LOGIN“Hati-hati tuan, dia sangat berbahaya,” terdengar suara Jagat mengingatkan.
“Aku mengerti Jagat,” ujar Lintang sembari menyipitkan mata menatap musuh.
Ukhuk!
Satu kali Lintang terbatuk, dari mulutnya mengalir darah segar pertanda dia mengalami luka dalam.
Sementara si tangan kilat tidak mendapatkan luka apa-apa, pertahanan tubuhnya sungguh kuat sehingga energi tongkat semesta tidak berdampak terhadapnya.
Tetapi sama seperti Lintang, dia juga kini tengah menyipitkan mata seakan pemikirannya penuh keterkejutan.
“Sial! Tongkat kayu macam apa yang digunakan pemuda siluman itu? Ini benar-benar akan merepotkan,” umpat si tangan kilat kesal.
“Setelah pertarungan ini selesai, aku tidak mau tahu, kalian harus membayarku dengan sangat mahal para bangsawan,” si tangan kilat bergumam sendiri. Tetapi di bibirnya terukir senyuman lebar seakan dia menemukan alasan untuk memeras mereka yang mengutusnya.
Mendapati Lintang bukan pendekar seperti dugaan semua orang, Si Tangan Kilat lantas mengalirkan energi lebih banyak ke dalam pedang.
Dia benar-benar berniat membunuh Lintang di sana, sehingga apa pun yang terjadi, Lintang harus mati.
“Hahaha, aku cukup terhibur anak siluman. Baiklah! Ayo kita bertarung serius,” si tangan kilat tertawa.
“Seperti maumu,” ujar Lintang.
Setelah mengatakan itu, tongkat kayu di tangannya tiba-tiba berubah wujud memancarkan cahaya merah bara.
Ukurannya juga menjadi lebih panjang membuat si tangan kilat kembali menyipitkan mata.
Ternyata benar seperti perkiraannya, tongkat lusuh milik Lintang adalah senjata tingkat dewa.
“Hahaha, menarik,” Si Tangan Kilat tertawa, setelah itu sosoknya lenyap dari pandangan.
Dia melesat menggunakan kecepatan cahaya menyerang Lintang dengan dua tebasan.
“Aku melihatmu kali ini,” ucap Lintang tersenyum tipis.
“Lompatan petapa naga!” seru Lintang.
Wussss! Trang! Trang!
Dua senjata tingkat tinggi kembali bertemu di atas langit, tetapi kali ini tidak menyebabkan ledakan karena tertahan energi pemiliknya.
Mendapati dua serangannya gagal, si tangan kilat kembali melayangkan tebasan lain.
Namun sekarang dia menggunakan jurus berbeda membuat Lintang harus mundur menghindarinya.
Wush! Wush! Sring!
Pedang Si Tangan Kilat hanya mengenai tempat kosong di mana Lintang tiba-tiba saja menghilang dari sana.
“Kecepatannya? Sial!” umpat si tangan kilat terkejut.
Tidak ingin melepaskan lawan, dia segera melesat mengejar Lintang.
Sring! Sring! Sring!
Suara pedang Si Tangan Kilat terdengar nyaring memotong angin. Setiap tebasannya mengandung energi yang sangat tinggi.
Namun Lintang selalu bisa menghindarinya. Pemuda itu sengaja mengulur pertarungan untuk mencari celah kelemahan lawan.
Lintang sadar, jurus pedang si tangan kilat memang benar-benar cepat dan terarah. Andai dihadapi menggunakan tongkat, maka kecepatan tangan Lintang tidak akan bisa mengimbanginya.
Wussh!
“Matilah kau bangsat!” teriak si tangan kilat sangat geram.
Pedang musuh kembali melesat dari arah bawah, kali ini merupakan tebasan vertikal membuat Lintang tidak bisa menghindarinya.
“Tongkat pemukul gunung!” seru Lintang.
Wusssh! Trang!
Serangan pertama berhasil di tahan, tetapi si tangan kilat masih tidak menyerah.
Dia kembali menarik pedangnya berputar 180 derajat mengubah arah serangan.
Wush Sring!
