Home / Pendekar / Kultivasi Awan Surga / 3 Tungku Awan Surga

Share

3 Tungku Awan Surga

Author: Klan Fang
last update publish date: 2024-06-20 15:09:53

Sambil menahan nafas dan memejamkan matanya, Xi Feng mulai meminum air mendidih itu.

Dia jadi sangat kaget dan membuka matanya saat dia meminum cairan itu, karena cairan itu ternyata tidaklah panas. Bahkan cairan itu boleh dibilang ternyata berisi air dingin.

Xi Feng meminum air itu sebanyak-banyaknya hingga perutnya terasa kembung.

Dia pikir tungku itu sudah hampir kosong. Tapi saat dia menurunkan tungku itu dan melirik ke arah tungku itu Ternyata isinya masih banyak, hingga sepertinya dia tidak pernah meminum isinya.

Dia tidak lagi memusingkan keanehan itu. Setelah itu, dia mulai siap-siap untuk mandi dengan air dalam tungku itu.

Setelah itu, dia pun mengikuti instruksi dari uap itu untuk menyiram air mendidih itu ke tubuhnya.

Dia sudah tidak setakut sebelumnya karena dia sudah merasakan Air ini yang ternyata tidaklah panas seperti yang dia pikir.

Karena itu dia langsung menyiramkan air itu ke sekujur tubuhnya dari rambut hingga seluruh tubuhnya.

Saat itulah dia berteriak kencang karena dia merasakan sangat panas. Merasakan tubuhnya seperti melepuh, seperti dia menyiram dirinya dengan air mendidih. Padahal sebelumnya saat dia meminum air yang terlihat mendidih itu, dia menemukan rasa air yang sangat dingin.

Tapi kenapa saat dia mandi dengan Air ini, Air ini tiba-tiba menjadi sangat panas sehingga dia takut tubuh dan wajahnya sudah terkelupas.

Dia berusaha berdiri sambil membanting wadah air mendidih itu. Kemudian dia berteriak sekencang mungkin sambil memarahi patung itu.

Dia terus melompat-lompat karena tidak tahu bagaimana caranya untuk menghentikan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Xi Feng terus berteriak-teriak kesakitan seperti orang sekarat hingga akhirnya dia jatuh dan pingsan.

Entah berapa lama dia pingsan. Saat dia terbangun, dia teringat akan apa yang terjadi pada dirinya sebelum dia pingsan.

Dia berusaha menatap ke arah tangannya. Dia pikir tangannya sudah melepuh karena terkena air mendidih dari Tungku Awan Surga itu.

Tapi ternyata tangannya tidak kurang suatu apapun. Tangannya terlihat seperti biasanya.

Dia buru-buru keluar dari gua untuk mencari mata air yang sempat dia lihat sebelumnya. Kemudian dia berkaca di sungai itu, bercermin untuk melihat wajahnya.

Dan dia sangat kaget karena tubuhnya yang sudah tidak memakai baju atas itu ternyata terlihat bersih, tidak ada bekas melepuh atau sesuatu seperti itu. Demikian juga dengan wajahnya.

"Ini sangat mengherankan. Padahal aku ingat betul kalau saat itu ada sensasi terbakar. Tapi kenapa jadi seperti ini? Apakah itu hanya mimpi buruk?"

"Tapi tidak. Itu nyata. Itu bukan mimpi buruk. Lalu kenapa begini? Apa yang terjadi?"

Xi Feng sempat mondar-mandir kebingungan. Kemudian dia teringat akan keterangan di uap itu. "Betulkah Tungku Awan Surga itu bisa membuat aku bisa berkultivasi?"

Selama bertahun-tahun, Xi Feng tidak bisa berkutivasi walaupun dia sempat mempelajari cara untuk berkutivasi di Sekte Alam Agung tetapi dia terus saja gagal.

Kini dia mencoba berkutivasi mengikuti petunjuk yang dia dapat dari sektenya.

