LOVE HATES YOU

LOVE HATES YOU

last updateLast Updated : 2023-11-18
By:  BreilOngoing
Language: Filipino
goodnovel16goodnovel
10
4 ratings. 4 reviews
6Chapters
1.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

LOVE HATES YOU ALANIS grew up without a mother, because her mother died with cancer when she’s still young. So her father raised her alone. He didn’t remarry again , instead he spent his time making a good relationship with his daughter to make sure she got everything. Alanis was okay with the set up, she loves her father dearly and she wants to make him proud in every way. But everything changed when his father decided to sponsor their driver’s son Rafe. She got jealous of him, she thought maybe her father was regretful that he had a daughter instead of a son. RAFE was offered a full scholarship by Don Miguel where his father worked as a personal driver. He grabs it, as an opportunity only comes once, but the Don wants him to stay and live at Esmeralda mansion so that he can focus on his studies without worrying about anything. It was when she met the young Alanis. He thought that she was just another spoiled rich kid when she treated him as if he’s invisible. There are times when she pulls a prank on him just to see how long he can stand the humiliation he’s going through. Years pass by without them having a problem until the Don suddenly dies in an accident and they find out that the Don leaves a will that Rafe will be the guardian of Alanis until she turns at the age of 25 or marry someone who’s capable of handling the Esmeralda Trading and it’ll depends whether Rafe agreed to it. Rafe promised to retract the guardianship after they solved the case of Alanis father's accident.

View More

Chapter 1

PROLOGUE

“Siapa yang berani mengirim surat itu ke sini?” tanya Ratri.

Suara Ratri Wulan terdengar pelan, hampir seperti bisikan yang tenggelam di antara derunya hujan yang mengguyur genteng.

Di luar pendopo, angin malam berhembus kencang, menggoyangkan daun-daunan bambu yang basah.

Kilatnya sesekali menyambar ke langit, menerangi sebentar halaman Padepokan Tirta Kencana yang licin oleh air hujan.

Bau tanah basah dan kayu tua memenuhi udara, bercampur dengan aroma dupa yang masih mengepul tipis dari sudut ruangan.

Jaya Wiratama tidak langsung menjawab pertanyaan Ratri, karena matanya masih terpaku pada gulungan surat berwarna merah tua yang berada di atas meja kayu.

Tangan Jaya yang biasanya stabil saat memegang pedang kini sedikit menegang.

“Jaya… kamu pucat,” Ratri kembali bersuara, kali ini lebih dekat. “Apa isinya?”

Jaya menghela napasnya dengan pelan. “Sesuatu yang seharusnya tidak pernah sampai ke Padepokan ini!”

Ki Wreda Jayeng berdiri di sisi ruangan yang lain, ia diam seperti batu tua yang menyimpan banyak rahasia. Namun sorot matanya tidak bisa menyembunyikan sebuah kegelisahan.

“Buka saja,” suruh Ki Wreda. “Kita tidak punya waktu untuk menebak-nebak,”

Jaya mengangguk kecil lalu ia meraih gulungan itu, dengan perlahan ia membuka segelnya.

Begitu kertas tersebut terbentang, suasana ruangan seakan berubah.

“I– iini… lambang Persekutuan,” gumam Ratri.

Jaya mulai membacanya, di satu baris pertama hingga selesai. Lalu wajahnya berubah mengeras.

Ratri mencondongkan tubuhnya. “Apa yang tertulis di sana?”

Jaya tidak menjawabnya.

“Jaya!” sentak Ratri sedikit cemas.

Jaya menghela napas sebelum akhirnya menyerahkan surat itu tanpa sepatah kata pada Ratri.

Ratri mengambilnya, matanya bergerak cepat membaca isi tulisan tersebut. Semakin jauh ia membacanya, wajahnya semakin memucat.

“Tidak… ini tidak mungkin…,” suara Ratri bergetar.

Ki Wreda menutup matanya sejenak. “Sudah aku katakan, ini bukan surat biasa!”

Ratri menatap Jaya dengan mata yang tak percaya. “Mereka menuduhmu… bahwa kamu yang membunuh Ki Rangga Wisesa?”

Hening!

Hanya suara hujan yang terdengar semakin deras di luar pendop.

Jaya akhirnya berbicara dengan suara rendah. “Aku bahkan tidak pernah bertemu dengan Ki Rangga Wisesa,”

“Hmm!? Itu yang membuatnya berbahaya,” kata Ki Wreda pelan.

Ratri masih memegang surat itu dengan erat. “Ini pasti ada kesalahan, atau mungkin… jebakan?”

“Bukan kesalahan,” jawab Ki Wreda. “Ini sudah keputusan resmi!”

