แชร์

Bab. 30. Lembah Salju Utara

ผู้เขียน: Master KidOO
last update วันที่เผยแพร่: 2024-01-03 20:44:06

Fang Han bergerak menuju Perusahaan Ekspedisi Gagak Emas dengan hati yang tertekan. “Sudahlah, semua ini hanya bisa dilakukan selangkah demi selangkah.”

Pemuda itu hanya menyadari beberapa musuh yang sudah terlihat dan mulai menargetkannya.

Pada kenyataannya, ada singa-singa lain yang juga telah menargetkan Fang Han. Itu adalah orang-orang klan kekaisaran. Pergerakan paling cepat yaitu Klan Huang. Ini benar-benar musuh tersembunyi yang tidak diketahui oleh si Pemuda.

Orang-orang dari Klan Huan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Legenda Sang Immortal   Bab. 130

    Fang Han tidak menghiraukan tatapan Mo Yang.Setelah memastikan kondisi tubuhnya cukup stabil, ia mengarahkan pandangan ke anak tangga berikutnya. Fang Han mengangkat kaki.Saat telapak kakinya menyentuh anak tangga ke-302, tidak ada ledakan aura ataupun perubahan mencolok pada lingkungan sekitar. Namun, beberapa saat kemudian, ia merasakan hawa dingin merambat dari telapak kaki menuju seluruh tubuhnya.Ia berhenti dan menundukkan kepala, memperhatikan permukaan batu di bawah kakinya. Tidak ada formasi yang terlihat, juga tidak ada rune yang muncul. Akan tetapi, hawa dingin itu terus meningkat, seolah-olah ada sesuatu yang sedang menguji ketahanan tubuhnya dari dalam.“Menarik...” Fang Han tidak segera melangkah lebih jauh. Sebaliknya, ia berdiri diam dan membiarkan sensasi tersebut menyebar.Pada saat yang sama, ia mencoba mengamati apakah pemahaman yang baru diperolehnya di Kuburan Pedang memberikan pengaruh terhadap tekanan ini.Sayangnya, tidak ada respons yang jelas.Niat Pedan

  • Legenda Sang Immortal   Bab. 129

    Sementara di Tangga Menembus Langit, Fang Han perlahan membuka matanya.Pemandangan Kuburan Pedang yang dipenuhi kabut kelabu telah menghilang. Sebagai gantinya, hamparan anak tangga batu kembali terbentang di hadapannya. Angin dingin berembus melewati tubuhnya, membawa serta tekanan aneh yang masih tertinggal di udara.Fang Han masih berada di anak tangga ke-301 Tangga Menembus Langit.Namun, sesuatu telah berubah.Fang Han menundukkan kepala dan mengamati kedua tangannya. Tidak ada luka yang terlihat, tetapi sensasi seolah-olah ribuan pedang masih mengiris kesadarannya belum sepenuhnya lenyap. Pengalaman di Kuburan Pedang terlalu nyata untuk dianggap sekadar ilusi. Setiap langkah yang diambilnya menuju puncak gunung pedang itu telah memaksanya menghadapi batas kemampuan jiwa spiritualnya sendiri.Terlebih lagi, pedang kayu polos yang disentuh di puncak masih terukir jelas dalam ingatan Fang Han.Niat Pedang Asal — Kun Peng Menelan Langit!Nama itu muncul kembali di benaknya, diikut

  • Legenda Sang Immortal   Bab. 128

    Retak... retak...Retakan halus itu bukan lagi muncul di pedang-pedang di sekitarnya. Retakan itu muncul di tubuh jiwa Fang Han sendiri.Sosoknya yang semula padat kini berkedip-kedip. Transparan. Seperti lilin yang tertiup angin di tengah badai niat pedang.Seratus langkah lagi menuju puncak Kuburan Pedang. Seratus langkah yang terasa seperti seratus tahun.“Aku... sudah mencapai batas…”Fang Han berlutut. Lutut jiwanya menghantam tanah yang dipenuhi pecahan pedang berkarat. Setiap tarikan nafas, ribuan bilah tak kasatmata mengiris lautan kesadarannya.Di belakangnya, jalan yang telah ia lalui perlahan menghilang ditelan kabut kelabu. Tidak ada jalan untuk mundur.Di depannya, puncak yang memancarkan cahaya menyilaukan itu masih menggantung, dingin dan tidak peduli.Untuk pertama kalinya sejak datang ke Alam Tiga Puluh Delapan Provinsi Dao Surgawi, Fang Han merasakan keputusasaan yang sesungguhnya. Bukan karena musuh lebih kuat. Tapi karena tubuhnya sendiri yang menolak untuk melangk