Hampir saja leher Lintang tanggal terkena tebasan lawan, beruntung dia masih bisa menebak arah serangannya sehingga langsung merunduk menjatuhkan tubuh.
Wush!
Pedang musuh hanya mampu menebas angin membuat si tangan kilat kembali berdecak kesal.
“Dasar licin! Terima ini,” bentak pria tersebut.
Gagal menggunakan pedang, kini dia melayangkan tendangan menyilang karena Lintang masih berada di bawah.
Wussh! Dak! Aaaa!
Kaki si tangan kilat menghantam telak permukaan wajah Lintang membuat pemuda itu terpelanting jauh ke belakang.
Lintang lengah karena terlalu memerhatikan pedang, padahal selain pedang, musuh masih memiliki anggota tubuh lain yang bisa dijadikan senjata.
“Hahaha, bodoh!” si tangan kilat tertawa.
Tidak ingin membuang kesempatan, dia segera melesat mengejar laju tubuh Lintang.
Tetapi naas ternyata itu merupakan sebuah jebakan di mana Lintang sengaja menerima serangan hanya untuk mencari celah kelemahan lawan.
Sehingga saat Si Tangan Kilat datang, Lintang langsung bergerak mengayunkan tongkatnya.
“Sapuan jagat!” gumam Lintang.
Wuhsss! Buk! Aaaaaaaaa!
Permukaan tongkat semesta mengenai telak dada lawan membuat si tangan kilat menjerit sampai langsung memuntahkan darah.
Tubuhnya terlempar sejauh ratusan meter karena Lintang menggunakan energi lebih pada serangannya.
“Kuat boleh, tapi bodoh jangan,” ucap Lintang menyeringai lebar.
Sedari awal Lintang menyadari musuh memiliki energi yang besar sehingga serangan biasa sulit melukai tubuhnya.
Tetapi dalam posisi akan menyerang, pertahanan tubuh musuh mengalami penurunan karena energi miliknya lebih besar digunakan pada senjata.
Sehingga saat tongkat semesta masuk, energi Lintang mampu menghantam tubuh lawan dengan sangat mudah.
Meski tidak bisa membunuhnya, serangan tersebut setidaknya dapat memberikan waktu kepada Lintang untuk sedikit mengambil napas.
Ukhuk! Ukhuk!
Dua kali si tangan kilat memuntahkan darah segar, kemungkinan beberapa organ dalam hancur terkena serangan Lintang.
Dia sungguh tidak percaya ternyata selain kuat, lawannya kali ini memiliki kecerdasan lebih, membuat si tangan kilat beberapa kali mengutuki Lintang.
Pria berkumis tebal itu segera mengalirkan banyak energi untuk memulihkan semua lukanya. Setelah ini, dia tidak lagi berani bertindak gegabah di depan Lintang.
Sama seperti Si Tangan Kilat, Lintang juga saat ini sedang memulihkan luka. Tetapi dengan energi keemasan, setiap luka Lintang bisa pulih dengan sangat cepat.
“Sekarang giliran kita Jagat,” Lintang menyeringai penuh makna.
“Aku siap tuan,” ujar tongkat semesta.
“Baikah! Lompatan petapa naga,” seru Lintang.
Sosoknya tiba-tiba lenyap dari pandangan membuat si tangan kilat berdecak kesal.
“Sial!”
Dia langsung memasang kuda-kuda pertahanan. Tetapi sayang, Lintang sudah lebih dulu tiba di sana.
“Getaran gelombang pati,” seru Lintang.
Dia melesat menggunakan jurus tongkat tingkat tinggi.
Trang! Trang! Trang! Buk! Aaaa! Trak!
Lintang terus menyerang tanpa memberikan kesempatan, membuat si tangan kilat beberapa kali terkena pukulan tongkat.
Berbeda dengan serangan awal, sentuhan tongkat Lintang kini terasa panas dan menyakitkan sehingga musuh terus meringis mendapatkannya.
“Licik!” Maki si tangan kilat.
“Hahaha, tidak ada kata licik dalam pertarungan,” Lintang tertawa sembari terus melayangkan serangan.
