Home / Fantasi / Kultivator Terlarang / Bab 34 Perang Berdarah di Taman Mayat

Share

Bab 34 Perang Berdarah di Taman Mayat

Author: Cahaya
last update publish date: 2026-10-01 18:02:14

Sebelum jemari gemetar Bai Wuchen sempat memasukkan Buah Keabadian ke dalam kerongkongannya, lengan iblis milik Lu Chen meluncurkan dorongan gelombang kejut murni yang melesat bagai tembakan meriam gaib, menghantam tepat pada telapak tangan Guru Besar Sekte Teratai Putih tersebut.

CRAAASH!

"Buahku... Buah Keabadianku!" raung Bai Wuchen dengan jeritan histeris yang melengking pecah. Suara anggunnya sirna seketika, berganti menjadi raungan bin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kultivator Terlarang   Bab 80 Lahirnya Setengah Dewa Iblis

    "Kau... ugh!" Surya terbatuk hebat, memuntahkan gumpalan darah kental ke atas sepatu Lu Chen.Rasa sakit yang merobek nalar memaksa Pangeran Barat itu memutar seluruh Qi Puncak Batas Gaib miliknya. Niat membunuhnya meledak. Dengan kelicikan yang tersisa, ia mencoba mencairkan tubuhnya menjadi bayangan."Seni Ilusi Neraka: Perpindahan Ribuan Sukma!"Namun, cengkeraman Lu Chen di bahunya tidak bergeser satu milimeter pun. Tekanan gravitasi dari Lengan Iblis Purba itu mengunci dimensi di sekitar tubuh Surya secara mutlak, membuat seni ilusi kebanggaannya hancur sebelum terbentuk. Meridian di seluruh tubuh Surya menjerit putus asa."Seni Darah Kutukan: Jarum Penembus Sukma!"BZZZZTTT! PRAAANGGG!Jarum darah yang diklaim mampu membunuh seekor naga purba itu hancur menjadi kabut abu-abu bahkan sebelum menyentuh bulu mata Lu Chen. Tolakan energi dari kehancuran jarum itu berbalik menghantam dada Surya.KRAKKK!Lima tulang r

  • Kultivator Terlarang   Bab 79 Pengepungan Pasukan Bintang Kematian

    "Ratakan kota ini! Jangan sisakan satu tengkorak pun utuh untuk bersujud!"DUAAAAARRRRRRR! KRAAAAAAKKKK!Gerbang utama ibu kota yang terbuat dari baja neraka setebal lima depa meledak hancur berkeping-keping. Pecahan baja pijar seukuran rumah menghujani jalanan, menimpa ribuan iblis lokal hingga meremukkan tulang punggung mereka menjadi bubur daging. Jutaan Undead Behemoth monster-monster kerangka raksasa berzirah karatan membanjiri jalanan bagaikan bendungan maut yang jebol. Derap langkah kaki mereka meretakkan lempengan batu obsidian, menciptakan gelombang gempa yang mementalkan mayat-mayat iblis ke udara.Lu Chen masih melayang di atas kawah istana. Hawa Setengah Dewa Iblis Tahap Awal yang memancar dari kulit telanjangnya membuat udara di sekitarnya mendidih dan terdistorsi parah. Ia mendengus pelan, matanya yang merah legam menatap gelombang jutaan pasukan itu layaknya sekumpulan lalat bising yang mengganggu pencernaannya."Biarkan a

  • Kultivator Terlarang   Ban 78 Penyatuan di Kolam Darah

    Punggung Ye Qingyu dan Lin Ruyan menghantam dasar kawah berbatu tajam di bawah Kolam Darah Leluhur. Tekanan merkuri darah di kedalaman ini langsung mematahkan tulang belikat Ruyan, memaksanya memuntahkan darah ungu kental. Lu Chen tidak mendengarkan. Mata hitam legamnya yang dipenuhi urat merah menyala bagai iblis kelaparan tanpa sisa akal sehat. Sisik perak merayap liar di leher dan separuh wajahnya, menggoreskan hawa maut. Ia tidak mengayunkan tinju, melainkan menerjang bagai binatang buas, mengunci kedua wanita telanjang itu di dasar kolam yang terbakar oleh hawa Setengah Dewa."AAAAAAARRRGHHHH!"Jeritan melengking Ye Qingyu memecah kepadatan lahar darah saat Lu Chen menghujam masuk menyatukan tubuh mereka dalam satu sentakan beringas tanpa sedikit pun belas kasihan. Tidak ada pemanasan. Dinding rahim spiritual Qingyu terasa seperti ditusuk oleh pilar besi pijar yang berlapis lahar mendidih. Tulang panggulnya berderak keras nyaris hancur berkeping-keping. Penyatuan ini murni seb

