Beranda / Fantasi / Legenda Tongkat Semesta / Bab 471 Sosok asli seorang ayah

Share

Bab 471 Sosok asli seorang ayah

Penulis: Pujangga
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-27 20:36:48

“Terimakasih Uwa, baiklah,” ucap Galuh sangat senang.

Dia segera mengibaskan tangannya, sehingga gerbang gaib menuju kerajaan Aru seketika tercipta di dalam Istana.

“Paman Sora, kutitipkan kerajaan ini padamu,” ucap Galuh pada Senopati Sora.

“Sendiko, Maha Prabu,” jawab Senopati Sora cepat, dia sebenarnya ingin ikut menuju kerajaan Aru, namun karena mendapatkan mandat dari Galuh, mau tidak mau Senopati Sora harus mematuhinya.

Sebagai abdi setia kerajaan, dia juga tentu khawatir dengan keselamatan pangeran, keluarga Galuh juga keluarganya, tidak ada satupun di kerajaan ini yang tidak menyayangi keluarga Galuh dimana dia merupakan pemimpin yang adil dan bijaksana.

Tidak hanya oleh semua penghuni istana, tetapi seluruh penduduk kerajaan Maladewa sangat mencintai sosok Galuh.

Saat Galuh dan Raden Buana baru saja akan masuk ke dalam gerbang gaib, seseorang tiba-tiba muncul di antara mereka.

“Paman Datuk!” sapa Galuh terkejut, ternyata yang ditunggunya telah datang.

“Ternyata kau juga sudah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 475 Pemulihan

    Sebagai murid tentu dia tahu bagaimana kemarahan Galuh, tidak ada seorang pun yang dapat menahan kemarahan itu kecuali Raden Buana.Galuh di sana segera mengalirkan energi kegelapan dan energi biru pada tubuh Lintang, membuat tubuh bayi itu dibungkus oleh semacan kepompong energi yang melindungi tubuhnya dari batas ruang dan waktu.“Pelindung energi ini akan terbuka setelah 200 tahun berlalu, jagalah dia, setelah dua ratus tahun di alam Narapada aku akan menjemputnya kembali,” jelas Galuh.“Baik guru,” jawab Asep mengerti.Galuh segera menyerahkan Lintang pada muridnya, ada rasa sakit di dalam hati ketika melakukan itu, membuat air matanya meniti kembali.Asep tentu mengerti perasaan gurunya, dia tidak berkata apa-apa selain menerima Lintang dengan tangannya.Setelah menerima Lintang, dengan cepat Asep segera membentuk segel tangan menciptakan gerbang dimensi yang menuju ke alam Narapada.Galuh hanya dapat menyaksikan itu dengan perasaan sedih dan hati tersayat-sayat.Si Bodas dan Si

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 474 Akhir Pertarungan

    Cukup lama Galuh melakukan perjalanan bersama Lintang, Si Bodas, dan Si Hawuk.Waktu berjalan cepat sehingga 2 pekan sudah terlewati, hari demi hari Galuh lalui dengan merawat Lintang di atas punggung Si Bodas.Terkadang dia beristirahat hanya untuk sekedar singgah di rumah makan atau hanya sekedar membeli susu kambing pada warga setempat sebagai minuman Lintang.Galuh selalu memilih bermalam dihutan, di sela-sela waktu sebelum tidur dia kerap berlatih sementara Lintang dijaga oleh Si Bodas dan Si Hawuk.Mereka tampak akrab saat bermain, Si Bodas dan Si Hawuk juga terkadang berebut waktu untuk menemani Lintang.Beruntung bayi kecil tersebut tidak pernah rewel dan menangis meski hanya di rawat oleh sang ayah.Lintang juga terkadang dimandikan oleh kedua kucing buntal dengan cara dijilati, dan itu membuat bayi kecil tersebut selalu tertawa kegelian, membuat Galuh sesekali menyeringai terhibur.Walau di dalam hati, Galuh sebetulnya selalu menangis meratapi nasib istri dan putranya, namun

