ANMELDENSetengah jam kemudian, pabrik àl'aube terbakar. Api menjulang tinggi ke langit, melahap seluruh area pabrik. Banyak mesin yang meledak, membuat kobaran api semakin ganas dan sulit dikendalikan.Dalam keadaan tidak sadar, Lunara merasa ada sesuatu yang basah terus-menerus menjilat wajahnya dengan penuh desakan dan kepanikan. Bersamaan dengan itu, terdengar suara kucing yang nyaring dan cemas, seolah berusaha membangunkannya dari pingsan.Lunara perlahan membuka mata. Dia mendapati kucing belang itu sedang mati-matian menjilati wajah dan hidungnya. Begitu melihat Lunara akhirnya sadar, kucing itu langsung melompat ke saluran ventilasi di atas ruang istirahat.Ia beberapa kali menoleh ke belakang, seolah meminta Lunara mengikutinya.Tubuh Lunara terasa lemas. Asap sudah mulai masuk melalui celah-celah ruangan. Bahkan sofa di ruang istirahat sudah menunjukkan tanda-tanda akan terbakar."Meong! Meong!"Lunara menggertakkan gigi dan memaksa dirinya bertahan. "Aku ikut."Dengan bantuan sofa d
Saat siaran langsung masih berlangsung, terdengar suara klakson mobil dari bawah.Beberapa saat kemudian, Kayden masuk dari luar. Di perjalanan pulang, dia sudah melihat bahwa Lunara sedang melakukan siaran langsung. Awalnya dia berpikir untuk mencari waktu yang tepat dan mengadakan konferensi pers.Namun, ternyata Lunara lebih dulu membuka siaran. Kayden tidak bisa membiarkan semua tekanan itu ditanggung olehnya sendirian.Begitu masuk ke kamar, Kayden menyentuh mangkuk di sampingnya. "Sudah dingin. Masih mau dimakan?""Daisy yang buat. Aku sudah nggak sanggup habisin."Masih tersisa setengah mangkuk.Begitu mendengar bahwa pangsit itu dibuat oleh Daisy, Kayden langsung mengangkat mangkuk tersebut dan menghabiskan semua sisa pangsit di dalamnya.Saat Lili naik ke atas membawa sup, dia melihat Kayden sudah menghabiskan sisa pangsit itu. Dengan senyum lebar, dia mengambil mangkuk kosong tersebut lalu turun kembali.Kayden melihat komentar-komentar yang memenuhi layar ponsel Lunara. Deng
Saat itu, foto bersama mereka bisa dihitung dengan jari. Kayden tidak suka difoto. Hanya foto bayangan mereka yang saling bersandar seperti ini yang berhasil disimpan.Disebut album foto, tetapi sebenarnya sebagian besar foto di dalamnya hanyalah potongan kehidupan sehari-hari yang dicetak menjadi foto.Makanan yang pernah mereka makan.Jalan yang pernah mereka lalui.Foto bersama hanya ada dua.Yang pertama adalah foto bayangan itu.Yang kedua adalah foto yang diambil oleh orang asing dan kemudian disimpan Kayden di apartemennya.Lunara tersenyum."Ini aku yang potret waktu kuliah dulu. Album ini juga aku yang buat.""Hah?""Tempat pensil ini, lalu gantungan ini juga, semuanya aku yang buat."Lili tampak terkejut. "Kalau begitu, pakaian di lemari juga kamu yang belikan?""Iya. Semuanya aku yang beli. Kalau nggak melihatnya sekarang, aku bahkan nggak sadar ternyata dulu aku ngasih dia barang sebanyak ini."Lili bertanya, "Jadi, apa yang dikasih Tuan?""Sebagian besar aku suruh dia kemb
Mobil berhenti di garasi dan Lunara melihat waktu di ponselnya.Hari sudah cukup larut.Sebelumnya, Saphira mengirim pesan bahwa malam ini Daisy dan Priya akan menginap di rumah utama, jadi Lunara tidak perlu menjemput mereka. Pesan dari Kayden berada paling atas di daftar obrolan.Malam ini dia sepertinya akan lembur.Lunara akhirnya turun dari mobil dan memilih berjalan kaki sebentar.Para pekerja Keluarga Narasoma selalu menjaga halaman tetap bersih setiap hari. Saat musim gugur, mereka bahkan sengaja membiarkan dedaunan berguguran tetap berada di tanah agar suasananya lebih indah.Sekarang sudah musim semi. Berjalan pulang pada malam hari juga tidak terlalu dingin. Lunara pun kembali ke rumah utama.Begitu melihatnya, Lili segera menghampiri, "Nyonya lapar nggak? Mau aku hangatkan makanan?""Tolong buatkan semangkuk pangsit saja, tambahkan sedikit cabai.""Baik, baik. Tunggu sebentar."Lunara naik ke lantai atas dan masuk ke kamar yang dulu ditempati Kayden saat masih sekolah.Kama
Lunara membalas pesan dari tim hukum."Kalau mereka kekeuh mau minta pelunasan sisa pembayaran sekarang, bayarkan saja. Setelah itu, kita nggak akan kerja sama dengan mereka lagi.""Baik, Bu Lunara."Tim hukum juga menahan kekesalan di dalam hati. Target pasar merek àl'aube sejak awal memang kalangan mewah kelas atas. Kalau ingin menjual perhiasan dengan harga yang lebih terjangkau di kisaran puluhan juta rupiah, daya saingnya tidak akan lebih baik daripada emas.Karena itu, sejak awal posisi àl'aube memang ditetapkan sebagai merek mewah premium.Para pelanggan mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh gosip dan rumor seperti ini. Sebaliknya, banyak yang memahami betapa rumitnya kehidupan keluarga kaya. Bahkan, ada sebagian orang yang ingin menunjukkan dukungan kepada Keluarga Narasoma, sehingga malah memesan satu set seri Taman Firdaus di saat seperti ini.Tanpa disengaja, hal tersebut malah membawa peningkatan penjualan baru bagi àl'aube.Meski begitu, dari sisi opini publik, masalah
Keesokan harinya saat tiba di kantor, Lunara menghubungi pemasok. Pihak pemasok sama sekali tidak menyinggung soal kontrak ganda itu, hanya mengatakan bahwa telah terjadi kesalahan.Lalu, mereka mengubah topik, "Harga yang sebelumnya memang sudah nggak bisa kami lakukan sekarang.""Kita sudah menyepakati harga itu sejak awal. Apa maksud kalian sekarang? Mengenai kontrak ganda ini, aku berhak menuntut pertanggungjawaban."Pihak sana tertawa canggung. "Kita sudah bekerja sama lebih dari sekali. Sudah jadi teman. Soal kontrak memang kesalahan kami, tapi kami juga benar-benar sedang menghadapi kesulitan.""Begini saja, Bu Lunara melunasi sisa pembayaran sekarang, kami tetap menggunakan harga yang sebelumnya."Kening Lunara langsung berkerut. Baik menurut kontrak maupun praktik kerja sama yang lazim, tidak ada aturan yang mengharuskan pelunasan lebih awal."Sesuai ketentuan, jadwal pembayaran ada pada akhir bulan depan, bukan sekarang.""Bu Lunara, kalau begitu jadi nggak enak. Setelah tahu







