Início / Fantasi / Legenda Dewa Pedang / Tapak Racun Neraka

Compartilhar

Tapak Racun Neraka

Autor: Zhu Phi
last update Última atualização: 2026-01-15 21:56:20

Api di dasar kawah belum sepenuhnya padam.

Bara merah menyala di antara pasir yang menghitam, berdenyut pelan—seperti jantung makhluk purba yang masih hidup di perut bumi.

Pasir bergetar dengan kencang.

Bukan oleh angin gurun yang juga bertiup kencang.

Bukan oleh panasnya matahari gurun.

Melainkan… oleh sesuatu yang bernapas di bawahnya.

Shu Jin tidak menurunkan Golok Pembasmi Iblis.

Tangannya tetap kokoh, namun urat-urat di punggung telapak tangan menegang. Insting bertarungnya berteriak—bukan bahaya biasa. Ini ancaman yang belum selesai.

Dari dasar kawah, suara itu terdengar lagi.

Lebih serak.

Lebih rendah.

Lebih menjijikkan.

“Hah… hahaha…”

Tawa itu seperti digoreskan langsung ke tulang belakang.

Bersamaan dengan itu...

Pasir meledak ke udara.

Hue-Tok-Kui... Setan Racun Neraka Tang Hau bangkit kembali dari kematian yang seharusnya dialaminya.

Tubuhnya yang terbelah tidak runtuh. Luka menganga di dadanya tidak menumpahkan darah—melainkan cairan hijau kehitaman yang menggeliat seperti
Zhu Phi

Bab Utama : 1/3. Bab pertama hari ini...

| Curtir
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Legenda Dewa Pedang    Pasukan Pangeran Ketiga

    Shu Jin berdiri di pusat kekacauan.Jubahnya berkibar liar, dipukul angin badai yang sarat racun. Pasir beterbangan seperti bilah-bilah kecil, menghantam kulit dan wajahnya. Ia menyilangkan pedang dan golok di depan dada, membentuk lapisan aura pelindung—dua kekuatan yang bertolak belakang berpadu... cahaya ilahi dan niat pembasmi iblis.Namun tekanan tidak berkurang.Justru semakin berat.Seperti langit runtuh perlahan di atas kepalanya.Hue-Tok-Kui menerjang.Langkahnya tidak lagi seperti manusia—melainkan seperti makhluk neraka yang merayap di antara dunia hidup dan mati. Kedua lengannya kini dilapisi artefak hitam legam. Permukaannya berukir simbol-simbol racun kuno yang berdenyut seperti urat nadi.Shu Jin menebas tanpa ragu.TRAAANG!!Benturan itu memekakkan telinga.Golok Pembasmi Iblis—yang sebelumnya mampu membelah iblis dan memurnikan racun—tertahan.Bilah hitamnya bergetar keras.Percikan api hijau kehitaman meledak ke udara, memercik seperti hujan bara beracun.Artefak it

  • Legenda Dewa Pedang    Tapak Racun Neraka

    Api di dasar kawah belum sepenuhnya padam.Bara merah menyala di antara pasir yang menghitam, berdenyut pelan—seperti jantung makhluk purba yang masih hidup di perut bumi.Pasir bergetar dengan kencang.Bukan oleh angin gurun yang juga bertiup kencang.Bukan oleh panasnya matahari gurun.Melainkan… oleh sesuatu yang bernapas di bawahnya.Shu Jin tidak menurunkan Golok Pembasmi Iblis.Tangannya tetap kokoh, namun urat-urat di punggung telapak tangan menegang. Insting bertarungnya berteriak—bukan bahaya biasa. Ini ancaman yang belum selesai.Dari dasar kawah, suara itu terdengar lagi.Lebih serak.Lebih rendah.Lebih menjijikkan.“Hah… hahaha…”Tawa itu seperti digoreskan langsung ke tulang belakang.Bersamaan dengan itu...Pasir meledak ke udara.Hue-Tok-Kui... Setan Racun Neraka Tang Hau bangkit kembali dari kematian yang seharusnya dialaminya.Tubuhnya yang terbelah tidak runtuh. Luka menganga di dadanya tidak menumpahkan darah—melainkan cairan hijau kehitaman yang menggeliat seperti

