Compartilhar

7

Autor: Akina
last update Data de publicação: 2026-11-06 09:14:24

Setelah perkenalan singkat di ruang rapat berakhir, Sean tidak memberikan kesempatan kepada Celia untuk berbicara dengan siapa pun. Pria itu langsung mengajaknya meninggalkan ruangan dan menuju restoran yang berada tidak jauh dari gedung Star Air.

Celia berjalan mengikuti langkah panjang Sean. Sesekali ia harus mempercepat langkah agar tidak tertinggal. Sejak tadi, ia merasa seperti bayangan yang hanya bertugas mengikuti ke mana pun pria itu pergi.

Begitu tiba di restoran, seorang pelayan menya
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Keturunan Untuk CEO Dingin    9

    Jika Sean atau Celia sedikit saja mengulurkan tangan, kemungkinan besar mereka bisa menghentikan pria tersebut. Sean berdiri tepat di jalur lari pencopet itu. Tubuhnya tinggi, bahunya lebar. Satu gerakan saja sudah cukup untuk membuat pria itu tersandung.Namun, sesuatu yang sama sekali tidak terduga terjadi.Ketika pencopet itu melewati mereka, Sean justru menggeser tubuhnya ke samping dengan tenang. Ia membiarkan pria itu berlari tanpa berusaha menghalangi sedikit pun. Gerakannya begitu halus, begitu santai, seolah ia hanya menghindar dari seseorang yang tidak sengaja menabraknya di mal.Celia membelalak. Pria bertopeng itu berhasil melewati mereka dan menghilang di antara kerumunan. Bau keringat dan debu yang dibawa larinya masih terasa di udara.Wanita korban itu akhirnya berhenti berlari, terengah-engah sambil memegangi lututnya. Ia menatap ke arah pencopet yang sudah

  • Keturunan Untuk CEO Dingin    8

    Tanpa menunggu jawaban, Sean membuka pintu mobil dan turun. Ia berjalan menuju kafe dengan langkah santai, sementara Celia segera bergegas menuju kedai yang ditunjuknya.Udara siang itu cukup terik, tapi tidak sepanas amarah yang masih mengendap di dada Celia sejak pagi. Ia masih ingat betul bagaimana Sean menatapnya di mobil tadi, seolah semua yang ia lakukan selalu salah. Seolah kehadirannya saja sudah menjadi beban.Celia mempercepat langkahnya. Sepatunya yang sudah agak usang beradu dengan aspal trotoar, menimbulkan bunyi yang samar di antara suara klakson dan orang-orang yang berlalu-lalang. Ia mencoba menenangkan diri. _Tidak apa-apa. Makan dulu. Orang lapar memang gampang emosi._Begitu tiba di sana, Celia langsung memperhatikan pilihan makanan yang tersedia. Ada beberapa jenis sandwich dengan berbagai isian. Matanya berbinar ketika melihat potongan sandwich berukuran besar yang berisi daging, keju, sayuran, dan t

  • Keturunan Untuk CEO Dingin    7

    Setelah perkenalan singkat di ruang rapat berakhir, Sean tidak memberikan kesempatan kepada Celia untuk berbicara dengan siapa pun. Pria itu langsung mengajaknya meninggalkan ruangan dan menuju restoran yang berada tidak jauh dari gedung Star Air.Celia berjalan mengikuti langkah panjang Sean. Sesekali ia harus mempercepat langkah agar tidak tertinggal. Sejak tadi, ia merasa seperti bayangan yang hanya bertugas mengikuti ke mana pun pria itu pergi.Begitu tiba di restoran, seorang pelayan menyambut mereka dan mengantar keduanya ke meja yang telah disiapkan. Restoran itu terlihat sangat mewah. Interiornya didominasi warna keemasan dan cokelat, dengan lampu gantung kristal yang berkilauan di langit-langit.Celia duduk berhadapan dengan Sean. Ia menerima buku menu dari pelayan, kemudian mulai membukanya.Namun, beberapa detik kemudian, dahinya berkerut.Nama-nama makanan yang tertulis di sana terasa begitu asing. Bahkan sebagian besar menggunakan istilah asing yang tidak pernah ia dengar