Setengah jam kemudian, dia bangkit berdiri. Mendekati sebuah dinding tebing. Kemudian, dia mulai memukulkan tebing itu dengan tangan kirinya dengan sekuat tenaganya.

PRAKKK

Terdengar suara hancurnya permukaan tebing yang sangat keras itu. Permukaan tebing ini, hancur oleh pukulan tangan kirinya.

Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan olehnya di masa lalunya

Dia pun mencoba melakukan pukulan pukulan lagi dan permukaan tebing itu hancur dengan menciptakan lubang yang dalam saat dia memukul kan dengan tangan kanannya.

Kali ini Xi Feng betul-betul kaget. "Berarti aku telah berhasil berkultivasi. Berarti uap itu memang betul adanya. Aku berhasil! Aku berhasil!"

Xi Feng sangat girang. Dia kemudian berteriak-teriak di dasar jurang ini.

Dia kembali ke gua. Dia merasa berdosa kepada patung itu karena dia sempat marah-marah kepada patung itu. Setelah sempat merasakan sakit melepuh setelah dimandikan oleh Tungku yang berada di depan patung itu.

Tapi saat dia tiba di dalam gua di tempat di mana Patung itu berada, ternyata patung itu tidak lagi berada di sana.

Dia tidak tahu di mana patung itu. Yang bisa dia lakukan hanya berterima kasih kemudian melakukan kongtow berlutut di tanah di tempat sebelumnya patung itu berada dan menundukkan kepalanya sebanyak 20 kali sambil berkata, "Terima Kasih, Guru. Terima kasih atas karuniamu. Aku tidak akan melupakan ini."

Saat Xi Feng mengangkat kepalanya dia sangat heran karena di dinding di ujung sana dia melihat ada huruf-huruf yang sebelumnya tidak ada di sana.

Dia berdiri mendekati dinding itu dan membaca huruf-huruf kuno sama seperti yang pernah dia dapat sebelumnya di uap Tungku Awan Surga.

Bunyi dari tulisan itu adalah, "Terima kasih karena kamu telah menganggapku sebagai guru. Sudah sekian lama aku tidak memiliki seorang murid. Aku sangat senang karena bisa memiliki seorang murid lagi."

"Guru, selama ini aku tidak bisa berkutivasi. Tapi sekarang, aku sudah bisa berkultivasi setelah meminum ramuan yang kamu berikan. Sekarang ini, aku ingin mempelajari teknik milikmu. Bolehkan, guru?"

Sekian lama Xi Feng menunggu. Tapi tidak ada jawaban do dinding di depannya ini. Kemudian Xi Feng memalingkan wajahnya ke belakang.

Saat itulah dia melihat huruf-huruf lain berada di tembok belakang. Padahal sebelumnya huruf-huruf itu tidak ada di sana.

Xi Feng mendekati dinding di belakang sana dan mulai membaca

"Tentu saja bisa. Tetapi ilmuku sangatlah rumit kamu harus mempelajari dasarnya dulu. Untuk itu, kamu harus memperdalam Kultivasi Awan Surga dengan cara terus melakukan kultivasi dan untuk sementara aku akan menurunkan jurus pertama dari jurus, Tangan Penahan Badai."

Tulisan itu hanya sampai di situ saja, tapi sekarang ini, Xi Feng sudah tahu kalau tulisan selanjutnya akan berada di dinding belakang tempat dia berdiri saat ini.

Dia segera membalikkan tubuhnya dan di sana dia melihat gambar-gambar dan juga tulisan-tulisan kuno yang berada di dinding itu yang sebelumnya tidak ada di sana.

Itu adalah gambar orang melakukan gerakan-gerakan. Di situ juga ada gambar seperti angin yang melanda orang itu tapi orang itu melakukan gerakan-gerakan untuk menahan angin itu.

Xi Feng mulai melakukan gerakan-gerakan yang ada dalam gambar itu.

Seluruh tembok gua ini, sudah penuh dengan gambar dan tulisan-tulisan petunjuk akan gambar-gambar itu dan sepertinya tulisan dan gambar itu sudah tertulis di sana sejak lama hanya saja baru muncul lagi seperti kemauan guru dari Xi Feng ini.

