Share

SEDIKIT BERMAIN

Penulis: PENA BERDANSA
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-15 15:11:11

Saat sedang asik mengobrol dengan Johan Dorr... Dorr.. terdengar suara beberapa kali tembakan dari luar, ternyata bar milik Johan diserang oleh beberapa orang yang mengakibatkan ada sedikit kerusakan.

Johan : Sepertinya ada menyerang bar ku?

Anggoro : "nada santai" Aku sudah memikirkan ini semua pasti akan terjadi seperti ini saat kamu berteriak memanggil nama ku tadi.

Johan : "membuka laci mejanya mengambil senjata" Kamu tunggu sebentar Anggoro saya akan membereskan ini, tidak butuh waktu lama ko.

Anggoro : Sudah kamu tenang saja aku sudah menyuruh anak buah ku untuk berjaga-jaga, aku sudah memprediksikan hal ini sebelum aku masuk ke ruangan mu Johan.

Johan : Bagaimana kamu bisa membaca situasi seperti ini?

Anggoro : "sambil melipat kaki dan mengangkat gelas minuman" kamu lupa aku siapa??

Johan : Ha ha ha pantas kamu di juluki SETAN KEGELAPAN yang sadis dan kejam.

Anggoro : "Hanya tersenyum".

Johan : Anggoro apakah kamu tidak mau mencari pasangan hidup? Kamu sudah punya segalanya tunggu apa lagi memangnya.

Anggoro : Masih banyak hal yang perlu aku selesaikan di Dunia ini.

Setelah habis berbincang-bincang dengan Johan aku pergi meninggalkan bar milik Johan dan keluar menuju parkiran mobil ku sambil didampingi beberapa anak buah ku, siapa tadi yang menyerang "ucap ku"? sepertinya anggota dari geng bar-bar, karena dia mengetahui bos ada disini "ucap anak buah ku".

dalam perjalanan pulang mobil ku di salib dan di palang, saat aku melihat mobil tersebut ternyata milik salah satu geng blue terlihat dari stiker yang mereka gunakan berlambang awan biru, geng blue juga salah satu pesaing geng gagak dalam perdagangan pasar gelap, disitulah terjadi pertempuran antara ke dua geng tersebut.

Doorrr...... Doorrr... Suara tembak menembak terdengar beberapa kali hingga salah satu anak buah ku tertembak di bagian lengan, akhirnya kami bisa melumpuhkan geng blue tersebut yang berjumlah 5 orang, dalam keadaan tak berdaya didalam mobil milik geng blue, aku menugaskan anak buah ku untuk membakar mobil tersebut, dalam keadaan hidup-hidup mereka terbakar di dalam mobil hingga menjadi abu.

Mendengar kejadian tersebut pemimpin mereka Anton tidak terima kalau anak buahnya gugur dalam pertempuran melawan geng gagak, SIALANNN!!!! awas saja Anggoro kamu harus membayar ini semua "ucap Anton", mengetahui Anton yang tidak terima karena lima anak buah nya itu aku bantai dia akan membuat aksi balas dendam, karena aku sudah memprediksikan hai ini aku langsung menghubungi Albert dan Roy untuk berjaga-jaga di beberapa wilayah yang kita sudah kuasai, menerima telepon ku Albert dan Roy segera mengumpulkan beberapa Anggota untuk berjaga.

Setibanya dirumah aku langsung melepaskan topi dan mantel ku sambil berjalan ke arah lemari, disanalah aku menyimpan berbagai minuman dari banyak negara, sambil menuang sebotol minuman ke dalam gelas, diruangan ku juga terdapat wanita-wanita penghibur yang selalu menemani setiap hari.

Empat wanita penghibur datang menghampiri, mereka melepaskan satu persatu kemeja yang aku kenakan, beberapa wanita penghibur sangat terkejut karena tubuh ku banyak bekas luka tembak dan sabetan senjata tajam, malam itu aku terhanyut dengan keindahan mereka hingga akhirnya aku tertidur tanpa busana dengan mereka semua.

