共有

38. Pemburu Kepala

作者: Bebby
last update 公開日: 2025-05-16 21:53:41

Malam turun dengan cepat. Angin dingin menyusup dari celah dinding, membawa bau basah dari ladang dan aroma aneh dari luar desa—seperti darah yang mengering di atas logam tua.

Shin Lin tak melepas jubahnya malam itu. Ia duduk bersila di depan pintu, pedang pendek diletakkan di pangkuannya, jemarinya sesekali menyentuh gagangnya seolah mengukur keseimbangan antara tenang dan waspada.

Shin Tian mencoba tidur, meski matanya berkali-kali terbuka mendengar suara langkah samar dan bisikan angin yang
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Legenda Sang Genius Immortal   64. Rahasia Leluhur Keluarga Shin

    Ruang kerja Shin Long mendadak terasa lebih dingin.“Orang dari dalam kekaisaran?” Shin Wang yang baru tiba di ambang pintu mengerutkan kening. “Apakah Qian Mu menyebutkan namanya?”Penjaga itu menggeleng gugup. “Belum, Tetua. Ketika kami menanyakan identitas orang tersebut, Qian Mu justru meminta bertemu Tuan Muda Shin. Katanya, hanya beliau yang bisa memahami maksud pesan yang ditinggalkan orang itu.”Shin Tian menyandarkan punggung pada kursi. Ujung jarinya mengetuk meja perlahan.Qian Mu bukan orang bodoh. Jika dia sampai meminta bertemu dengannya, berarti ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar menyelamatkan nyawanya.“Bawa dia ke ruang interogasi,” perintah Shin Tian. “Jangan beri kesempatan untuk menghubungi siapa pun.”“Baik!”Setelah penjaga itu pergi, Shin Long menatap putranya dengan cemas.“Kau akan menemuinya sekarang?”“Tidak. Ada urusan yang lebih mendesak.”Shin Wang mengangkat alis. “Lebih mendesak daripada mengetahui siapa yang mengincar keluarga kita?”

  • Legenda Sang Genius Immortal   63. Kecurigaan Shin Long

    Suara langkah para penjaga menggema di lorong kediaman Keluarga Shin.“Lapor! Qian Mu tertangkap ketika berusaha melarikan diri melalui gerbang belakang!”Shin Tian yang baru saja hendak meninggalkan aula leluhur menghentikan langkahnya. Senyum tipis muncul di sudut bibirnya. “Bagus. Pastikan dia tetap hidup. Aku masih punya beberapa pertanyaan untuknya.”“Siap!” Penjaga itu segera berbalik dan berlari pergi.Di belakang Shin Tian, Shin Long masih berdiri terpaku. Wajahnya pucat, sementara kedua tangannya mengepal begitu kuat. Bekas pertarungan melawan Utusan Lembah Iblis masih terasa di udara. Bau hangus bercampur aroma dupa memenuhi aula, dan beberapa retakan menghiasi lantai marmer.Namun, bukan kerusakan itu yang mengganggu pikirannya. Anak yang selama ini dianggapnya lemah ternyata mampu mengalahkan utusan dari kekuatan misterius yang bahkan ditakuti para tetua keluarga.Lebih mengejutkan lagi, Shin Tian melakukannya dengan ketenangan seolah baru saja menyelesaikan pekerjaan rumah

  • Legenda Sang Genius Immortal   62. Pemutus Gerbang Iblis

    Suara retakan mengguncang seluruh aula leluhur Keluarga Shin.KRAAAAK!Cahaya merah menyembur dari pusaran hitam di atas altar. Udara mendadak membeku, sementara aroma busuk menyerupai daging membusuk memenuhi ruangan. Lantai marmer bergetar hebat. Beberapa tetua terpaksa berlutut untuk mempertahankan keseimbangan.Di tengah kekacauan itu, Shin Tian berdiri dengan kedua tangan terangkat.Jubahnya berkibar diterjang angin hitam. Rambutnya berantakan, tetapi sorot matanya tetap tenang.Di hadapannya, Utusan Lembah Iblis tertawa dengan suara parau."Ha... ha... ha! Bocah, kau pikir formasi tua ini mampu menghentikanku?"Makhluk itu memiliki tubuh kurus dengan kulit kelabu seperti mayat. Dua tanduk hitam tumbuh dari dahinya, sementara urat-urat merah menjalar di lehernya. Energi iblis terus mengalir dari tubuhnya menuju pusaran di atas altar."Gerbang ini akan terbuka sepenuhnya!" raungnya. "Saat itu terjadi, seluruh Kota Xian Jin akan menjadi tempat berburu bagi para penghuni alam iblis!"