Dia belajar begitu tekun dan menyelinginya dengan berkultivasi.

Hanya dalam beberapa waktu lamanya dia mulai menguasai jurus pertama dari Tangan Penolak Badai itu.

Setelah 5 hari. Dia berkata, "nampaknya aku sudah siap untuk jurus kedua. Apakah jurus kedua itu, guru?"

Setelah melakukan pertanyaan itu, dia kembali menoleh ke arah belakang dan di belakang sana dia menemukan jawabannya. Dia pun segera membacanya.

"Kamu harus menyempurnakan jurus pertama dari Tangan Penolak Badai itu dulu. Caranya adalah, kamu harus bertarung."

"Bertarung? Tapi caranya bagaimana? Aku pikir aku seorang diri di dasar jurang ini. Jadi bagaimana caranya aku bertarung?"

Di bagian tembok belakang dia kembali menemukan jawabannya. "Kamu memang sendirian di dasar jurang ini. Untuk itu, kamu harus naik ke atas sana dan melakukan pertarungan supaya kamu bisa menyempurnakan ilmumu dengan pertarungan."

"Tapi kultivasiku masih terlalu rendah untuk naik ke atas sana. Aku tidak sanggup naik ke atas sana, guru."

"Pergilah di depan batu besar berwarna hijau. Dari situ kamu akan aku hempaskan naik ke atas sana."

"Baiklah. Kalau begitu, aku akan segera naik ke atas sana." Setelah itu, aku akan turun lagi ke bawah sini untuk jurus berikutnya. Iya kan?"

"Tidak! Ini pertama kalinya kamu datang ke jurang tanpa dasar ini dan terakhir kalinya juga kamu datang ke jurang tanpa dasar ini. Kamu tidak akan pernah lagi bisa kembali ke tempat ini hidup-hidup."

"Kenapa begitu? Lalu bagaimana caranya aku memperoleh jurus keduaku dan jurus berikutnya lagi?" tanya Xi Feng penasaran.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Harianto Gunawan
bah cuma di kasih 1 jurus dasar aja, ...
goodnovel comment avatar
Basyarudin
Pendekar sakti mulai beraksi
goodnovel comment avatar
Muh Darwis Lestari
asyik udah mulaiii
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kultivasi Awan Surga   1554 Kembali ke Akhir yang Besar (2)

    Suara runtuhan bergema tanpa henti di belakangnya, dan permukaan danau yang tadinya tenang mulai bergejolak dengan gelombang dahsyat. Xi Feng menyimpulkan bahwa air di sekitar pulau itu berasal dari danau ini. Karena Yuan Qi dapat dimanfaatkan di perairan tersebut, ia percaya bahwa jika ia dapat menempuh jarak lima puluh meter, ia dapat memanfaatkan Yuan Qi untuk mendapatkan Mimpi Biru. Lima puluh meter adalah jarak yang sepele, jarak yang bahkan orang biasa pun dapat lari dalam hitungan detik. Tetapi sekarang, dengan dunia yang berguncang di sekitarnya, menjaga keseimbangan adalah tantangan, apalagi berlari. Tanpa gentar, Xi Feng maju dengan penuh tekad. Empat puluh meter, tiga puluh meter, dua puluh meter... Dengan bunyi "plop," ia jatuh tersungkur di jembatan. Pulau di belakangnya hampir lenyap; ia harus kembali berdiri. "Ah!" Dengan raungan, ia berpegangan pada pagar jembatan dan menarik dirinya ke atas. Kemudian, hampir seperti terbang, ia menempuh lima meter terakhir.

