Home / Romansa / Kontrak Panas dengan CEO / Bab 8-Sebuah Rencana

Share

Bab 8-Sebuah Rencana

Author: Cinta94
last update Last Updated: 2025-12-21 22:58:49

Naufal sedang dalam perjalanan pulang menuju apartemennya, namun di jalan ponselnya berbunyi, ada satu pesan masuk yang mengharuskan dia mampir ke minimarket terlebih dahulu. Karena stok makanan di rumahnya pun menipis.

Begitu keluar dari mobil, dia berjalan menuju minimarket dan tanpa sengaja dia menabrak seorang wanita, karena salahnya yang berjalan tidak fokus.

Bugh...

"Aws.." ringis si wanita yang terdengar di rungu Naufal.

"Maaf, sekali. Maaf, saya tidak sengaja." Ucap Naufal menyesal, karena sudah membuat belanjaan wanita ini berjatuhan.

Belanjaan wanita yang dia tabrak pun berjatuhan di bawah sana. Naufal bergegas membantu mengambil semua barang yang berjatuhan. Dia merasa tidak enak sekali.

Seluruh belanjaan pun sudah masuk kembali ke dalam goodie bag.

"Maaf, Nona," ucap Naufal seraya menenteng belanjaan milik si wanita.

Wanita itu pun baru selesai, barulah dia menatap pada Naufal. Naufal merasa wajah wanita ini tidak asing, seperti pernah melihatnya tapi, dia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 19-Terbongkar

    Restoran Bintang...Arabella dan Azael sudah terduduk dengan saling berhadapan. Sudah ada dua gelas minuman di atas meja, keduanya tiba bersamaan tadi, jadi tidak ada drama saling menunggu.Jelas sekali Arabella mrasa gugup saat ini, bagaimana tidak, karena pria yang berada di hadapannya ini adalah CEO di kantornya. Jika pria ini tahu kalau dirinya adalah karyawan di peusahaannya, maka tamat sudah karirnya."Akan menghadiri acara atau baru selesai dengan acara?" Tanya Azael, akhirnya dialah yang membuka suara."Baru selesai dengan acara, kebetulan ada acara di kantor tadi," jawabnya dengan senyum canggung diakhir.Azael pun hanya tersenyum dengan kepala yang dia anggukkan.Terdengar Arabella berdehem, sebelum dia kembali membuka suara. "JAdi, ada keperluan apa anda menghubungi saya, setelah beberapa hari kemarin anda tidak memberikan kabar?" ups.. rasanya Arabella baru menyadari pertanyaan terakhir seharusnya tidak dia ucapkan."Em.. maksud saya, apakah masih ada yang harus kita bicar

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 18-Tak Terlihat..?

    "Perkenalkan, Azael Malik Zayn, dia yang akan menggantikan saya sebagai CEO di perusahaan." Tepuk tangan pun kembali menggema di ruangan ini. Wajah Azael pun bisa terlihat jelas dari tempat dimana Arabella terduduk. Sontak saja kedua mata wanita itu membulat sempurna, dia merasa terkejut kala melihat sosok pria di atas panggung sana. Sekelibat memorinya terputar akan perbuatan dirinya kepada Azael. Penolakannya mengenai perjanjian waktu itu amat sangat tidak sopan. "Mati gue!" Gumamnya kembali dengan kepala yang dia tundukkan dan wajah yang meringis. Sebisa mungkin Arabella menyembunyikan wajahnya agar tidak terlihat oleh Azael, yang sedang berdiri di depan sana. "Uuuh.. ganteng banget. Apa gue bilang kan," bisik Giselle pada Arabella. Sementara Arabella memasang wajah tegangnya, "hah.." "Lo kenapa, Bel?" Tanya Giselle kala melihat wajah Bella yang seperti menahan sesuatu. "Hah.. em.. gu-gue gak apa-apa, kok. Aman," jawabnya dengan senyum yang dia paksakan. Di atas

