Share

Bab 351

Author: Fitri
Javier buru-buru menenangkan Zafran, sambil berkata, "Mana mungkin? Kayden itu dibesarkan Ayah. Sifatnya itu ya belajar dari Ayah juga."

"Kamu ...."

Belum sempat Zafran marah, Javier sudah mengeluarkan sebuah amplop merah dari tasnya dan menyerahkannya pada Lunara. "Nih, dari kakekmu."

Lunara menerimanya, "Terima kasih, Kakek."

Rasa kesal di hati Zafran pun sedikit mereda, meski dia tidak menanggapi sapaan itu.

Javier mengedipkan mata ke arah Lunara, memberi isyarat bahwa sifat Zafran memang ker
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 410

    Akan tetapi, Kayden tidak mungkin melakukan apa pun saat Lunara belum genap 18 tahun. Jadi, untung saja waktu itu Lunara tidak sekolah di SMA yang sama dengannya.Mendengar maksud tersembunyi Kayden, telinga Lunara langsung memerah.Pria ini ... kenapa pikirannya selalu ke arah itu!Namun memang, waktu SMA, banyak siswa yang tidak bisa menahan diri untuk mencoba hal terlarang setelah pacaran.Kayden tersenyum. Dia menggenggam tangan Lunara dan mengajaknya masuk ke dalam rumah."Lagian waktu SMA, kamu pasti lebih berisik lagi daripada waktu kuliah. Kalau begitu, kita mungkin sudah pergi ke luar negeri bersama."Lunara ikut tertawa.Kayden memang pintar. Saat di SMA, dia selalu menduduki peringkat pertama.Sementara itu di Southern, karena Orion juga tidak terlalu menuntut, Lunara hanya belajar santai sambil menikmati hidup hari demi hari, bahkan kemudian belajar seni.Hanya saja, Lunara ini tipe yang jago ujian. Setiap kali ujian besar, hasilnya selalu bagus, sampai akhirnya pas sekali

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 409

    Ekspresi Kayden tetap datar. Sudut matanya melirik Lunara di sampingnya. Seolah dia juga teringat kejadian sebelumnya, saat Lunara akan pergi kencan buta dengan pria lain."Waktu itu aku bilang, kalau mau kencan buta, lebih baik sama aku saja. Karena ini kencan buta, aku minta ibuku yang turun tangan untuk bicara."Lunara tidak bisa menahan tawa."Kamu masih berani bahas itu?"Waktu itu, dia benar-benar canggung. Lunara selalu merasa posisinya sangat aneh, ditambah lagi Kayden sendiri juga bertingkah aneh.Silvar sampai terkejut. Dia tidak menyangka cara Kayden mengejar seseorang bisa setebal muka itu. Dia tidak tahan untuk bertanya, "Kamu nggak tahu malu begini, apa nggak takut menyesal nanti?"Kayden sama sekali tidak merasa tersinggung, dia menjawab dengan tenang, "Harga diri adalah hal yang paling nggak penting. Aku malah menyesal dulu terlalu menjaga harga diri."Kalau tidak, mungkin dia akan punya kesempatan menyaksikan proses kehamilan dan kelahiran putrinya. Punya kesempatan un

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 408

    Kalau bukan karena ruang di kursi pengemudi terlalu sempit, kaki Kayden sudah pasti menendang ke arahnya. Apa maksudnya menemani dia menjemput istrinya? Siapa pun yang punya mata pasti bisa melihat, Silvar punya maksud lain.Lampu gedung kantor Lunara sudah padam.Di Kota Andara juga turun salju. Dalam semalaman, salju sudah menumpuk tebal. Beberapa petugas kebersihan dari perusahaan sedang menggosok tangan sambil menaburkan garam di jalan. Kalau jalan sampai membeku, truk pengiriman juga akan sulit masuk.Di bawah, cahaya lampu jalan yang menerangi serpihan salju, tampak seperti kelopak bunga yang beterbangan. Hanya sekilas, langsung terlihat Lunara berdiri di bawah lampu itu. Bahkan tanpa berdiri di sana pun, dia tetap terlihat mencolok.Hari ini Lunara mengenakan sweter longgar berwarna merah muda dan celana rajut panjang abu-abu. Entah kenapa, dia tidak memakai jaket tebal sejak awal. Dia malah berdiri di sana sambil berbicara dengan seseorang sambil mengenakannya.Angin dingin lan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 407