  • Kultivasi Awan Surga   1553 Akhir yang Besar(1) 

    Menyadari bahwa Soong Weiping teguh dalam niatnya untuk membunuh, Xi Feng tahu dia tidak bisa terus menghindar. Ren Qiu telah menyebutkan bahwa tingkat kultivasi Soong Weiping hanya satu tingkat di bawah miliknya. Dengan Ren Qiu berada di Tingkat Lima Pengamatan Kehampaan, tingkat kultivasi Soong Weiping setidaknya harus berada di Tingkat Dua Pengamatan Kehampaan. Xi Feng sendiri baru mencapai tingkat kelima Jiwa Ilahi, dan bahkan dengan kekuatan penuh di balik Energi Nagaisasi, dia hanya mampu melawan seseorang di sekitar tingkat pertama Pengamatan Kehampaan. Menghadapi seseorang di atas tingkat kedua adalah prospek yang menakutkan. "Xi Feng, bersiaplah untuk menghadapi akhirmu!" Teriakan Soong Weiping bergema saat dia berdiri tegak, tangannya dengan cepat membentuk serangkaian segel tangan. Dalam sekejap mata, beberapa sosok yang identik dengan Soong Weiping muncul di sampingnya, meniru setiap gerakannya. Mereka seperti klon! Hanya setelah delapan klon muncul, Soong Weiping me

  • Kultivasi Awan Surga   1552 Uji Cermin(2) 

    Xi Feng memanggil, tetapi keheningan menyusul. Jelas bahwa suara dari dalam tidak terdengar dari luar. Dan setelah Ren Qiu mengucapkan dua kalimat itu, dia tampak menghilang begitu saja. Memindai area tersebut, Xi Feng tidak menemukan apa pun kecuali kekosongan. Pemindai, yang sebelumnya mengungkapkan bahkan formasi yang paling rumit, sekarang menunjukkan kehampaan. Jelas bahwa pemindai tidak efektif di tempat ini. Apa yang harus dia lakukan? Ruang itu sunyi, tanpa apa pun. Bagaimana dia harus pergi? Duduk di tanah, Xi Feng merenungkan langkah selanjutnya. Dia ingat mimpi yang dialaminya sebelum sadar kembali—mimpi tentang Xiaowu. Tekadnya yang tak kenal lelah untuk menyelamatkannya itulah yang telah membangkitkannya. Ren Qiu telah memperingatkan agar tidak membentuk obsesi, karena itu dapat menyebabkan seseorang tersesat. Mungkinkah dia perlu memenuhi obsesinya untuk melarikan diri? Apakah itu berarti dia harus menyelamatkan Xiaowu untuk menemukan jalan keluar? Namun, jika men

  • Kultivasi Awan Surga   1551 Uji Cermin(1) 

    Soong Weiping dipenuhi amarah, giginya hampir gatal karena frustrasi, namun ia merasa agak tak berdaya. Awalnya, ia hanya bermaksud menyapa Chang Baimei, tetapi Chang Baimei terlalu sombong, bersikeras bergabung dengan Sekte Angin Perak semata-mata karena jasanya sendiri. Sekarang, mereka tidak hanya gagal bergabung dengan Sekte Angin Perak, tetapi mereka juga kehilangan nyawa. Ren Qiu memperhatikan keheningan Soong Weiping dan menambahkan, "Memang, Hee Zhengyuan telah melakukan kesalahan dalam hal ini. Tetapi karena kau sudah memberinya pelajaran, anggap saja impas. Mari kita selesaikan masalah ini." Namun Soong Weiping sama sekali belum siap untuk menyerah. Ia berteriak dengan marah, "Aku tidak peduli, aku perlu tahu siapa... Siapa yang membunuh Chang Baimei? Aku akan membalas dendam." Ren Qiu menghela napas, "Tetua Soong, aku mengerti perasaanmu, tapi tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Kultivator yang membunuh Chang Baimei sudah diterima di Sekte Angin Perak." "Dia lolos sele

  • Kultivasi Awan Surga   1550 Beli Hidupmu! 