Pagi pun tiba Kring... Kring... Suara ponsel ku berbunyi dengan mata yang sedikit mengantuk aku mengangkat telepon dari albert, Halo bos dua anggota kita tewas di wilayah timur "ucap Albert", dengan nada yang lemas aku menjawab, ulah siapa yang berani melakukan ini? sambil mengangkat kepala perempuan yan tertidur di bahu ku.

Anggoro : Coba kamu cari tahu siapa yang berani bermain-main dengan kita.

Albert : Dari catatan yang ditinggal kan, seperti geng blue bos.

Anggoro : Apa isi catatan itu ?

Albert : Awan yang berwarna biru.

Anggoro : Oh, itu sudah pasti geng blue, siapkan beberapa orang nanti malam kita buat perhitungan dengannya.

Albert : Baik bos.

Anggoro : Oh ya Albert... Nanti malam saya ikut menyerang.

Albert : Apa lebih baik bos berdiam diri saja dirumah ?

Anggoro : Geng blue sudah membunuh anak buah saya, jadi saya harus membunuh dua kali lipat anak buah Anton.

Albert : "dengan nada ketakutan" Siap bos.

Tuuttt...... Tuuttttt....... Tutttt "suara telepon di tutup".

Albert : Halo Roy.

Roy : Kenapa Albert pagi-pagi seperti ini menghubungi?

Albert : Dua orang anggota terbunuh di wilayah timur.

Roy : HAAA!!!! Bagaimana bisa, apa Bos Anggoro sudah mengetahui hal itu ?

Albert : Sudah, malam ini dia ikut dalam penyerangan kita diminta untuk mengumpulkan beberapa angota.

Roy : Gawat!!! setan dari kegelapan sudah marah.

Sore menjelang malam dengan cerutu yang menempel di bibir, aku yang sedang membersihkan senja api tiba-tiba pintu ruangan ku ada yang mengetuk tok... tok... tok...

ternyata itu Albert dan Roy, sambil menaruh senjata api dimeja aku menanyakan kepada mereka dimana yang lainya? Albert pun menjawab mereka sudah siap menunggu di bawah ada sekitar 20 orang yang akan berangkat malam ini, suruh mereka semua masuk "ucap ku" sebelum kita berangkat menyerang tidak ada salahnya kita berpesta-pesta sedikit.

Dalam suasana pesta seluruh anggota ku sangat menikmatinya mereka bersenang-senang terlebih dahulu karena aku berfikir tidak tahu nanti di antara kita siapa yang akan terbunuh, jadi sebelum ada yang terbunuh kami selalu melakukan ini saat akan memulai penyerangan, malam semakin larut kami bersiap-siap melancarkan serangan ke markas geng blue, dengan berjumlah 20 orang kami berangkat menuju kesana.

Albert : Bos apakah dengan jumlah 20 orang ini kita bisa mengalahkan geng blue, apa perlu kita panggil seluruh personil kita yang beranggota 800?

Anggoro : Albert dengar ya "sambil menepuk-nepuk pipinya", kalau 800 semua terbunuh siapa yang akan meneruskan perjalanan geng gagak ini.

Albert : Siap bos.

Saat tiba di markas geng blue kami belum sempat turun dari mobil sudah di hadiahkan beberapa tembakan, mendengar suara tembakan seluruh anggota ku berpencar untuk melancarkan aksinya, 2 jam berlalu masih terjadi baku tembak dari ke dua belah pihak, saat aku ingin menembak Anton, tetapi senjata miliknya lebih dulu melesat mengenai lengan Roy salah satu orang kepercayaan ku, hingga akhirnya Roy terjatuh aku yang melihat kejadian itu langsung menembak ke arah Anton, peluru ku melesat dengan cepat mengenai kepala Anton dia pun langsung tewas ditempat, tewas nya Anton menandakan peperangan ini telah berakhir, geng gagak berhasil menyingkirkan salah satu rivalnya juga yaitu geng blue.

kejadian tersebut disaksikan oleh anak Anton yang masih berumur 10 tahun, melihat anak dari musuhnya itu Albert langsung mengarahkan senjata tepat di bagian kepal, aku pun menahan senjata dari Albert, Hey bocah kamu sudah lihat Ayah mu tewas di tangan ku, saat kamu nanti tumbuh dewasa balas dendam lah dan bunuh lah aku "ucap ku kepada anak Anton", lalu kami pergi meninggalkan anak tersebut dengan tertawa kemenangan.

