Share

Bab 412

Author: Kamari
Pelayan Keluarga Sutedja hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh detik untuk menangkap Susan. Mereka mencengkeram kedua lengannya, lalu melemparnya ke dalam kamar seperti membuang sehelai kain bekas, membuat tubuh Susan terempas dengan keras ke lantai.

Rasa sakit yang luar biasa mendadak muncul dari perut Susan. Kegelapan dan rasa tidak berdaya menyelimuti seluruh tubuhnya. Susan meringkuk di lantai sambil menahan rasa sakit, hingga keringat dingin membanjiri tubuhnya. Susan kejang-kejang ka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ros
Minta aja satu permintaan. Utk membantu membuka perusahaan digital
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 535

    Siapa sangka Yunda berbalik kembali. Sebelum Daniel sempat melangkah masuk ke kamar rawat, Yunda menutup pintu dengan cepat, lalu bergegas menghampiri tempat tidur Susan.Susan menatapnya dengan tenang."Susan, apa sebenarnya yang sedang terjadi?" tuntut Yunda dengan suara tajam.Susan menatapnya dengan pura-pura khawatir. "Apa kamu sangat cemas?"Yunda menggertakkan gigi sambil berkata dengan suara rendah, "Susan, berhentilah bersandiwara. Kamu pasti mengetahui sesuatu. Kamu tahu kalau kali ini bukan aku yang menaruh obat itu!"Susan menjawab dengan pelan, "Ya, aku tahu bukan kamu pelakunya."Wajah Yunda berubah drastis. "Sudah aku duga! Ternyata kamu benar-benar menjebakku. Kamu ….""Tapi Ryan sudah mulai meragukanmu," potong Susan.Susan memajukan tubuhnya sedikit untuk menatap mata Yunda.Pupil mata Yunda bergetar hebat. "Mustahil. Ryan percaya padaku!"Susan tersenyum simpul, sementara matanya menatap Yunda dengan pandangan iba. "Kalau Ryan benar-benar percaya padamu, kenapa dia n

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 534

    Setelah hening sejenak, Ryan akhirnya berkata, "Tapi memang benar nggak ada bukti kuat yang menunjukkan kalau Yunda pelakunya."Susan mendongak, menatap Ryan dengan senyum simpul yang sarat akan sindiran. "Aku tahu. Apa pun yang melibatkan Nyonya Yunda, hasilnya pasti akan sama seperti kejadian lima tahun lalu. Semuanya akan menguap tanpa kejelasan."Ekspresi Ryan akhirnya berubah.Wanita di tempat tidur rumah sakit itu tampak sangat kurus, tenggelam di balik seragam pasien yang longgar, membuatnya terlihat makin rapuh.Karena efek obat, wajahnya masih sangat pucat, sementara bibirnya kering. Rambut indahnya tergerai ke belakang, sementara helai-helai rambut kecil di pipinya terselip di balik telinga, menonjolkan wajah mungilnya yang halus dengan mata yang berkilat jernih.Cahaya lampu rumah sakit yang putih menyinari matanya, membuatnya seolah-olah dipenuhi genangan air mata, seakan dia hendak menangis.Tiba-tiba, Ryan merasa tidak sanggup menatap matanya.Namun, sebelum pria itu semp

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 533

    Mengapa semua ini terjadi begitu kebetulan? Susan diberi obat, sementara Ryan melihatnya dengan mata kepala sendiri.Semua rangkaian peristiwa ini seolah sengaja dirancang untuk menyudutkan Yunda sebagai tersangka utama.Kini, Yunda merasa terjebak dalam situasi di mana pembelaannya terdengar sia-sia.Dulu, apa pun yang terjadi, Ryan akan selalu berdiri di pihaknya tanpa ragu.Namun, kali ini pria itu tidak langsung membelanya.Untuk pertama kalinya, Yunda merasakan betapa menyesakkan dan pahitnya dituduh atas sesuatu yang tidak dia lakukan.Yunda bahkan mulai curiga bahwa semua ini adalah jebakan yang dirancang oleh Susan sendiri.Jika tidak, bagaimana mungkin semuanya terjadi begitu kebetulan?Susan setengah bersandar di kepala tempat tidur. Sorot matanya dingin, sementara wajahnya tampak tenang dan acuh tak acuh.Setelah Yunda selesai berbicara, Susan menyunggingkan senyum simpul yang penuh arti, lalu menarik tangannya dari genggaman Yunda."Aku percaya padamu. Karena itulah aku tah

