Share

Bab 718

Penulis: Fitri
Kayden menatap jalan di depannya. Selama bertahun-tahun, dia sudah bertemu dengan terlalu banyak orang.

Ada banyak keluarga yang latar belakangnya jauh lebih terpandang daripada Keluarga Narasoma maupun Keluarga Lumbana. Namun, tidak sedikit juga yang awalnya berada di puncak, lalu kehilangan segalanya hanya karena satu langkah yang salah.

Baginya, yang paling penting adalah ketulusan. Sementara ketulusan yang saat ini ditunjukkan Eston masih jauh dari cukup. Setidaknya, Kayden yakin bahwa Casya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 728

    Yuna benar-benar sudah bertekad memaksa Silvar untuk berbicara."Dari mana kamu dapat nomor teleponku?""Ayahku yang kasih. Pak Silvar, kumohon, tolong bantu kami ...."Elina diam-diam menguap. Dia memegang ponsel Silvar di tangannya, lalu menggoyangkannya pelan. Tiba-tiba, dia jadi agak tertarik dengan kelanjutannya.Melihat itu, Silvar mengangkat sudut bibirnya. Namun, wajahnya tetap dingin saat bertanya, "Bantu apa?"Begitu melihat Silvar bersedia menanggapinya, Yuna langsung bersemangat. "Kakakku keterlaluan sekali. Dia menjual rumah orang tua, sampai kami cuma bisa pulang ke kampung halaman. Rumah di kampung juga nggak ada yang rawat, bahkan bocor kalau hujan ...."Kampung halaman Keluarga Sankara berada di Provinsi Gradi Utara, tepat di sebelah Kota Andara. Memang tidak semakmur wilayah Provinsi Gradi Selatan, tetapi kondisinya juga tidak bisa dibilang buruk.Rumah keluarga di sana bahkan dulu sudah direnovasi besar-besaran oleh Sutan dengan biaya yang tidak sedikit. Menampung se

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 727

    Frans mengangkat tangan dan menyentuh sudut bibirnya, menyembunyikan niat jahat yang tersirat di balik senyumnya.....Mobil sudah melaju cukup jauh. Elina pun bertanya, "Kok kamu tahu aku ada di sana?""Frans mengirimku foto. Aku lihat makanan di meja itu semuanya menu favoritmu, jadi aku cari lokasimu berdasarkan itu."Silvar memang selalu perhatian. Melihat ada anggur di foto yang dikirim Frans, dia mengira Elina mungkin tidak bisa menyetir, jadi dia sengaja naik taksi untuk datang menjadi sopirnya.Elina mengernyit. "Dia sebenarnya mau apa? Waktu aku pulang kerja dia ngotot ajak aku makan malam. Tapi selama makan dia malah diam saja. Begitu selesai makan aku langsung pergi.""Kamu minum anggur?""Nggak."Mobil melaju hingga ke persimpangan di depan. Silvar memutar setir dan menghentikan mobil di bawah pohon, tepat di sebuah tempat parkir.Lokasi perusahaan dan pabrik àl'aube memang cukup terpencil. Untuk kembali ke pusat kota, jalan terdekat adalah melewati jalan nasional. Daerah d

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 726

    Ucapan itu terdengar ambigu dan penuh makna.Seolah Elina juga merupakan salah satu hidangan di atas meja yang sedang menunggu untuk dicicipinya.Hal itu membuat Elina merasa sedikit tidak nyaman. Namun, dia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menolak dengan halus ajakan Frans untuk minum anggur."Aku masih harus nyetir. Pak Frans silakan saja. Anggur di sini memang enak.""Aku kira Kak Silvar mengawasimu seketat itu, sampai segelas anggur di luar pun nggak boleh kamu minum.""Ya." Elina menopang dagunya sambil berpura-pura memasang wajah sedih, tetapi senyuman bahagia di wajahnya begitu jelas hingga siapa pun bisa melihatnya. "Memang begitu. Di rumah juga dia nggak izinin aku minum. Aku alergi alkohol."Sudut bibir Frans terangkat membentuk senyuman tipis. Namun, setelah makanan dihidangkan, senyuman itu pun menghilang.Paket makanan yang dipesan Elina semuanya berisi sayuran. Rasanya hampir tidak ada bedanya dengan makan rumput.Kalau menurut Sarah, bahkan sapi pun makan daging lebih

