LOGINDi antara orang-orang ini, hanya Sarah yang tahu Lunara dan Kayden pernah punya masa lalu bersama.Namun, saat dia menanyakan itu, Gaia dan yang lainnya tidak merasa curiga. Lagi pula, kemampuan Lunara memang luar biasa. Kalau mereka jadi bos, mereka tidak akan rela menandatangani surat pengunduran dirinya.Lunara mengangguk. Dengan tenang, dia berkata, "Ini pengunduran diri, bukan minta pendapat. Nggak perlu persetujuannya."Memandang tempat kerjanya yang sudah lama, Lunara juga merasa sedikit enggan. Tidak terhitung berapa malam dia lembur di sini, juga tidak bisa dihitung berapa kali dia bekerja ekstra. Di tempat ini, ada jerih payahnya.Sarah berpikir sejenak, lalu mengeluarkan sebuah gantungan ponsel dari tasnya dan menyerahkannya kepada Lunara. Dia mengedipkan mata. "Anggap saja ini hadiah perpisahanku untukmu."Lunara tertegun. Itu adalah gantungan ponsel dari boneka plester, bentuknya terlihat seperti figur kecil. Boneka itu terbelah menjadi dua, lalu direkatkan kembali dengan
Lunara mengangguk."Ini keputusan pribadiku, nggak ada hubungannya dengan perusahaan. Kalau kamu merasa sulit, suruh Kayden cari aku, nanti aku yang jelaskan sama dia."Soal pengunduran diri ini, sebenarnya sudah lama dia bicarakan dengan Priya. Dia harus menyelesaikan urusan perusahaan keluarga dulu, lalu membangun kembali usaha yang menjadi jerih payah orang tuanya, jadi tidak mungkin terus membagi fokus di Grup Narasoma.Lunara belum memberi tahu Gaia dan yang lainnya tentang masalah ini. Dia hanya menyerahkan surat pengunduran diri kepada Ignas. Nada bicaranya tenang dan tegas. Tatapan yang dia berikan kepada Ignas juga tampak tegas dan tidak tergoyahkan.Ignas menatapnya dengan intens.Beberapa tahun lalu, saat Lunara baru kembali dari cabang luar negeri, dia masih gadis kecil yang tertutup dan cenderung menghindar. Setelah waktu berlalu, kini ada semangat dan ketegasan baru dalam dirinya.Ignas memang khawatir pada Kayden, tapi yang lebih dia khawatirkan adalah Lunara tidak akan
Damaru Food.Bukankah itu perusahaan yang sedang dijalankan oleh Damar dan istrinya?Zavian seharusnya juga bekerja di perusahaan itu. Lunara menyuapkan sesendok makanan, lalu mengambil ponsel Gaia dan melihatnya sekilas. Nama pendaftar dan pemegang saham pengendali memang tertulis atas nama Damar.Kebetulan sekali.Lunara membuka internet dan melihat. Postingan tentang ditemukannya daging mentah di makanan siang sekolah anak-anak sangat banyak, ternyata bukan kasus tunggal.Di kolom komentar semuanya mengeluhkan makanan yang tidak enak. Bahkan orang tua tidak diizinkan mengantar makanan, anak-anak juga tidak boleh membeli sendiri, dan tidak boleh membawa makanan ke sekolah.Makanan siang dengan daging mentah seperti ini, harganya juga tidak murah.Harga per jatahnya adalah sekitar 60 ribu. Padahal makanan sekolah mendapat subsidi dari pemerintah, tapi masih dijual dengan harga seperti ini. Jelas sekali, perbuatan ini sangat tidak etis.Tidak berlebihan jika Gaia menyebutnya kejam. Lun
Alasan Lunara memutuskan untuk memberi tahu Saphira identitas Daisy adalah karena dia melihat Saphira yang terbaring lemah di ranjang dan ditambah dengan anak anjing itu. Seketika, hati Lunara seperti tersentuh. Dia teringat pada Orion.Kalau ayahnya masih ada, mungkin Orion juga akan mencintai Lunara dan Daisy tanpa batas.Ikatan darah memang sesuatu yang sangat ajaib. Meskipun Saphira tidak tahu bahwa Daisy adalah cucunya, hanya karena Daisy terlihat mirip dengannya, dia tetap menyayangi Daisy dan bahkan cenderung memanjakannya.Bahkan Rupert juga pernah bilang, Saphira terlalu menyukai Daisy sampai-sampai melebihi dirinya.Lunara berpikir, dia tidak akan menyerahkan hak asuh Daisy. Namun jika Daisy bisa memiliki satu nenek lagi yang menyayanginya, itu juga merupakan suatu berkah bagi Daisy.Anak anjing itu sangat penurut. Mungkin karena tahu mereka masih di dalam mobil, dia jadi terus berbaring di paha Lunara.Daisy menatapnya dan berkata, "Mama, kita kasih dia nama, yuk.""Kamu mau
