Kamu mengusirku? Kenapa kamu begitu ingin menyingkirkanku? Ini rumahku, jadi kamu nggak berhak melarangku melakukan apa pun yang kuinginkan," katanya.Sepertinya aku benar-benar sudah membuatnya marah. Namun, itu masalahnya sendiri. Aku tidak melakukan kesalahan apa pun. Aku hanya ingin dia pergi dan kembali ke pelukan Margaret."Ini memang rumahmu, tapi kamu mengizinkanku menempati kamar ini. Kamu juga nggak ingin mengusirku. Jadi, bisa nggak, kamu menghormati privasiku? Mentang-mentang ini rumahmu, bukan berarti kamu bisa melakukan apa saja sesukamu. Kamu nggak bisa begitu," kataku dengan serius.Dia mengatupkan bibirnya, lalu mencengkeram lenganku."Kenapa kamu berani sekali, hah? Kamu nggak ingin bersamaku ya? Kenapa? Jangan-jangan kamu mau menggantikanku dengan pr

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 518

    Sudut Pandang Betty:Aku segera menutupi seluruh tubuhku dengan selimut tebal karena menyadari bahwa Joseph tidak jadi pergi, melainkan berjalan kembali ke arahku."A ... apa yang kamu lakukan? Bukannya tadi kamu mau pergi?" tanyaku dengan nada kesal untuk menutupi rasa maluku.Dia pasti menyadari bahwa aku tadi memandangi tubuhnya. Mungkin dia salah paham dan itulah sebabnya dia tidak jadi pergi.Aku terus memperhatikannya saat dia berjalan kembali ke arahku. Aku terkejut ketika dia duduk di sampingku dan mengulurkan tangan."Berikan tanganmu," perintahnya.Aku berpura-pura tidak mendengarnya dan mengubah posisi dudukku."Betty, kubilang berikan tanganmu. Bangunlah. Bukannya tadi sudah kubilang jangan tidur? Aku akan menyuruh orang menyiapkan makanan untukmu," katanya dengan kesal.Aku ingin mengabaikannya. Kalau bisa, aku sama sekali tidak ingin menyentuh tangannya. Tangannya kotor karena sudah menyentuh Margaret.Aku benar-benar tak mengerti sifatnya. Sikapnya terhadapku berubah beg

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 517

    Sudut Pandang Betty:"Aku masih kenyang. Nanti kalau sudah lapar, aku akan turun," jawabku sambil tersenyum.Jovi sempat tertegun sebelum menggeleng."Saya ingat Nyonya belum makan apa-apa siang tadi. Apa Nyonya ingin saya bawakan makanan ke sini agar Nyonya bisa makan? Nyonya bisa jatuh sakit kalau nggak makan," katanya dengan lembut.Aku memaksakan senyum meski hatiku terasa hancur. Aku ingin lari dari situasi ini, tetapi aku tidak tahu bagaimana caranya."Aku nggak apa-apa. Aku cuma perlu menyelesaikan sesuatu, setelah itu aku akan turun untuk makan," jawabku.Aku segera berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.Jovi masih mengatakan sesuatu, tetapi aku mengabaikannya. Aku sudah masuk ke kamar mandi dan meratapi nasibku di sana selama hampir satu jam.Aku baru keluar ketika mulai mengantuk. Kemudian, aku berbaring di kasur untuk tidur. Seandainya aku bisa tidur selamanya, aku pasti akan melakukannya. Aku benar-benar ingin melarikan diri dari rasa sakit yang kurasakan di dalam hati..

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status