Short
Istri yang Kau Sia-siakan Kini Menjadi Jenderal

Istri yang Kau Sia-siakan Kini Menjadi Jenderal

By:  NiaKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
16Mga Kabanata
1.7Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Tahun 1978. Hal pertama yang dilakukan Shenna setelah terlahir kembali adalah mengurus kembali surat penerimaan universitasnya yang sempat hilang. Dia menyembunyikannya di bawah tungku selama tiga bulan. Hari ini, akhirnya dia membawa surat itu ke tempat pendaftaran mahasiswa baru Universitas Harda. Namun, baru saja dia menyerahkan surat penerimaan itu dengan tangan gemetar, detik berikutnya surat tersebut direbut kembali dengan kasar. Kemudian, suara dingin terdengar dari belakang kepalanya. "Shenna?" "Kapan kamu datang ke Kota Harda? Kalau kamu pergi begitu saja, lalu siapa yang mengurus Tante Jeni?"

view more

Kabanata 1

Bab 1

Tubuh Shenna seketika menjadi tegang.

Dia berbalik dengan kaku, menatap pria yang telah dia layani dan kagumi sepanjang hidupnya di kehidupan sebelumnya.

Haris, seorang komandan divisi, mengenakan seragam militer yang rapi dan gagah. Tatapannya pada Shenna tampak begitu dingin. Tatapan seperti itu sudah dilihat Shenna selama puluhan tahun di kehidupan sebelumnya. Dia sangat mengenalnya.

Setelah mereka menikah, Shenna mendekatinya dengan wajah tersipu malu. Saat itu pula, Haris berkata dengan tatapan dingin, "Urusan di markas sangat sibuk, tapi setiap tahun aku akan meluangkan waktu untuk pulang agar kita bisa punya keturunan."

Ketika Shenna tak sanggup lagi menghadapi bencana kelaparan dan membawa putra mereka ke Kota Harda untuk mencarinya, Haris mempertahankan putra mereka di sana, lalu mengusirnya untuk pulang dengan tatapan yang sama. "Kamu cuma perempuan desa yang seumur hidup berkutat di dapur. Selain jadi beban bagiku, memangnya apa yang bisa kamu lakukan di sini?"

Ketika Shenna telah bekerja keras sepanjang hidupnya, membesarkan cucu mereka, lalu ingin ikut tur ke Bintan, Haris kembali mempertanyakannya dengan tatapan seperti itu. "Kamu bahkan nggak punya uang pensiun. Dari mana uangmu untuk bepergian? Lagian, kalau kamu pergi bersenang-senang selama lebih dari setengah bulan, siapa yang akan mengurus seluruh keluarga ini?"

Tatapan itu bagaikan penyakit yang telah menggerogoti tulangnya.

Hanya dengan melihatnya sekali, dada Shenna yang semula terasa panas, seketika terasa membeku.

Di kehidupan sebelumnya, Shenna menjadi istri seorang komandan divisi selama 60 tahun. Namun, baru pada detik-detik terakhir sebelum kematiannya dia mengetahui kebenaran. Ternyata, dia bukan orang yang tidak berguna.

Ternyata, dalam ujian masuk perguruan tinggi nasional tahun 1977, Universitas Harda telah menerimanya. Dia tidak seburuk dan setidak berguna seperti yang selalu dikatakan Haris.

Saat ini, Shenna mencengkeram ujung pakaian katunnya yang kasar dan sudah memutih karena terlalu sering dicuci. Dengan gugup, dia berkata, "Aku ... datang untuk kuliah."

"Kuliah?" Vira yang berdiri di samping Haris berseru kaget.

Dia mengenakan gaun bermotif bunga yang bahkan tak pernah sekali pun dikenakan Shenna sepanjang hidupnya. Seperti di kehidupan sebelumnya, Vira tampak anggun dan berkelas.

Namun, saat ini wajahnya pucat pasi dan tangannya mencengkeram erat lengan baju Haris.

Alis Haris seketika berkerut.

"Kuliah apa? Kamu cuma perempuan desa yang seumur hidup berkutat di dapur. Kamu bawa surat palsu entah dari mana, lalu datang ke Kota Harda untuk mempermalukan diri sendiri?"

Wajahnya sedingin es. Tanpa memedulikan perlawanan Shenna yang berusaha merebut kembali surat itu, dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan langsung merobek surat penerimaan universitas Shenna hingga berkeping-keping.

Melihat serpihan kertas berserakan di lantai, mata Shenna memerah.

Dengan suara serak, dia berkata, "Itu bukan surat palsu .... Aku mendapatkannya dari hasil ujianku sendiri."

"Hasil ujianmu?" Haris seolah-olah mendengar lelucon. Dia mendengus dingin, lalu menoleh kepada petugas penerimaan mahasiswa.

"Aku Haris, komandan divisi dari Daerah Militer. Dia kerabat dari kampung halamanku dan selama ini bekerja sebagai pembantu di rumahku. Dia bahkan nggak mengenal banyak huruf. Surat penerimaan itu palsu. Aku akan membawanya pergi sekarang, jadi jangan sampai masalah ini mengganggu pekerjaan kalian."

Tatapan orang-orang yang berkerumun di sekitar mereka seketika berubah.

"Kelihatannya jujur, ternyata penipu?"

"Dia bahkan mau berpura-pura jadi mahasiswa. Demi bisa masuk ke kota, dia benar-benar menghalalkan segala cara."