    "Baik."Setelah keluar, Casya juga terlihat sedikit khawatir."Kak Lunara, Master Saguna benar-benar sakit?""Hampir pasti. Kemungkinan besar kita harus mencari mitra baru."Lunara sebenarnya sempat mempertimbangkan apakah perlu langsung mengatakannya.Kalau ternyata tidak benar, kemungkinan besar Koa akan merasa ucapannya tidak enak didengar. Banyak orang tua berusia lanjut memang sangat menghindari hal seperti ini. Namun, dia tidak menyesal dengan keputusannya tadi.Kalau dulu ada orang yang memberitahu hal ini lebih awal kepada neneknya, mungkin neneknya tidak akan pergi secepat itu.Elina dan Casya ikut menghela napas."Kalau begitu kita cari master lain saja. Master Saguna memang sudah cukup tua. Kalau kondisi tubuhnya nggak memungkinkan, memang sulit menangani proyek ini."Seri Kepompong Pecah adalah hasil kerja keras mereka. Seberapa pun sulit prosesnya, mereka tidak bisa menerima adanya sedikit pun ketidaksempurnaan.Setelah kembali ke hotel, tidak lama kemudian mereka menerima

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 406

    Melihat Lunara terkejut, Casya malah menenangkannya. Sepertinya dia ingin tertawa, tapi di wajahnya malah muncul senyum yang kaku dan canggung."Kak Lunara, Kakek memang seperti itu. Nanti juga kamu akan terbiasa."Lunara hanya merasa, dia tidak bisa menyetujui hal itu. Pernikahan bukan permainan. Itu adalah salah satu hal besar dalam hidup seseorang. Kalau Zafran seenaknya saja menentukan jodoh anak dan cucunya seperti ini, malah aneh kalau tidak menimbulkan masalah.Lunara teringat kejadian sebelumnya, saat Zafran menyuruh Casya pergi kencan buta dengan Alfie. "Kalau waktu itu kamu dan Alfie cocok, bukannya kalian juga akan langsung disuruh tunangan?""Iya. Kakek milih Alfie, di satu sisi karena dulu Elina dan Kak Kayden nggak jadi dijodohkan, jadi ingin menebus ke Keluarga Sankara. Di sisi lain, dia merasa Alfie itu nggak terlalu punya kemampuan, jadi nanti bisa lebih mudah diatur."Casya mengangkat bahu."Laki-laki seperti itu, kelihatannya patuh dan lemah, tapi itu bukan kelebihan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 405

    Di bawahnya, ada sebuah foto Lunara dan Kayden yang membelakangi kamera, berdiri bersama melihat Daisy bermain balok. Tidak jelas kapan foto itu diambil. Saphira juga membalas di kolom komentar.[ Ini cuma hari biasa keluarga kecil mereka yang bahagia. Media jangan menyebarkan rumor tentang aku yang sudah menopause ini. Kalau aku masih bisa melahirkan, mana mungkin Kayden bisa jadi ayah untuk anakku? Mimpi. ][ Orang yang menyebarkan rumor seumur hidup nggak akan punya anak perempuan dan cucu perempuan. Semoga kamu punya 10 anak laki-laki dan 20 cucu laki-laki! ]Bisa dibilang, lembut tapi juga menusuk. Akun resmi Grup Narasoma langsung mengeluarkan surat dari pengacara. Nama baik Keluarga Narasoma jelas berpengaruh langsung pada harga saham grup. Kecepatan mereka dalam mengirimkan surat hukum memang terkenal sangat cepat.Lunara yang melihat semuanya, tidak bisa menahan tawa.Elina terkejut, "Nyonya Narasoma ternyata selucu ini?"Casya berkata, "Itu karena Tante sedang marah, tapi dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status