L'ombre du maître

L'ombre du maître

last updateLast Updated : 2025-07-19
By:  L'invincibleCompleted
Language: French
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
69Chapters
1.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Élodie, une jeune journaliste intrépide, qui se retrouve fascinée par Damien, un homme mystérieux et charismatique, dirigeant un domaine exclusif où le pouvoir, la douleur et le plaisir se mélangent dans une quête de contrôle absolu. Damien, maître du jeu sadomasochiste, repère en Élodie une femme qui, sous son masque de force et d'indépendance, cache une soif insatiable de soumission. Élodie, d'abord réticente, succombe à l’attraction brûlante qu’il exerce sur elle et entre dans son monde secret. Rapidement, elle devient une élève assidue de ses jeux de pouvoir, apprenant à connaître la frontière entre le désir et la souffrance, l’abandon et la domination. Chaque rencontre avec Damien est une épreuve intense qui pousse Élodie à ses limites physiques et émotionnelles, mais également à une forme de transformation intime qu'elle n’aurait jamais imaginée. L’homme exerce sur elle un contrôle sans faille, à la fois doux et brutal, où chaque douleur infligée devient une libération, chaque soumission une conquête. Cependant, plus Élodie s’engouffre dans cet univers obscur, plus elle se rend compte que sa relation avec Damien dépasse les frontières du simple jeu érotique. La ligne entre amour, dépendance et pouvoir se brouille, et elle doit faire face à une vérité terrifiante : la seule chose qu’elle contrôle vraiment, c’est son propre abandon à lui. Alors que leurs rencontres deviennent de plus en plus extrêmes, Élodie se débat entre le plaisir intense de la soumission et la peur de perdre totalement son identité.

View More

Chapter 1

Chapitre 1 : L’Appel de l’Ombre

Aku mendongak, dan dia berdiri di sana, Jordan Handoko muda berdiri di beranda rumahku dengan seragam militernya, deretan medali di dadanya berkilau diterpa cahaya matahari.

"Elena," sapanya. "Lisa lagi nggak enak badan. Bisa nggak kamu gantikan dia kerja di pabrik hari ini?"

Pada kehidupan sebelumnya, aku pasti akan mengangguk. Aku akan tersenyum lalu bilang, "Nggak masalah, Jordan," dan habiskan dua belas jam berdiri tanpa ngeluh sementara Lisa istirahat.

Tapi kali ini, nggak

"Kesehatannya bukan urusanku," jawabku dengan tenang, tanpa sedikit pun emosi dalam suaraku.

Aku pun berbalik dan melangkah masuk ke dalam rumah, tinggalkan dia terpaku menatap punggungku. Bahkan dari balik pintu, aku bisa rasakan kebingungannya. Namun, kali ini aku sama sekali nggak peduli. Aku langsung jalan menyusuri jalan menuju kantor pos.

Joni lagi berdiri di balik loket, pilah surat-surat dengan sebatang rokok yang menggantung santai di bibirnya. Aku letakkan kedua telapak tanganku di atas meja dan tanya,

"Ada surat buat aku nggak?"

"Belum ada, Elena."

Aku geser sekotak biskuit almond yang aku panggang tadi pagi ke arahnya.

"Kalau suratku sudah datang, jangan kasih ke siapa pun selain aku. Oke?"

Joni berkedip, jelas terkejut lihat kesungguhanku. Perlahan dia mengangguk. "Oke, nggak usah khawatir, Elena. Rahasiamu aman dengan aku."

Aku melangkah keluar, dan ternyata dia sudah tunggu. Jordan bersandar pada tiang lampu di seberang jalan, menatapku tanpa berkedip. Rupanya dia ikuti aku.

"Kamu ngapain di kantor pos?" tanyanya sambil dorong tubuhnya menjauh dari tiang, sebelum jalan hampiri aku.

Aku lewati dia begitu saja.

"Aku mau ngapain bukan urusanmu. Mana Lisa yang kasihan itu? Aku kira kamu akan temani dia. Kalau kamu punya banyak waktu luang, lebih baik habiskan waktumu sama dia daripada terus ikuti aku."

Wajah Jordan langsung jadi muram. Dia melangkah ke depanku, halangi jalanku.

"Elena, sudah berapa kali aku bilang? Ayahnya Lisa meninggal demi selamatkan nyawaku. Aku utang segalanya ke keluarganya. Kita nggak ada hubungan apa-apa. Orang yang aku cintai itu kamu. Kamu tahu itu."

Kalimat seperti itu sudah nggak terhitung berapa kali aku dengar.