  • Legenda Sang Immortal   Bab. 127

    Begitu Fang Han memasuki kondisi meditasi, dunia di sekitarnya seketika lenyap.Tekanan spiritual yang semula terus menghantam lautan kesadarannya tiba-tiba berubah menjadi pusaran yang menelan seluruh kesadaran.Wussh!Dalam sekejap mata, Fang Han mendapati dirinya telah berdiri di sebuah dunia yang sama sekali asing.Di hadapan Fang Han menjulang sebuah gunung raksasa yang diselimuti kabut kelabu. Dari kaki hingga puncaknya, ribuan bahkan puluhan ribu pedang tertancap di tanah. Ada pedang yang masih utuh dan memancarkan cahaya dingin, ada pula yang telah berkarat, patah, bahkan hanya menyisakan gagangnya saja.“Tempat ini ...” gumam Fang Han dalam hati. Tatapannya perlahan menyapu seluruh gunung. “Kuburan Pedang.”Begitu pikiran itu muncul, hawa dingin langsung menjalari punggung Fang Han.Walaupun tempat ini dipenuhi pedang-pedang yang telah lama tertancap di tanah, aura yang dipancarkan setiap bilahnya masih sangat mengerikan. Niat pedang yang tajam berpadu dengan aura membunuh

  • Legenda Sang Immortal   Bab. 126

    Melihat Fang Han terus melesat tanpa sedikit pun memperlambat langkahnya, Song Yifeng segera menggertakkan gigi. Rasa malu akibat bentrokan sebelumnya berubah menjadi amarah yang membakar akal sehat Song Yifeng. “Jangan harap kau bisa kabur!” bentaknya sebelum segera mengejar.Boom!Song Yifeng mengerahkan energi spiritualnya hingga batas yang mampu ia kendalikan. Sosoknya melesat dari satu anak tangga ke anak tangga berikutnya dengan kecepatan tinggi.Namun, baru beberapa langkah ia melangkah, wajah Song Yifen kembali berubah.Tekanan pada setiap anak tangga terus meningkat secara bertahap. Setiap kali berpindah ke tangga berikutnya, ia masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan tekanan baru yang menghantam tubuh.“Sial!” kutuk Song Yifeng dalam hati.Song Yifeng memaksa melangkah lebih cepat, tetapi tubuhnya tidak mampu mengikuti keinginannya. Semakin terburu-buru, semakin besar pula energi spiritual yang harus dikeluarkan untuk melawan tekanan Tangga Menembus Langit.S

  • Legenda Sang Immortal   Bab. 125

    Dalam beberapa tarikan napas berikutnya, Fang Han telah menyusul hingga mencapai anak tangga yang sama dengan Song Yifeng. Karena memilih mempercepat pendakiannya, fokus Fang Han kini lebih tertuju pada tekanan Tangga Menembus Langit daripada keadaan di sekelilingnya. Tanpa disadari, kewaspadaan Fang Han terhadap orang lain sedikit menurun.Akan tetapi, tepat ketika telapak kakinya menginjak anak tangga ke-285 ….Wussh!Sebuah telapak tangan berwarna keperakan tiba-tiba melesat dari samping dengan kecepatan luar biasa. Angin panas yang dibawa pukulan telapak itu langsung mengoyak udara, sementara di dalam serangan itu terselip jejak aura Hukum Logam yang tajam dan mendominasi.Serangan itu datang tanpa peringatan, keji, dan jelas ditujukan untuk membunuh.“Ha ha ha! Fang Han, orang sepertimu tidak pantas berdiri di anak tangga ini!” teriak Song Yifeng dengan senyum sinis.Tanpa sedikit pun menahan kekuatannya, Song Yifeng mendorong telapak tangannya semakin kuat.“Turunlah dengan p

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status