LOGINSELUMBARI. Pernahkah kalian mendengar kata itu? Atau mungkin membacanya di suatu tulisan? Jika besok adalah besok, maka besoknya besok adalah lusa. Jika kemarin adalah kemarin, maka kemarinnya kemarin adalah? Ada yang tahu? Jika ada yang belum tahu, maka inilah selumbari, kemarin dulu. Apa saja yang pernah terjadi kemarin? Kemarinnya kemarin? Dan kemarinnya lagi? Vio hidup dalam tanda tanya besar. Hidupnya tidak pernah mudah semenjak dia menyadarinya. Pun, tidak ada yang mengulurkan tangan padanya. Membuatnya bertanya-tanya, apa yang telah terjadi di masa lalu sehingga dia mengalami semua ini? Seberat apa hidup kalian? Seberat apa pun itu, mungkin tidak akan lebih berat dari hidup Vio. Darah dan air mata mengucur deras sepanjang cerita. Dengan dirinya sendiri, Vio harus mampu melindungi diri dan adik satu-satunya. Dia harus menghadapi segala hal yang datang untuk mengganggu kedamaian hidupnya. Ancaman, penculikan, penyiksaan, tidak bisa dihindari dan diabaikan. Mampukah Vio meneruskan hidup dan mempertahankan kewarasannya?
View MoreHari Sabtu, saatnya family time bagi beberapa keluarga. Tidak semua anak-anak maupun orang tua libur di hari ini, jadi mereka yang memiliki waktu libur lebih panjang pasti lebih memilih hari Sabtu untuk jalan-jalan daripada Minggu. Mereka menghindari kemacetan yang bisa disebabkan di tempat-tempat tertentu. Biasanya mereka akan ke tempat-tempat wisata di dalam maupun luar kota atau sekadar olahraga di alun-alun.Aku berhenti di depan sebuah gedung bercat kuning pastel. Sudah beberapa kali aku mengunjungi tempat ini, menemui seseorang yang disebut dokter. Rentetan kejadian yang menimpaku akhir-akhir ini membuat pikiran dan mentalku tidak baik. Masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik adalah hal yang benar-benar aku syukuri. Namun itu saja tidak cukup, ada Vian yang harus aku perhatikan kondisi mentalnya juga. Karena itulah, aku sekarang berada di sini.Aku perlahan membuka pintu masuk gedung kuning, agak mengintip kondisi di dalam. Terpantau ada cukup banyak pasien yang ber
Aku terhenyak. Vespa kuning? Aku harus fokus mendengarkan cerita ini dengan tetap melihat ke luar jendela.”Apaan? Masa bawa vespa, kuning pula ke sekolah?””Iya. Aku nggak tau dia parkir di mana, tapi seragamnya dari sekolah kita.”“Gila! Keren, sih.”Aku menggelengkan kepala, tidak seharusnya aku memikirkannya di sini. Aku kembali fokus melihat lingkungan sekitar, melihat sampai mana perjalananku. Sebentar lagi aku akan sampai di depan gang, aku harus bersiap untuk turun. Syla ternyata sedang melihatku, entah sejak kapan dia melakukan itu. Aku mengangguk sambil tersenyum, sudah sadar akan segera sampai.“Kiri, Pak!” Aku bicara pada pak sopir dengan nada biasa. Angkot tiba-tiba menjadi hening, sehingga tidak perlu effort lebih agar pak sopir mendengarkan.Angkot berhenti beberapa saat kemudian. Aku turun dari angkot dan membayar pada pak sopir, sebelumnya menyentuh paha Syla untuk berpam
“Tidak!” Teriakan menggelegar memenuhi hutan sejenak, berhasil mengalahkan bunyi hujan yang turun dengan deras. Seorang pria paruh baya yang sedang berteduh di bawah pohon besar terhenyak. Ia menoleh mencari asal suara. Dalam kondisi hujan deras dan di tengah hutan, ia harus segera siap menolong orang yang sedang dalam bahaya.Sepertinya pria paruh baya itu sedang menunggu sesuatu, entah menunggu hujan reda atau menunggu seseorang. Agaknya tidak mungkin ada orang yang sengaja berada di hutan apalagi dalam keadaan hujan deras. Raut wajah pria itu terlihat khawatir dan panik, mungkin teriakan tadi berasal dari orang yang dia kenal. Pria paruh baya itu langsung berlari ke arah suara, menghiraukan sakitnya terkena air hujan dan tanah becek yang memperlambat laju langkahnya.Guruh saling bersahutan memenuhi hutan, menambah suasana mengerikan di tengah derasnya hujan. Petir menyambar berkali-kali, memberikan cahaya barang sedetik. Pria paruh baya itu mantap berlari menuju ke arah tertentu s
Jam istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, aku di perpustakaan bersama Syla. Minimal seminggu sekali kami berdua pergi ke perpustakaan, update bacaan dan pinjaman buku. Ini sudah waktunya kami ke perpustakaan, dan di sinilah kami berada. Kami mengembalikan buku langsung ke petugas sesampainya di perpustakaan. Kami berpisah mencari bacaan masing-masing setelah mengembalikan buku.Memang benar kemarin aku membeli buku, namun belum aku buka. Aku mengingat dengan jelas hari ini waktunya ke perpustakaan, jadi aku simpan buku yang sudah dibeli untuk dibaca nanti. Buku dari perpustakaan ini yang akan aku baca lebih dulu, setelah tidak ada bacaan aku akan membaca buku baru itu. Aku menuju rak buku fiksi, menelusuri setiap judul dari buku yang ada. Peletakan buku di perpustakaan berdasarkan nama penulis, apa pun genrenya.Aku tidak mengenal penulis bergenre thriller, jadi setiap menemui penulis yang belum aku kenal, aku mengambil buku tersebut dan membaca blurbnya.
Jam pelajaran keempat dimulai, aku berada di laboratorium kimia bersama teman-teman satu kelas. Bu guru sudah memberi tahu kami bahwa minggu ini akan ada praktikum di laboratorium. Kami baru saja selesai berolahraga, praktikum bola kasti di lapangan sekolah. Walaupun setengah jam yang lalu masih pad
Tik… tik… tik… suara detik jam dinding bergema memenuhi ruangan. Jarum pendek berhenti sejenak di angka 4, sedangkan jarum panjang masih berjalan memutar. Jalanan gelap gulita, kendaraan tidak banyak yang berlalu lalang apalagi lampu jalan juga banyak yang mati. Lampu lalu lintas tidak benar-benar m
Tik! Tik! Tik! Suara jarum jam dinding yang berdenting samar-samar terdengar. Kesiur angin menggerakkan helai rambut perlahan, terasa menggelitik kulit. Aroma minyak kayu putih tipis-tipis menguar masuk ke hidung, mataku
Bel pulang sudah berbunyi satu jam yang lalu. Sekolah sudah sepi, meninggalkan beberapa siswa yang mengikuti ekstrakurikuler. Hari ini adalah harinya basket. Seluruh lapangan dikuasai oleh pebasket, baik anak laki-laki maupun perempuan. Mereka biasanya tidak memiliki jadwal yang bersamaan, entah
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.