Semakin lama, serangan Lintang bertambah cepat dan kuat membuat musuh semakin terpojok kewalahan. Hingga pada akhirnya, Si Tangan Kilat kembali terlempar terkena hantaman tongkat.
Aaaaaaaa!
Dia melayang sejauh ratusan meter, darah dari mulutnya mengalir bagaikan sungai.
Sementara Lintang kembali mundur untuk mengambil napas. Dia akui si tangan kilat sungguh kuat.
Jika orang lain yang mendapatkan hantaman itu, mungkin tubuhnya akan langsung lenyap menjadi serpihan daging.
“Aku telah salah perhitungan menghadapinya, sial! Jika sudah begini tidak ada pilihan lain,” umpat si tangan kilat geram.
Karena tidak memiliki waktu untuk memulihkan luka, pria berkumis tebal itu langsung menggunakan jurus terlarang.
Dia mengambil setetes darah dari mulutnya, setelah itu di oleskan pada permukaan pedang membuat pedang si tangan kilat seketika berubah warna menjadi merah.
**
Banyak pengguna sihir di alam dewa, tetapi membuat pakaian sihir seindah ciptaan Lintang tidak pernah di temukan di mana pun membuat Atmarani begitu terpana mendapatkannya.Saat ini di dalam hati gadis itu berkecamuk berbagai rasa terhadap Lintang, marah, benci, geram, takjub, terpesona, dan bahagia bercampur menjadi satu sehingga Atmarani tidak bisa berkata-kata.Dia sangat ingin membunuh Lintang, tetapi juga tidak kuasa berada di dekatnya. Tubuh Atmarani entah mengapa seakan lemas di hadapan Lintang.Baru kali ini Atmarani merasakan hal seperti itu sehingga membuatnya bertanya-tanya, sihir apa yang telah Lintang tanamkan kepadanya.“Ini, ambil pakaianmu. Maafkan aku karena tidak sengaja masuk ke mari,” Lintang tiba-tiba muncul di sisi Atmarani dengan telah menyodorkan tumpukan pakaian beserta topeng kayu miliknya.Namun alih-alih senang, Atmarani entah mengapa malah seperti ketakutan sehingga dia langsung mundur beberapa langkah.“Be-berhenti di sana pe-pemuda ca-cabul,” Atmarani te
KyAaaaaaaaaa!Lintang langsung menutup kedua matanya menggunakan tangan. Sementara tubuhnya masih telanjang bulat di sisi kolam.Begitu pula sang gadis cantik yang tidak sengaja dirinya lihat. Dia langsung menutupi semua bagian penting dari tubuhnya.Tangan kiri menyilang menutupi dua gundukan kembar di antara dadanya, sementara tangan kanan menjuntai menutupi sesuatu di antara dua kakinya.Wajah tirus dengan bibir bergelombang membuat Lintang tidak bisa berkata-kata. Dia memiliki hidung bangir dengan bulu mata lentik bagaikan haluan kapal yang sangat indah.Memiliki dua bola mata berwarna hijau cerah, dan rambut hitam panjang terurai.Sementara tubuhnya benar-benar sangat elok dengan kulit putih mulus tanpa noda.Lengkungan pinggul violin membuat pikiran Lintang mengembara pada sesuatu yang tidak semestinya. “Aaaaa! Aaaaa! Aaaaaaaa! Berengsek! Sialan! Cabul! Tidak tahu diri! Enyah kau dari sini!” maki sang gadis cantik kepada Lintang.Wajah mulusnya seketika merona karena dia juga t
Lintang merasakan ada energi dari pengikut dewa kegelapan, namun energi tersebut terlalu jauh sehingga Lintang tidak bisa memastikan di mana dan siapa pemilik energi itu.Tetapi dari sana Lintang bisa tahu bahwa pasukan raja kegelapan memang sudah berada di kota Ganestaloka.Itu membuat dia semakin waspada dalam bertindak karena salah sedikit saja, nyawanya dan seluruh penduduk kerajaan Dashaloka akan binasa di tangan mereka.Setelah menyantap berbagai hidangan di rumah makan tersebut, Lintang mengajak Palwa dan Indrayan segera kembali ke kamar penginapan. Namun waktu itu Indrayan mengatakan bahwa di pasar kota ada pemandian air hangat terbesar.Tempatnya sangat aman dan tertutup karena berada di dalam gedung yang dijaga ketat oleh para pendekar.Mendengar hal tersebut, Lintang tentu saja penasaran karena air hangat bagus untuk memperkuat susunan tulang. Terlebih air hangat yang langsung berasal dari gunung Merapi karena air tersebut mengandung zat belerang.Selain itu Lintang juga me
