Share

88. Bagian 5

Hasrat birahi Bintang masih membara dan ingin menuntaskan sampai mencapai puncaknya, berfikir seperti itu, Bintangpun segera kembali mengenakan pakaiannya kembali, setelah memandang kearah Putri Aurellya yang tertidur pulas diatas peraduan, Bintang berjalan meninggalkan kamarnya.

Niat awalnya yang hanya ingin mencoba merilexkan tubuhnya, menenangkan pikirannya dengan berjalan-jalan diluar, dimana keadaan istana Negeri Batuah sudah sepi, pesta telah berakhir, rupanya percumbuan birahi Bintang dan Putri Aurellya sudah sampai larut tengah malam. Entah kenapa langkah Bintang justru berhenti pada pintu sebuah kamar. Di depan pintu kamar, Bintang memejamkan mata, saat ini Bintang mencoba untuk mendeteksi seseorang yang ada didalam kamar tersebut dari desah nafasnya dan Bintang dapat mengenali desah nafas halus dan teratur dari dalam kamar itu adalah kamarnya Pudja.

Setelah menimbang ini dan itu, Bintang akhirnya mendekat.

Tok...Tok..Tok !!

Bintang mengetuk pelan pintu kamar itu.

Tak ada jawaban.

Tok...Tok..Tok !!

Kembali Bintang mengetuknya pelan, kali ini disertai dengan tenaga dalamnya sedikit dan mengirimkan tenaga dalam itu hingga membuat ranjang peraduan tempat dimana Pudja tertidur diatasnya bergetar. Bintang tersenyum saat merasakan sosok Pudja tampak terbangun akibat getaran tenaga dalam yang dikirimkannya.

Tok...Tok..Tok !!

Kembali Bintang mengetuk pintu kamar itu dan Bintang dapat merasakan sosok Pudja yang datang mendekati pintu tersebut, dan ;

Kreaakkk...!!!

Pintu kamar itu terbuka. Seraut wajah muncul dari balik pintu. Meski jelas-jelas kelihatan kalau baru saja bangun tidur, namun raut wajah Pudja benar-benar membuat jantung setiap pria berdegup keras. Wajahnya demikian cantik dan memancarkan pesona luar biasa. Dan Pudja sedikit terkejut meilhat Bintang yang sudah berdiri didepan pintu kamarnya.

“Pudja....” ucap Bintang pelan.

Wajah Pudja yang terkejut kini berganti senyum.

“Gusti....” ucap Pudja pelan

Pudja terlihat dengan cepat menarik tangan Bintang untuk masuk kekamarnya, lalu mengunci pintu kamarnya dengan cepat.

Dan tiba-tiba saja Bintang telah memeluknya dari belakang, sembari tangan Bintang menggerayang liar di tubuh mulusnya. Meraba mulai dari leher sampai pilar pusakanya. Awalnya Pudja kaget, tetapi kemudian wajah cantiknya langsung tersenyum.

Bintang memeluk erat sekali dari belakang. Leher belakang Pudja diciumi dengan kencang, nafasnya menderu deru keras sekali. Panas, dan penuh gairah tiba tiba menjalar disekujur tubuh Pudja.

Kenikmatan itu terus berlangsung hingga pagi datang menjelang, Pudja sampai mencapai klimaknya hingga 12x, tertelentang pasrah tak berdaya dengan keperkasaan Bintang.

Kelainan yang dirasakan oleh Bintang dan wanita-wanita yang jatuh kepelukan Bintang ini berlangsung hingga berhari-hari berikutnya, bahkan dimalam-malam berikutnya, Putri Aurellya dan Pudja seakan-akan menjadi pelampisan hasrat Bintang untuk memenuhi nafsu birahinya dan kedua wanita cantik inipun tak menolak dan menerimanya dengan penuh kepuasan. Keperkasaan dan ketangguhan Bintang diatas ranjang benar-benar membuat Putri Aurellya dan Pudja bertekuk lutut. Bahkan hal ini terus berlangsung saat rombongan Datuk Rajo Dilangit kembali ketempat kediamannya bersama Bintang dan yang lainnya. Kali ini bukan hanya Putri Aurellya dan Pudja yang menjadi sasaran kegilaan nafsu birahi Bintang, Putri Aureliepun ikut menjadi keganasan nafsu birahi Bintang yang haus akan kenikmatan.

Bila siang, Bintang tidak merasakan nafsunya yang menggebu-gebu, semua berjalan normal, tapi bila malam tiba, pilar pusaka Bintang bangkit berdiri dengan gagah dan minta untuk dipuaskan, semua terjadi selama malam-malam berikutnya.

Cukup lama Bintang berada di Negeri Batuah saat Sutan Rajo Alam memutuskan akhirnya untuk menikahi nyai purbasari dan nyai purbasaripun menerimanya. Pernikahan itupun berlangsung meriah, di minggu ke-3, Bintang mengutarakan niatnya untuk kembali ke tanah Jawa dwipa dan dihari yang ditentukan akhirnya Bintang, Putri Aurellya dan Putri Aurelie ikut kembali bersama kembali ke tanah jawa dwipa. Sedangkan Pudja tetap tinggal di Negeri Batuah untuk menemani ayahnya, Sutan Rajo Alam dan nyai purbasari. Walau berat bagi Pudja untuk berpisah dari Bintang, tapi hal itu harus dilakukannya. Berpisah dari orang yang sangat dicintai dan disayanginya.

Dengan dilepas oleh upacara kebesaran, kepergian Bintang dan rombongan dilepaskan oleh Paduka Rajo Ananggawarman sendiri, bersama pejabat-pejabat istana Negeri Batuah, Datuk Rajo Dilangit, Sutan Rajo Alam dan orang-orang penting lainnya yang ada diwilayah Negeri Batuah.

Perjalanan laut yang cukup jauh kini harus dilarungi oleh Bintang dan rombongan yang dibawa oleh sebuah kapal layar mewah yang diberikan oleh Paduka Rajo Ananggawarman untuk Bintang dan rombongan, mengantar mereka kembali ke tanah jawa dwipa. Di sepanjang perjalanan laut itu pula, kembali disetiap malamnya Putri Aurellya dan Putri Aurelie tetap menjadi pelampiasan hasrat birahi Bintang yang tiada puas-puasnya, walau sangat mengherankan bagi Putri Aurellya dan Putri Aurelie, tapi keduanya tetap tidak banyak bertanya atas apa yang terjadi. Dan ini berlangsung disetiap malamnya.

-o0o-

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status