Anggoro : Albert kamu bawa Roy kerumah sakit.

Albert : Baik Bos.

Anggoro : Kamu tidak apa-apa Roy?

Roy : Terima kasih bos sudah menolong ku.

Anggoro : "Hanya menepuk bahu Roy", Albert berapa anggota kita yang tewas?

Albert : Enam orang bos.

Anggoro : Bawa jasad mereka pulang untuk berpesta dengan kita yang terakhir kalinya, lalu makamkan mereka.

Albert : Baik bos.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   POLISI VS MAFIA

    Mentari yang perlahan memudarkan cahayanya solah-olah ia merasakan ketegangan enggan untuk menyaksikan dua kelompok yang menyimpan dendam akan berperang, di sini kekuatan lah menentukan siapa yang masih pantas menginjakan kaki di atas bumi ini, langkah senyap dari ke 16 anggota geng gagak perlahan mulai memasuki gedung terbengkalai dimana di dalam gedung tersebut kelompok Tejo yang sedang mengincar Semi, tetapi di posisi mereka juga sedang di incar oleh geng gagak, Baret seorang sniper handal mengarahkan moncong senjata api miliknya itu dan memantau pergerakan dari kejauhan, melihat ke 16 anggota geng gagak tiba di lokasi sekaligus memantau perkembangan ia segera melaporkan kepada Albert kalau anggota geng gagak yang di tugaskan sudah memasuki ke gedung terbengkalai dimana saat ini tempat Semi bersembunyi dari kejaran kelompok Tejo.Albert yang sudah mengetahui berita terkini di tempat kejadian ia segera melaporkan hal tersebut kepada pemimpin geng gagak Anggoro, bos anggota kita

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   Terkepung

    Albert yang kebingungan melihat Roy yang tiba-tiba menjatuhkan ponsel miliknya dengan raut wajah panik, Albert segera menghampiri dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, baru saja Albert beranjak dari tempat duduknya itu terdengar suara pintu terbuka dari dalam kamar Anggun, ternyata itu Anggoro, melihat di teras rumahnya ada Albert dan Roy yang sedang duduk Anggoro pun segera datang menghampiri.Anggoro : Akhirnya aku bisa melihat kalian berdua lagi.Albert : Aku dan Roy tidak mati semudah itu bos.Anggoro : Bagaimana dengan Robby dan Semi?Albert : Saat kami di kejar oleh kelompok Tejo Aku dan Roy terpisah oleh mereka ber dua bos.Anggoro : Kamu kenapa Roy terlihat sangat syok begitu?Roy : "Menundukkan kepala dan terdiam".Albert : "Berteriak" Roy apa yang sebenarnya terjadi?Roy : "Nada gugup dan lemas" Baru saja aku melihat berita dari ponselku Robby terbunuh oleh kelompok Tejo.Albert : Apa!!!Anggoro : Kamu jangan bercanda Roy.Roy : "Memberikan ponsel miliknya".Anggor

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   TERDESAK

    Semi yang melihat rekan satu gengnya itu telah di habisi oleh kelompok Tejo, seketika membuat jantungnya berhenti sejenak, karena ia menyaksikan langsung di depan mata kepalanya, Robby yang mencoba melakukan perlawanan dengan senjata api miliknya dan beberapa kali Robby melesatkan tembakan ke arah kelompok Tejo tapi selalu meleset oleh sebab itu Tejo mengambil keputusan untuk menembak Robby di tempat yang mengakibatkan ia tewas seketika.Robby yang tak mau teman seperjuangannya itu mati terbunuh dengan sekuat tenaga mendorong Semi agar ia bisa menyelamatkan nyawanya, Semi terus berlari sambil menahan kesedihan terlihat dari air yang menggenang di matanya ia sangat terpukul, tetapi bagaimana pun yang terjadi Semi harus tetap berlari dari pengejaran kelompok Tejo, ternyata jalan yang di ambil Semi adalah gang buntu yang menyebabkan ia kebingungan, langkah apa yang harus di ambil, apa aku harus nekat berperang melawan kelompok Tejo "gumam Semi dalam hati".Anggota Tejo : Bagaimana pa

