Share

Bab 104

Author: Fitri
Suara gumamannya terputus-putus. Namun, tetap menghantam gendang telinga dan saraf Lunara.

Ucapannya itu terdengar sangat jelas di rumah sakit yang hening pada malam hari. Lunara ingin mengatakan sesuatu. Dia ingin mengatakan bahwa bukankah ada dokter yang berjaga di sisinya jika Kayden sakit? Lalu, untuk apa dia ke sana?

Lunara ingin mengatakan bahwa dirinya tidak bisa pergi.

Namun, Silvar telah duluan berkata, "Bu Lunara, Kayden nggak mau minum obat sekarang. Bisa nggak kamu datang sebentar? A
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 489

    Berkat pengalaman bertahun-tahun dalam interogasi, polisi itu menangkap inti dari ucapan Moana dengan cepat."Dia menyinggung siapa?"Moana langsung terhenyak. Saat tatapannya bertemu dengan pandangan tegas polisi itu, tubuhnya tanpa sadar gemetar. Dia menggertakkan gigi sebelum akhirnya berkata pelan, "Eden ... dia menyinggung Eden."Para polisi saling memandang.Di jendela kecil pintu ruang interogasi, tampak sepasang mata dingin dan suram milik seorang pria. Tubuhnya tinggi hingga kepalanya hampir menyentuh bagian atas kusen pintu. Dari posisi jendela itu, hanya matanya yang terlihat.Kayden menggeleng pelan. Bukan Eden. Atau lebih tepatnya, bukan cuma Eden.Telapak tangan Moana sudah dipenuhi keringat dingin. Bibirnya bergetar saat berkata, "Ma ... masih ada Martin dan Alfie. Mereka bilang kalau aku bisa menghancurkan perusahaan Lunara, mereka ... mereka bakal kasih aku keuntungan."Dia tidak menjelaskan keuntungan seperti apa. Paling juga hal-hal semacam itu.Soal dua orang itu, K

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 488

    Elina menarik napas dalam-dalam.Saat luka di ibu jarinya dibersihkan dan diperban tadi, dia tidak diberi obat bius. Setelah mengirim pesan itu, seluruh tenaganya seolah-olah langsung habis.Dengan wajah pucat, dia bersandar lemas di tubuh Lunara sambil mengunci layar ponselnya.Elina tahu dia seharusnya tidak terlalu bersedih karena hal ini. Masih banyak hal penting lain yang harus dia lakukan. Namun, hati manusia tidak bisa dikendalikan.Lagi pula, Silvar adalah cinta pertamanya. Ini pertama kalinya dalam hidup Elina menyukai seorang pria. Hubungan pertamanya dimulai dengan terburu-buru, juga berakhir begitu saja tanpa hasil apa pun.Ponsel masih tergenggam di tangan Elina. Air mata tanpa sadar mengalir dari sudut matanya. Bahunya yang kurus bergetar pelan seperti sayap kupu-kupu yang rapuh.Awalnya dia terus meyakinkan diri bahwa berakhir seperti ini juga bagus. Setidaknya bisa berhenti sebelum terluka lebih dalam. Bahkan kalau bagi Silvar hubungan mereka cuma permainan, itu juga ti

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 487

    Setelah menyapa, Daisy kembali duduk membaca bukunya, sama sekali tidak terganggu dengan perubahan rencananya.Shaka menarik kembali pandangannya. "Ayah mana?""Pagi tadi kembali ke rumah lama. Kalian mau menemui Ayah?"Shaka berpikir sejenak, lalu menggeleng sambil mencibir. "Dia jelas nggak mau ketemu aku. Aku juga nggak perlu capek-capek menjilat orang yang nggak suka sama aku!"Selama bertahun-tahun ini, hubungan Shaka dan Zafran benar-benar putus kontak. Keduanya sama-sama masih menyimpan amarah.Javier menghela napas. "Sudah bertahun-tahun, harusnya amarahmu juga sudah reda. Mana ada anak terus-terusan marah sama orang tua?"Shaka menepuk bagian kosong di kaki kirinya. "Kak, gampang buat kamu ngomong begitu. Coba tanya dulu kakiku ini setuju atau nggak!"Kalau dulu Zafran tidak bertindak tegas dan mengambil keputusan seperti itu, Shaka mungkin bukan hanya kehilangan satu kaki. Namun, hal seperti itu tidak akan bisa dijelaskan kepada Shaka. Kalau memang bisa dijelaskan, hubungan m

