Short
Penyesalan Yang Dimulai Dari Sepotong Abalon

Penyesalan Yang Dimulai Dari Sepotong Abalon

Par:  TomoComplété
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapitres
3Vues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Di acara makan malam perusahaan, Rani, si anak magang melemparkan abalon yang sudah digigitkan satu kali langsung ke dalam piring tunanganku. Tanpa ragu sedikitpun, dia mengambil dan memakannya. Malam itu juga, aku merobek perjanjian pernikahan politik kami sampai hancur berkeping-keping, lalu membuangnya ke tempat sampah. Tunanganku melepas kacamata dan mengerutkan kening, “Hanya gara-gara sepotong abalon itu?” “Itu abalon yang sudah dia gigit, baru dikasih ke kamu.” Hery mendongak, matanya menatapku dengan sinis, “Stella, aku nggak menyangka kamu sepicik ini.” “Baiklah, ya sudah kalau nggak mau menikah. Kamu jangan menyesal.” Dia sangat yakin aku akan kembali mengejarnya seperti dulu. Namun, aku malah tersenyum. “Iya, yang menyesal nanti adalah anjing.”

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1

Hari itu juga, aku mendatangi orang tuaku dan meminta mereka mengganti pasangan nikah politikku.

Meski kaget, mereka tak banyak bertanya dan langsung menyetujuinya.

Benar dugaanku, Hery langsung memulai aksi perang dingin.

Memblokir, menghapus nomor dan memutus seluruh jalur komunikasi. Dia begitu mahir, seolah-olah sedang menjalankan rutinitas biasa.

Dia mengira aku akan kembali padanya dengan sendiri seperti biasa.

Namun kali ini, aku menatap pemberitahuan permintaan pertemanan yang berkedip di layar. Jariku menggantung cukup lama di atasnya, tapi pada akhirnya tak menekan tombol konfirmasi.

Seminggu kemudian, sebuah pengumuman muncul di grup ruang obrolan kantor.

[Pesta ulang tahun Pak Hery, semua karyawan wajib hadir.]

Karena tak ingin membuat suasana menjadi canggung, aku tetap pergi.

Saat mendorong pintu ruang VIP, kulihat Hery duduk di kursi utama. Di sampingnya, Rany menempel begitu dekat berbisik di telinganya.

Mereka berdua mengobrol dengan suara pelan, larut dalam dunianya sendiri, tak bisa diganggu orang lain.

Di tengah gurauan itu, jarak mereka semakin dekat. Seolah-olah dalam hitungan detik berikutnya akan berciuman.

Aku mengalihkan pandangan, memilih duduk di sudut ruangan, lalu minum sendirian.

Rekan-rekan kerja bergantian maju memberikan hadiah, tapi aku tak bergerak.

Sampai akhirnya, sebuah bayangan menghalangi pandanganku.

Aku mendongak, tepat berhadapan dengan wajah tampan Hery yang tampak kesal.

“Stella, di mana hadiahku?”

Dulu, untuk hari seperti ini, aku pasti akan menyiapkannya beberapa bulan sebelumnya.

Aku bahkan pernah merakit miniatur istana yang bisa berjalan untuknya.

Saat roda nya berputar dan cerobongnya mengeluarkan asap, Hery menggenggam tanganku dan berkata,

“Kita juga akan seperti ini, menemukan istana untuk pulang.”

Waktu itu aku benar-benar percaya. Tak disangka, janji selamanya yang dia ucapkan bahkan tak bertahan tiga tahun.

“Lupa,” jawabku datar.

Raut wajah Hery langsung memuram.

“Kamu mau merajuk sampai kapan? Hanya gara-gara masalah sepele begitu?”

Tatapanku menyapu bekas jejak basah penuh keintiman di bibirnya, membuat perutku mendadak mual.

“Aku nggak sedang merajuk. Soal membatalkan pernikahan itu serius.”

Ekspresinya sempat kaku sejenak.

Namun, setelah Rany menggenggam jarinya, Hery kembali bersikap tenang.

“Kak Stella, jangan salah paham,” potong Rany dengan nada lembut yang dibuat-buat.

“Aku hanya nggak tega melihat makanan dibuang. Kalau Kak Stella begitu nggak suka, acara makan berikutnya, aku baru ikut makan setelah semuanya selesai saja.”

Ucapan itu langsung memicu insting perlindungan dalam diri Hery.

“Rany, kamu berhak dapat yang terbaik! Yang seharusnya pergi itu Stella, emangnya dia kira dirinya siapa?”

Rany berjalan mendekat dan mendaratkan tangannya di bahuku.

“Kak Stella, jadi wanita itu harus belajar berlapang dada. Kak Hery bahkan nggak bisa tidur nyenyak beberapa hari ini. Meski sifat kalian kurang cocok, bagaimanapun kalian punya ikatan pernikahan...”

Aku menepis tangannya, lalu terkekeh sinis,

“Rany, kamu tahu apa yang paling kukagumi darimu?”

“Nggak hanya bermuka dua, tapi juga bisa dengan tak tahu malunya merebut tunangan orang lain.”

Seketika, senyuman di wajahnya langsung membeku. Hery pun terpancing emosi.

“Stella, atas dasar apa kamu memfitnah Rany?!”

“Fitnah? Kalau begitu coba jelaskan kok setiap barang yang kamu berikan padaku, dia selalu punya yang sama persis?”

“Kok setiap kali kita bertengkar, ceritanya selalu tersebar luar melalui dia? Dan lagi, bagaimana dia bisa tahu kalau kamu punya bekas luka di tulang ekormu...”

“Cukup!”

Suara tamparan keras bergema di dalam ruang VIP.

Telinga kiriku berdengung. Tatapan kasihan dan ejekan dari rekan-rekan kerja di sekeliling tertuju di tubuhku, seperti rintik hujan yang tak bersuara,

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
9
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status