Home / Fantasi / Kultivator Inti Semesta / Bab 6: Aku Akan Membuatmu Mengerti

Share

Bab 6: Aku Akan Membuatmu Mengerti

last update Last Updated: 2024-07-30 19:01:24

Xiao Tian yang melihat hal itu mengerutkan keningnya. “Daniel bukan lawannya, orang itu memiliki 280 lingkaran tenaga dalam, sedikit lagi menerobos pendekar kelas empat.”

Ziyan Rouxi seperti salah mendengar, sejak kapan adik angkatnya ini pintar menjadi pengamat?

Daniel menangkupkan tangannya. “Patriark, aku akan melawannya!”

Xing Han mendengus dingin. “Sampah, maju lah!” ejeknya tanpa rasa takut.

Tanpa ragu, Daniel langsung melompat ke depan, mengayunkan pedang yang dipegangnya. Pedang itu bersinar dengan energi berwarna ungu yang misterius.

Dengan gerakan yang begitu cepat dan lincah, Daniel melancarkan serangan bertubi-tubi, baik tebasan maupun tusukan. Namun, Xing Han seolah tak merasa terganggu. Ia menghindar dari setiap serangan Daniel dengan mudah, seolah menari di antara hujan pedang.

Klang—

Daniel melancarkan serangan cepat dan kuat dengan pedangnya, namun Xing Han dengan tenang dan sigap menggunakan sarung pedangnya untuk menahan serangan tersebut. Bahkan Xing Han tidak mencabut pedangnya, seolah mengejek Daniel yang berusaha keras melukainya.

Di sisi lain, Xiao Tian merasa cemas melihat situasi tersebut. Dia menghadap FA Wa dan berkata, "Kakek, Daniel bukan lawannya. Dari serangan Xing Han tadi, jelas dia bermaksud melakukan serangan dadakan dan langsung melumpuhkan Daniel. Ini tidak bisa dibiarkan." Ekspresi Xiao Tian penuh kekhawatiran, sementara FA Wa merenung sejenak, memperhatikan pertarungan yang terus berlanjut antara Daniel dan Xing Han.

"Tian, aku tahu itu. Tapi, tidak ada lagi murid yang bisa bersaing dengannya di bawah usia 17 tahun. Aku harap Daniel menyerah sebelum Dia terluka.” Fa Wa tersenyum pahit melihat ini, itu hanya pertarungan sepihak. Anak bernama Xing Han itu tidak melakukan serangan, walaupun jelas-jelas dia memiliki tenaga dalam yang lebih besar, dia sedang mempermainkan Daniel.

“Kakek, biarkan aku yang melawannya! Aku tidak akan membiarkan orang tua itu mempermalukan kakek di Sekte kakek sendiri.”

“Tian, kamu bahkan belum pernah berlatih. Bagaimana kamu bisa bertarung?”

Xiao Tian menatap kakeknya dengan mata yang tulus, wajahnya penuh keteguhan. "Kakek, Tian akan jujur. Tian sering berlatih tanpa sepengetahuan kakek. Kekuatan Tian lebih dari cukup untuk mengusir tamu tidak diundang itu!" ujarnya dengan tegas.

Melihat wajah serius Xiao Tian, Fa Wa sedikit bingung, dia tidak tahu harus percaya atau tidak. Kedua alisnya bertaut, memperhatikan setiap detail ekspresi wajah Xiao Tian.

Setelah beberapa saat berpikir, Fa Wa membulatkan tekadnya, dia mencoba percaya terhadap Xiao Tian. Lagipula dia mengetahui sifat cucu angkatnya ini, dia bukan orang yang suka bercanda apalagi dalam keadaan seperti ini.

Fa Wa mengangguk pelan, kemudian menepuk bahu Xiao Tian dengan penuh kepercayaan. “Lakukanlah! Namun, jika kamu tidak bisa melawannya kamu segera mengaku kalah.” Fa Wa sangat khawatir, walaupun yang lainnya menyembunyikan kekuatannya, dia bisa melihat semuanya. Tetapi, dia tidak bisa melihat kekuatan Xiao Tian.

