Beranda / Pendekar / Kultivasi Awan Surga / 25 Hasrat Meninggi

Share

25 Hasrat Meninggi

Penulis: Klan Fang
last update Terakhir Diperbarui: 2024-08-06 01:07:21

Hasrat Xi Feng semakin meninggi saat dia mendengar suara jeritan dari Wang Cho'in itu, sehingga Xi Feng mempercepat gerakan lidahnya.

Xi Feng menjilati daerah keintiman milik Wang Cho'in dari atas ke bawah, balik lagi ke atas. dia melakukannya dengan penuh sensasi.

Xi Feng adalah seorang pria yang sangat berbakat karena itu walaupun pengalaman belum banyak, tapi Xi Feng selalu memastikan pasangan hubungan intimnya akan merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Berangkat dari pengalamannya bersama Zhang Lin Jun itu, maka Xi Feng kini membuat Wang Cho'in bergelinjang nikmat dengan pinggul yang terus bergerak-gerak menikmati setiap belaian dari lidah Xi Feng yang betul-betul membiusnya dalam kenikmatan yang amat sangat.

Wang Cho'in kembali menarik-narik rambut Xi Feng tanda ada suatu rasa yang tidak tertahankan yang sedang dia rasa.

Wang Cho'in terus berteriak-teriak meracau tanpa arti, menjerit untuk mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan saat ini.

Hingga akhirnya Wang Cho'in berteriak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Virendra Bramastha
CARITA FORNOX.. SANGAT MEMBOSANKAN
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kultivasi Awan Surga   1264 Mereka Meluncurkan Serangan Kuat

    Jangkauan Susunan Besar Awan Merah membentang ribuan mil, namun para kultivator Klan Angin Ilahi masih berada di dalam jangkauannya, tak mampu melarikan diri. Namun, Xi Feng meragukan kemampuannya untuk melenyapkan semua kultivator Klan Angin Ilahi. Taktiknya adalah berpura-pura lemah, membuat musuh lengah. Serangan mendadaknya baru-baru ini terhadap salah satu anggota mereka membuat mereka tak mungkin membiarkan hal ini berlalu begitu saja. Jika mereka tetap tinggal, mereka akan bermain di tangannya. "Terkutuklah manusia-manusia itu, begitu licik dan curang, membunuh Gao Yang! Tak termaafkan!" "Kita tidak boleh membiarkan mereka lolos! Kita akan tangkap mereka dan menuntut hutang darah! Kematian mereka akan seratus kali lebih menyakitkan!" "Kapten Zhu, kita harus menyerang sekarang! Manusia sampah itu menyerang lebih dulu dan membunuh rekan kita. Kita tidak boleh membiarkan mereka lolos!" Para kultivator Klan Angin Ilahi melayang di langit, dipenuhi amarah yang meluap-luap. E

  • Kultivasi Awan Surga   1263 Dia Akan Membunuh Mereka Semua

    Saat Xi Feng memfokuskan pikirannya, kekuatan formasi itu menyala. Bum! Kolom api meletus, melesat ke arah kultivator berwajah persegi dari Klan Angin Ilahi. "Kau mencari kematian!" teriak kultivator itu dengan marah. Menyalurkan Yuan Qi-nya, ia menyulap perisai petir di hadapannya dalam sekejap. "Manusia-manusia bodoh ini berani menyerang lebih dulu Klan Angin Ilahi kita yang terhormat!" para kultivator klan lainnya mendidih karena marah. Sejak jatuhnya Kekaisaran Ming di tangan mereka, manusia hanya pernah melawan mereka. Jarang sekali manusia memulai serangan. Tindakan seperti itu benar-benar tak termaafkan! Bum! Kolom api menghantam perisai petir dengan suara gemuruh, menghalangi namun menghancurkan perisai tersebut. "Aku tak menyangka kekuatan formasi ini sekuat ini, mampu menghancurkan perisai petirku. Tapi jangan terlalu berharap; aku hanya mengerahkan setengah kekuatanku," ejek kultivator berwajah persegi itu dengan nada meremehkan. Ia kemudian melakukan segel tanga