    Xi Feng mengikuti Hee Zhengyuan keluar dari aula besar, masing-masing berubah menjadi seberkas cahaya yang melesat ke langit. Dalam sekejap, mereka turun di puncak gunung. Di puncak gunung terdapat sebuah aula, dengan plakat ungu bertuliskan: Aula Penugasan. Ini adalah tujuan Xi Feng. Keduanya menghabiskan waktu selama sebatang dupa terbakar di dalam aula sebelum menyelesaikan pendaftaran sekte mereka. Proses induksi ke dalam sekte cukup sederhana, melibatkan susunan besar Sekte Phoenix Perak yang mencetak tanda formasi di dalam roh primordial calon anggota. Tanda ini memberikan pengakuan oleh susunan besar, memungkinkan akses tanpa hambatan ke sekte di masa mendatang tanpa halangan apa pun. Namun, tanda formasi ini juga berfungsi sebagai pengikat bagi kultivator, memungkinkan pergerakan mereka untuk dipindai dan dilacak. Jika ada yang membelot dan melarikan diri, mereka tidak akan lolos dari pelacakan tanpa henti dari susunan besar. Namun bagi Xi Feng, tindakan-tindakan ters

  • Kultivasi Awan Surga   1549 Benih Kecurigaan 

    "Bagus sekali, Lee Yang, aku benar-benar terkesan dengan caramu bersikap. Aku bisa berjanji sekarang juga: selama kau bersama Sekte Phoenix Perak, aku bisa menjamin keselamatanmu," kata Tetua Ren dengan penuh wibawa. "Terima kasih, Tetua Ren," jawab Xi Feng sambil tersenyum dan membungkuk hormat, kekhawatirannya pun sirna. "Kalian semua, kemarilah," perintah Tetua Ren, matanya menyapu Hee Zhengyuan dan kelompoknya dengan ekspresi gelap. Orang-orang bodoh ini benar-benar tidak becus dibandingkan Xi Feng. Atas perintahnya, Hee Zhengyuan dan yang lainnya segera bangkit dan mendekat dengan hormat. "Tetua, kami sangat berterima kasih atas dukungan Anda. Dengan bukti yang telah diamankan, kami berhutang budi yang besar kepada Anda dan akan mendedikasikan diri kami untuk tugas-tugas kami ke depannya," kata Hee Zhengyuan sambil membungkuk dalam-dalam. "Ya, kita tidak berhasil kali ini, tetapi kita akan lebih tekun di masa depan," Lee Yong dan yang lainnya menimpali, masing-masing menegas

  • Kultivasi Awan Surga   1412 Misi Penting

    Jeritan tanpa henti yang bergema satu demi satu membuat tempat ini tampak lebih menakutkan daripada neraka itu sendiri. Banyak kultivator berusaha melarikan diri, namun ruang di sekitar mereka telah disegel rapat oleh kekuatan formasi, sehingga tidak ada jalan keluar. Para hantu menyerbu mereka d

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Kultivasi Awan Surga   1474 Kau Harus Pergi 

    "Tuanku, semua obat yang Anda minta ada di sini." Murid itu buru-buru mengambil obat-obatan spiritual, mungkin terguncang oleh dampak mengerikan dari kematian rekan Xi Feng. Tanpa membuka kotak giok, Xi Feng mengambil obat-obatan itu, memeriksanya dengan Indra Ilahinya, dan, tanpa menemukan masal

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Kultivasi Awan Surga   942 Pertarungan baru

    Di luar layar cahaya, para murid yang menonton pertempuran bergantung pada setiap kata yang diucapkan oleh Tang Sanshui.Murid-murid baru yang bertarung di Kamp Pertempuran Seratus merasakan kedinginan khusus pada kata-katanya.Tang Sanshui dikenal karena kekejamannya, bukan hanya karena jago berte

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Kultivasi Awan Surga   116 Tinju Tiran Meledak

    Para murid yang berkumpul di sekitar arena dipenuhi kegembiraan saat mereka menyaksikan pertarungan sengit yang terjadi di hadapan mereka."Aku tidak pernah membayangkan Xi Feng akan menjadi sekuat ini. Tak disangka dia bisa bertanding melawan Zhang Yaoguang, terutama dalam kontes kekuatan mentah. Da

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status