공유

Chapter 53

작가: Asayake
last update 게시일: 2025-03-25 00:13:51

Matahari mulai bergerak turun menuju arah barat.

Setelah naik turun bukit untuk membawa beberapa ember kacang dengan penuh perjuangan yang melelahkan, kini Audrey harus memecah satu persatu kacang.

Dengan persiapan ala kadarnya, Audrey duduk di balai kayu sendirian. Memecah cangkang kacang macadamia yang keras dan memiliki dua lapisan itu dengan batu dari jalanan, sesekali Audrey terlihat berhenti dan meringis kesakitan kala jarinya tidak sengaja terpukul oleh batu.

Audrey tidak mengeluh karen
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Nur Haslinda
ya Allah sedih nya malang sekali hidup Audrey.. aku smpai terbawa perasaan baca nya..
goodnovel comment avatar
Puji Lestari
sumpah nyeseg...
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Kontrak Rahim Pengganti untuk Sang Pewaris   END

    Audrey melangkah ringan tanpa beban, membawa sebuah kelegaan yang telah mencair setelah sekian lama mengendap, terombang-ambing dalam kebimbangan yang begitu besar dan harus dia simpan dalam diam. Perasaannya pada Jach begitu besar sampai sulit untuk Audrey ungkapkan dengan kata, Audrey telah berusaha melupakannya sedikit demi sedikit dalam proses yang begitu panjang. Bahkan ketika Dante telah bebas dari penjara, Audrey masih ragu untuk mengakui bahwa rasa didalam hatinya telah terhapus sepenuhnya. Malam ini, Audrey kembali bertemu dengan Jach.. Saat mata mereka saling berjumpa, masih bisa Audrey rasakan kehangatan yang hidup didalam hatinya, namun tanpa debaran seperti sebuah cinta yang dulu pernah ada. Kehangatan yang masih hidup itu ternyata arti dari tali sebuah pertemanan yang tidak akan pernah terputus. Audrey telah memberanikan diri untuk berbicara dengannya dan kembali memastikan, sampai akhirnya Audrey menemukan sebuah jawaban, bahwa ternyata kini perasaannya pada

  • Kontrak Rahim Pengganti untuk Sang Pewaris   Chapter 248

    Suara keramaian masih terdengar setelah pertunjukan berakhir, Aurelie yang berada di belakang panggung tersenyum lebar memeluk begitu banyak bunga sambil berbincang dengan teman-temannya.Setelah urusannya selesai, Aurelie menghampiri Audrey dan yang lainnya yang telah cukup lama menunggu untuk mengucapkan selamat atas pertunjukan perdananya yang berjalan tanpa hambatan“Kita akan harus makan malam bersama untuk merayakannya,” seru Brian disambut persetujuan Donna."Kebetulan sekali aku sangat lapar," jawab Aurelie.“Kalian duluan, aku mau berbicara sebentar dengan Audrey,” ucap Dante terdengar ragu namun tetap dia ungkapkan juga.Donna dan Aurelie saling berpandangan, mereka yang mengerti dengan apa yang terjadi akhirnya membawa Matthias untuk menjauh sejenak dari kedua orang tuanya."Nanti menyusul-lah ke restaurant Victoria, kami akan menunggu disana," ucap Brian sebelum akhirnya pergi menyusul Donna dan yang lainnya.Audrey mengamati satu per satu orang yang berlalu pergi, lalu me

  • Kontrak Rahim Pengganti untuk Sang Pewaris   Chapter 247

    Matthias berdiri atas sebuah kursi, tubuh kecilnya yang basah terbungkus dalam balutan handuk. Wajah mungilnya terangkat menikmati hangatnya pengering rambut yang Dante gunakan. Sepanjang hari Matthias pergi bermain dengan Dante, bepergian ke tempat-tempat yang sudah sering dia kunjungi bersama ibunya, pergi ke kebun binatang, pergi berenang di pantai, terkubur dipasir, bercerita tentang keinginannya untuk mengadopsi seekor anak anjing namun belum mendapatkan izin dari Audrey. Melelahkan, namun energy Matthias masih sangat banyak untuk dia habiskan dihari besok dan besoknya lagi. Dante menikmati waktunya meski Audrey tidak hadir karena sibuk di sekolah. Malam ini, Dante memiliki janji untuk menonton pertunjukan pertama Aurelie bersama keluarganya, juga Audrey. Begitu rambut Matthias telah kering, Dante membawanya pergi keluar dan membantunya untuk berpakaian. “Ayah,” panggil Matthias dengan kedua tangan terangkat, membiarkan Dante memasangkan baju padanya. "Ada apa?" “Menikah

