MasukBiasanya, Indah hanya sempat mengucapkannya sekilas saat memberikan camilan sore atau segelas susu.Namun, semuanya diingat oleh Daisy.Wajah Kayden sudah masam karena marah. Urat-urat di punggung tangannya bahkan terlihat berdenyut dan gemetar.Melihat itu, Lunara menggenggam tangannya. "Marah hanya akan merusak kesehatan. Karena semuanya sudah terjadi, lebih baik kita tangani dengan baik."Melihat tatapan Kayden yang semula dingin kini menjadi naik pitam, Indah langsung panik."Tuan, aku nggak punya maksud lain! Aku hanya merasa Nyonya Lunara nggak pantas untuk Tuan! Tubuhnya lemah, bahkan nggak bisa melahirkan anak untuk Tuan. Wanita seperti itu nggak pantas jadi istri Tuan!""Tuan, aku melakukan semua ini demi kebaikan Tuan!" Indah merangkak dan memeluk kaki Kayden sambil memohon-mohon.Kayden mengangkat kaki dan menendangnya. Namun, karena Lunara menahannya, dia masih mengendalikan kekuatannya."Laporkan ke polisi saja. Kemungkinan dia bukan cuma ambil satu gelang. Jumlahnya sudah
Indah melepaskan pegangan pada kaki Lunara, lalu dia terduduk di lantai.Lunara masih memegang sendok sup. Sambil menatap teripang di dalam mangkuk, dia berkata dengan tenang, "Gelang itu juga kamu ambil atas perintah Tante Fresia, 'kan?"Indah terduduk lesu. Dahinya dipenuhi keringat dingin akibat ketakutan. Otot-otot wajahnya terus berkedut. Dia berusaha mati-matian mencari alasan untuk membela diri.Namun, dia benar-benar tidak mengerti. Bagaimana Lunara bisa tahu bahwa dia adalah orang suruhan Fresia? Itu tidak mungkin!"Nyonya Lunara, aku nggak ngerti apa yang kamu bicarakan.""Nggak mau ngaku juga nggak masalah. Rekening bankmu sudah terima banyak transfer uang dari Tante Fresia. Kenapa begitu?"Indah tetap keras kepala. "Memangnya Keluarga Narasoma melarang kami mencari pekerjaan sampingan? Memangnya kenapa kalau aku rajin dan punya dua pekerjaan?""Kamu adalah pelayan yang tinggal di Keluarga Narasoma. Kapan kamu sempat bekerja di tempat lain?""Atau maksudmu dalam dua hari lib
Saphira begitu marah hingga kehilangan selera makan. Wajahnya dipenuhi amarah saat dia mendengus dingin."Lili, coba lihat gelangku ada di tangannya nggak!"Indah tidak mau diperiksa oleh Lili dan langsung memaki-maki, "Mau apa kamu? Kita sama-sama kerja di Keluarga Narasoma, atas dasar apa kamu narik-narik aku?"Lili memberi isyarat kepada Neti dengan tatapan mata. Keduanya segera memegangi Indah dan menyingsingkan lengan bajunya.Benar saja, di balik lengan bajunya ada sebuah gelang giok ungu dengan kualitas dan kejernihan yang sangat baik.Perhiasan milik Saphira, terutama giok, hampir semuanya dibuat secara khusus. Sangat jarang ada model yang sama di pasaran.Terlebih lagi, sekalipun Indah ingin membelinya, mustahil dia menghabiskan seluruh hartanya hanya untuk membeli gelang yang ukurannya bahkan tidak sesuai dengan pergelangan tangannya.Tulang Saphira ramping, tetapi tulang telapak tangannya cukup besar, sehingga ukuran gelang yang dipakainya selalu sedikit lebih besar.Di perg
Saphira meletakkan sendoknya. Terdengar bunyi benturan yang nyaring."Kurang cocok? Kenapa aku nggak tahu kalau Lunara nggak boleh makan teripang?"Saphira memang tidak setiap hari memanggil mereka makan bersama. Biasanya, Daisy makan di rumah utama, sedangkan Lunara dan Kayden makan di rumah kecil setelah pulang kerja.Kalau dipikir-pikir, ini memang hanya soal sepotong teripang. Tidak perlu sampai marah besar. Namun, sekarang bukan puluhan tahun yang lalu, apalagi zaman kuno.Kalau sampai orang luar tahu menantunya datang makan ke rumah, tetapi bahkan tidak mendapat sepotong teripang, wajah Saphira mau ditaruh di mana?Untung Lunara selama ini dekat dengannya. Kalau menantunya adalah orang lain yang tidak begitu akrab, bukankah dia bisa saja mengira semua ini sengaja dilakukan oleh ibu mertuanya untuk memberi pelajaran atau menunjukkan kekuasaan?Semakin dipikirkan, perasaan Saphira semakin tidak nyaman."Kamu sudah kerja di rumah ini selama bertahun-tahun, gimana bisa melakukan hal
Lili kembali bertanya, "Nyonya sudah punya dugaan siapa orangnya?"Lunara menyesap tehnya, lalu tersenyum tipis. "Beberapa hari ini kamar Daisy akan direnovasi. Suruh orang-orang yang lagi senggang di rumah utama untuk bantu-bantu.""Baik, nanti akan kusampaikan."Mainan di kamar Daisy memang terlalu banyak. Mereka sudah membereskannya selama beberapa hari berturut-turut.Sebagian besar merupakan hadiah dari orang lain. Bahkan ada beberapa perusahaan mainan yang hendak meminta Lunara untuk membuat video unboxing agar bisa dijadikan konten promosi mereka.Meskipun Lunara menolak, mainan-mainan itu tetap dikirimkan. Sekarang semuanya menumpuk di kamar Daisy, bahkan masih banyak kotak yang belum dibuka.Lunara akhirnya mengajak Daisy untuk membereskan semua mainan itu bersama-sama. Bukan berarti dia tidak bisa membuat video unboxing, hanya saja dia tidak memiliki akun yang cocok.Mana mungkin dia menggunakan akun Moonbreeze, akun yang bahkan orang lain tidak bisa menebak pemiliknya laki-l
Jika digabungkan, jumlah pelayan di rumah utama dan rumah kecil mencapai belasan orang.Saphira tidak suka terlalu banyak orang berlalu-lalang di dalam rumah. Pada dasarnya, semua orang memiliki tugas masing-masing dan bekerja di posnya sendiri-sendiri.Selain beberapa pelayan yang tinggal di rumah, yang lainnya bekerja layaknya karyawan biasa. Setelah menyelesaikan pekerjaan hari itu, mereka akan pulang.Bahkan para tukang kebun yang mengurus bunga dan taman belum tentu bisa bertemu langsung dengan Saphira setiap hari.Apalagi orang-orang yang bisa berinteraksi dengan Daisy, jumlahnya lebih sedikit lagi.Karena Lunara ingin menyelidiki masalah ini, Saphira tidak hanya mendukung, tetapi juga ikut merasa kesal.Rumah ini masih berada di bawah pengelolaannya. Namun, tetap saja ada pelayan yang tidak tahu diri, berani berbicara sembarangan di depan Daisy hingga ditiru oleh anak itu.Bahkan Saphira sendiri merasa malu.Priya duduk di sampingnya sambil merajut selimut. Tangannya bergerak de