****

“Sampah, sekarang sudah waktunya aku mengakhiri pertarungan ini!” Xing Han tiba-tiba mencabut pedangnya, lalu bergerak dengan sangat cepat, dia bermaksud untuk membunuh Daniel, dia tidak ingin melukainya saja.

Namun, ketika pedang Xing Han akan mengenai leher Daniel dan menuntaskan nyawanya, sesosok bayangan mendadak melintas dengan kecepatan luar biasa. Xiao Tian sudah berdiri di hadapan Daniel, melindunginya dari serangan Xing Han. Dengan kekuatan luar biasa, dia menjepit pedang Xing Han dengan kedua jarinya, menahan serangan mematikan itu tepat di depan wajah Daniel.

"Sudah cukup! Atau aku akan memberikan pelajaran terhadapmu!" ujar Xiao Tian dengan nada dingin yang menusuk tulang.

Semua orang di ruangan itu terkejut dengan kemunculan tiba-tiba pria muda tersebut. Para tetua dan murid tercengang, bahkan Fa Wa yang merupakan kakek angkat Xiao Tian sendiri terkejut bukan kepalang.

Xing Han mengerutkan kening, heran melihat sosok yang berani menghentikannya. Ia menatap Xiao Tian yang ternyata masih berusia muda, bahkan lebih muda darinya. Namun, yang membuat Xing Han penasaran adalah aura dingin yang terpancar dari tubuh Xiao Tian, seolah bisa membekukan setiap jiwa yang mendekatinya

“Apakah kamu bermaksud untuk ikut bertarung? Jika ingin bertarung, aku tidak keberatan melawan kalian berdua sekaligus!” Walaupun Xiao Tian menghentikan serangannya, Xing Han masih tidak menempatkan Xiao Tian di matanya.

Xiao Tian menggelengkan kepalanya. “Apakah kamu tidak mengerti maksudku? Jika tidak mengerti. Baiklah, aku akan membuatmu mengerti.”

Xiao Tian menatap patriark Lembah Tanpa Batas itu dengan tajam. “Orang tua, aku tidak tahu darimana asal Anda. Namun, tindakanmu di Sekteku tidak menunjukkan sikap sebagai seorang ahli. Jika Anda menginginkan pertarungan antara murid, bukan seperti ini caranya. Sekte Pedang Tertinggiku akan memuaskan Amda dengan pertarungan yang Anda inginkan.”

Mendengar komentar anak kecil yang tajam itu, wajah Gan Feng memerah, amarah memuncak di wajahnya. Sebagai seorang patriark dari Lembah Tanpa Batas, bagaimana mungkin dia bisa mentolerir kata-kata seorang anak yang belum mengerti tentang dunia persilatan? Namun, sebelum dia bisa meluapkan kemarahannya, Fa Wa, yang berdiri di sampingnya, sudah membuka suaranya terlebih dahulu.

"Gan Feng, apakah kamu tidak merasa malu dengan sikapmu yang kekanak-kanakan? Ucapan Tian benar adanya! Jika kamu ingin melihat kekuatan antara murid Lembah Tanpa Batas dan Sekte Pedang Tertinggiku, aku akan dengan senang hati memenuhi keinginanmu," ujar Fa Wa dengan nada menggoda, seolah menantang Gan Feng. "Tapi sekarang, duduklah di sini, dan kita akan menyaksikan pertarungan antara murid kita dengan tenang," lanjut Fa Wa, menunjuk ke kursi yang sudah disiapkan di sampingnya.

Gan Feng menahan amarahnya. Kedua murid dari Lembah Tanpa Batas dan Sekte Pedang Tertinggi mulai bersiap-siap untuk bertarung.

Semua orang yang hadir bisa merasakan ketegangan di udara, mereka tidak hanya terkejut dengan tindakan Xiao Tian, tetapi mereka juga terkejut dengan ucapan Fa Wa sebagai patriark mereka.

“Apakah patriark akan membiarkan Tian melawan orang itu?”

