Share

Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya
Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya
Author: Stary Dream

Cinta Dyandra

Author: Stary Dream
last update Huling Na-update: 2025-11-25 23:06:27

"Aku mencintaimu." Ucap Dyandra tersenyum tulus.

Aditya hanya berdeham tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi. Dia baru saja selesai makan dengan disuapi oleh istri yang mencintainya.

8 bulan ini tepatnya, kesehatan Aditya direnggut drastis oleh tumor paru yang dideritanya. Gaya hidup tak sehat membuat penyakit berkembang biak di salah satu paru-paru miliknya.

Operasi pengangkatan tumor sudah dilakukan, untunglah hasilnya sesuai harapan. Tidak ada kanker sehingga Aditya tinggal menjalani pengobatan untuk kesembuhan.

Namun karena penyakit ini tubuh Adit menjadi lebih kurus. Wajahnya yang tampan berubah tirus, tak ada lagi otot-otot kekar yang menyembul, kini berubah menjadi tulang belapis daging.

Namun, selama itulah Dya, sapaan Dyandra setia merawat suaminya. Menjaga dan melindungi selama Adit jatuh sakit.

Satu tahun menikah, Dya merasa menang lotre mendapatkan suaminya yang tampan. Walau ia merasa Adit terpaksa menikahinya karena tak memiliki pilihan lain tapi Dya tetap bersyukur.

Dya jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria ini. Tepatnya ketika mereka masih berkuliah di satu fakultas, walau Adit saat itu memiliki kekasih lain. Tapi, Dya tetap jatuh hati dan tetap mendekatkan dirinya.

Sampai akhirnya mereka sama-sama lulus dari fakultas keperawatan. Dya menjadi perawat di sebuah rumah sakit internasional sementara Adit bekerja di perusahaan alat medis.

Adit yang patah hati ditinggal menikah oleh kekasihnya, akhirnya melamar Dya yang memang sejak dulu selalu ada untuknya. Bak gayung bersambut, Dya menerima itu dengan suka cita.

Pernikahan yang terjadi tanpa rencana, membuat Dya sadar bahwa sebenarnya dirinya hanya pelarian semata. Tapi, Dya tak gentar. Ia yakin suatu saat Adit akan membalas cintanya.

"Besok pagi aku libur, nanti kita jalan-jalan menghirup udara segar." Sambung Dya sambil membereskan sisa makanan.

"Mau kemana?"

"Jalan-jalan di luar aja. Setelah subuh."

Besok pagi, Dya mengajak Adit untuk menikmati matahari terbit sambil berkeliling komplek. Keduanya tampak istirahat beberapa kali karena Adit yang tak kuat berjalan jauh.

"Aku capek!" Keluh Adit.

"Minum aja dulu." Dya memberikan satu botol minuman untuk suaminya.

"Kita pulang saja."

Dya setuju setelah melihat bulir keringat di wajah suaminya. Sesampainya di rumah, Dya juga membantu Aditya membersihkan diri.

"Aku bisa sendiri, Dya." Tegur Adit yang melihat istrinya ikut masuk ke kamar mandi.

"Kamu yakin?"

"Berhenti menganggapku sebagai pasienmu."

"Jangan tersinggung, sayang." Ucap Dya lembut. "Aku cuma berniat membantu.. kamu kan suamiku."

"Aku sudah bisa sendiri!" Jawab Adit ketus.

Dya mengalah dan memilih keluar kamar mandi. Semenjak menikah, Adit memang bersikap dingin padanya. Namun ketika penyakit ini datang, Adit lebih sering marah dan mudah tersinggung.

Dya mengerti mungkin ini karena bawaan penyakit suaminya saja.

Oleh karena tak bisa membantu sang suami di kamar mandi, Dya menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Pokoknya, untuk urusan suaminya, Dya ini begitu telaten. Sebelum Adit meminta, Dya sudah menyiapkannya terlebih dahulu.

"Kamu jangan terlalu dekat denganku." Ucap Adit ketika malam itu Dya memepet tubuhnya di tempat tidur.

"Aku mau tidur sambil meluk kamu."

"Aku sesak, Dya!"

Dya menghela nafas panjang. Setiap Dya ingin memeluk suaminya ada saja alasannya untuk ditolak.