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 473 Pengorbanan Ayah

    Galuh segera mengedarkan kesadarannya ke tubuh Putri Gayatri, dia membantu menahan kekuatan Lintang dari dalam.Selain itu juga Galuh menyalurkan energi terlebih dahulu di tubuh Putri Gayatri ke tubuhnya, membuat sang ratu dari penguasa semua makhluk itu kembali mendapatkan kesadarannya kembali.Proses persalinan pun dilanjutkan, semua abdi dalem kembali mengintruksikan junjunannya untuk mengeden (Menahan nafas dan mengencangkan semua otot untuk mendorong bayi agar keluar).“Ayo Gusti, terus dorong, sedikit lagi, terus Gusti sedikit lagi,” seru para abdi dalem memberi arahan.“Mmmm, aaaah!” Putri Gayatri berteriak kencang, setelah itu.“Eaaa, eeaa, eaa,” terdengar suara tangisan bayi ke seluruh ruangan.Saking kencangnya tangisan Lintang membuat telinga semua orang berdarah karenanya.Sementara semua abdi dalem langsung pingsan seketika, mengetahui itu, Galuh yang sudah kembali pada tubuh fisiknya langsung menggendong Lintang dan membawanya ke pangkuan Gayatri.Darah masih membalut tu

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 472 Prabu Prabaskara Wardana

    Raden Buana dan Prabu Datuk Lhangkem Lhamuri segera mengalirkan tenaga dalamnya kepada Putri Gayatri.Meski Lintang belum lahir, namun energi kegelapan miliknya sudah terasa sangat kuat, membuat semua orang di sana tidak dapat bergerak bebas karena ditekan energi tersebut.“Putraku,” gumam Galuh, dia dengan cepat mengalirkan energi biru pada istrinya agar putri Gayatri dapat kembali pulih seperti sedia kala.4 abdi dalam yang akan membantu kelahiran Lintang sudah tegang sedari tadi, tubuh mereka gemetaran merasakan tidak kuat menahan energi dari cabang bayi.Beruntung Galuh juga memberikan energi biru kepada mereka, sehingga ke 4 abdi dalem tersebut dapat kembali menarik nafas lega.“Ibunda, Ayahanda, mohon kiranya berkenan meninggalkan ruangan ini, aku tidak bisa melindungi semua orang secara bersamaan,” pinta Galuh kepada kedua mertuanya.“B-baik Nak Galuh, ibu percayakan ini padamu,” ucap Permaisuri mengerti, dia segera menarik lengan Raja Rangga agar menunggu di luar bersamanya.L

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 471 Sosok asli seorang ayah

    “Terimakasih Uwa, baiklah,” ucap Galuh sangat senang.Dia segera mengibaskan tangannya, sehingga gerbang gaib menuju kerajaan Aru seketika tercipta di dalam Istana.“Paman Sora, kutitipkan kerajaan ini padamu,” ucap Galuh pada Senopati Sora.“Sendiko, Maha Prabu,” jawab Senopati Sora cepat, dia sebenarnya ingin ikut menuju kerajaan Aru, namun karena mendapatkan mandat dari Galuh, mau tidak mau Senopati Sora harus mematuhinya.Sebagai abdi setia kerajaan, dia juga tentu khawatir dengan keselamatan pangeran, keluarga Galuh juga keluarganya, tidak ada satupun di kerajaan ini yang tidak menyayangi keluarga Galuh dimana dia merupakan pemimpin yang adil dan bijaksana.Tidak hanya oleh semua penghuni istana, tetapi seluruh penduduk kerajaan Maladewa sangat mencintai sosok Galuh.Saat Galuh dan Raden Buana baru saja akan masuk ke dalam gerbang gaib, seseorang tiba-tiba muncul di antara mereka.“Paman Datuk!” sapa Galuh terkejut, ternyata yang ditunggunya telah datang.“Ternyata kau juga sudah

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 470 Jiwa Lintang Terguncang

    “Kakang, mengapa kau lama sekali,” gumam Putri Gayatri lirih.“Sabar Ndo, Maha Prabu pasti tidak lama lagi akan datang,” ucap salah satu abdi dalem menenangkan.“Benar, anakku, ayahandamu sudah mengutus Senopati Drupada ke Maladewa,” ungkap Permaisuri Raja Rangga.“Di mana Rowo Ireng, bunda, mengapa dia juga belum datang,” tanya Putri Gayatri khawatir.“Dia sedang di perjalanan, bersabarlah,” jawab Permaisuri menenangkan.Entah mengapa Lintang dapat menyaksikan semua itu, dia bingung dengan dirinya sekarang.“Di mana ini? dan siapa mereka?” tanya Lintang dalam hati.Pemuda itu mencoba menyapa salah satu makhluk yang ada di sana berniat menanyakan apa yang sedang terjadi.Namun alangkah terkejutnya Lintang saat suaranya tidak dapat di dengar oleh semua orang di sana.Bukan tidak hanya bisa di dengar, tetapi wujudnya pun tidak dapat dilihat dan dirasakan.Beberapa kali Lintang coba menyentuh orang-orang yang sedang panik, tapi tangannya selalu saja menembus tubuh mereka.“Sial, apa aku

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status