Dada Shenna seolah disayat berulang kali oleh bilah-bilah tajam yang tak terhitung jumlahnya. Dia menatap Vira yang berdiri di samping Haris dan tampak lemah lembut.

Di kehidupan sebelumnya, hanya karena Haris berkata bahwa keluarga Vira pernah berjasa kepadanya, Shenna mengambil alih tanggung jawab merawat ibu Vira yang lumpuh. Dia bekerja tanpa mengeluh, bahkan menerima makian dan pukulan, dan merawatnya selama 30 tahun.

Haris mengatakan Shenna hanyalah wanita desa yang hanya akan merepotkannya jika tinggal di Kota Harda.

Namun, Haris malah membawa Vira ke sisinya dan memanjakannya hingga Vira tak pernah perlu melakukan pekerjaan rumah sedikit pun.

Haris melarang Shenna ikut tur ke Bintan karena dia harus mengurus seluruh keluarga.

Namun, baik dalam perjalanan dinas maupun saat berkeliling dunia setelah pensiun, Haris selalu bersama Vira dan tak pernah terpisahkan darinya.

Itulah sebabnya, ketika usia mereka telah senja, Haris meminta agar kelak dimakamkan bersama Vira dengan alasan Vira adalah belahan jiwanya seumur hidup.

Bahkan putra yang dilahirkan Shenna setelah berjuang selama tiga hari tiga malam berkata, "Bu, sudah puluhan tahun. Relakan Ayah. Ayah dan Tante Vira sudah menyia-nyiakan seluruh hidup mereka."

Seluruh hidup?

Shenna menghabiskan seluruh hidupnya mengurus rumah tangga untuk Haris serta melahirkan dan membesarkan anak-anaknya.

Namun, hidup Haris dan Vira yang dianggap telah tersia-siakan.

Lalu bagaimana dengan hidupnya?

Selama ini, dia mengira Haris hanya bersikap dingin. Dia tidak pernah menyadari bahwa di mata pria itu, dirinya tak pernah dianggap sebagai seorang istri, melainkan hanya seorang pembantu.

Dia memang bodoh.

Tanpa campur tangan Haris, siapa yang berani menggunakan surat penerimaannya untuk membuka jalan bagi Vira?

Namun, Shenna tidak rela.

"Pak, ini surat pengantarku. Bapak bisa memeriksa daftar mahasiswa yang diterima. Akulah Shenna yang sebenarnya."

Begitu Shenna mengeluarkan surat pengantar itu, wajah Vira seketika pucat pasi.

Haris menarik Shenna dengan kasar ke sisinya. Dia merendahkan suaranya, "Sebenarnya apa yang sedang kamu ributkan? Sekalipun surat penerimaan itu memang milikmu, kamu nggak pernah meninggalkan desa seumur hidup. Memangnya apa yang bisa kamu lakukan?"

"Dengarkan aku. Aku nggak membiarkanmu kuliah karena ingin melindungimu. Kamu adalah istriku yang kunikahi secara sah. Seumur hidup ini aku akan memperlakukanmu dengan baik. Apa itu masih belum cukup?"

Air mata Shenna mengalir.

Hanya dengan satu kalimat bahwa dia adalah istri sahnya, Haris bisa merampas surat penerimaannya, membohonginya dengan mengatakan bahwa dia tidak diterima, lalu membiarkan Vira menggunakan identitasnya untuk kuliah.

Hanya dengan dalih demi kebaikannya, Haris bisa mengurungnya di Keluarga Winata seumur hidup, menyuruhnya bekerja keras tanpa henti sebagai pembantu gratis.

Pantas saja setiap bawahan Haris yang datang ke rumah selalu memanggilnya "Bibi".

Shenna pernah mempertanyakannya, tetapi Haris malah memarahinya dan mengatakan bahwa dia terlalu picik.

Air mata terus mengalir di wajah Shenna. Dia membuka mulut ingin bicara, tetapi tenggorokannya tercekat hingga tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

Detik berikutnya, keributan itu menarik perhatian kepala bagian penerimaan mahasiswa yang kemudian keluar dari kantornya.

Sekilas dia langsung melihat Haris.

"Komandan Haris, ada apa ini?"

Melihat orang yang dikenalnya, ekspresi dingin di wajah Haris sedikit mereda. "Hanya masalah kecil."

Dia masih mencengkeram Shenna erat-erat, lalu mendorong pelan Vira yang wajahnya pucat pasi.

"Cepat urus pendaftaranmu. Kami pulang dulu. Aku akan mengatur sopir untuk menunggumu di depan."

Namun, Shenna tidak mau pergi. Dia menatap kepala bagian penerimaan mahasiswa itu dan berkata, "Akulah Shenna. Surat penerimaan itu milikku."

Kepala bagian penerimaan mahasiswa membetulkan kacamatanya, lalu mengamati kedua wanita itu bergantian dengan wajah penuh kebingungan.

"Shenna? Bukankah itu nama istri Komandan Haris? Terakhir kali waktu makan bersama pimpinan, beliau bahkan memuji keluarga Anda karena memiliki kesadaran ideologis yang tinggi. Katanya, istri Anda bukan hanya berasal dari keluarga dengan latar belakang yang baik dan bersih, tetapi juga berhasil mendapatkan surat penerimaan Universitas Harda berkat usahanya sendiri. Jadi, dari kedua wanita ini, sebenarnya yang mana istri Pak Haris ...."

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
16 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status