Short
Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan

Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan

By:  DoCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
14Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di luar ruang operasi aborsi, dokter membujuk Angelica Andara, "Aborsi akan berdampak buruk pada kesehatan. Kalau kandungan masih bisa dipertahankan, usahakan untuk dipertahankan. Apa perlu kamu menghubungi anggota keluargamu lagi?" Angelica mengambil ponselnya untuk mengirim pesan kepada Anthony Leonardo. [Aku sedang berada di rumah sakit. Aku berencana menggugurkan anak ini.] Anthony membalas. [Hmm.] Angelica memperlihatkan layar ponsel kepada dokter. Dokter pun tidak mengatakan apa-apa lagi, langsung berbalik mempersiapkan operasi. Angelica menatap beberapa kata itu. Selama ini, dia mengira Anthony memiliki karakter dingin, tidak suka berbasa-basi. Hanya saja, setelah lima tahun menikah, dia baru menyadari sebenarnya Anthony bukanlah tipe orang yang dingin, tetapi dia hanya memberikan seluruh kehangatannya kepada teman perempuan yang tumbuh bersamanya sejak kecil, Feodora Tanaka. Setelah seluruh kehangatan itu sudah dia curahkan, yang tersisa untuk Angelica tentu saja hanyalah sikap yang datar. Anthony berkata, "Pernikahan memang seperti ini. Hidup yang sederhana dan tenang justru yang paling nyata. Memangnya nggak bagus kalau kita menjalani hidup dengan tenang?" Angelica tidak bisa membantah, jadi dia belajar untuk menerimanya. Namun setelah lima tahun menikah, Angelica baru mengetahui bahwa orang yang mengobrol dengannya, entah sejak kapan telah berubah menjadi teman perempuan yang tumbuh bersama Anthony sejak kecil.

View More

Chapter 1

Bab 1

Angelica pernah mengeluh, tetapi Anthony malah berkata, "Aku dan Feodora sudah berteman sejak kecil. Kami juga adalah rekan kerja. Hubungan kami hanya sebatas pekerjaan. Lagi pula, pernikahan memang seperti ini. Hidup yang sederhana dan tenang justru yang paling nyata. Memangnya nggak bagus kalau kita menjalani hidup dengan tenang?"

Angelica tidak bisa membantah, jadi dia belajar untuk menerima sikap dingin Anthony.

Namun tiga bulan lalu, Angelica ditabrak mobil ketika menyeberang jalan raya. Ketika dia terbaring di atas tanah dan kesadarannya hampir buram, dia berusaha meraba ponselnya untuk mengirim pesan kepada Anthony.

Anthony tetap saja membalas singkat. [Hmm.]

Angelica menunggu dalam waktu yang sangat lama. Ketika pejalan kaki membantunya memanggil ambulans, ketika dia diantar ke ruangan UGD, ketika cederanya selesai dijahit dan terbaring di atas ranjang pasien, ketika dia siuman pun, Anthony tetap tidak menampakkan diri.

Angelica menahan rasa sakit dan mencoba menghubungi Feodora. Dia bertanya apakah Feodora tahu alasan Anthony belum juga datang, apakah terjadi sesuatu padanya di jalan.

Setelah mendengar pertanyaan itu, Feodora tersenyum sejenak. Nada bicaranya terdengar santai.

"Kak Angel, Kak Anthony sedang bersamaku. Selama ini, aku yang membantunya mengelola akunnya. Aku juga yang membalas pesannya. Apa dia nggak beri tahu kamu?"

Angelica langsung terbengong.

Feodora melanjutkan ucapannya. Nada bicaranya seperti sedang mengatakan sesuatu yang wajar.

"Dia terlalu sibuk bekerja, jadi nggak sempat membaca semua pesan itu. Sudah lama akun miliknya masuk di perangkatku. Kalau ada urusan, aku yang akan membantu mengurusnya. Kalau ada hal penting, baru aku sampaikan kepadanya. Kak Angel, aku sudah membaca semua pesan yang kamu kirim. Menurutku, nggak ada yang terlalu penting, jadi aku langsung menggantikannya untuk membalas pesanmu."

Tangan Angelica mulai gemetar.

