LOGINTidak lama kemudian dia tiba di lantai 2. Ruangan itu jauh lebih tenang dibandingkan lantai 1. Jumlah kios juga lebih sedikit. Namun aura berbagai harta jauh lebih kuat. Di setiap kios terlihat berbagai herbal berusia ratusan bahkan ribuan tahun. He Long pun menganggukkan kepala dengan puas. "Seperti yang diduga. Tempat ini memang berbeda." gumamnya pelan. Dia kemudian mengelilingi setiap kios dan melihat berbagai barang langka. Ada Buah Api Seribu Tahun, Teratai Es Ungu dan ada juga Batu Bintang Hitam yang biasa digunakan untuk menempa senjata. Namun semua itu bukan tujuan utamanya. Dia terus mencari hingga langkahnya berhenti di depan sebuah kios kecil. Di atas meja kayu itu terlihat 2 tanaman yang sangat dikenalnya. Jamur berwarna u
Beberapa saat kemudian, He Long dan semua Murid Pemburu tiba di sana. Tanpa membuang waktu, He Long lebih dulu naik ke arena pertarungan. "Siapa yang lebih dulu?" tanyanya menyapu pandangannya. "Cukup sombong juga bocah ini." para Murid Senior tertegun melihat mental He Long. Mereka tidak menyangka Murid baru yang berusia 18 tahun itu begitu berani. "Baik. Aku yang naik lebih dulu." teriak seorang Murid laki-laki dan melompat ke arena pertarungan. "Ada apa ini?" namun tiba-tiba sebuah suara datang dari langit. Semua Murid pun langsung mendongak dan membungkuk hormat. "Salam Tetua." ucap para Murid dengan hormat. "Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Tetua Gu dengan suara berat. Pemuda yang bernama Zhao Feng pun menangkupkan tangan. "Tetua Gu, kami hanya
3 hari kemudian. Whush... Kapal terbang melewati awan dan sebuah pegunungan besar terlihat di kejauhan. Puncak gunung itu sangat tinggi dan diselimuti kabut. Di antara gunung-gunung tersebut terlihat bangunan besar dengan aura kuno. He Long menatap pemandangan itu dengan kagum. "Ini adalah Sekte Gunung Langit." ucap Tetua Lin. Kapal terbang bergerak mendekati wilayah sekte. Dari kejauhan, sudah terlihat banyak bangunan megah dan lapangan latihan yang luas. Para Murid Sekte sedang melakukan latihan pedang dan teknik kultivasi. Ketika kapal Tetua Lin tiba, beberapa murid melihat ke arah mereka. "Tetua Lin sudah kembali." "Tapi siapa pemuda di samping Tetua?" Bisik-bisik tetangga terdengar di antara para murid. He Long tetap tenang dan tidak memperlihatkan perubahan.
Beberapa jam kemudian, Gerbang Kota Kemangi kembali terlihat.Penduduk yang sebelumnya bersembunyi satu demi satu keluar dari rumah mereka.Saat melihat bendera Provinsi Barat berkibar di Gerbang Kota, sorak gembira langsung terdengar."Kita menang!""Kota Kemangi kembali!"Tangis haru terdengar dari para warga.Ada yang memeluk keluarga mereka dan ada pula yang berlutut mengucapkan syukur.Jenderal Provinsi Barat memasuki Kota dan menatap para warga."Hari ini Kota Kemangi kembali menjadi milik Provinsi Barat!" ucapnya dengan suara lantang.Sorakan kemenangan kembali menggema.Para prajurit mengangkat senjata mereka.Klaang!Bunyi senjata beradu menggema sebagai tanda kemenangan.Namun He Long menatap pemandangan itu dari kejauhan.Dia melihat para prajurit yang terluka saling membantu dan para tabib sibuk mengobati korban.Api unggun dinyalakan di berbagai sudut Kota.Makanan dan minuman dibagikan kepada para prajurit.Suasana kemenangan menyelimuti Kota Kemangi.Jenderal Provinsi B
Namun dia tidak mencari lebih jauh.Tujuannya hanya membantu pasukan Provinsi Barat mengalahkan bandit.Pertempuran berlangsung hingga sore.Pasukan Provinsi Barat berhasil merebut beberapa bagian Kota.Para bandit mundur menuju bagian tengah Kota.Komandan pasukan mengangkat pedangnya."Jangan beri mereka kesempatan!" suaranya menggelegar di tengah-tengah kekacauan itu.Pasukan kembali bergerak dan pertempuran semakin sengit.He Long ikut membantu dari sisi lain tanpa menarik perhatian.Saat malam tiba, pertempuran belum berhenti.Cahaya teknik Energi Qi menerangi jalan-jalan Kota Kemangi.Bomm!Ledakan keras menggema dan menciptakan gelombang kejut.Klaang... Klaang...Bunyi senjata beradu menggema.Slash... "Aaargh..."Jeritan menggema dan korban berjatuhan.He Long berdiri di antara para prajurit yang terluka dan menghela napas.Pertempuran untuk merebut Kota Kemangi masih jauh dari selesai.Namun dengan kedatangan pasukan Provinsi Barat, harapan untuk mengambil kembali Kota itu s
Setelah membayar biaya inap dan masuk ke kamarnya, He Long membersihkan diri lebih dulu.Kemudian dia mengganti pakaiannya dan duduk bersila.Glup...Beberapa butir Pil Pemulih pun masuk ke mulutnya dan Energi Pemulihan mulai bekerja.Hingga keesokan harinya, dia hanya keluar kamar untuk makan.Kemudian kembali ke kamar dan memulihkan diri lagi.Setelah 2 hari memulihkan diri, akhirnya luka luar dan luka dalam miliknya telah pulih semuanya.Selain itu, dia juga sudah bisa menggunakan kekuatan puncak untuk bertarung."Aku tidak bisa terus seperti ini." tahu kekuatan musuh sangat kuat, akhirnya He Long memutuskan untuk menerobos 1 atau 2 tahap lagi.Dia mengeluarkan puluhan Alga Roh dan mulai memakannya.Kemudian menutup mata dan menyerap Energi Qi dari Alga Roh itu.Di hari ketiga.Bomm!Ledakan teredam terdengar yang kedua kalinya dari dalam tubuh He Long.Di mana pemuda ini menerobos ke ahli Langit bintang 1 tahap menengah.Whush...Aura ahli Langit pun meledak keluar dan menyelimuti