Di kehidupan sebelumnya, kita tumbuh bersama sejak kecil. Aku begitu yakin ikatan yang kita bangun selama bertahun-tahun nggak mungkin tergoyahkan.

Bahkan ketika Lisa perlahan menyusup ke antara kita, aku pilih tutup mata dan bersabar, tunggu Jordan lunasi utangnya ke ayah Lisa. Namun utang itu butuh tiga puluh tahun untuk benar-benar lunas. Dan pada akhirnya, penantian itu membunuhku, bukan dengan pisau, melainkan oleh amarah yang gerogoti seluruh hidupku.

Aku noleh menatapnya, benar-benar menatap wajah pria itu. Pria yang aku cintai sejak umur dua belas tahun, sekaligus pria yang hancurkan hidupku.

"Apa aku juga utang nyawa ke Pak Lukas Celindo?" tanyaku lirih. "Apa karena itu aku juga harus korbankan seluruh hidupku demi putrinya? Sudahlah, Jordan. Aku sudah nggak peduli lagi dengan siapa pun yang akhirnya kamu pilih."

Aku pergi tanpa noleh sedikit pun. Di belakangku terdengar gesekan sepatu bot militernya di atas trotoar ketika dia membeku di tempat. Di kota kecil seperti ini, gosip menyebar lebih cepat daripada api yang melahap ilalang kering.

Hanya dalam dua hari, seluruh kota sudah dengar kabar kalau aku permalukan Jordan di depan umum.

Sebelum Lisa muncul, Jordan dan aku dikenal sebagai pasangan paling serasi. Kita hampir nggak pernah bertengkar. Namun sejak Lisa masuk ke dalam kehidupan kita, semuanya berubah. Meski dia selalu bersikeras kalau dirinya dan Lisa cuma teman biasa, nggak ada seorang pun yang percaya dengan itu. Akibatnya, Lisa dijauhi banyak orang, sementara seluruh kota justru simpati ke aku. Aku abaikan semua itu. Yang aku lakukan hanyalah hitung hari, tunggu suratku tiba.

Seharusnya aku sudah tahu Lisa nggak akan nyerah begitu saja. Dia temukan aku di halaman belakang rumah ketika aku sedang jemur pakaian.

"Elena, kita perlu bicara."

Aku sandarkan tubuh pada pagar sambil lihat dia main sandiwara yang sudah sangat aku kenal, gigit bibirnya, tundukkan kepala, pura-pura gugup. Rasanya lucu sekali.

"Kenapa kamu nggak suruh Jordan saja yang datang?" tanyaku. "Bukannya dia selalu pintar bereskan semua masalahmu?"

Wajah Lisa memerah, tetapi dia segera kuasai dirinya kembali.

"Jordan dan aku cuma berteman. Bisa nggak kamu jelaskan itu ke semua orang? Katakan saja kalau kamu kemarin cuma bersikap kayak anak kecil karena cemburu."

Saat aku tetap diam, dia melangkah semakin dekat. Suaranya berubah jadi bisikan penuh racun.

"Kamu beneran kira dia cinta kamu, Elena? Astaga, kamu benar-benar naif! Orang yang selalu dia cintai itu aku. Apa kamu nggak bisa lihat? Cepat atau lambat, dia pasti akan tinggalkan kamu!"

Aku menatap lurus ke matanya.

"Kalau itu berarti Jordan akhirnya menjauh dari hidupku, justru itu yang aku mau."

Ada sesuatu yang berubah di wajahnya. Senyum dingin dan penuh perhitungan perlahan terangkat di sudut bibirnya.

"Oh, gitu ya?"

Sebelum sempat bereaksi, dia tiba-tiba terjang ke arahku. Secara naluriah aku geser tubuh ke samping. Lisa hilang keseimbangan. Kakinya tersangkut batu, lalu tubuhnya terguling turuni anak tangga batu hingga jatuh ke taman.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Bienvenue dans Goodnovel monde de fiction. Si vous aimez ce roman, ou si vous êtes un idéaliste espérant explorer un monde parfait, et que vous souhaitez également devenir un auteur de roman original en ligne pour augmenter vos revenus, vous pouvez rejoindre notre famille pour lire ou créer différents types de livres, tels que le roman d'amour, la lecture épique, le roman de loup-garou, le roman fantastique, le roman historique et ainsi de suite. Si vous êtes un lecteur, vous pouvez choisir des romans de haute qualité ici. Si vous êtes un auteur, vous pouvez obtenir plus d'inspiration des autres pour créer des œuvres plus brillantes. De plus, vos œuvres sur notre plateforme attireront plus d'attention et gagneront plus d'adimiration des lecteurs.


No Comments
69 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status