Jaya menatap gurunya. “Siapa yang menandatanganinya Ki?”

Ki Wreda sedikit agak ragu dan berdiam sejenak. “Surya Raksa!”

Jaya tak percaya, seakan nama itu jatuh seperti petir yang berada di tengah ruangan.

Ratri menoleh dengan cepat ke arah Jaya. “Siapa dia?”

Jaya tidak langsung menjawabnya, matanya justru kosong seperti sedang melihat sesuatu yang jauh di masa lalu.

“Orang yang dulu kupanggil saudara,” kata Jaya pelan.

Di luar, hujan turun semakin deras dan di halaman Padepokan Tirta Kencana. Para murid masih berlatih, mereka bahkan tidak menyadari jika ada badai yang sedang lahir di dalam pendopo.

Tanah lapang yang biasanya dipenuhi teriakan latihan, kini terasa lebih berat dari biasanya. Seolah udara yang datang juga ikut menahan napas.

___

“Langkahmu salah!” cakap Jaya.

Suara Jaya beberapa saat lalu masih terngiang di kepala mereka, tapi kini suasana sudah berubah.

Tiba-tiba, Braaak!

Suara lonceng darurat berbunyi dari menara kayu yang ada di sisi kiri padepokan, bergema keras hingga menembus derasnya hujan. Suaranya nyaring hingga tiga kali, membuat semua murid berhenti dari aktivitas mereka.

“Apa itu?” salah satu murid muda bertanya dengan panik.

“Serangan?” sahut murid lain.

Dari kejauhan kembali terdengar suara teriakan.

“Pasukan Persekutuan datang!” teriak salah satu murid yang ada di kejauhan.

Kekacauan langsung pecah di halaman.

___

Di dalam pendopo, Ki Wreda berdiri tegak ketika mendengar teriak bising dari luar.

“Sudah datang,” kata Ki Wreda pelan.

Jaya langsung berdiri dan meraih pedangnya “Berapa jumlah mereka Ki?”

“Puluhan!” jawab Ki Wreda.

Ratri mundur setengah langkah. “K– kkenapa, mereka datang secepat ini?”

Jaya menatap surat yang masih di tangan Ratri. “Karena ini bukan sebuah kebetulan!”

Ki Wreda menatap Jaya dalam-dalam. “Jangan lakukan hal bodoh Jaya!”

Jaya mengangguk, ia langsung mengerti maksud dari Ki Wreda. “Jika aku menyerah, maka mereka akan membawaku tanpa sebuah perlawanan,”

“Itu lebih baik Jaya,” jawab Ki Wreda.

Ratri menatap Ki Wreda dan juga Jaya secara bergantian. “Tapi… kalau Jaya tidak bersalah, kenapa harus menyerah, Romo?”

Ki Wreda menghembuskan napas berat dan tidak menjawab sama sekali.

“Karena di dunia persilatan tidak pernah peduli dengan siapa yang benar Ratri,” sahut Jaya.

Suara langkah kuda semakin terdengar mendekat, debu dan air hujan bercampur di luar gerbang. Menciptakan kabut tipis yang bergerak liar setiap kali angin datang bertiup.

“Serahkan Jaya Wiratama!” teriak suara dari luar.

“Atas nama Persekutuan Persilatan!” Ratri menggenggam ujung bajunya. “Jaya…,”

Jaya menatap ke arah luar gerbang, karena untuk pertama kalinya. Ketenangan di wajahnya benar-benar menghilang.

“Ini bukan penangkapan biasa,” gumam Jaya.

Ki Wreda mengangguk pelan. “Ini eksekusi yang disamarkan!”

Ratri terkejut dan menoleh pada Ki Wreda. “Apa maksudnya, Romo?”

“Ada seseorang yang ingin sekali aku mati, tapi… dengan cara yang membuatku terlihat bersalah!” jawab Jaya.

Hening!

Hanya suara hujan dan derap kuda yang semakin dekat.

Srengg!

Tiba-tiba, Jaya mencabut pedangnya.

“Jaya?!” Ratri terkejut.

“Tenang,” kata Jaya. “Aku tidak akan menyerang duluan!”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang  manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.


reviews

Breil
Breil
Thanks for reading hope you like it and follows me.
2023-11-18 21:26:44
0
0
Bheng Bheng
Bheng Bheng
wants to read more. interesting
2023-11-18 18:13:40
0
0
Clea Sumagaysay
Clea Sumagaysay
wow is so exciting story ......️🫰
2023-11-15 20:31:40
0
0
Ashlie Dreamer
Ashlie Dreamer
High recommended...️
2023-11-15 13:09:07
0
0
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status