Begitu juga saat di meja makan, Adit merasa tubuhnya sekarang lebih segar. Tak butuh lagi disuapi oleh istrinya.

"Kamu fokus makan aja. Pagi ini kamu kerja, kan?" Ucap Adit sembari menepis tangan Dya.

"Ya sudah kalau begitu."

Sekali lagi perhatian Dyandra ditolak. Selesai sarapan, ia membersihkan bekas makan. Karena ingin bekerja, ia telah memasak untuk makan siang.

"Sayang.. makan siang udah ku masak. Nanti jangan lupa makan, ya. Aku pamit dulu."

Dya mengulurkan tangan dan menyalimi suaminya. Tak lupa kecupan di pipi juga diberikan hingga Adit memalingkan wajah.

Setelah kepergian Dya, barulah Adit merasa nyaman. Bukan karena ia tak nyaman di sisi istrinya sendiri, cuma ia merasa perhatian yang Dyandra berikan begitu berlebihan.

Masalahnya, rasa cinta ini belum terbit. Mau serajin, setia hingga berbakti sebagaimanapun, Dya belum bisa menggantikan posisi wanita itu di hatinya.

Adit lalu mengambil ponsel yang berada di nakas. Menatap sebuah foto yang masih terpajang di galerinya.

"Rasa sakit itu masih terasa, tapi kenapa aku masih memikirkanmu?" Gumam Adit sedih.

Ia lalu mematikan ponselnya karena tahu sebentar lagi Dya akan menghubunginya.

Bulan demi bulan berlalu..

Sudah empat bulan dari terapi kesembuhan Adit, keadaan pria ini mulai berangsur membaik. Tubuhnya mulai berisi, wajah ini tak sayu dan pucat lagi. Adit pun sudah bisa melakukan aktivitas mandiri.

"Sayang.. apa kamu ingat ini hari apa?" Tanya Dya dengan senyuman manis.

"Hari kamis."

"Betul. Tapi kamu ingat ada apa lagi di hari ini?"

"Apa?" Adit sampai menatap tajam istrinya. Ia sungguh tak suka main teka teki seperti ini.

"Ini hari perayaan satu tahun pernikahan kita, sayang. Kamu lupa, ya?" Dya sampai tertawa.

"Oh.."

"Kita pergi makan malam bagaimana?"

"Aku malas, Dya."

"Ayolah, sayang. Kita udah lama nggak jalan keluar. Tepatnya kita memang nggak pernah pergi berdua untuk menghabiskan waktu bersama." Ucap Dya sambil cemberut.

Adit tampak berpikir. Selama ini, mereka berdua lebih sering pergi ke rumah sakit dibanding berjalan berdua.

"Ya sudah. Bersiaplah."

Dya bersorak sambil memeluk suaminya.

"Makasih, sayang."

Adit hanya berdeham sambil melepas tautan tangan istrinya.

Malam tiba, keduanya tiba di sebuah restoran. Bagi Adit tak ada yang istimewa dari malam ini. Namun, ia terkesiap ketika Dya memberikan satu kotak kecil untuknya.

"Apa ini?" Dahi Adit sampai mengernyit.

"Hadiah ulang tahun pernikahan." Dya tersenyum manis.

Terpaksa Adit menerima hadiah tersebut dan pura-pura tersenyum. Jam tangan vintage di hadiahkan oleh istrinya.

"Kamu suka?"

"Suka sekali." Jawab Adit datar. "Tapi, aku nggak punya hadiah untukmu."

"Kamu udah sehat saja, itu cukup untukku." Dya tersenyum tulus.

Adit hanya mengangguk.

Malam ini yang paling semangat hanya Dya. Setelah makan malam, Dya mengajak suaminya berkeliling kota menikmati keindahan pemandangan kota di malam hari.

"Ayo kita pulang. Dingin sekali!" Protes Adit.

Dya tersenyum dan mengajak suaminya pulang. Benar juga, hari sudah larut dan angin malam tak bagus untuk suaminya. Yang penting malam ini sudah membuatnya bahagia.

Sampai di rumah, Dya langsung memeluk suaminya dengan erat sampai Adit merasa gerah.

"Kamu ini!" Adit sampai berdecak. Baru saja merebahkan diri, Dya masuk ke pelukan.

"Kapan kamu mau menyentuhku? Sudah satu tahun tapi kita belum melakukan tugas suami istri."