  • Legenda Sang Genius Immortal   61. Formasi Pelindung Leluhur Keluarga Shin

    Langit di atas alun-alun berputar liar, awan-awan kelabu tersedot ke satu titik, membentuk pusaran hitam yang menganga seperti mata raksasa. Udara mengerang. Tekanan qi melonjak tak terkendali, menusuk paru-paru, menghancurkan keseimbangan.Beberapa kultivator muda langsung terhempas berlutut. Darah menyembur dari mulut mereka, bercampur dengan debu dan hujan energi yang tak kasatmata.Shin Tian melompat mundur, menghentakkan kaki ke tanah untuk menancapkan dirinya.Braak!Permukaan batu retak di bawah telapak sepatunya.“Gerbang semu…” gumamnya lirih, mata menajam menatap pusaran itu. “Mereka benar-benar gila.”Di tengah kekacauan, Qian Mu berdiri—namun yang tersisa dari dirinya hanyalah bentuk. Sesuatu yang lain menggerakkan tubuh itu kini.Dagingnya menggelembung, tulang-tulang bergeser. Kulitnya pecah, memperlihatkan lapisan hitam berkilau seperti baja iblis. Dari punggungnya, kabut pekat memadat, membentuk sepasang sayap yang berdenyut seirama dengan pusaran di langit.Suara yang

  • Legenda Sang Genius Immortal   60. Bahaya Susulan

    Langit di atas Kota Xian Jin belum sepenuhnya cerah ketika tanda bahaya berikutnya muncul.BUUUM...!!!Getaran berat merambat dari kejauhan, bukan dari gerbang, bukan dari dalam kota—melainkan dari tanah di bawah kaki mereka. Batu-batu kecil melompat, air di selokan beriak liar, dan burung-burung yang tadi kembali bertengger mendadak beterbangan panik.Shin Tian mengerutkan kening.“Tidak mungkin hanya satu Jenderal Roh Iblis,” gumamnya. “Itu terlalu… biasa.”Belum selesai kalimatnya...KRAAAKKK!Tanah di tengah kota... alun-alun utama terbelah dua.Teriakan histeris terdengar dari warga kota.Warga berhamburan. Pedagang menjatuhkan barang dagangan, anak-anak tersandung, orang-orang saling bertabrakan dalam kepanikan. Dari celah tanah itu, kabut hitam merembes keluar, lebih kental, lebih licik, seperti asap yang berpikir.“Formasi Pertahanan!” teriak Shin Wang. “Lindungi rakyat!”Para tetua Klan Shin bergerak cepat, membentuk lingkaran qi di sekeliling alun-alun. Namun kabut itu menye

  • Legenda Sang Genius Immortal   59. Jenderal Roh Iblis

    Aura gelap itu datang seperti napas kematian.Tidak meledak, tidak meraung—melainkan menekan. Langit di atas Kota Xian Jin meredup, seolah matahari ditelan kabut hitam. Sorak kemenangan rakyat perlahan meredam, digantikan keheningan yang membuat bulu kuduk berdiri.Shin Tian mengangkat kepala.Udara… menjadi pekat dan berat.“Semua mundur!” teriaknya keras. “Sekarang!”Belum semua orang memahami perintah itu—BOOOM!Tanah di luar gerbang timur terbelah.Retakan raksasa menjalar seperti urat hitam, dan dari celah itu, sesuatu bangkit perlahan.Bukan hewan.Bukan sepenuhnya roh.Ia berdiri setinggi menara pengawas, tubuhnya diselimuti kabut pekat, tulangnya hitam legam dengan simbol merah menyala terukir di setiap sendi. Kepalanya menyerupai tengkorak banteng, dengan tanduk bengkok yang berdenyut seperti nadi hidup.Jenderal Roh Iblis.Makhluk yang seharusnya tertidur di lapisan terdalam Lembah Iblis.“Tidak mungkin…” bisik Shin Wang, wajahnya pucat. “Makhluk itu… setara Pembentukan Int

  • Legenda Sang Genius Immortal   26. Ketahuan

    Shin Tian melangkah mendekat, langkahnya tenang, nyaris tak terdengar. Bajunya berkibar sedikit, dan tiap langkah seolah menekan udara di sekitar, menciptakan beban tak kasatmata yang menggantung di antara mereka. Ia berlutut perlahan di hadapan Qian’er, membiarkan matanya sejajar dengan wanita ya

  • Legenda Sang Genius Immortal   09. Zaman Kultivasi Kuno

    Suara desir angin bergaung samar di telinganya. Perlahan, kesadaran Shin Tian mulai merangkak kembali dari kegelapan. Ia menggeliat pelan, tubuhnya terasa seperti dihantam batu besar—berat, nyeri, dan tak sepenuhnya berada di bawah kendalinya.“Ugh… aku… ada di mana?” gumamnya pelan. Suaranya terde

  • Legenda Sang Genius Immortal   08. Waktu Yang Salah

    Deras hujan menari-nari di atas atap Menara Lonceng, memercik di atas bebatuan yang dingin dan licin. Udara malam yang basah dan dingin terasa menyesakkan, seperti ikut menindih dada Shin Tian yang sudah penuh luka.Tubuhnya gemetar, bukan hanya karena udara dingin yang menusuk kulit, tapi juga kar

  • Legenda Sang Genius Immortal   07. Menunggu Sambaran Petir

    Langit di atas kediaman Keluarga Shin menghitam, menggantung berat seperti pertanda kutukan yang hendak turun. Awan bergulung-gulung seperti naga kelabu, dan rintik hujan mulai menari di udara, menciptakan irama lembut yang menghantam genting tua menara tua keluarga. Udara terasa lembap dan bergeta

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status