Share

BAB 44 - SIAAP

Author: Gitapuccino
last update publish date: 2026-08-28 17:00:23

Daya terbangun dengan perasaan yang sulit sekali untuk ia lukiskan. Semua terjadi begitu saja semalam. Terlalu sempurna malahan. Bagas benar-benar melakukannya dengan begitu lembut dan juga menghanyutkan hingga Daya tidak mampu menolaknya sama sekali.

“Pagi.”

Daya mengerjapkan mata ketika suara berat Bagas menyapa memecah keheningan. Daya mendongak, ingin melihat seperti apa raut wajah bangun tidur suaminya pasca peperangan semalam.

Masih saja tampan seperti biasanya. Nam

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kontrak Pernikahan dengan Bosku   BAB 49 - DIBUAT KAGET

    Keesokan harinya Daya menceritakan kedatangan Rosa semalam pada Bagas. Bagas hanya manggut-manggut ringan sebagai pengganti jawaban. Tampaknya Bagas sendiri sudah bisa memperkirakan akan secepat itu Rosa berkunjung ke rumahnya.“Aku sudah capek meladeni Rosa. Kalau dia mau datang, ya tinggal datang saja seperti yang pernah kamu janjikan.” Bagas berdiri tegap di depan cermin sembari memasangkan dasi di lehernya. “Besok-besok kalau mau ke sini lagi akan kutekankan dia buat bilang dulu minimal sama aku. Nggak mendadak kayak gini, ngerepotin orang.” Ck! Bagas tanpa sadar berdecak kesal. “Dari dulu sifatnya nggak pernah berubah. Selalu saja seenaknya. Heran!”“Oh … sudah dari dulu toh. Oke.” Daya tiba-tiba saja spontan menimpali.Bagas menoleh, menatap Daya yang sejak tadi hanya diam memunggunginya. Sepertinya Bagas sempat mendengar nada bicara yang tidak mengenakkan dari istrinya itu.“Kok diem.” Bagas mendekat, menarik pelan lengan Daya agar istrinya itu ber

  • Kontrak Pernikahan dengan Bosku   BAB 48 - BENAR-BENAR WASPADA

    Kejadian rumit itu menghilang begitu saja. Kehidupan Daya telah kembali adem ayem tanpa digerogoti rasa tidak enak. Berita tentang Rosa sudah tidak lagi terdengar. Hilang begitu saja seperti angin. Daya tidak munafik dan merasa lega saat melihat Nagisa yang sudah kembali ceria seperti sedia kala.Setelah melepas kepergian suami dan putri kecilnya, Daya kembali menikmati sisa roti bakar yang belum selesai ia habiskan. Isi otak Daya berjalan menjelajah ke mana-mana. Daya yang biasa bekerja masih belum terbiasa berdiam diri di rumah tanpa melakukan apa-apa. Ia tidak menyangka jika menjadi full-time mother akan sesulit ini.“Ibu nggak enak badan?” Ratih yang tiba-tiba saja muncul setelah selesai menjemur pakaian langsung meletakkan segelas air putih hangat di depan Daya. “Mau saya kerokin, Bu?”Daya tertawa. “Aku nggak apa-apa kok, Rat. Kamu kalau belum sarapan, sarapan dulu sana. Nanti bisa kamu lanjutin lagi kerjaannya.”“Baik, Bu. Saya permisi.”Seb

  • Kontrak Pernikahan dengan Bosku   BAB 47 - TURUNIN

    Bagas berulang kali mengetuk jarinya di meja. Harus dengan cara seperti apa lagi agar Rosa mau menceritakan semua yang terjadi. Bagas hanya ingin tahu kebenaran masalah Nagisa waktu itu. Apa sesulit itu?“Laporan ini apa sudah boleh saya teruskan ke bagian audit, Pak?” Sukma tampaknya mulai merasa bosan menunggu perintah lanjutan atasannya yang sedari tadi hanya diam dengan tatapan kosong ke satu arah.“Lakukan saja,” kata Bagas singkat, lalu menyandarkan tubuhnya di punggung kursi. “Kamu bisa lanjutkan pekerjaanmu, Ma dan tolong jangan izinkan siapa pun masuk.”“Baik, Pak.”Sepeninggal Sukma, Bagas dengan segera meraih ponselnya. Mencari nomor yang sejak tadi sudah gatal untuk ia hubungi.“Ros, bisa kita ketemu hari ini?” tanya Bagas begitu panggilan telepon tersambung. “Di mana pun nggak masalah buatku. Kabarin saja kalau kamu sudah dapat lokasinya.”Bagas benar-benar sudah tidak bisa lagi bersabar. “Oke. Kita ketemu di sana.”***

