LOGINSetelah Tuo Xun memasuki Dunia Budidaya dan gerbang dimensi tertutup, keheningan kembali menyelimuti ruang hampa. Partikel debu kosmik yang sempat bergejolak kini kembali diam, membeku dalam kehampaan abadi. Xiao Quantian tidak membuang waktu. Ia menggerakkan tangannya, Cincin Dewa di jarinya memancarkan kilau samar namun tajam. Dari sana, ia mengeluarkan sebuah token giok hitam milik Xiao Jian. Token itu terlihat sederhana, namun permukaannya dipenuhi ukiran rune yang bergerak hidup. Benda itu memancarkan aura otoritas yang melampaui hukum ruang dan waktu, membuat ruang di sekitarnya bergetar tunduk. Seketika, realitas di hadapan mereka terbelah. Sebuah celah vertikal muncul, lalu melebar dengan kecepatan yang tak bisa diikuti mata. Ribuan pintu cahaya langsung muncul berjejer, memanjang hingga tak terbatas, membentuk koridor dimensi yang agung. Lorong itu seolah menembus batas terjauh eksistensi. Di balik setiap pintu, terpancar aura unik dari berbagai Alam Semesta yang berbeda.
Lalu, di bagian paling belakang, unit paling elit dan mematikan bergerak maju. Tentara Barisan Kosmos. Jumlah mereka sedikit, hanya beberapa ratus orang, namun kekuatan mereka sangat mengerikan, setiap individu setara dengan satu pasukan kecil. Aura mereka menekan udara di sekitar, membuat prajurit dari barisan lain secara naluriah memberi ruang lebih. Semua anggota pasukan ini sudah menjadi Setengah Penguasa Dewa, mulai dari peringkat dua belas hingga peringkat empat belas. Aura mereka stabil dan tajam, seperti pedang yang tersarung namun siap menghunus kapan saja. Mereka tidak perlu menunjukkan apa pun untuk membuat orang lain memberi jalan. Mereka melangkah dalam diam, tetapi pergerakan mereka membuat ruang di depan terbuka secara alami, bukan karena perintah, melainkan karena semua orang memahami perbedaan tingkat yang tidak perlu diperdebatkan. Terakhir, para penguasa kota juga bersiap, meninggalkan ego wilayah mereka demi tujuan bersama. Mereka yang biasanya berdiri di pun
Sebenarnya, penguasa kota Juanjing sudah menyesali perbuatannya jauh sebelum kehadiran Xiao Quantian. Ketika dia tahu Tuo Xun adalah penguasa sejati Alam Hundun, dan dia sangat dekat dengan Xiao Tian, penguasa kota Juanjing sudah berniat untuk berdamai dengan Xiao Tian demi keselamatannya dan juga klan-nya sendiri, menyadari bahwa dendam hanya akan membawa mereka ke liang kubur. Ia hanya tidak menemukan momen yang tepat, karena selama ini jarak antara dirinya dan Xiao Tian tidak pernah benar-benar terbuka. Hari ini, jarak itu terbuka dengan cara yang paling menakutkan, sekaligus paling jelas. Pengampunan ini adalah karunia terbesar baginya. Ia tidak melihatnya sebagai belas kasihan, tetapi sebagai keputusan yang membuat dirinya masih bisa bernafas tanpa memikirkan kapan kehancuran turun. Ia mundur perlahan, menempatkan dirinya kembali ke dalam barisan penguasa kota, kali ini dengan kepala tertunduk, bukan karena malu, melainkan karena rasa syukur yang mendalam. Situasi kembali fo
Sementara itu, kembali ke barak, dinamika kekuasaan sedang bergeser tanpa suara. Namun, di tengah kerumunan elit itu, atmosfer tidak sepenuhnya tenang, ada arus ketegangan yang mengalir di antara para tokoh kuat tersebut. Ketegangan itu bukan karena mereka saling bermusuhan secara terbuka, melainkan karena mereka semua memahami satu hal yang sama, bahwa siapa pun yang paling cepat menempatkan diri di sisi yang tepat akan meraih keuntungan terbesar. Setiap gerakan kecil, setiap kedipan mata, menjadi sinyal yang dibaca oleh lawan bicara. Mereka semua adalah predator yang sedang mencari posisi makan terbaik di sekitar mangsa baru. Dalam situasi seperti ini, sebuah langkah yang terlalu cepat bisa dianggap tidak sopan, tetapi langkah yang terlalu lambat bisa berarti tertinggal selamanya. Dari semua penguasa kota di Alam Hundun, ada satu penguasa kota yang wajahnya memucat drastis dan tubuhnya gemetar hebat ketika melihat Xiao Tian berdiri di sana. Dia adalah penguasa kota Juanjing. Ia
Tidak lama kemudian, langit di atas Barak Barisan Awan dipenuhi oleh distorsi ruang yang beruntun, seolah kain realitas sedang ditarik paksa dari berbagai arah. Garis-garis robekan itu tidak muncul serempak, melainkan bergantian, satu selesai, satu lagi menyusul, membentuk ritme kedatangan yang membuat para prajurit yang masih berada di sekitar barak langsung memahami bahwa ini bukan kunjungan biasa. Udara bergetar dengan frekuensi rendah yang menyakitkan telinga, menandakan bahwa mereka yang datang adalah entitas yang mampu memanipulasi hukum ruang dengan kehendak mereka sendiri. Mereka yang tadi menyaksikan Bencana Ilahi belum sepenuhnya menata napas, tetapi sekarang mereka kembali menahan diri, menjaga jarak, dan membiarkan para tokoh kuat turun tanpa ada pergerakan yang ceroboh. Tekanan atmosfer meningkat tajam. Jika sebelumnya tekanan datang dari langit yang marah, kini tekanan datang dari kumpulan ego dan kekuatan yang selama ini menguasai berbagai sudut Alam Hundun. Ratusan
Xiao Tian sendiri sangat terkejut, jantungnya berdegup kencang menyadari fakta baru tentang keluarganya sendiri. Ia berdiri tidak jauh dari tempat itu, tetapi untuk sesaat, ia merasa jarak pengetahuannya dengan kenyataan yang baru dibuka ini terlalu jauh. Ia sudah melihat banyak hal aneh sejak tiba di Alam Semesta Lautan Kosmik, namun kali ini menyentuh sesuatu yang langsung berkaitan dengan ayahnya. Tangannya sedikit gemetar di balik lengan jubahnya. Ia tahu ayahnya kuat, tetapi memanipulasi waktu pada skala ini adalah sesuatu yang berbeda. Jadi dia diam-diam mengirimkan transmisi suara kepada Xiao Quantian, memastikan pendengarannya tidak salah. “Kakak, tolong jawab dengan jujur. Apakah dunia itu adalah keanehan Alam?” Di luar, wajah Xiao Tian tetap tenang, tidak memancing perhatian. Ia tidak ingin orang lain tahu apa yang ia tanyakan. Ia hanya ingin memastikan, karena jika jawabannya benar, maka ia baru saja menyaksikan pintu yang menuju sesuatu yang jauh lebih besar daripada ra