  • Kontrak Rahim Pengganti untuk Sang Pewaris   Chapter 246

    Wajah Dante terangkat, merasakan sapuan hangat sinar matahari memeluk dirinya, pria itu menghirup aroma bunga-bunga yang berguguran di jalanan, udara yang segar dan perubahan-perubahan pembangunan kota yang selama ini tidak sempat disaksikannya. Rasanya seperti mimpi, berdiri tanpa penghalang, tanpa pengawasan. Berkumpul di tempat yang sama bersama orang-orang terkasihnya, seperti dunia akhirnya kembali berputar ke arah yang benar. “Apa yang akan kau lakukan selanjutnya Dante?” tanya Donna ditengah kesunyian yang sedang Dante nikmati. Perlahan Dante membuka matanya, dipandangnya dari kejauhan Matthias yang tengah bermain sepeda dengan Brian. “Aku akan menghabiskan waktu dengan Matthias, kembali bekerja, menunggu Audrey lulus sekolah kedokterannya.” “Apa hanya sebatas itu keinginanmu Nak?” tanya Donna lagi, membuat Dante menengok seketika dan memandangi ibunya dengan penuh tanya. “Kau tidak berencana untuk segera menikah dengan Audrey?” Jari-jari Dante mengusap sudut lututnya,

  • Kontrak Rahim Pengganti untuk Sang Pewaris   Chapter 245

    “Jangan lupa untuk mengirimkan proposalnya yang kita bahas akhir minggu lalu. Aku sangat menantikannya.” “Aku akan segera menghubungi assistantmu,” jawab Dante berjalan santai menjinjing tas besar yang dibawanya. Didalam lapas khusus itu, bukan hanya Dante seorang pengusaha yang terjerat hukum, ada banyak pengusaha lainnya yang terjerat berbagai jenis kasus criminal. Bertahun-tahun saling mengenal, secara tidak sengaja mereka justru menemukan mitra bisnis baru. “Kita akan bertemu lagi dua bulan lagi.” Pria paruh baya yang mengantar Dante itu mengajaknya bersalaman sebelum akhirnya melepasnya pergi, melewati beberapa pintu pengawasan yang membawanya keluar bersama tiga tahanan lainnya yang dijadwalkan bebas hari ini. Derak suara pintu terdengar, hembusan angin menyapu kulit. Dante melangkah dengan jantung berdebar kencang, melewati sedikit demi sedikit jalan yang mengarah pintu besar menjulang tinggi diadapannya. Sebuah pintu kebebasan yang telah lama ia nantikan. Akhirnya, penan

  • Kontrak Rahim Pengganti untuk Sang Pewaris   Chapter 244

    Suara tawa anak-anak terdengar ditaman sekolah. Hari ini Audrey pergi ke taman kanak-kanak untuk mendaftarkan Matthias sekolah, tampaknya Audrey tidak perlu memilih sekolah yang lebih bagus lagi karena Matthias langsung menyukainya. Kepribadiannya yang ceria dan pandai mengakrabkan diri membuat Matthias langsung mendapatkan teman. Audrey duduk disebuah bangku, bersebelahan dengan Aurelie yang menemaninya. Fisik mereka berdua yang sangat identitik telah mencuri perhatian beberapa ornag yang tidak sengaja melihat. Audrey seperti tengah duduk disamping cermin yang bernyawa. Dan uniknya, tidak sembarangan orang bisa membedakan mana dirinya dan yang mana Aurelie. Audrey menghela napasnya dengan senyuman, sangat melegakan bisa melihat anaknya sekolah ditempat yang nyaman dan bebas bermain. Jika diingat kembali dengan masa lalunya, dulu saat Audrey menjelang sekolah taman kanak-kanak, justru Audrey harus duduk di pos tunggu selama bertahun-tahun, menunggu ayahnya selesai bekerja. Betap

  • Kontrak Rahim Pengganti untuk Sang Pewaris   Chapter 235

    Langit telah gelap tidak menyisakan cahaya, malam yang telah ditunggu akhirnya telah tiba. Dua orang juru masak datang ke villa untuk menyiapkan makan malam. Bodyguard yang sering berjaga terlihat bersantai dari biasanya mengikuti intruksi yang diperintahkan Dante.Aurelie terlihat gelisah di dala

  • Kontrak Rahim Pengganti untuk Sang Pewaris   Chapter 234

    Riak daun-daun terdengar diantara gemercik suara sungai yang mengalir, sinar matahari sore menyelinap di antara pepohonan yang tumbuh tinggi.Setelah menenangkan diri, Audrey akhirnya beranjak meninggalkan kursi taman itu, hendak pulang dan kembali ke villa untuk bersiap-siap. Mungkin nanti malam

  • Kontrak Rahim Pengganti untuk Sang Pewaris   Chapter 233

    Berjalan sendirian menyusuri jalanan sepi, Audrey terus melangkah untuk meradakan kesedihannya yang tidak boleh dia perlihatkan. Audrey harus banyak bersabar dan mengerti bahwa Aurelie memiliki mental yang tidak stabil. Namun entah mengapa, hatinya terasa sangat sakit dipandang dengan penuh kebenc

  • Kontrak Rahim Pengganti untuk Sang Pewaris   Chapter 232

    Melihat kepergian Dante yang bersedia mengikuti keinginannya, Audrey menghampiri Aurelie yang seharian ini belum sempat berbicara dengannya. Sudah Audrey dengar mengenai kondisinya, dan Audrey harus meminta maaf pada saudaranya karena telah membohonginya mengenai donor hati yang telah diterimanya

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status