  • Legenda Dewa Pedang    Tombak Neraka

    Api neraka itu membelah angin bahkan sebelum suara sempat mengikuti. Hue-Tok-Kui mengayunkan tombak racun dengan gerakan lurus—terlalu sederhana untuk disebut jurus, namun terlalu cepat untuk ditangkap mata manusia.Tombak itu melesat seperti garis kematian.WUUUUNG—!!Shu Jin menjejak pasir, tubuhnya berputar setengah lingkaran. Pedang Dewa Ilahi terangkat, memancarkan cahaya putih murni yang menusuk badai gurun.Bilah dan ujung tombak bertemu.TRAAANG!!!Benturan itu tidak sekadar terdengar tapi terasa. Seperti palu raksasa yang menghantam dada setiap orang di radius puluhan meter.Pasir beterbangan seolah gurun meledak dari dalam. Shu Jin terseret mundur empat langkah, setiap langkah meninggalkan parit panjang yang berasap. Ujung sepatunya hangus oleh panas racun.Belum sempat paru-parunya menarik udara—Hue-Tok-Kui sudah menghilang dari tempatnya.Sosok itu muncul di depan wajah Shu Jin dalam sekejap.“Matilah!”Tombak menusuk, tak membawa keraguan sedikit pun.Shu Jin mengubah

  • Legenda Dewa Pedang    Setan Racun Neraka

    Langkah Setan Racun Neraka itu nyaris tanpa suara.Setiap pijakan Tang Hau—Hue-Tok-Kui—jatuh dengan ketenangan yang mengerikan, seolah Oasis Hitam bukan medan pertempuran, melainkan halaman rumahnya sendiri. Api racun kehijauan menyelimuti tubuhnya seperti jubah hidup, berdenyut pelan, menyebarkan panas dan bau pahit yang menusuk hidung. Pasir di bawah kakinya meleleh perlahan, berubah menjadi kaca kusam yang retak-retak.Ia tidak menoleh. Tidak mengakui.Guo Xiang, yang pernah memanggilnya guru, tak lebih dari bayangan tak berarti di sudut penglihatannya. Aylin Qara—gadis gurun yang pernah ia jerat dengan senyum palsu dan janji bantuan—bahkan tidak layak mendapat lirikan. Dunia Tang Hau menyempit menjadi satu titik.Shu Jin.Matanya yang kelabu dan dingin terkunci pada pria itu, seperti ular neraka yang akhirnya menemukan mangsanya setelah perburuan panjang.“Shu Jin,” ucapnya tenang.Suara itu mengalir lembut, licin, seperti racun yang disapukan madu. Namun setiap katanya membawa te

  • Legenda Dewa Pedang    Mendapatkan Golok Pembunuh Iblis

    Langit masih belum pulih dari amukan badai gurun.Butiran pasir terus melayang seperti abu dunia yang hancur, berputar di antara kilat yang sekarat dan awan yang terbelah. Di tepi kawah raksasa yang menganga, Shu Jin dan Guo Xiang berdiri saling berhadapan. Angin membawa bau darah, logam terbakar, dan racun tua yang merembes dari Golok Pembasmi Iblis. Dunia di sekitar mereka tidak hanya rusak oleh kekuatan—ia retak oleh dua tekad yang sama-sama menolak runtuh.Guo Xiang menggeser kakinya setengah langkah.Golok hitam di tangannya bergetar, seperti makhluk hidup yang gelisah, menuntut korban terakhir. Getaran itu merambat hingga ke lengannya, menyatu dengan napas yang tertahan di dadanya.“Sekali lagi,” katanya pelan. Suaranya bukan suara gadis muda—melainkan suara seorang ketua yang memikul ribuan warisan dan nama sebuah sekte. “Jika aku kalah… Gobi-Pay akan mengingatmu.”Shu Jin menghela napas.Udara masuk ke paru-parunya seperti bilah es. Nyeri di dadanya berdenyut, namun senyum tipi

  • Legenda Dewa Pedang    Seribu Bayangan Kematian

    Shu Jin mengangkat pedangnya perlahan.Di tubuhnya, aura iblis dan ilahi saling bertubrukan, berputar seperti dua badai yang menolak berdamai. Urat-urat di lengannya menegang, napasnya berat, namun matanya justru semakin terang—liar, membara, seolah menatap langsung ke ujung takdir.JURUS PEDANG IBLIS LANGIT : HEAVEN-DEVOURING DEMON SOVEREIGN!Untuk pertama kalinya— jurus ke-10 dilepaskan.Langit seketika kehilangan warnanya.Awan runtuh menjadi hitam pekat, menutup dunia seperti tirai neraka yang ditarik paksa. Cahaya mati. Angin membeku. Tekanan spiritual turun seperti gunung, menghantam dada setiap orang yang menyaksikan. Para tetua terhuyung. Murid-murid jatuh berlutut, napas mereka tercekat seolah paru-paru diremas tangan tak kasatmata.Di belakang Shu Jin, sebuah siluet raksasa bangkit.Wujud iblis purba—bertanduk menjulang, bahu setinggi menara, mata keemasan menyala seperti dua matahari terkutuk yang membakar langit. Bayangannya menelan pasir, menelan badai, menelan dunia.Ped

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status