Share

Bab 6

Penulis: Nine
Selama Lyra tinggal di vila itu, Izzy melihat sisi Arsa yang sama sekali asing baginya.

Arsa selalu ingat bahwa Lyra tidak suka daun ketumbar. Begitu melihat Lyra mengernyit karena suatu hidangan, dia akan langsung menggantinya dengan makanan lain yang lebih disukainya.

Saat malam hujan disertai petir, dia selalu menjadi orang pertama yang menenangkan Lyra yang ketakutan. Ruang kerja yang selama ini tidak pernah diizinkan untuk dimasuki Izzy, kini bisa dimasuki dan ditinggalkan Lyra sesuka hati.

Barulah Izzy benar-benar mengerti. Jadi beginilah Arsa saat mencintai seseorang. Dia teringat beberapa tahun terakhir. Dulu, setiap kali Arsa mengalami serangan emosi dan depresi, dia akan menahan diri untuk tidak melukai dirinya sendiri selama Izzy berada di dekatnya.

Karena itu, Izzy pernah diam-diam merasa bahagia. Dia mengira itu adalah tanda bahwa Arsa mulai menyukainya. Betapa lucunya dirinya saat itu.

Suatu hari ketika melewati ruang kerja, pandangan Izzy secara tidak sengaja menangkap sosok Lyra yang sedang memainkan sesuatu di tangannya. Dia berhenti melangkah. Melalui celah pintu yang setengah terbuka, dia melihat lebih jelas.

Barang yang sedang dimainkan Lyra ternyata adalah liontin giok putih peninggalan nenek Arsa!

Liontin itu bergoyang-goyang di ujung jari Lyra. Beberapa kali hampir terlepas dan jatuh. Jantung Izzy langsung berdebar ketakutan. Dia bergegas masuk dan merebut liontin itu.

"Apa yang kamu lakukan? Ini peninggalan nenek Arsa. Kenapa kamu memperlakukannya sembarangan seperti ini?"

"Apa urusanmu?" Lyra merebut kembali liontin itu dengan tidak sabar.

Melihat Izzy begitu tegang, senyum jahat tiba-tiba muncul di wajahnya. "Kamu peduli sekali sama benda ini, ya? Kalau begitu ...."

Dengan sengaja, dia melepaskan genggamannya.

Prang!

Liontin giok itu jatuh keras ke lantai.

Dalam sekejap, benda itu pecah menjadi dua bagian.

Jantung Izzy hampir berhenti berdetak. Itu adalah barang yang paling berharga bagi Arsa. Peninggalan keluarga yang diserahkan langsung oleh neneknya sebelum meninggal dunia.

"Ada apa ini?" Suara Arsa terdengar dari ambang pintu. Izzy mengangkat kepala dan melihat wajahnya yang suram sedang menatap pecahan giok di lantai.

"Izzy yang menjatuhkannya," kata Lyra langsung. Nada bicaranya penuh keluhan dan kepolosan yang dibuat-buat. "Aku cuma ambil untuk lihat-lihat. Tiba-tiba dia berlari masuk dan merebutnya dariku ...."

Tatapan Arsa langsung menjadi dingin. "Izzy ... kenapa kamu berani sekali melakukan ini?"

"Di ruang kerja ada kamera pengawas." Izzy memotong ucapan Arsa dengan suara pelan. Suaranya sedikit bergetar. "Kamu bisa lihat rekamannya sendiri. Dengan begitu, kamu akan tahu seperti apa kebenaran sebenarnya."

Suasana di dalam ruangan seolah langsung membeku. Ekspresi Lyra berubah sesaat. Dia segera mengubah ucapannya dengan enggan, "Maaf, Arsa. Aku ... aku yang nggak sengaja memecahkannya."

Dia menunduk seolah merasa bersalah. "Benda itu sangat penting bagimu? Aku akan ganti dengan yang persis sama."

Di luar dugaan, amarah Arsa langsung menghilang. Dia berjalan cepat ke sisi Lyra dan meraih tangannya. "Kamu terluka nggak?"

Izzy berdiri di tempat. Dia menyaksikan Arsa memeriksa jari-jari Lyra dengan saksama. Rasanya seperti ada bagian dari hatinya yang dicungkil paksa. Tidak ada seorang pun yang lebih memahami arti liontin giok itu bagi Arsa selain dirinya.

Tiga tahun lalu, ketika Juwita tidak sengaja kehilangan liontin tersebut, Arsa baru saja menjalani operasi pada kakinya. Dalam kondisi tubuh yang belum pulih, dia tetap keluar mencari liontin itu selama tiga jam di tengah malam bersalju.

