Share

BAB 111

Author: Riichan
last update publish date: 2026-06-16 09:47:39

Beberapa hari berlalu sejak malam ketika Maris kembali mendengar kalimat asing di antara nyanyian laut kuno. Namun seperti banyak hal lain yang tidak dapat dijelaskannya, Maris memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Kehidupannya tetap berjalan seperti biasa.

Ia masih bertemu Seraphine hampir setiap hari, lalu pergi ke permukaan untuk bertemu Lycander di malam hari. Tidak ada sesuatu yang cukup besar untuk disebut perubahan. Dan mungkin justru karena itulah, hal-hal kecil yang mu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 119

    “Kenapa kau menjaga jarak, Lycander?” tanya salah satu rekannya.Beberapa rekan lain menoleh ke arah Lycander dan ikut mengangguk. Lycander masih terdiam, ia tetap kepikiran dengan mimpinya semalam. Perasaan tak nyaman atau lebih tepatnya bersalah masih membekas dalam dirinya.“Padahal hanya mimpi, tapi rasa bersalahku terasa sangat nyata,” batinnya. Robert yang juga berada di sana sesekali menatap ke arah Lycander. Memastikan tak ada perubahan pada dirinya.“Hey, Rob! Akhir-akhir ini kenapa kau selalu meminta dipasangkan dengan Lycander setiap kali mendapatkan giliran patroli?” tanya salah seorang rekan. Lycander mendengar obrolan itu, ia juga penasaran alibi apa yang akan dilontarkan oleh Robert pada rekan-rekan lain. Mengingat Robert masih diam-diam mengawasinya.“Lycander, satu-satunya rekan yang tak berisik seperti kalian,” jawab Robert. Jawaban Robert itu justru membuat Lycander sedikit tergelitik, sebab Robert pun juga seberisik rekan-rekan yang lainnya.“Konyol sekali, diri

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 118

    Malam itu langit tampak cerah hingga bintang-bintang terlihat sangat jelas. Maris menikmati momen itu bersama dengan Lycander yang duduk di sampingnya.“Kau beruntung, Lycander!” ucap Maris. Lycander mengangkat alisnya sedikit terkejut mendengar pernyataan Maris itu. Melihat ekspresi Lycander yang seperti itu membuat Maris tersenyum sambil menatap langsung ke arah mata emas Lycander yang sedang menatapnya. “Ya, kau beruntung. Kau bisa menatap langit malam ini semaumu dan dari mana pun selama di daratan. Sedangkan aku…” sebelum Maris menyelesaikan ucapannya itu, Lycander memotong.“Shhhhhh,” bisiknya.Jari telunjuk Lycander tepat di depan bibir Maris seolah ingin menghentikan Maris bicara.“Kau lebih beruntung,” ucapnya akhirnya. Mata Maris sedikit membesar karena terkejut sekaligus penasaran dengan apa yg didengarnya itu.“Bagaimana aku lebih beruntung?” tanyanya.Pandangan Lycander beralih ke arah langit dan tersenyum lalu senyum itu sedikit menghilang saat ia memandang air laut y

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 117

    "Aku harus melakukan sesuatu."Kalimat itu terus terngiang di dalam benak Seraphine selama beberapa hari berikutnya. Bahkan ketika ia sedang sendirian atau ketika ia berusaha mengalihkan pikirannya pada hal-hal lain.Namun semakin ia mengingat pertemuan beberapa hari lalu, semakin sulit baginya untuk melupakan tatapan Nerion. Tatapan yang berubah semakin serius saat melihat kegugupan kecil Maris. Dan hal itu membuat hati Seraphine tidak tenang."..."Karena yang ia inginkan justru sebaliknya. Ia ingin Nerion berhenti melihat Maris.Selama ini, Seraphine selalu percaya bahwa jika Maris berubah, semuanya akan berubah pula. Ia mengira Nerion pada akhirnya akan berhenti memperhatikannya. Ternyata yang terjadi justru kebalikannya.Semakin ada sesuatu yang salah pada Maris… semakin Nerion terlihat memperhatikannya. Hal itu membuat dadanya terasa sesak."Kenapa?" pikirnya."Kenapa kau selalu melihatnya, Nerion?" gumamnya sendiri. Beberapa hari berikutnya, Seraphine kembali fokus memperhatik

