MasukBadai dan petir tiba-tiba tercipta menghempaskan apa pun yang ada di sana.Pohon, rumput, bahkan bebatuan di hutan perak lenyap berganti padang gersang dengan banyak rekahan besar di atas permukaan tanahnya.Beruntung pasukan iblis dan para peserta masih bisa bertahan dengan melapisi tubuh mereka menggunakan energi.Andai yang ada di sana adalah manusia biasa, maka sudah pasti akan ikut lenyap bersama pepohonan.“Aku sudah tahu kalian pasti akan datang, baiklah! Tidak ada jalan lain selain melakukan perang, makhluk biadab seperti kalian memang harus dilenyapkan,” ucap Lintang.Suaranya menggema ke seluruh wilayah padang gersang di mana dia berbicara menggunakan energi.“Indrayan, Palwa, dan kalian semua pendekar dewa. Bersiaplah! Musuh kita sesungguhnya telah hadir di depan mata,” ungkap Lintang.“Hidup hanya satu kali tetapi kehormatan akan abadi! Pergi dari sini menjadi pecundang, atau berjuang bersamaku mencapai kehormatan,” ucap Lintang.Mendengar itu, Indrayan, Palwa, dan semua d
Terdapat sekitar 5000 pasukan dewa kegelapan yang kini tengah mengepung kelompok Lintang.Mereka adalah bawahan dari Kuradala yang selama ini dia bawa jauh dari negeri para monster.Pasukan itu memiliki kanuragan tinggi dengan senjata gada besi yang memancarkan aura hitam dari energi kegelapan.Berbeda dengan pasukan pertama, kali ini pasukan tersebut memiliki wujud aneh seperti serangga.Bertubuh tinggi sekitar 2 meter dengan mengenakan berzirah besi hitam yang terlihat sangat kuat.Sedang kepala mereka mirip sekali kepala tawon dengan dua gigi capit tajam di antara sisi bibirnya.Bermata merah bulat besar menyala hampir menutupi wajah yang dipenuhi bulu.Sedang badan mereka sedikit bungkuk dengan dua tangan dan dua kaki layaknya manusia. Tetapi mereka memiliki ekor panjang yang dipangkal ekor tersebut terdapat nyengat tajam beracun.Tentu saja Lintang langsung melebarkan mata mendapati pasukan itu di mana dia dapat merasakan energi dewa kegelapan dari tubuh mereka.“Celaka! Tidak ku
Atas arahan Lintang, kini satu persatu iblis bertanduk dua mulai tumbang.Para makhluk itu tidak lagi bisa bergerak karena urat-urat persendian mereka diputus oleh pasukan Lintang.Bertarung dengan tanpa rasa takut membuat para peserta bisa melihat celah dan kesempatan.Sekarang mereka tidak lagi menahan serangan musuh, tetapi menghindarinya dengan berkelit ke samping, atas, dan bawah untuk mendekati persendian lawan.Tubuh dewa yang kecil mampu bergerak lincah di antara kaki-kaki lawan yang bertubuh besar. alhasil, puluhan iblis kini tergeletak tidak berdaya.“Ini berhasil, hahaha, dengan tidak adanya iblis yang tewas. Jumlah mereka tidak lagi bisa bertambah,” Lintang tertawa senang.Dia sendiri tidak memiliki pedang untuk memotong urat persendian lawan, sehingga Lintang menggunakan teknik energi membentuk pisau medis dengan tangannya.Membuat telapak tangan Lintang kini bercahaya biru terang dan memiliki ketajaman melebihi pedang.Satu sayatan telapak tangan Lintang membuat musuh la
Semua penonton berdebar melihat rombongan Lintang di serang ratusan monster iblis.Hal itu karena para monster yang menyerang mereka jauh lebih banyak dari pada monster yang menyerang kelompok Samosir.Entah apa yang terjadi di sana, yang pasti semua iblis di hutan perak seperti telah dikendalikan oleh seseorang.Resi Batara Gundawarma yang melihat keganjilan tersebut merasa heran di mana seharusnya, para iblis di sana hanya dapat dikendalikan olehnya.“Ada yang menyabotase pusaka kita. Jaya, bersiaplah, kau dan 19 pasukanmu akan kukirim ke sana,” seru Resi Batara Gundawarma melalui telepati.Mendengar itu, Jaya Angkara berikut pasukannya langsung memisahkan diri dari barisan penjaga pagoda.“Baiklah sekarang!” perintah Resi Batara Gundawarma.Dia segera menciptakan portal kecil tanpa sepengetahuan orang lain, portal tersebut berbentuk lingkaran yang muncul di depan pasukan Jaya Angkara.Namun ketika Jaya Angkara dan pasukan-nya akan menembus portal, tubuh mereka tiba-tiba kembali ter
Di dalam kubah penghalang, Lintang menciptakan banyak serangga kecil dari energi sihirnya.Kemudian serangga-serangga tersebut dilepaskan agar masuk ke lantai pertama untuk mencari semua peserta.Dalam waktu singkat, Lintang bisa menemukan mereka. Dengan kehendaknya, satu serangga masuk dalam kepala setiap peserta membuat mereka bisa mendengar dan berbincang dengan Lintang.Beruntung kubah cermin gaib di luar hanya menampilkan gambar saja, sehingga suara apa pun di dalam pagoda tidak bisa terdengar ke luar.“Tuan Lintang?” gumam Palwa.“Benar, ikuti suaraku maka kau akan terlepas dari labirin. Buka saja matamu karena cermin penghisap tidak akan lagi bisa menghisap energi kehidupanmu,” jelas Lintang.“Ba-baik tuan,” Palwa mengangguk cepat sembari tersenyum senang.Dia sungguh tidak menyangka Lintang ternyata akan membantunya di situasi sulit seperti itu.Dan tidak hanya Palwa, tapi Lintang menyelamatkan semua peserta yang masih berada di dalam labirin membuat semua penonton bahkan Resi
Waktu terus berjalan di dunia luar, sementara di dalam pagoda 3 iblis waktu tidak berarti di mana di sana memiliki waktu sendiri.Di dalam pusaka waktu selalu terkesan lambat, terutama pada pusaka alam dewa.Seperti sekarang, dalam hitungan dunia luar, Lintang dan para peserta lain sudah memasuki pagoda selama 2 hari. Tetapi di dalam pagoda, Lintang merasa waktu baru saja beberapa menit.Tragedi pembantaian dari kelompok pendekar berpakaian hitam telah mengurangi jumlah peserta secara signifikan.Sehingga yang mengikuti ujian di dalam pagoda hanya sekitar 120 orang saja di mana peserta yang lain tewas bersama rombongan perguruan mereka.Termasuk para penonton, banyak penonton dari penduduk Ganestaloka yang juga tewas di malam itu, membuat jumlah penonton menurun tiba-tiba.Ujian dimulai sore hari, berbeda dengan ujian sebelumnya. Ujian kali ini dikawal dan dijaga oleh semua pilar sekte. Bahkan Resi Batara Gundawarma sendiri turut menghadirinya.Tentu saja, selain untuk memastikan keam