  • Kultivator Terlarang   Bab 77 Kolam Darah Leluhur

    Hantaman melawan permukaan Kolam Darah Leluhur terasa seperti menabrak lempengan baja padat yang dipanaskan. Cairan merah pekat itu tidak memercik layaknya air biasa, melainkan beriak berat seperti merkuri murni. Tulang ekor Ye Qingyu berderak keras akibat tolakan, memaksanya memuntahkan seteguk darah yang langsung mendesis menyatu dengan cairan merah pekat di sekelilingnya."Mustahil! Perisai Pedang Rohku hancur hanya dengan satu sentuhan cairan ini?!" jerit Qingyu, matanya membelalak ngeri melihat aura pedangnya meledak menjadi serpihan cahaya.Suhu kolam itu melampaui batas kewarasan. Dalam hitungan detik, sisa jubah pelayan succubus di tubuh Qingyu dan sutra pelindung milik Lin Ruyan terbakar menjadi abu tanpa sisa.Kulit pucat mereka langsung melepuh parah, memancarkan bau daging panggang dan rambut hangus yang menyumbat rongga hidung."Ini miliaran jiwa iblis neraka yang dikompresi paksa menjadi merkuri beracun!" Ruyan terbatuk hebat, menyemburkan darah ungu kental dari paru-par

  • Kultivator Terlarang   Rapat Berdarah Penguasa Neraka

    "Berani menginjakkan sepatu kotormu di kemah Utara, Pangeran Ming Yu?!"BZZZZTTT! KRAAAKKK!Tombak tulang berduri sepanjang tiga depa melesat menembus bayangan, mengincar tepat ke pangkal leher Ming Yu. Udara di sekitarnya mendidih, melepaskan bau mesiu dan darah busuk.Ming Yu tidak menoleh. Ia hanya mengangkat dua jarinya yang pucat."Seni Kutukan Gerhana: Pemotong Jantung Bisu!"TRAAAAANNGGGG!Ujung tombak tulang yang terbuat dari rusuk naga neraka itu berhenti kaku setengah inci dari kulit leher Ming Yu. Tidak ada ledakan Qi yang menyilaukan. Hanya bunyi retakan halus sebelum tombak pusaka itu hancur menjadi debu kapur berbau anyir."Mustahil! Tombak pusakaku hancur hanya dengan sentuhan jarinya?!" Jenderal Iblis Darah yang melempar tombak itu membelalak ngeri, memuntahkan darah hitam dari mulutnya akibat pantulan energi."Bawahanmu kurang diajari sopan santun, Panglima Yan Lie." Ming Yu tersenyum licik, mem

  • Kultivator Terlarang   Bab 75 Kota Kematian Tanpa Tian

    "Jangan sentuh! Darahku... mengoyak kewarasanku!"KRAAAKKK! BZZZZTTT!"Lu Chen!" Ye Qingyu menerjang maju tanpa mempedulikan hawa panas yang langsung membakar telapak tangannya hingga melepuh. Ia memeluk bahu pria itu yang bergetar hebat. "Tulang rusukmu menonjol keluar! Inti dewa itu memakanmu dari dalam!""Tarik dia! Kita tidak bisa bertahan di sini!" jerit Lin Ruyan. Kuku ungunya menancap ke kerah jubah belakang Lu Chen. "Aura Astaroth telah menghilang total! Ibu kota di depan sana hancur, formasi pelindungnya mati!"Tanpa membuang satu tarikan napas pun, Qingyu dan Ruyan menyeret tubuh Lu Chen yang mengejang liar. "Adipati telah mati! Segel Teritori hancur!""Daging segar! Ada tiga manusia menyeret diri mereka ke gerbang kita! Makan mereka untuk memulihkan energi!"Ribuan iblis tingkat rendah hingga menengah dengan mata merah kelaparan memutar arah, menatap liar ke arah Qingyu, Ruyan, dan Lu Chen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status