  • Kultivasi Awan Surga   1262 Gu Xiaohan

    Xi Feng membalas, "Siapa bilang aku tidak tahu apa-apa? Klan Angin Ilahi, kan? Yang bertanduk di kepala mereka." Gu Xiaohan terkejut. "Kau benar-benar tahu tentang mereka?" Keterkejutannya hanya sesaat, digantikan oleh desahan. "Apa gunanya tahu? Jika aku tahu kau sendirian, aku tidak akan pernah masuk. Sekarang, aku juga telah menyeretmu ke dalam bahaya. Aku benar-benar minta maaf." Xi Feng tersenyum meyakinkan, "Jangan khawatir dulu. Apa kau benar-benar berpikir formasiku tidak bisa menahan beberapa kultivator Klan Angin Ilahi?" "Tapi para kultivator itu berada di Tahap Roh Primordial." Gu Xiaohan tersenyum kecut, "Tanpa menghadapi mereka, seseorang tidak bisa benar-benar memahami kekuatan mereka. Ya, formasimu memang mengesankan, tapi kau berada di Tahap Inti Emas. Seberapa besar kekuatan yang bisa kau gunakan?" Formasi yang kuat tetap menuntut banyak hal dari pengendalinya, layaknya harta karun ajaib. Sehebat apa pun harta karun itu, di tangan seseorang yang kekuatannya tak

  • Kultivasi Awan Surga   1261 Ia Membubarkan Murid-murid Sekte Awan Merah

    Di alam tersembunyi di balik langit kesembilan, awan petir bergemuruh dengan dahsyat di langit. Petir menyambar cakrawala, pemandangan yang seratus kali lipat lebih menakutkan daripada penglihatan apokaliptik mana pun. Di tengah badai ini, di mana kekuatan petir paling dahsyat, Lee Xue'er duduk bermeditasi, menyilangkan kakinya. Seberkas cahaya spiritual melesat dari kejauhan, menembus kegelapan dengan kilatan sekilas sebelum menyatu dengan wujud Lee Xue'er. Tubuhnya gemetar, dan wajahnya bagaikan permadani emosi—keheranan, kegembiraan, dan sedikit duka. Air mata mengalir deras di pipinya saat pengalaman doppelgänger-nya menyatu dengan pengalamannya sendiri, membuatnya merasakan setiap momen. "Xi Feng... Nona Xue sedang menunggumu..." bisiknya, tatapannya berbinar penuh harap. ... Keluar dari Aula Api Ilahi, Xi Feng melancarkan pemindaian menyeluruh yang menyelimuti seluruh Sekte Awan Merah. Seperti yang telah diantisipasinya, hampir semua Pelindung Inti Emas telah melarikan diri

  • Kultivasi Awan Surga   1260 Mereka Merasa Bersalah

    "Xi Feng, aku sungguh... aku tak sanggup melepaskanmu..." Tatapan Lee Xue'er melembut saat ia menatap Xi Feng, sorot matanya seakan mampu meluluhkan segala kerasnya dunia. "Nona Xue, aku juga tak sanggup berpisah denganmu," bisik Xi Feng. Ia memeluk Lee Xue'er sekuat tenaga. Namun setelah sekitar selusin tarikan napas, sosok Lee Xue'er mulai menghilang dari pelukannya, menjadi bayangan halus. Sambil mendesah, Lee Xue'er mengangkat tangannya dan menyentuh dahi Xi Feng dengan jari telunjuknya. Xi Feng bergidik, seketika dibanjiri aliran informasi yang mengalir deras ke dalam pikirannya. "Di dalamnya tersimpan semua kenangan dan warisanku. Xi Feng, dengan bakatmu, kau pasti akan tumbuh kuat dengan cepat. Nona Xue akan selalu menunggumu, menunggumu menemukanku!" Senyum Lee Xue'er lembut, kecantikannya tak terlukiskan, seolah mampu meruntuhkan kerajaan. Penampakannya perlahan menghilang hingga lenyap sepenuhnya. Seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa, seolah-olah ia hanya bermi

  • Kultivasi Awan Surga   1259 Mereka Akan Berpisah

    Waktu berlalu tanpa suara, dan tanpa disadarinya, tiga hari telah berlalu. Mata Xi Feng terbuka lebar, memperlihatkan kilauan cemerlang, dengan api kembar menari-nari di pupilnya. Bum... Energi dahsyat meletus darinya, menciptakan angin kencang yang menerbangkan debu ke mana-mana. Butuh lebih dari selusin tarikan napas untuk kembali tenang. Xi Feng tampak hampir tidak berubah, namun ada sesuatu yang berbeda darinya. Ia memancarkan aura baru, seperti permata yang telah dipoles hingga menampakkan kecemerlangannya yang sesungguhnya setelah melepaskan semua kotoran. "Bagaimana kabarmu?" Suara Lee Xue'er terdengar. "Bagus sekali, tingkat kultivasiku meningkat lagi." Xi Feng menoleh ke arah Lee Xue'er sambil menyeringai, tak kuasa menahan diri untuk memeluknya. "Hahaha, kita benar-benar berhasil kali ini. Bukankah seharusnya kita menutup kesuksesan kita dengan ciuman?" "Hentikan..." Pipi Lee Xue'er memerah saat ia mendorongnya menjauh. "Tenang saja, Roh Api masih tidur; ia tidak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status