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 725

    Saat menghadiri pernikahan Lunara dan Kayden dulu, mereka secara kebetulan saling bertukar kontak. Selain itu, tidak ada interaksi lain lagi.Elina benar-benar tidak mengerti kenapa Frans mengirimkan bunga kepadanya. Bahkan kartu ucapannya pun ditulis dengan kata-kata yang begitu ambigu. Bagaimanapun dilihat, semuanya terasa aneh.Namun, karena bunga itu sudah terlanjur dikirim, Elina pun memberi tahu Silvar.[ Kamu saja yang bantu balas hadiahnya. Aku juga nggak tahu sebenarnya dia maunya apa. ]Silvar juga merasa bingung. Sebenarnya apa yang sedang direncanakan Frans?Setelah mengatakan itu, Elina meletakkan ponselnya. Sore hari sepulang kerja, di area parkir, sebelum sempat menemukan mobilnya sendiri, dia mendengar suara klakson berbunyi di sampingnya.Frans duduk di kursi pengemudi sambil tersenyum penuh arti. "Bu Elina, sudah terima bunga yang kukirim? Tertarik makan malam denganku?"Elina tertegun. Dia menoleh dan memandang Frans yang duduk di dalam mobil mewah bernilai fantastis

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 724

    Lini produksi untuk submerek itu pun segera ditetapkan.Setelah memikirkannya berulang kali, Lunara memutuskan memberi nama submerek itu Spring & Co.Koleksi pertama yang akan diluncurkan diberi nama Janji Bahagia.Koleksi ini berfokus pada seri pernikahan, tetapi tetap cocok dipakai sehari-hari. Sementara untuk pengerjaannya, pihak Graham yang akan bertanggung jawab, sehingga bisa dibilang merupakan kolaborasi dua pihak yang sama-sama kuat.Setelah proses produksinya ditetapkan, seluruh perusahaan pun mulai bergerak cepat bagaikan roda gigi yang saling bertaut.Lunara mengajak beberapa petinggi perusahaan mengadakan rapat. Isla, kepala divisi promosi, membuka pembicaraan."Bu Lunara, jalur promosi dari pihak kami sudah siap. Tapi banyak konsumen berharap kita bisa bekerja sama lagi dengan Moonbreeze. Waktu seri Kepompong Pecah dan Taman Firdaus, kita menyertakan ilustrasi karya Moonbreeze sebagai bonus dan itu menjadi batch yang paling cepat habis terjual."Lunara tersenyum tipis. "Ka

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 723

    "Mm, oke."Dengan terpaksa, Casya berkata, "Gimana kalau kamu ikut naik dan makan bersama?"Eston meliriknya sekilas dengan santai. "Nggak usah."Karena Eston sudah menolak, Casya pun tidak memaksa lagi.Mobil tiba di gerbang kompleks. Eston tidak langsung membuka pintu. Lampu di dalam mobil juga tidak dinyalakan, hanya mengandalkan beberapa lampu terang di gerbang kompleks elite itu.Eston akhirnya bertanya, "Kamu sangat membenciku?""Nggak.""Kalau begitu, menurutmu aku ini orang seperti apa?"Jari-jari Casya mencengkeram jok mobil. Karena pertanyaan yang tiba-tiba itu, pikirannya menjadi kacau. "Kamu orang yang baik dan pantas bertemu dengan orang yang lebih baik."Pria di sampingnya mengembuskan napas panjang dan tertawa getir karena ucapan Casya.Eston sedikit mendongak dan menyandarkan tubuh ke kursi. Garis tulang hidung dan jakunnya tampak begitu tegas, setajam pedang yang mampu membelah kabut di depannya."Memangnya kamu benar-benar nggak paham maksudku? Atau ... itu sebenarnya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status