“Aku tidak tahu! Namun, dari ucapan yang disampaikan patriark, sepertinya memang begitu. Tapi, kamu tahu sendiri, aktivitas Tian setiap hari hanya menyapu halaman, dia tidak pernah melakukan latihan. Jadi bagaimana Tian memiliki kemampuan melawan orang itu?”

Orang-orang mulai mempertanyakan tindakan Xiao Tian dan ucapan Fa Wa.

Menurut penilaian mereka, Xiao Tian adalah anak kecil yang tidak memiliki minat beladiri. Itu bisa diketahui karena anak itu tidak pernah terlihat latihan.

****

Gan Feng menahan amarahnya dan dengan terpaksa duduk di samping Fa Wa. “Jika itu pendapatmu, itu akan lebih baik, aku bisa melihat siapa genius muda dari Sektemu yang sesungguhnya?”

Fa Wa menatap Xiao Tian. “Tian, apakah kamu yakin ingin bertarung?”

Xiao Tian tersenyum tipis. “Kakek, Tian sebenarnya tidak ingin bertarung, karena orang ini tidak membangkitkan minat ku. Namun, tindakannya di Sekte kita terlalu arogan, jadi sepertinya aku tidak bisa tinggal diam.”

Xiao Tian menatap Daniel. “Senior Daniel, kamu bisa turun, biarkan orang ini menjadi urusan ku.”

Daniel sedikit ragu, karena dia juga memiliki pikiran yang sama seperti orang lain. Tapi, kekuatan yang ditunjukkan Xiao Tian untuk menghentikan serangan Xing Han membuat dia berpikir lain. “Baiklah, adik junior harus hati-hati. Orang ini masih menyembunyikan kekuatannya.”

“Senior tidak perlu khawatir, serahkan ini padaku.” Xiao Tian tersenyum ramah terhadap Daniel.

Xing Han mendengus dingin. “Apakah kalian sudah basa-basi nya?”

Xiao Tian tersenyum kecil. Tetapi dalam senyumnya tersembunyi keganasan yang tidak diketahui Xing Han.

Daniel keluar dari arena beladiri membiarkan Xiao Tian berhadapan dengan Xing Han.

Sekarang semua mata tertuju padanya. Mereka ingin melihat anak pemalas itu memiliki kemampuan beladiri atau tidak.

Xiao Tian berdiri tegak di tengah arena, tatapan tajamnya menatap Xing Han yang mencemoohkannya dengan nada sinis. "Anak kecil, jangan salahkan aku karena kejam! Pedang tidak memiliki mata, jadi jangan salahkan aku jika kamu terluka parah," ejek Xing Han sambil menggenggam erat pedangnya.

Orang-orang di sekitar arena baru sadar bahwa Xiao Tian tidak memiliki senjata, mereka mulai bergumam khawatir. Pada saat yang kritis, Daniel langsung bergerak. "Adik junior, ambil ini!" seru Daniel sambil melemparkan pedangnya ke arah Xiao Tian.

Xiao Tian dengan sigap menangkap pedang yang dilemparkan Daniel. Ia mengangguk, "Terima kasih, senior." Kata-katanya penuh rasa hormat, namun nada suaranya tetap tenang dan percaya diri.

Setelah Xiao Tian memegang senjata. Xing Han menatap Fa Wa. “Apakah pertarungan ini sudah bisa dimulai?”

Fa Wa mengangguk setuju, lalu mengangkat tangannya sebagai tanda pertandingan dapat dimulai. Setelah mendapatkan persetujuan Fa Wa, Xing Han tidak mau membuang banyak waktu. Dia ingin mempermalukan bocah kecil di hadapannya.

Xing Han langsung mengeluarkan pedang dari sarungnya, dia melompat dengan kecepatan tinggi.

Xiao Tian tidak bergerak, dia masih berdiri dengan tenang. Ketika Xing Han melakukan tebasan, Xiao Tian hanya mengangkat pedang yang masih berada dalam sarungnya.