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 116

    Beberapa hari setelah mimpi yang bahkan tidak dapat diingatnya, Maris kembali menjalani hari-harinya seperti biasa. Ia masih bertemu Seraphine hampir setiap hari, dan seperti biasa pula, Nerion yang baru kembali dari penyelidikannya tanpa sengaja bertemu dengan keduanya."Hai, apa kabar?" sapanya. Suara tenang itu membuat keduanya langsung menoleh. Seraphine tersenyum kecil. "Nerion!" seru Seraphine."Kau akhirnya kembali," lanjutnya. Nerion mengangguk pelan."Ya, aku kembali."Namun setelah mengatakan itu, tatapannya justru berhenti pada Maris."..."Perasaan aneh itu muncul lagi. Perasaan yang sama yang telah beberapa kali mengganggunya akhir-akhir ini. Dan entah kenapa, Nerion merasa ia tidak bisa terus mengabaikannya.Selama beberapa hari terakhir, ia terus meyakinkan dirinya bahwa semua itu hanyalah kebetulan. Anomali arus dan perasaan aneh yang muncul setiap kali melihat Maris tidak memiliki hubungan apa pun.Namun semakin lama, semakin sulit baginya untuk berpura-pura tidak

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 115

    Sudah beberapa hari berlalu sejak malam itu, ketika Maris menyadari bahwa ia tidak dapat mengingat salah satu kenangan masa kecilnya sendiri. Meskipun terus berusaha menganggap semuanya sebagai hal yang sepele, perasaan tidak nyaman itu belum juga menghilang.Ia beberapa kali mencoba meyakinkan dirinya sendiri."Mungkin aku hanya terlalu banyak berpikir."Dan seperti biasa, Maris memilih untuk mempercayai penjelasan itu. Karena ia tidak tahu harus mempercayai apa lagi.Malam itu, laut terasa tenang seperti biasanya. Cahaya tumbuhan laut menerangi rumah mereka dengan lembut, sementara suara nyanyian laut kuno masih terdengar seperti biasa.Setelah diam-diam kembali dari menghabiskan waktu bersama Lycander di permukaan, Maris akhirnya kembali ke kamarnya dengan aman. Tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya."..."Ia berbaring sambil memandangi langit-langit rumahnya. Perasaan aneh itu masih tertinggal di dalam hatinya. Tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk membuatnya sesekali terdiam.N

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 114

    Beberapa hari terakhir, Nerion hampir tidak pernah berada lama di pemukiman. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengikuti arus laut yang mulai menunjukkan perubahan kecil yang tidak dapat dijelaskan.Tidak cukup besar untuk membuat kepanikan. Namun justru karena itu, semuanya terasa semakin membingungkan."..."Nerion berhenti di tengah lautan yang sunyi. Rambut panjangnya bergerak mengikuti arus, sementara matanya yang tenang memandang pusaran kecil di hadapannya.Seharusnya arus dari wilayah itu mengalir menuju timur. Namun kenyataannya, sebagian justru bergerak ke arah yang berlawanan."Aneh."Ia mengulurkan tangannya perlahan. Arus kecil berwarna kebiruan muncul di sekeliling jari-jarinya. Biasanya, pola seperti itu cukup untuk memperlihatkan hubungan antara arus yang tersembunyi.Tetapi kali ini, hasilnya justru membuat dahinya berkerut."...Tidak mungkin."Nerion menelusuri pola itu sekali lagi. Dan hasilnya tetap sama.Beberapa aliran yang seharusnya saling terhubung just

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 97

    Beberapa hari setelah gerhana berlalu, kehidupan di daratan atau di dalam laut kembali berjalan seperti biasa, namun bagi Maris, ada sesuatu yang sedikit berubah. Ia tidak bisa menjelaskannya dengan tepat, bukan karena laut berbeda atau nyanyian laut kuno kembali terdengar seperti biasanya. Tapi ka

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 96

    Beberapa hari terakhir terasa berbeda bagi Seraphine. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Nerion tinggal lebih lama di pemukiman jadi bisa ditemui kapan saja tanpa harus menunggu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Dan itu sudah cukup membuat hatinya terasa lebih ringan.Malam itu, Seraphin

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 95

    Malam kembali terasa sunyi diantara Maris dan Lycander setelah Robert pergi. Hanya tersisa suara ombak dan angin laut yang bergerak perlahan di antara mereka. Maris masih berada di perairan dangkal, sementara Lycander duduk di batu di dekatnya, kakinya sesekali tersapu air laut. Tidak ada yang lan

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 93

    Kesadaran kembali perlahan, Maris membuka matanya sedikit demi sedikit. Air laut bergerak di sekeliling tubuhnya, membawa rasa sejuk yang menenangkan. Untuk beberapa saat, ia hanya diam.Tubuhnya terasa berat. Seakan seluruh tenaganya terkuras habis."..."Ia mencoba menggerakkan tangannya perlahan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status