  • Kontrak Pernikahan dengan Bosku   BAB 46 - TUDUHAN

    Mood Daya amburadul tidak karuan pasca pulang dari belanja. Daya tidak tahu pembahasan seperti apa yang sempat terjadi di antara Rosa dan Bagas sampai muncul tuduhan seperti itu. Rasanya tidak masuk akal saja. Bukankah selama ini Rosa sendiri yang terlihat memberi jarak dengan putrinya, kenapa Daya yang harus kena sasaran? Salahnya sendiri karena menjadi ibu yang egois.“Bunda ….” Nagisa tiba-tiba mendekat saat Daya tengah mengeluarkan belanjaan dari dalam kardus. “Kok nggak ajak Nagi kalau pergi belanja? Kan, Nagi juga mau ikut temenin, Bunda.”“Mau temenin atau mau alasan beli jajan yang nggak dibolehin papa, hm?” balas Daya mulai tahu kelakuan nakal putrinya kalau sudah bertingkah manja seperti itu.“Gampang. Nanti Nagi tinggal minta maaf saja ke papa. Betul, kan, Bunda?”Daya hanya menggeleng sembari tertawa. Karena tidak menyangka akan mendengarkan kalimat yang dahulu pernah ia ucapkan.“Ada yang bisa Nagi bantuin nggak, Bunda?”Daya me

  • Kontrak Pernikahan dengan Bosku   BAB 45 - NEGOSIASIKAN

    “Kamu ngapain?”Bagas memang akan ada keperluan ke Yogyakarta untuk melihat lokasi pembuatan cabang resto ketiganya. Bagas sampai harus berulang kali menggelengkan kepala lantaran begitu banyaknya barang yang telah dipersiapkan oleh Daya ke dalam koper. Padahal Bagas tidak ada rencana menginap sama sekali karena lokasinya yang terbilang tidak sejauh itu.“Semarang-Yogyakarta itu nggak jauh, Sayang. Antara dua sampai tiga jam juga aku sudah sampai asalkan nggak macet. Jadi, akan mubazir banget kalau aku sampai harus menginap segala. Tidur sama kamu itu lebih bisa buat aku tidur nyenyak tahu.”Daya menggeleng. “Pokoknya kalau kemaleman, jangan maksain diri buat pulang. Titik!”Daya hanya ingin meminimalisir resiko yang bisa saja terjadi. Perjalanan malam, mana Bagas pasti dalam keadaan capeknya bukan main. Daya jelas tidak mau suaminya itu kenapa-napa di jalan apa pun alasannya.“Atau … gimana kalau kamu ikut sekalian? Sekalian temenin aku kerja, sek

  • Kontrak Pernikahan dengan Bosku   BAB 44 - SIAAP

    Daya terbangun dengan perasaan yang sulit sekali untuk ia lukiskan. Semua terjadi begitu saja semalam. Terlalu sempurna malahan. Bagas benar-benar melakukannya dengan begitu lembut dan juga menghanyutkan hingga Daya tidak mampu menolaknya sama sekali.“Pagi.”Daya mengerjapkan mata ketika suara berat Bagas menyapa memecah keheningan. Daya mendongak, ingin melihat seperti apa raut wajah bangun tidur suaminya pasca peperangan semalam.Masih saja tampan seperti biasanya. Namun, entah kenapa terlihat jauh lebih berkilauan di matanya.“Nyenyak tidurnya?” tanya Daya kemudian.“Banget.”Bagas menguap lebar sesekali memicingkan mata karena silau akibat setengah gorden yang tanpa sengaja Daya singkirkan semalam. Bagas membenamkan kepala istrinya itu ke dalam pelukan. Ada senyuman tipis yang tersungging di wajah Bagas ketika mengingat semua yang telah ia lakukan semalam. Suasana yang ada teramat mendukung dan naluri Bagas sebagai seorang pria normal d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status