Suara benturan senjata langsung terdengar oleh semua orang. Namun, melihat Xiao Tian bisa menahan serangan itu dengan mudah, orang-orang sekarang yakin bahwa Xiao Tian memiliki kemampuan, bukan sekedar omong kosong untuk mencari perhatian.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Ate Driyanto Kriswan
Monster jenius mulai dari unjuk kemampuan dan kekuatan dari rahasia jiwa dan tubuhnya...
goodnovel comment avatar
Yudistira
aku mlh baru tau d sini jg ada tian
goodnovel comment avatar
Evanscapenovel
aduh aing jadi ngakak.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kultivator Inti Semesta   1713

    Xiao Tian tersenyum kecil. “Untuk membunuh ular raksasa, tidak perlu memotong tubuhnya apalagi ekornya. Cukup memotong kepalanya, maka seluruh tubuhnya akan mati. Aku akan membunuh Leluhur mereka dan juga Kaisarnya. Jika kepala mereka yang menjadi sandaran mati. Siapa yang masih memiliki keberanian untuk menyerang?” Ucapan itu membuat banyak orang terdiam beberapa saat. Kata-kata Xiao Tian tidak panjang, tetapi maknanya sangat jelas. Ia tidak berniat melawan seluruh pasukan yang datang secara langsung. Ia ingin menghancurkan pilar kekuatan mereka. Mendengar penjelasan Xiao Tian, rasa ngeri di hati orang-orang sedikit berkurang. Entah mengapa, walaupun hal itu tidak mudah, mereka mempercayai Xiao Tian tanpa syarat. Mungkin karena pemuda itu sering membuat keajaiban. Banyak dari mereka yang masih mengingat berbagai peristiwa sebelumnya. Dari saat Xiao Tian pertama kali muncul di Alam Hundun, hingga perubahan besar yang terjadi dalam waktu singkat. Ranah mereka meningkat dengan kecep

  • Kultivator Inti Semesta   1712

    Puluhan juta kultivator yang sedang berlatih segera menghentikan gerakan mereka. Gelombang aktivitas yang sebelumnya memenuhi dunia itu berhenti hampir bersamaan. Benturan teknik yang tadi masih mengguncang udara mereda dalam waktu yang sangat singkat. Formasi besar yang sedang dibangun perlahan dibubarkan. Para kultivator yang sedang bertarung menarik kembali kekuatan mereka, lalu mengarahkan perhatian ke satu titik yang sama. Tuo Xun muncul bersama beberapa penguasa kota dan para komandan inti. Mereka segera memahami bahwa perintah Xiao Tian tidak mungkin keluar tanpa alasan. “Apakah mereka sudah tiba?” tanya Tuo Xun. “Mereka belum tiba di Alam Hundun. Jarak mereka masih sangat jauh. Kebetulan aku menempatkan banyak formasi pelacak di luar Alam Hundun. Salah satu formasi pelacak ku aktif. Sekarang mereka masih berjarak sembilan ratus juta mil. Mungkin dalam waktu tiga hari, mereka sudah sampai di sini,” jawab Xiao Tian. Ucapan itu membuat suasana yang semula hanya tegang ber

  • Kultivator Inti Semesta   1711

    Kaisar Laut Timur berkata dengan suara yang semakin berat. “Dengan leluhur Istana Laut Timur memimpin pertempuran ini. Kalian semua hanya perlu menyaksikan bagaimana Alam Hundun dilenyapkan dari Alam Semesta Lautan Kosmik.” Gelombang aura dari miliaran kultivator mulai berubah. Keraguan yang sebelumnya muncul perlahan digantikan oleh keyakinan yang jauh lebih kuat. Di berbagai sektor, para komandan mulai mengangkat senjata mereka tinggi-tinggi. Penguasa-penguasa alam yang tadi masih berhati-hati kini mulai menunjukkan semangat yang jauh lebih besar. Miliaran pasukan di bawah mereka merasakan hal yang sama. Salah satu jenderal perang dari Istana Laut Timur berteriak keras. “Hidup Istana Laut Timur!” Teriakan itu segera diikuti oleh gelombang suara dari seluruh pasukan. “Hidup Istana Laut Timur!” “Hancurkan Alam Hundun!” “Hancurkan Alam Hundun!” Suara dari miliaran kultivator bergema di seluruh wilayah Istana Laut Timur. Langit di atas mereka bergetar oleh gelombang suara yang s