Setelah pulang, dia bertengkar hebat dengan ibunya. Lalu mengurung diri di kamar sambil menghancurkan berbagai barang.

Saat itu, Izzy keluar di tengah badai salju. Dia mencari sedikit demi sedikit di seluruh halaman rumah. Tangannya membeku hingga kehilangan rasa.

Baru saat fajar menyingsing, dia akhirnya berhasil menemukan liontin tersebut. Namun, sekarang ....

Saat Lyra dengan sengaja menghancurkan liontin itu. Hal pertama yang dipedulikan Arsa adalah apakah tangan Lyra terluka atau tidak.

Izzy tertawa kecil mengejek dirinya sendiri. Ternyata Arsa mencintai Lyra sampai sedalam itu. Sedangkan dirinya begitu naif. Dia pernah mengira bahwa setelah Arsa sembuh, pria itu akan menikahinya.

Berapa banyak malam yang telah dia habiskan menjaga di samping ranjang Arsa?

Melihatnya menderita selama rehabilitasi dan diam-diam berjanji dalam hati untuk menemaninya seumur hidup. Bahkan ketika Arsa berada di titik paling putus asa, Izzy pernah menuliskan sebuah harapan konyol di buku hariannya.

[ Setelah dia bisa berdiri kembali, aku akan menikah dengannya. ]

Sekarang ketika memikirkannya lagi ... dirinya tidak lebih dari sebuah lelucon.

Untungnya, dia akhirnya sadar. Perasaan tulus yang tidak pernah dihargai itu tidak akan pernah lagi dia berikan kepada Arsa.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kuberi Cinta Malah Dianggap Saudara   Bab 23

    Izzy tetap pergi, dengan tanpa keraguan sedikit pun. Kepergiannya juga sesuai dengan apa yang telah diduga semua orang. Bahkan Tano dan yang lainnya tanpa sadar menghela napas lega saat melihatnya pergi.Mereka semua tahu bahwa jika Izzy benar-benar dipaksa untuk tetap tinggal, maka hari-hari berikutnya mungkin akan terus seperti hari ini. Dia akan terus dipaksa menerima cinta Arsa. Namun, tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.Mungkin inilah yang disebut memiliki takdir untuk bertemu, tetapi tidak memiliki takdir untuk bersama.Mereka pernah saling mencintai. Sayangnya, hati mereka tidak pernah berada pada waktu yang sama.Saat Izzy paling mencintainya, Arsa hanya memikirkan harga dirinya sendiri. Bahkan dia lebih memilih memberikan seluruh perhatian kepada seseorang yang pernah meninggalkannya. Daripada melihat orang yang benar-benar layak dihargai dan selama ini berada di sisinya.Lalu ketika Izzy pergi ... dia baru menyesal. Baru ingin memperbaiki semuanya.Na

  • Kuberi Cinta Malah Dianggap Saudara   Bab 22

    "Izzy, selamat ulang tahun." Suara Arsa menariknya kembali dari lamunannya.Izzy menarik sudut bibirnya tipis. Dia menundukkan pandangan, menyembunyikan semua emosi di matanya, lalu menjawab pelan, "Terima kasih."Saat pikirannya masih melayang ke mana-mana, sepotong kue tiba-tiba disodorkan ke hadapannya. Ketika mengangkat kepala, dia melihat wajah Arsa yang dipenuhi senyum."Izzy, nggak perlu terima kasih sama aku. Kali ini semuanya memang terlalu mendadak, jadi persiapannya masih kurang. Tahun depan aku pasti akan mengadakan pesta ulang tahun yang lebih cocok dan lebih megah untukmu.""Gimana?"Izzy tidak menjawab. Dia mengambil sesuap kue. Krim mahal itu terasa lembut di mulut, manis tanpa membuat enek. Namun entah mengapa, rasanya tetap hambar baginya.Tanpa sadar, dia menggenggam gelang batu kecubung di tangannya sedikit lebih erat. Butiran kristal saling beradu dan mengeluarkan bunyi pelan. Sebenarnya, dia tidak menyukai satu pun hadiah itu.Yang benar-benar dia inginkan hanyala

