LOGINDi luar ruang operasi aborsi, dokter membujuk Angelica Andara, "Aborsi akan berdampak buruk pada kesehatan. Kalau kandungan masih bisa dipertahankan, usahakan untuk dipertahankan. Apa perlu kamu menghubungi anggota keluargamu lagi?" Angelica mengambil ponselnya untuk mengirim pesan kepada Anthony Leonardo. [Aku sedang berada di rumah sakit. Aku berencana menggugurkan anak ini.] Anthony membalas. [Hmm.] Angelica memperlihatkan layar ponsel kepada dokter. Dokter pun tidak mengatakan apa-apa lagi, langsung berbalik mempersiapkan operasi. Angelica menatap beberapa kata itu. Selama ini, dia mengira Anthony memiliki karakter dingin, tidak suka berbasa-basi. Hanya saja, setelah lima tahun menikah, dia baru menyadari sebenarnya Anthony bukanlah tipe orang yang dingin, tetapi dia hanya memberikan seluruh kehangatannya kepada teman perempuan yang tumbuh bersamanya sejak kecil, Feodora Tanaka. Setelah seluruh kehangatan itu sudah dia curahkan, yang tersisa untuk Angelica tentu saja hanyalah sikap yang datar. Anthony berkata, "Pernikahan memang seperti ini. Hidup yang sederhana dan tenang justru yang paling nyata. Memangnya nggak bagus kalau kita menjalani hidup dengan tenang?" Angelica tidak bisa membantah, jadi dia belajar untuk menerimanya. Namun setelah lima tahun menikah, Angelica baru mengetahui bahwa orang yang mengobrol dengannya, entah sejak kapan telah berubah menjadi teman perempuan yang tumbuh bersama Anthony sejak kecil.
View MoreAwalnya Angelica mengira semuanya sudah berakhir.Namun setelah Anthony siuman, dia tetap tidak bersedia kembali ke tanah air.Entah dari mana dia mendapatkan alamat Angelica. Setelah lukanya sudah mulai pulih, dia pun muncul di hadapan Angelica.Luka di bagian samping pinggang Anthony masih belum sembuh total. Ketika berdiri di tempat, dia bahkan kelihatan agak mengenaskan.Angelica tidak menemuinya. Dia berencana untuk membiarkannya selama beberapa hari. Anthony pasti akan mundur dengan sendirinya. Namun, dia sudah merendahkan keteguhan Anthony.Anthony meminta seseorang untuk mengantar sebuah kotak perhiasan. Di dalamnya terdapat sebuah kalung model eksklusif dari merek terkenal, kemudian ada juga selembar kartu yang ditulis tangan. Di atasnya tertera satu baris tulisan.[Maaf, aku mohon beri aku satu kesempatan lagi.]Angelica menatap kartu itu selama tiga detik.Kemudian, dia membuka pintu dan langsung membanting kuat kotak perhiasan di hadapan Anthony.Kotak terpental hingga terb
Feodora menunduk untuk menatap pisau di tangannya. Dia pun merasa kaget."Aku … aku bukan …." Sekujur tubuh Feodora gemetar. Dia terus melangkah mundur. "Kak Anthony, aku bukan sengaja …. Aku nggak kepikiran …."Anthony menatap Angelica yang sedang duduk di atas tanah.Darah tidak berhenti mengalir dari samping pinggang. Wajahnya juga sudah kelihatan pucat. Sudut keningnya dipenuhi dengan keringat dingin. Namun, tatapannya ketika menatap Angelica malah terlihat lembut."Kamu nggak terluka, ‘kan?" tanya Anthony.Suara terdengar sangat lirih, seolah telah menguras seluruh tenaganya.Angelica terbengong di tempat. Matanya terbelalak. Ketika melihat warna darah terus menyebar di atas kemeja Anthony, pikirannya menjadi hampa.Anthony berjalan maju satu langkah ke sisi Angelica. Lututnya terasa lemas, seketika setengah berlutut di atas tanah."Angelica …."Anthony mengulurkan tangannya hendak menyentuh wajah Angelica. Namun, jari tangannya malah berhenti di udara.Dia tersenyum getir, kemudi
Angelica menatap Andrew sekilas dengan tidak berdaya.Dia tahu kenapa Andrew berbuat seperti ini. Sepertinya Andrew ingin dia sepenuhnya memutuskan hubungan dengan masa lalunya.Belum sempat Angelica mengatakan sesuatu, Anthony sudah berjalan maju dengan langkah besar.Langkah kaki Anthony sangat cepat. Dia kelihatan begitu buru-buru. Namun ketika berjalan ke hadapan Angelica, dia segera berhenti, seolah-olah tidak tahu bagaimana mendekati Angelica."Angelica." Suara Anthony terdengar serak. "Aku sudah mencarimu begitu lama …. Kenapa kamu pergi tanpa berpamitan sama sekali? Kenapa kamu nggak bersedia memberi tahu masalah itu kepadaku?"Anthony mengulurkan tangannya ingin menyentuh pundaknya.Angelica langsung mundur selangkah.Tangan Anthony terkaku di udara. Tatapannya seketika menjadi suram.Angelica menatapnya dengan ekspresi tenang."Jangan berpura-pura seolah merasa terharu.""Apa aku nggak pernah beri tahu kamu? Aku sudah beri tahu semuanya kepadamu.""Saat aku hamil, aku sudah m
Feodora duluan mengalihkan pandangannya. Dia melirik sekilas Andrew yang berada di sisi Angelica, lalu bergegas berjalan maju dan berbicara dengan nada rendah."Kak Angel, bisakah kita bicara sebentar?"Belum sempat Angelica membalas, Feodora sudah berbalik berjalan ke gang sebelah, seolah-olah yakin Angelica akan menyusul langkahnya.Kening Andrew berkerut. Dia memiringkan kepalanya untuk menatap Angelica.Angelica menggeleng padanya, lalu berdiri dan mengikuti langkah Feodora.Suasana di dalam gang sangat hening. Cahaya matahari dihalangi oleh bangunan di dua sisi. Hanya tersisa sedikit cahaya yang jatuh di atas permukaan lantai.Feodora membalikkan tubuhnya, lalu berkata dengan terus terang."Kak Angel, kenapa kamu bisa berdua dengan orang itu?" Nada bicara Feodora terdengar sedikit menyalahkan. "Apa kamu sudah mengkhianati Kak Anthony?"Angelica tidak berbicara, melainkan menatapnya dengan tenang.Ketika Feodora menyadari Angelica tidak menjawab, dia pun kembali berkata dengan pani












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.