Adit terperangah. "Kamu genit sekali!"

"Genit sama suami sendiri nggak ada yang larang, kan?"

"Aku lelah, Dya." Ucap Adit meloloskan diri. "Kita tadi menghabiskan banyak waktu diluar."

Adit lalu berbalik dan memunggungi istrinya.

"Ya sudah, nggak apa-apa. Kita coba lain hari."

Dya memberikan ciuman di pipi suaminya dan tertidur. Tidak masalah jika Adit tak mau menyentuhnya hari ini, mereka masih memiliki banyak waktu untuk selalu bersama.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Diah Ayu permata
laki gak tau diri.. udh dirawat bertingkah kapan sehat selingkuh.. mending mati aja deh
goodnovel comment avatar
Yati Syahira
sdh penyakitkan banyak tingkah buang ke tong sampah
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Hadiah Terindah (Ending)

    Selepas melihat Maria tadi, Dyandra menjadi diam dan membuang pandangannya keluar jendela. Andri yang tahu jika istrinya bersedih, memilih tak banyak bicara. Dia hanya menggenggam tangan istrinya dengan lembut untuk sekedar menguatkan hatinya yang tengah rapuh.Sebagai seorang anak, Andri mengerti jika Dyandra pasti terpukul dengan keadaan ibunya sekarang. Tapi mau bagaimana lagi? Itulah kehidupan yang sudah dipilih oleh Maria."Mas.." panggil Dya lemah tanpa menoleh."Iya, sayang?""Tolong cari tahu keadaan Ari. Aku ingin tahu bagaimana kabarnya.""Baik, akan kulakukan. Kamu masih memikirkan Maria?" Tanya Andri memberanikan diri.Dyandra mengangguk sembari menatapi pemandangan yang ada diluar sana."Lupakanlah. Ingat rasa sakitmu, Dya. Sekarang waktunya kamu bahagia.." Andri meraih tangan Dya dan mengecupnya.Dyandra tersenyum. Jika mengingat masa lalu hanya membangkitkan luka masa kecilnya yang begitu perih. Bentuk penolakan, dibedakan hingga ditipu daya sudah pernah Dya lalui. Memb

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Tuai Perbuatan

    Satu minggu lagi adalah pernikahan Cipta dan kekasihnya. Untuk merayakan hal tersebut, Yasmine mengadakan makan malam bersama keluarga besarnya. Termasuk mengundang keluarga dari calon istri Cipta."Selamat datang mas Andri, Dyandra.." Cipta memberikan pelukan pada sepupunya. Tak lupa Dya juga yang memberikan salam sayang pada Yasmine."Eh.. ada Selina disini!" Seru Dyandra langsung mendekati calon istri dari Cipta.Wanita bernama Selina ini juga ikut mendekat dan mengulurkan tangannya pada Dyandra. Dya pun membalas dengan memberikan satu kotak hadiah."Hadiah pernikahan dari kami." Ucap Dyandra."Aduh kalian ini kenapa sampai repot sekali.." seru Yasmine yang bergabung dengan keduanya."Nggak apa-apa, tante. Kami ikut bahagia karena kak Cipta akhirnya menikah.""Setelah 33 tahun, akhirnya aku mendapatkan pasangan juga." Ucap Cipta yang mengundang gelak tawa semua orang."Aku juga baru mendapatkan pasangan yang tepat di usia 33 tahun, Cipta. Kita sama saja." Sahut Andri.Hadiah yang d

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Waktu Milik Kita

    Satu tahun enam bulan kemudian..Suara tangisan terdengar lagi dengan keras, padahal sebelumnya tempat ini baru saja hening dari suara tangisan bayi.Dyandra mengambil air dengan tangannya untuk berkumur-kumur. Karena telat sarapan, Dyandra sampai muntah begini. Herannya, ia tidak sakit perut seperti gastritis biasanya. Hanya mual diiringi muntah saja.Setelah berkumur, Dyandra menyeka mulutnya dan keluar dari kamar mandi. Suara tangisan bayi itu kembali terdengar hingga membuat Nyonya muda ini menuju ke bagian depan baby spanya.Setidaknya sudah 6 bulan ini, Dyandra mendirikan baby spa. Sebuah cita-cita yang meluncur sekitar satu tahun ke belakang. Dya yang tidak bisa meninggalkan dunia anak-anak, mengambil pelatihan khusus untuk pemijatan bayi.Bersama sahabatnya, Putri, Dya merintis usahanya. Tentu saja impian ini dapat tercapai karena dukungan dari suami tercintanya."Ada pengunjung lagi?" Tanya Dya pada pegawai frontliner."Ada satu, Nyonya."Dyandra masuk ke dalam ruangan spa ya