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 532

    Daniel mengangkat alisnya. "Kamu tahu siapa pelakunya?"Susan mengerjapkan mata.Membicarakan tentang obat itu kembali membuat wajah Daniel menjadi sangat muram. "Apa kamu mengenalnya? Apa dia masih ada di bar sekarang?"Susan terdiam sejenak. "Hmm .... Bisa dibilang kami saling kenal. Tapi dia sudah nggak ada di bar lagi."Nada suara Daniel langsung menjadi dingin, "Kalau begitu kita harus bergerak cepat.""Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Susan.Daniel berdiri, sementara senyum sinis tersungging di bibirnya. "Apa lagi yang ingin aku lakukan? Tentu saja memberi pelajaran pada bajingan itu. Kalau terlalu lama, dia bisa melarikan diri."Susan menyentuh hidungnya pelan, lalu berkata dengan suara yang sangat lirih. "Jangan khawatir, biar aku sendiri yang membereskannya."Daniel berdecak kesal. Dia memegang bahu Susan untuk menekannya kembali ke tempat tidur. "Kamu sedang sakit, jadi beristirahatlah saja. Jangan sok kuat. Kamu hanya perlu mengatakan saja siapa yang memberimu obat itu."

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 531

    Tiba-tiba, hati Yunda diselimuti rasa gelisah.Dia tidak bisa memahami sikap Ryan saat ini. Dia tidak tahu apakah pria itu sedang menyalahkannya, atau mulai meragukannya.Hal yang paling mengejutkan bagi Yunda adalah kenyataan bahwa Ryan tidak langsung berdiri di pihaknya seperti biasanya.Jika dipikirkan baik-baik, ada kemungkinan besar Ryan benar-benar mulai mencurigainya.Ryan meragukannya … hanya karena Susan.Yunda meremas jemarinya dengan gugup. "Aku nggak tahu .... Mungkin Susan sendiri yang salah ingat. Bisa jadi bukan gelas air itu yang bermasalah."Ryan membuka matanya, lalu menoleh untuk menatap Yunda dengan sepasang mata hitam yang dalam dan sulit ditebak."Ayo kita ke rumah sakit sekarang untuk menjenguknya," ujar Ryan.Jari-jari Yunda meringkuk seketika. Dia mengangguk dengan kaku. "Baiklah, memang sudah seharusnya kita menjenguk Susan."Yunda memaksakan sebuah senyum simpul. "Tapi kita nggak tahu Susan dibawa ke rumah sakit mana."Tanpa perlu berpikir panjang, Ryan langs

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 530

    Satu kata itu terlontar dari bibir Daniel dengan sangat dingin.Yessica terpaku.Daniel tidak pernah membentaknya sekasar ini.Belum pernah.Tatapannya, ekspresinya, hingga nada bicaranya, semuanya terasa begitu tajam dan penuh amarah.Namun, pria itu memperlakukan Susan dalam dekapannya dengan begitu lembut dan penuh kasih. Berkali-kali Daniel menunduk hanya untuk memastikan kondisi wanita itu.Kening Daniel berkerut cemas, tanpa sedetik pun mengendur.Daniel juga tidak pernah memperlakukannya seperti itu.Hanya rasa suka yang tulus dan keinginan untuk melindungi yang bisa memicu reaksi sedalam itu.Yessica terdesak ke sudut hingga punggungnya menempel di dinding. Dia menatap kosong, terpaku melihat Daniel yang menggendong Susan menjauh.Yessica berdiri mematung cukup lama. Bahkan setelah punggung Daniel menghilang dari pandangan, dia masih belum bisa mengalihkan matanya."Yessica, apa kamu baik-baik saja?"Ketika mendengar suara Yunda, barulah Yessica memutar lehernya yang kaku perla

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 383

    Sherra baru menyadari tatapan orang-orang di sekitarnya, lalu dia berbalik untuk memelototi Vandi.Ini semua salah pria ini!Sayangnya, Vandi sedang menundukkan kepala dalam-dalam, jadi dia tidak bisa melihat tatapan tajam itu.Sebenarnya, Susan pun ingin tahu apa hubungan sebenarnya antara Vandi da

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 396

    Sudahlah, Susan pasrah saja."Kalian lagi ngomongin apa?"Tepat pada saat itu, Daniel keluar dari apartemennya sambil membawa segepok uang kertas berwarna merah.Saat melihat Daniel, fokus Bibi Via langsung berpindah ke pemuda itu. Dia berjalan menghampiri Daniel dan berujar dengan kesal, "Kamu itu

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 386

    Susan menyewa sebuah apartemen dan di situlah dia tinggal bersama Wirda dan Sherra. Itu adalah rumah kecil di sebuah desa perkotaan dan cukup tua dengan dinding yang bercorak. Jaraknya kurang dari dua meter dari rumah-rumah di sekitarnya. Ada banyak penduduk di sekitar, sebagian besar adalah pekerja

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 395

    Susan merasa tidak perlu bertele-tele lagi."Maksudku, kamu masih berutang ...."Daniel tiba-tiba tampak seperti hendak melompat saking gelisahnya dan berkata dengan ekspresi tegas, "Jangan berpikir aku akan membalas budimu dengan tubuhku! Meskipun kamu membantuku dan membawaku ke rumah sakit, meski

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status