Saphira memang sudah tidak punya banyak tenaga.Cairan infus yang diberikan dokter juga mengandung cukup banyak komponen penenang dan obat tidur. Tak lama kemudian, dia sudah tidak mampu menahan kantuk dan kelopak matanya mulai terpejam.Melihat kondisi itu, Lunara menarik dua anak yang sedang terisak pelan di sana.Pasien seharusnya dibiarkan beristirahat dengan baik. Kalau mereka terus di sini, Saphira akan tetap memaksakan diri ingin melihat mereka lebih lama dan tidak tega untuk tidur.Daisy menepuk selimut Saphira dengan lembut, lalu berkata, "Nenek Ayam Satu, kamu harus tidur yang baik ya. Aku dan Rupert nanti datang lagi untuk jenguk Nenek."Rupert mengangguk dengan kuat. "Iya! Nenek Saphira harus patuh!"Saphira mengangguk, lalu melirik Kayden dan Lunara, seolah ingin mengatakan sesuatu. Namun, satu kata pun tidak bisa keluar. Dia menutup mata dan tertidur.Saat anggota keluarga lain dari Keluarga Narasoma datang, pintu ruang rawat Saphira sudah tertutup. Selain Javier yang mas
Daisy juga khawatir pada Saphira, sehingga dia berkata, "Aku mau ke rumah sakit lihat Nenek Ayam Satu."Setir pun diputar dan mobil berbelok di persimpangan depan, menuju arah yang berlawanan.Setibanya di rumah sakit, luka Saphira sudah selesai ditangani. Dia terbaring di ranjang dengan kakinya ditopang tinggi dan tidak bisa digerakkan. Tubuhnya terlihat lemah. Dia memakai alat bantu napas sehingga tidak bisa berbicara.Melihat keadaannya seperti itu, kedua anak itu langsung khawatir. Mereka berdiri di kedua sisi sambil memegang tangannya dengan mata berkaca-kaca.Tubuh Kayden memancarkan aura tajam. Polisi lalu lintas yang berdiri di samping pun menjelaskan, "Ini kecelakaan lalu lintas. Pengemudi di depan dalam kondisi mabuk. Dia sudah ditahan. Sebenarnya luka Bu Saphira nggak separah ini, tapi ... tadi dia sedang memeluk seekor anak anjing."Karena melindungi anak anjing itu, Saphira jadi terluka.Lunara mengangkat kepala dengan kaget. Matanya terasa perih.Polisi itu menggendong se
Kayden mengiakan, lalu menutup telepon. Di depan cermin, dia memotret dua foto tubuhnya setelah latihan. Dia baru saja lari dan hendak mandi, belum mengenakan baju.Otot-ototnya terlihat jelas, keringat mengalir di atas otot dan meninggalkan noda di celana olahraga. Setelah mengirim foto itu, telepo
Casya mendengus tidak percaya.Kalau benar-benar sudah berlalu, Kayden tidak mungkin meneleponnya di saat seperti ini. Di tempat Casya masih tengah malam, sementara di pihak Kayden jelas sudah siang. Tempat tinggal mereka ada perbedaan waktu. Namun, untung saja Casya sudah terbiasa bergadang. Kalau
Maeris menghubungi satu tim profesional untuk menagih utang kepada Lunara. Dia ingin melihat bagaimana Lunara berani tetap bersikap sombong padanya saat sedang terpojok.....Malam itu, Priya membuat semangkuk sup ayam. Setelah direbus semalaman, di atasnya terlihat lapisan minyak keemasan yang meng
Semakin kecil botol alkohol di kulkas Kayden, kadarnya justru semakin tinggi. Yang diminum Lunara barusan adalah vodka keras berkadar tinggi.Dia mencubit dagu Kayden, tampak agak tidak puas. "Pakaianmu kebanyakan, lepas. Jasnya lepas, kemejanya juga lepas, cepat."Kayden menatap wajah Lunara. Ketik