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Menerima Kebahagiaan

    Andri sampai mengorek telinganya yang gatal. Bagaimana tidak? Nadira mengomel karena anaknya hilang tanpa kabar.Harusnya Andri pulang sejak semalam, tapi setelah ditunggu-tunggu anak kesayangannya itu malah tidak datang. Nadira pikir pesawat Andri jatuh dan hilang kontak. Membuat Nadira sudah berpikir yang macam-macam saja.Semalaman dihubungi Andri tidak menjawab. Sudah cemas setengah mati, rupanya Andri malah sedang bermesraan dengan istrinya di rumah sewa. Lantas saja itu membuat Nadira marah."Cepat pulang sekarang!" Perintah Nadira yang tak bisa diganggu gugat.Andri kembali menaruh ponselnya setelah sambungan dimatikan."Kenapa, mas?""Mama marah karena aku nggak mengabarinya.""Aduh.. pasti mama cemas. Kamu sih!""Iya salahku memang." Andri lalu menatap istrinya. "Bersiaplah. Kita pulang hari ini.""Pu-pulang?" Dyandra terkejut."Iya pulang ke rumah. Kita sudah berbaikan, kan? Aku mau kita tidak tinggal terpisah lagi."Dyandra tertunduk mendengar ucapan suaminya. Sebenarnya Dy

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Syahdu

    "Apa maksud mas ngomong begitu?"Andri melirik sekilas dan berbalik lagi. Namun bahunya kembali tertahan."Apa mas pikir aku mau kembali dengan Aditya?""Salah, ya? Bukannya kamu memang masih mencintai mantan suamimu?" Tanya Andri balik."Oh, Tuhan." Sampai merosot bahu Dyandra, selama ini Andri sudah salah paham padanya. "Walau kita berpisah, aku nggak akan mau kembali kepadanya.""Kenapa? Kamu masih cinta sama dia, kan?""Darimana asumsimu itu?" Dyandra menatap tajam."Buktinya kamu ingin berpisah dariku. Aku yakin alasannya itu." Gumam Andri pelan."Aku kan sudah bilang kalau aku nggak mau menyakitimu terlalu jauh! Aku nggak mau terus-terusan menjadi beban untukmu, memberi kalian rasa malu.. aku nggak mau! Makanya aku memutuskan untuk berpisah!" Dyandra mengerjap menahan tangis."Bukan karena ingin kembali pada Aditya?" Tanya Andri lagi."Bukan!" Dyandra berdecak kesal. "Kamu juga setelah ini akan dijodohkan oleh mama Nadira. Mama sudah menyiapkan seorang wanita untukmu.""Mama bil

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Saling Merindu

    Baru satu minggu tidak bertemu keduanya jadi gelisah. Dyandra sudah terbiasa ada Andri di sisinya, terbiasa mendengar suara lembut itu, terbiasa jika tertidur di pandangi olehnya juga terbiasa melayani suaminya ketika akan pergi dan pulang bekerja.Siapa nanti yang memakaikan dasi untuk suaminya? Menyiapkan air hangat untuk mandi dan juga pakaian gantinya? Lalu bagaimana makannya? Apa Andri masih suka bekerja sampai larut di ruang kerjanya? Duh, Dyandra gusar sendiri.Apalagi kegelisahannya makin menjadi-jadi ketika mendapat pesan dari suaminya barusan. Andri yang sopan dan sungguh menghargai privasinya. Dia bertanya apakah Andri boleh berkunjung atau tidak?Namun, sayang Dya lekas menjawab untuk tidak bertemu dulu. Lalu yang terjadi malah Dya yang gelisah.Mondar mandir tubuh ini dibuatnya, Dya menunggu balasan pesan dari suaminya. Jahatkah diri ini berkata demikian? Dyandra yakin Andri juga tersiksa akan perpisahan ini."Nyonya dari tadi mondar mandir." Ucap Asih yang sejak tadi mem

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status