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   PENYESALAN

    Di keramaian pusat perbelanjaan aksi kejar-kejaran antara kelompok Tejo dan kedua anggota milik Anggoro terjadi, terlihat di beberapa sudut barang-barang berserakan di lantai akibat benturan dari ke dua kelompok, hingga mereka berada di pintu keluar pusat perbelanjaan itu tetapi kelompok Tejo yang masih belum kehilangan jejak masih mengejar dua orang dari anggota geng gagak yaitu Semi dan Robi.Semi : Bagaimana ini apa yang harus kita lakukan sekarang? "Sambil berlari".Robby : Terus saja berlari.Semi : Kemana perginya Roy dan Albert?Robby : Entahlah yang terpenting bagaimana pun kita jangan sampai tertangkap oleh kelompok Tejo.Semi : Baik.Di tengah kebingungan Semi dan Robby ia tak tau ke mana tempat yang ia tuju untuk bersembunyi dalam pikiran mereka ia hanya perlu berlari cepat hingga kelompok Tejo tidak lagi melihat kemana arah ia berlari, dalam kerumunan orang banyak dan kendaraan yang berlalu lalang kelompok Tejo kebingungan mencari Semi dan Robby berlari.Anggota Tejo :

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   PUSAT PERBELANJAAN

    Dimana Anggoro yang sedang asik bermain dengan Anggun ia sudah menugaskan Albert untuk memantau pergerakan satu keluarga yang sudah memaki-maki Anggoro di salah satu tempat wahana bermain anak.Albert : Bos target sudah terlihat "berbicara melalui telepon".Anggoro : Segera lakukan tugas kamu Albert.Albert : Baik Bos.Albert pun segera mengikuti satu keluarga tersebut, lalu Roy dan beberapa anggota yang lain bertugas untuk mengawasi Anggoro yang sedang asik bermain bersama Anggun, ditengah asik bermain Anggun berlari menghampiri Anggoro yang sedang memperhatikan dirinya dari ke jauhan.Anggun : Papah "berteriak" maafin Anggun ya pah, atas kejadian tadi, papah jadi di marahi.Anggoro : Tidak apa-apa Anggun, sana kamu lanjut bermain kembali.Anggun : Tetapi anak tadi kasian pah, soalnya anak itu selalu mengalah untuk Anggun bermain.Anggoro : "Terdiam" Oh jadi begitu, Yah sudah Anggun main lagi habis ini kita langsung pergi makan.Mendengar pengakuan Anggun barusan seketika hati

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   KEMBALINYA JIWA MAFIA

    Mentari yang sudah terbangun dari tidur nyenyak malam itu membangunkan seisi bumi, terlihat dari dalam kediaman Anggoro Rara yang sudah terbangun lebih awal dari yang lain Rara pun sudah beres menyiapkan sarapan untuk Anggoro, karena malam itu Anggoro sempat berucap saat malam pesta ulang tahun Anggun, kalau hari ini ia ingin mengajak Anggun pergi ke salah satu pusat perbelanjaan.Rara : Tok-tok (suara pintu di ketuk) maaf tuan kalau sarapan sudah saya siapkan di meja makan "ucap lembut sedikit takut".Anggoro : Ya nanti saya kesana.Rara : Baik tuan.Krek (suara pintu di buka) Anggoro yang baru keluar dari kamar tidurnya itu ia pun langsung melangkah berjalan menuju meja makan, satu persatu anak tangga di turunin oleh Anggoro, dimana dalam langkahnya sudah ada Anggun yang menanti Anggoro di meja makan bersama Rara.Anggun : Papah... (Berteriak) ayah sudah bangun.Anggoro : (hanya tersenyum senang).Rara : Silahkan duduk tuan "menarik bangku".Anggoro : Terima kasih "menatap

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status