  • Kultivator Inti Semesta   1710

    Gelombang pergerakan pasukan yang sangat besar mulai terbentuk. Tidak lama kemudian, Kaisar Laut Timur muncul di langit di atas wilayah utama tempat seluruh pasukan berkumpul. Tubuhnya berdiri tegak di kehampaan, memandang lautan manusia yang memenuhi daratan hingga ke cakrawala. Di bawahnya, miliaran kultivator dari berbagai alam berkumpul menunggu perintah. Wilayah utama Istana Laut Timur yang sangat luas itu sudah tidak lagi terlihat seperti wilayah kekaisaran, melainkan seperti samudra manusia yang tidak memiliki ujung. Formasi-formasi pasukan dari ratusan bahkan ribuan alam kecil dan menengah berdiri memenuhi setiap sektor yang telah disiapkan oleh Istana Laut Timur. Di bagian pusat, pasukan inti Istana Laut Timur berdiri dalam susunan yang jauh lebih rapi dan padat. Di luar mereka, para pasukan bantuan dari berbagai alam tersusun dalam blok-blok besar sesuai asal wilayah masing-masing. Masing-masing blok berisi jumlah yang sangat besar, dan jika keseluruhan susunan itu dilih

  • Kultivator Inti Semesta   1709

    Di bagian tengah wilayah tersebut berdiri pasukan inti Istana Laut Timur. Susunan mereka jauh lebih teratur dibanding pasukan dari alam lain. Puluhan juta Penguasa Dewa Sejati dari Istana Laut Timur berdiri dalam barisan yang terpisah dari pasukan lain. Aura mereka membentuk lapisan tekanan yang jauh lebih kuat dibanding kultivator lain di sekitarnya. Kaisar Laut Timur sangat puas menyaksikan itu. Dia menyeringai dan tersenyum sinis saat menyaksikan lautan manusia. “Bocah, kamu pikir Istana penguasa bisa kamu singgung sesukanya. Sekarang akan ku perlihatkan kekuatan Istana Laut Timur yang sesungguhnya,” gumamnya penuh keangkuhan. Kaisar Laut Timur berdiri di atas Paviliun utama Istana Laut Timur, memandang pasukan yang terus berdatangan dari berbagai Alam. Paviliun itu berdiri sangat tinggi, sehingga seluruh wilayah mobilisasi dapat terlihat dengan jelas dari tempatnya berdiri. Dari sana, lautan pasukan itu tampak seperti arus yang tidak pernah berhenti. Setiap beberapa saat, sus

  • Kultivator Inti Semesta   1708

    Di dalam aula istana, lantai batu yang keras mulai mengeluarkan retakan halus di bawah tekanan aura tersebut. Para pejabat tinggi Alam Huaxia yang berdiri di dalam aula merasakan tubuh mereka ditekan oleh kekuatan yang tidak mampu mereka lawan. Bahkan bagi mereka yang telah mencapai ranah tinggi, tekanan dari Penguasa Dewa Sejati peringkat delapan tetap merupakan kekuatan yang sulit ditanggung. Tetua Agung tetap berdiri dengan tenang di tempatnya, sementara aura miliknya terus menyelimuti seluruh Alam Huaxia. Wanlo merasakan tubuhnya sendiri menjadi berat. Ia sangat memahami makna dari tindakan Tetua Agung itu. Jika ia membuat keputusan yang salah, Tetua Agung tidak akan ragu menghancurkan seluruh Alam Huaxia. Wanlo akhirnya menundukkan kepalanya sedikit. “Tetua, aku akan mempersiapkan pasukan sesegera mungkin. Dan langsung pergi ke Istana Laut Timur,” ucapnya dengan berat hati. Begitu kalimat itu keluar dari mulut Wanlo, tekanan yang menyelimuti aula istana sedikit mereda. Wa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status