Itu berarti orang yang membaca dan membalas setiap pesan yang dia kirim kepada Anthony selama beberapa tahun ini, bukanlah Anthony.

Melainkan Feodora.

Sementara, Anthony bahkan tidak tahu apa yang Angelica katakan sejak awal.

Suara Feodora masih terdengar di telinga. Terdengar juga sedikit suara manja seorang wanita. "Jangan-jangan Kak Angel marah ya? Kalau kamu sangat membutuhkan Kak Anthony, gimana kalau aku suruh dia pulang untuk menemanimu?"

Angelica tidak berbicara. Dia segera memutuskan panggilan.

Selama ini, Angelica mengira Anthony sedang sibuk dan tidak pintar dalam berbicara.

Namun kenyataannya, Anthony malas untuk meliriknya sekali pun, bahkan langsung melemparkannya kepada wanita lain.

Angelica sedang berbaring di atas ranjang pasien dengan raut wajah tenang.

Saat operasi, Angelica tiba-tiba mengalami pendarahan besar. Tekanan darahnya tiba-tiba turun drastis. Mesin monitor di sampingnya mengeluarkan bunyi tajam.

Suster segera keluar ruangan untuk menghubungi anggota keluarganya. Telepon Anthony dihubungi berkali-kali, tetapi tidak ada yang mengangkatnya.

Pada akhirnya, dokter bedah utama mengambil tanggung jawab dan melanjutkan tindakan penyelamatan selama lebih dari dua jam, kemudian barulah nyawanya berhasil diselamatkan dari ambang kematian.

Saat siuman, kamar rawat itu kosong. Tidak ada seorang pun di sana, bahkan tidak ada satu pun notifikasi panggilan tidak terjawab di ponselnya.

Namun, Anthony baru saja mengunggah postingan terbaru.

Di dalam foto itu, terlihat mereka sedang berkemah di tepi pantai dan api unggun menari-nari, sementara Feodora tersenyum dengan mata yang melengkung indah sambil bersandar di pundaknya.

Di depan mereka berdua terdapat sebuah kue kecil. Di atasnya tertulis angka "10.000" dengan krim yang terlihat agak berantakan.

Tulisan yang dicantumkan sangat sederhana. [Hidup ini hanya sekitar 30.000 hari, sedangkan kamu adalah sepertiga dari hidupku.]

Angelica menatap foto itu. Ibu jarinya menggantung di atas layar, terdiam begitu lama.

Tiba-tiba dia tidak tahu apa lagi yang sedang dia pertahankan.

Pernikahan ini sungguh tidak berarti.

Sejak awal, sepertinya Angelica sedang memainkan pertunjukan sendiri, sementara orang-orang di bawah panggung justru menganggapnya sebagai badut.

Angelica keluar dari halaman profil Anthony, lalu mengirimkan sebuah pesan singkat kepadanya.

[Aku sudah capek. Kita bercerai saja. Kalau kamu nggak membalas sebelum jam dua belas malam, aku anggap kamu setuju untuk mengakhiri hubungan ini. Aku nggak akan mengganggumu lagi. Pilihan ada di tanganmu.]

Baru ketika jam menunjukkan 23:59, status di layar ponselnya berubah menjadi, [Sedang mengetik .…]

Angelica tersenyum tipis, lalu langsung memblokirnya.

[Jangan-jangan kamu mengira aku sedang memberimu kesempatan? Anthony, hubungan kita sudah berakhir.]

Setelah mengirim pesan, Angelica menghubungi nomor lain.

Saat panggilan terhubung, orang di ujung telepon sepertinya tidak merasa kaget.

Angelica langsung berterus terang. "Kamu sudah menang. Aku mengakui kekalahanku. Aku setuju dengan permintaanmu."

Orang di ujung telepon terdiam beberapa detik, kemudian baru terdengar suara tawa ringan.

"Pria itu, sekali nggak setia, nggak perlu dipertahankan lagi. Kalau sudah nggak ada rasa, ya ganti saja. Kamu juga boleh gitu ke aku."

"Tiga hari kemudian, proyekku akan selesai. Nanti aku akan pergi menjemputmu."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
14 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status