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 486

    Sebelumnya saat menjenguk Floryn dan Shaka, mereka menemui keduanya secara terpisah. Jadi saat itu Casya dan Alden tidak melihat orang tua mereka bersama.Karena itu, Casya tidak tahu kalau hubungan Floryn dan Shaka sudah sampai pada titik yang benar-benar tidak bisa diperbaiki lagi.Dengan suara pelan, Casya bertanya, "Ibu, kenapa nggak cerai saja sama Ayah?"Kalau bercerai, Floryn juga tidak akan dikurung oleh Zafran.Floryn mencibir dingin. "Cerai? Terus kasih dia hidup enak? Seumur hidup ini, aku bakal terus musuhan sama dia, sampai mati!"Casya bisa mendengar kebencian penuh amarah dalam suara Floryn. Dia tidak mengerti. Kalau sudah sebenci itu, kenapa masih mempertahankan pernikahan dan tidak berpisah saja?Namun, melihat tatapan Floryn yang hampir seperti mengandung racun, Casya akhirnya tidak berkata apa-apa lagi. "Nanti kamar Ibu sebelah kamarku ya? Kalau ada apa-apa, tinggal panggil aku.""Oke, terserah saja. Gimana kalian atur rumah ini? Ke depannya untuk siapa?"Casya terse

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 485

    Dia butuh waktu untuk menerima kenyataan bahwa Silvar ternyata tidak terlalu peduli padanya.Tidak mengumumkan hubungan mereka ke publik juga karena sejak awal Elina selalu berpikir, hubungan yang disebut Silvar sebagai pacaran itu hanyalah sesuatu yang punya batas waktu.Saat Silvar bosan, tidak suka lagi, atau rasa penasarannya sudah hilang, dia bisa tanpa beban menyuruh Elina pergi dari dunianya.Waktu itu Elina menerima hubungan mereka karena dorongan sesaat, juga karena itu yang dia inginkan.Elina tersenyum pahit. Dia merasa seolah-olah ada sesuatu yang mencengkeram hatinya hingga membuatnya sulit bernapas.Elina memegang ponselnya lama sekali, ingin menjelaskan soal unggahan media sosial itu, tetapi pada akhirnya tetap tidak mengirim pesan apa pun.Sudahlah, mungkin begini juga bagus.....Keesokan harinya, Rolls-Royce hitam pekat berhenti di depan vila cabang keluarga ketiga. Alden maju membuka pintu mobil sambil memanggil, "Ayah, Ibu."Shaka mengangkat mata melirik, lalu mende

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 484

    Elina memikirkan kejadian malam itu cukup lama sebelum akhirnya mengingat semuanya.Klien yang sedang bernegosiasi kontrak dengannya tiba-tiba mengobrol santai dengannya, lalu tanpa sengaja mereka menemukan bahwa mereka ternyata adalah teman satu angkatan waktu SMA. Hanya saja, tidak satu kelas.Karena satu angkatan dan kelas mereka bersebelahan, banyak guru mata pelajaran yang sama. Jadi, obrolan tentang berbagai cerita masa SMA pun ikut mengalir begitu saja.Kontrak itu berjalan jauh lebih lancar dari yang Elina bayangkan. Hanya saja, setelah itu jadi ada beberapa jamuan makan dan undangan lain. Selama tidak terlalu berlebihan, Elina biasanya tetap datang.Malam kemarin, pria itu memang meminjam ponselnya beberapa menit. Setelah pulang, Elina berniat merapikan dokumen, tetapi malah bertengkar lagi dengan Martin sampai kepalanya hampir pecah.Dia lupa memeriksa ponselnya, lalu langsung tidur. Baru sekarang setelah dibangunkan suara petasan di luar, dia mengambil ponselnya dan sadar so

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status