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 17-Acara Perusahaan

    "Aze, angkatnya pelan-pelan, awas cakenya nanti miring miring," "Shreya, tolong bantu Ibu angkat ini ke mobil," Suasana siang ini benar-benar direpotkan dengan pengangkatan kardus kardus yang berisikan cake, yang akan mereka bawa ke gedung Zayn Holding. Shreya yang menginap pun, ikut membantu untuk memasukkan cake ke dalam mobil. Semua sudah tersusun rapih di dalam mobil toko, mereka sudah memastikan tidak akan ada kardus yang berjatuhan, semua sudah terpantau aman. "Sudah selesai semua?" Tanya Andi memastikan. "Aman, Ayah," jawab Azelan. "Ayok, Aze. Sudah tidak ada waktu lagi," ajak Andi. Ya.. Azelan yang akan ikut mengantar sampai ke gedung, Arunika dan Shreya akan tetap berada di toko untuk merapihkan dapur toko yang sudah sangat berantakan. "Ayah dan Aze, hati-hati di jalan ya," pesan Arunika. Mobil pun melaju meninggalkan area toko. ** Sementara itu, Arabella sudah berada di aula kantor yang biasa digunakan jika ada acara resmi dan penting seperti saat i

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 16-Baking

    Arabella baru saja tiba di rumahnya. Dia tidak bisa terus menerus terbawa perasaan seperti ini, dia harus bisa menyesuaikan, jika terus memasang wajah menyedihkan seperti ini, maka akan membuat kedua orang tuanya khawatir. "Ibu..." panggilnya kala dia sudah membuka pintu, bukan panggilan lebih tepatnya teriakan. "Kenapa, Bella." Panik Arunika, karena teriakan Arabella. "Kak, udah kaya di hutan tahu gak, teriak-teriak aja lo," protes Azelan. Arabella tidak memperdulikan adiknya tersebut, dia lebih memilih menghampiri sang ibu dan ayah. "Bu... ada pesanan untuk hari sabtu besok. Acara besar perusahaan." Hebohnya seraya menatap Arunika dan Andi bergantian, dengan tangan yang mengenggam jemari Arunika. Seketika Arunika dan Andi mematung, mencerna ucapan putri mereka. "Kamu serius, Nak?" Tanya Andi memastikan. Dengan wajah senang Arabella menganggukkan kepalanya. "Serius Ayah. Bu Eliza sendiri yang memberitahu aku. Katanya, CEO di kantor suka sekali sama cake tiramisu yang

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 15-Menyedihkan

    "Astaga, Altair.. gue kira gak separah ini loh." Kaget Giselle kala melihat kondisi Altair yang terbaring di atas brankar rumah sakit, dengan kondisi kaki yang diperban, dan juga beberapa memar di tangan, serta keningnya. "Kamu benaran jatuh di depam kamar mandi?" Tanya Eliza, karena sepertinya bukan terpeleset biasa. Altair memasang muka yang menyedihkan. "Sebenarnya, saya terserempet mobil saat akan berangkat ke kantor," Seketika Eliza, Arabella, dan Giselle pun kaget mendengarnya. "Kenapa kamu bilang pada saya jatuh di kamar mandi?" "Saya tidak mau membuat kalian heboh saja." Sebenarnya dia tidak ingin membuat rekan kerjanya ini khawatir, tetapi semua diluar kendalinya. Karena tanpa sepengetahuannya Eliza, Bela, dan Giselle datang untuk menjenguk dia di rumah sakit. "Lo benar benar ya, Al. Kalau Bu Eliza gak ngajak kita kesini, kita gak akan tahu kejadian sebenarnya." Omel Arabella, mau bagaimana pun, tetap saja Altair tidak bisa berbohong pada mereka, meskipun niatnya bai

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 14-Galau

    "Jadi, terhitung sudah 4 hari, si cowok itu gak ada chat lo?" Tanya Shreya.Arabella hanya mengangguk pasrah, dengan embusan nafasnya yang dia keluarkan. "Bagus dong, bearti dia udah nyerah buat gangguin lo," "Gak ada yang bagus, Shre.. justru gue merasa khawatir, dibalik diam dia pasti ada rencana lain yang lebih menakjubkan," Shreya pun terdiam, dengan raut wajah seolah berpikir. "Aaahhh... gak, itu gak mungkin. Gue rasa dia benar benar sudah mundur dan gak akan buat hidup kita, terutama hidup lo susah lagi," ucapnya dengan kedua alis yang dia naik turunkan. Arabella menatap tak percaya sahabatnya ini. "Shre, lo udah ingat, si Azael ini CEO di perusahaan mana?" Tiba-tiba saja dia teringat akan satu pertanyaan yang belum Shreya jawab. Shreya mengalihkan pandangannya, dengan bola mata yang dia lirikan ke kanan dan kiri, seolah mencari alasan yang pas, karena dia belum mengetahuinya. Lebih tepatnya, dia tidak menanyakannya kembali pada sang ayah, karena dia malas berhubungan dengan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status