  • Kuberi Cinta Malah Dianggap Saudara   Bab 21

    Dua hari kemudian, tibalah hari ulang tahun Izzy. Arsa sengaja membatalkan semua jadwal pekerjaannya. Namun baru saat hendak menyiapkan kue ulang tahun, dia menyadari betapa sedikitnya dia mengenal Izzy. Dia bahkan tidak tahu rasa kue apa yang disukai Izzy.Karena tidak punya pilihan lain, dia akhirnya membeli semua jenis dan semua rasa yang tersedia. Kalau dipikir-pikir, ini mungkin pertama kalinya dia benar-benar merayakan ulang tahun Izzy dengan serius.Sebelum kecelakaannya, sebagai putra kebanggaan Keluarga Radhika, Arsa bahkan tidak pernah memperhatikan ulang tahun seorang siswi miskin yang dibiayai keluarganya. Kemudian setelah Izzy datang ke sisinya, Arsa malah sedang berada dalam masa paling kelam setelah lumpuh.Saat itu, pikirannya hanya dipenuhi rasa malu karena kondisinya dilihat orang lain dan hampir setiap hari dia melampiaskan emosinya kepada Izzy. Belakangan, berkat perhatian dan dorongan yang terus diberikan Izzy, kondisinya perlahan membaik.Arsa akhirnya belajar men

  • Kuberi Cinta Malah Dianggap Saudara   Bab 20

    Izzy benar-benar tidak mengerti.Untuk apa semua ini? Arsa tidak mungkin bisa menahannya di sini seumur hidup. Cepat atau lambat, dia tetap akan pergi. Kalau begitu, untuk apa terus melakukan hal-hal yang sia-sia seperti ini?Namun, Arsa tidak pernah peduli berapa lama waktu akan berlalu. Yang dia takutkan hanyalah satu hal. Bahwa suatu hari nanti Izzy akan pergi lagi. Sama seperti terakhir kali, menghilang begitu saja dari hidupnya.Karena itulah, selama masih ada kesempatan untuk berada di sisinya, baik kesempatan itu sekecil apa pun, Arsa tidak ingin melepaskannya.Ketika Izzy menghitung matahari terbenam untuk ketiga kalinya sejak berada di vila itu, Arsa kembali pulang. Kali ini, dia membawa sesuatu bersamanya. Sekelompok besar anggrek kupu-kupu.Bunga itu adalah permintaan Izzy beberapa hari sebelumnya. Saat Arsa bertanya apakah ada sesuatu yang dia sukai dan ingin dibawakan lain kali, itulah yang dia minta.Sebenarnya, cuaca di ibu kota tidak terlalu cocok untuk menanam anggrek

  • Kuberi Cinta Malah Dianggap Saudara   Bab 19

    Sama seperti dulu saat dia menyukai Arsa.Ketika mendengar Arsa terpuruk setelah lumpuh akibat kecelakaan, Izzy langsung datang ke sisinya tanpa ragu. Meskipun saat itu Arsa mudah marah, sulit ditebak, bahkan sering memaki dan melampiaskan emosinya kepadanya, Izzy tidak pernah berpikir untuk mundur.Begitu pula dengan Marco.Meski Izzy berkali-kali menolak dan menjaga jarak, Marco tetap sama seperti sebelumnya. Dia tidak pernah menyerah. Dia terus bertahan dengan ketulusan dan kesabarannya hingga akhirnya berhasil menyentuh hati Izzy.Namun selama bersama Arsa, Izzy tidak pernah merasakan hal seperti itu. Bahkan pada masa-masa menjelang kesembuhannya, ketika sikap Arsa perlahan berubah dari kasar menjadi lebih tenang, perubahan itu hanya sebatas tidak lagi seburuk dulu.Tidak lebih dari itu."Kalau begitu, Lyra gimana?"Izzy menundukkan pandangan, menyembunyikan emosi di matanya. Suaranya tetap tenang.Arsa sama sekali tidak merasa kecewa dengan sikapnya. Sebaliknya setelah mendengar p

  • Kuberi Cinta Malah Dianggap Saudara   Bab 18

    Di sisi lain, Izzy sama sekali tidak mengetahui semua itu. Sebenarnya, ide untuk mengadakan pernikahan di tanah air datang dari ayah Marco.Meskipun sekarang ayah Marco telah menetap di luar negeri, para sesepuh keluarga besar mereka masih tinggal di dalam negeri. Selain itu, kakek dan nenek Marco juga sudah lama tidak bertemu dengan cucu mereka. Ditambah lagi, sebagian besar teman dan kerabat keluarga juga berada di sini.Karena itulah, pada akhirnya lokasi pernikahan tetap diputuskan di tanah air.Mempersiapkan pernikahan adalah pekerjaan yang rumit dan sangat menyita waktu. Karena tanggal pernikahan ditetapkan cukup mendadak, ada begitu banyak hal yang harus mereka urus.Setiap hari mereka sibuk ke sana kemari hingga Izzy kewalahan. Dia bahkan tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal lain. Nama Arsa pun sudah lama terlempar dari pikirannya.Namun yang tidak dia sangka adalah, meskipun dia telah melupakan Arsa, Arsa tidak melupakannya. Bahkan pria itu langsung muncul di hadapannya.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status