Sore hari di kota Ganestaloka, Lintang, Indrayan dan Palwa sudah mendapat penginapan.Secara tidak sengaja mereka memilih penginapan paling mewah dengan uang milik Lintang. Tentu saja bagi Lintang itu tidak masalah karena di dalam dimensi penyimpanannya, dia memiliki batu energi yang tidak terbatas.Sebagai seorang putra penguasa besar yang menguasai 4 alam, Lintang memiliki banyak harta kekayaan yang bangsa dewa sekalipun sulit menandinginya.Palwa sengaja memilih kamar paling besar di penginapan itu agar dapat ditempati oleh tiga orang.Namun siapa sangka, ukuran kamar tersebut bahkan mampu menampung 100 orang di dalamnya.Palwa dan Indrayan memang diberi tugas untuk memesan kamar, sementara Lintang bersembunyi di dunia dimensi.Lintang kembali muncul saat sudah di dalam kamar, dan alangkah terkejutnya pemuda itu kala mendapati kamar yang disewa Palwa ternyata begitu besar.“Apa kau ingin membuatku bangkrut Palwa?” tanya Lintang menaikkan satu alisnya.“A-a—anu tuan, maaf aku tidak
Ujian masuk Sekte Pedang Kahuripan dihentikan satu hari di mana para ketua penyelenggara harus mengadakan pertemuan penting terkait kekacauan yang diciptakan Lintang.Hal itu membuat ketua perguruan lain kecewa termasuk semua peserta.Dengan dihentikannya ujian, maka semua orang yang berasal dari luar wilayah Sekte Pedang Kahuripan harus mencari tempat penginapan di kota terdekat.“Sial! Jauh-jauh aku datang ke sini hanya untuk menyaksikan para muridku lolos ujian, dan sekarang ujian dihentikan! Bukankah ini kerugian besar karena kita harus menyewa penginapan?” umpat salah satu ketua perguruan Banyu Diva.“Kau benar Bantara, sial! Mana perbekalanku sudah hampir habis lagi,” umpat salah satu ketua dari perguruan Talaga Sukma.Kedua perguruan mereka memang merupakan perguruan termiskin di kerajaan Dashaloka. Sehingga saat mendengar ujian dihentikan, keduanya begitu kalangkabut memikirkan penginapan untuk para muridnya.Sementara ketua perguruan lain kesal karena tidak sabar ingin segera
Menjelang tengah hari, Lintang, Palwa, dan Indrayan berlesatan kembali melanjutkan perjalanan.Tetapi kali ini ada yang berbeda di mana di belakang mereka terdapat ratusan peserta lain yang mengikuti.Benar, Lintang menolong semua peserta yang menghinanya sehingga secara suka rela mereka berlutut meminta maaf.Palwa dan Indrayan tentu kesal melihat itu, keduanya bahkan sempat memaki semua peserta karena mereka sungguh tidak tahu malu.Tetapi Lintang tidak demikian, sifat bijak dan welas asihnya membuat semua peserta yang ada di sana mendapatkan pengampunan.Dia tidak peduli meski beberapa di antara mereka masih memendam kebencian terhadapnya di mana menurut Lintang, membantu makhluk yang membutuhkan tidak akan membuat dirinya lemah.Bahkan dengan memberi, Lintang merasa dirinya lebih berguna. Dia tidak mengharapkan pembalasan maupun pengakuan, karena yang Lintang inginkan hanyalah membuka hati para generasi dewa agar mereka bisa menjadi makhluk yang lebih baik.Perbuatannya mungkin ak