  • Keturunan Untuk CEO Dingin    6

    Naima terdiam beberapa saat mendengar pertanyaan Celia. Wanita paruh baya itu menatap wajah gadis muda di hadapannya, kemudian menghela napas pelan.“Kenapa Nyonya menanyakan hal itu?”Celia mengangkat kedua bahunya. “Entahlah. Aku hanya penasaran. Sepertinya semua orang di rumah ini sangat takut kepadanya. Bahkan para pengawal pun selalu menundukkan kepala setiap kali berpapasan dengannya.”Naima tersenyum tipis. “Tuan Sean adalah orang yang sulit dipahami. Dia memiliki karakter yang keras, tegas, dan tidak menyukai kesalahan. Selama bertahun-tahun bekerja di rumah ini, saya jarang sekali melihat dia menunjukkan sisi lembutnya.”“Jadi, dia memang bukan orang baik?”“Nyonya Celia.” Naima menghela napas. “Saya rasa bukan tempat saya untuk menilai majikan sendiri. Namun, satu hal yang perlu Nyonya ketahui, jangan pernah mencoba menguji kesabarannya. Tuan Sean tidak suka dibantah.”Celia mendengus pelan.“Baguslah. Berarti aku tidak salah menilainya sebagai manusia paling menyebalkan di

  • Keturunan Untuk CEO Dingin    5

    “Tunggu!” cegah Celia yang sontak menghentikan langkah kaki Sean.“Berapa hutang ayahku? Dan berapa gaji yang aku dapatkan jika kau bekerja denganmu?” tanya Celia. Ia penasaran dengan durasi yang akan ia habiskan untuk menebus hutang.“Sepuluh miliar. Dan akan potong dua puluh juta setiap bulan dari pengabdianmu sebagai babuku. Kamu masih beruntung, karena aku membayar pelayanku yang lain, hanya setengah dari gajimu. Apalagi kamu juga mempunyai kehormatan untuk mengandung benihku. Di luar sana banyak Perempuan yang bersedia meski tanpa dibayar. Tapi, aku tidak mau, jadi kamu cukup beruntung,” jawab Sean. Sean hendak melanjutkan langkah kakinya, tapi ia urungkan kembali. Ada kalimat yang tertinggal untuk ia ucapkan.“Oh iya, aku lupa. Turun dari kasurku. Tidur di sofa atau di lantai seperti anjing, terserah. Karena majikan tidak level tidur dengan babu. Kamu boleh tidur di tempat tidur jika sedang melayaniku atau jika kamu hamil nanti. Paham?” lanjut Sean.Celia mencebik kesal. Pandang

  • Keturunan Untuk CEO Dingin    4

    Celia menghela napas panjang. Ada rasa sesal di dalam hatinya setelah mengingat kejadian malam itu. "Haaah! Seharusnya aku melawan mereka dengan lebih keras lagi," gumam Celia bermonolog."Semalam aku hanya syok dan ketakutan karena otakku berhenti berpikir. Tapi, sekarang setelah bertemu dengan pria yang diagungkan dan ditakuti semua orang itu, aku tidak lagi merasa takut. Sean tidak lebih dari anak manja yang tidak sengaja terlahir di keluarga kaya sehingga memiliki kekuasaan dan bisa bertindak seenaknya. Aku yakin apa yang dikatakan tadi hanya ancaman sampah belaka."Celia mengernyitkan dahinya mencoba menelaah kembali setiap rentetan kejadian yang terjadi padanya.Celia menguatkan dirinya sendiri. Ia sadar, jika ia tidak mempunyai siapapun yang bisa ia andalkan di rumah ini selain dirinya sendiri. Jadi, mau tidak mau, Celia harus bersabar sementara untuk kabur ketika ia sudah menemukan celah.'Jika aku membuat mereka percaya bahwa aku tunduk pada mereka. Mereka pasti akan melongga

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status