Home / Fantasi / Legenda Tongkat Semesta / Bab 489 Sehari sebelum keberangkatan

Share

Bab 489 Sehari sebelum keberangkatan

Author: Pujangga
last update Last Updated: 2026-01-31 20:21:36

“Tuan Galuh?” gumam Bawana.

“Kakek?” gumam Tresna Ayu.

Keduanya terkejut mendapati Galuh berada di festival besar di kota raja, di sana Galuh, Limo, Si Bodas, Si Hawuk, dan juga Asgar sedang menyantap makanan kuah khas kerajaan Manarah.

Suatu olahan dari sari pati umbi pohon liar yang berada di hutan Manarah, umbi berbentuk bulat besar seperti labu namun memiliki tekstur kulit yang agak kasar.

Umbi tersebut dikupas dan ditumbuk hingga halus, kemudian diperas untuk selanjutnya diambil airnya.

Dari air perasan tersebutlah nantinya akan mengendap sari pati umbi berbentuk putih kental yang kemudian dijemur hingga kering sampai menyerupai tepung gandum.

Sari pati umbi yang sudah menjadi tepung diolah menjadi adonan layaknya pembuatan roti menggunakan sedikit air, minyak kelapa, telur dan sedikit garam.

Kemudian diuleni hingga mengkilap, bahan tersebut akan terus diadon ditarik memanjang, dilipat, ditarik kembali, dan dilipat lagi hingga beberapa kali sampai tercipta bentuk serabut seperti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 490 Kekuatan pengendali Bumi

    “Ayah memiliki kerajaan?” tanya Tresna Ayu cepat.“Tentu saja, di sana dia merupakan seorang pangeran, ibunya adalah putri dari kerajaan terbesar di Arcamaya,” ungkap Galuh, membuat Bawana dan Tresna Ayu terkejut bukan kepalang.“Ternyata benar dugaanku, Senior memang keturunan raja,” gumam Bawana.“Aku jadi tidak sabar ingin segera ke sana Kek,” ucap Tresna Ayu kegirangan.“Hahaha, memang cucuku yang tidak sabaran rupanya, tapi Ayu, dirimu tidak bisa hidup selamanya di sana,” kata Galuh.Kali ini Tresna Ayu langsung mengerutkan kening, terasa tersambar petir, dia tersentak mendengar kakeknya mengatakan tidak bisa selamanya.Berarti kalau Tresna Ayu berada di sana hanya sementara, dia akan kembali di pulangkan ke Narapada.Itu membuatnya sedih hingga langsung menekuk muka, “Kenapa kek? apa aku tidak boleh tinggal bersama ayah?” tanya Tresna Ayu lemas.Bawana juga ikut tersentak kaget mendengar Galuh, dia kini sedang menunggu jawaban atas pertanyaan Tresna Ayu.“Setiap dunia memiliki p

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 489 Sehari sebelum keberangkatan

    “Tuan Galuh?” gumam Bawana.“Kakek?” gumam Tresna Ayu.Keduanya terkejut mendapati Galuh berada di festival besar di kota raja, di sana Galuh, Limo, Si Bodas, Si Hawuk, dan juga Asgar sedang menyantap makanan kuah khas kerajaan Manarah.Suatu olahan dari sari pati umbi pohon liar yang berada di hutan Manarah, umbi berbentuk bulat besar seperti labu namun memiliki tekstur kulit yang agak kasar.Umbi tersebut dikupas dan ditumbuk hingga halus, kemudian diperas untuk selanjutnya diambil airnya.Dari air perasan tersebutlah nantinya akan mengendap sari pati umbi berbentuk putih kental yang kemudian dijemur hingga kering sampai menyerupai tepung gandum.Sari pati umbi yang sudah menjadi tepung diolah menjadi adonan layaknya pembuatan roti menggunakan sedikit air, minyak kelapa, telur dan sedikit garam.Kemudian diuleni hingga mengkilap, bahan tersebut akan terus diadon ditarik memanjang, dilipat, ditarik kembali, dan dilipat lagi hingga beberapa kali sampai tercipta bentuk serabut seperti

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 488 Pembagian Wilayah Bagian 2 

    “Sugi sebagai sesepuh perguruan Hutan Bambu, mendapat wilayah bagian selatan, menguasai hutan bambu dan seluruh kawasan padang pasir, kalian memiliki tugas yang berat yaitu mengembalikan wilayah itu menjadi kawasan subur seperti dulu saat pegunungan selatan masih berdiri,” jelas Ki Cokro.Membuat Sugi menarik nafas panjang, sebagai orang yang sudah tua, keinginannya hanya satu, yaitu hidup damai menyendiri di wilayah tidak berpenghuni seperti Ki Cokro gurunya, namun tugas ini tidak bisa ditolak karena sudah menjadi bagian dari kewajibannya sebagai pendekar.“Aku menerima tugas dari guru,” ucap Sugi, dia berdiri untuk selanjutnya menundukkan badan sebagai rasa hormat.Meski Ki Cokro adalah guru murni dari Lintang, namun dirinya juga pernah lama bersama Ki Cokro, dan Sugi adalah saudara Lintang, guru dari Lintang adalah gurunya juga.“Selanjutnya, Kelenting Sari sebagai sesepuh tunggal dari perguruan Es Abadi, mendapatkan wilayah bagian utara, menguasai pulau es dan semua lautan serta d

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 487 Pembagian Wilayah

    Tiga hari telah berlalu galuh berada di kerajaan Manarah, di sana berbagai pesta kemenangan di rayakan.Di ibu kota, di pedesaan, di rumah para bangsawan atau bahkan di istana kerajaan semua orang mengadakan pestanya masing-masing.Dari mulai pesta sederhana sampai dengan pesta yang meriah di gelar sebagai simbol kebahagiaan.Ada yang mengadakan pesta jamuan sesama tetangga, pagelaran seni di ibukota, atau pesta hasil bumi di sudut-sudut perkampungan penduduk Madu Lanang.Galuh dan kedua kucing buntal tentu sangat senang, dimana ada pesta di sanalah makanan enak berada, namun kali ini mereka mendapat dua teman baru yakni Limo dan Asgar.Kedua hewan itu selalu saja mengikuti ke mana Galuh pergi, meski tidak dapat berkomunikasi dengan Si Bodas dan Si Hawuk, Asgar memiliki jurus penerjemah yang tiada lain adalah Limo.Mereka terus berkeliling wilayah kerajaan Manarah hanya untuk mencicipi berbagai jenis makanan yang ada di sana.Sementara Lintang, bersama pembesar kerajaan dan para pengu

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 486 Si Bodas dan Si Hawuk

    Pemuda itu tidak berbuat apa-apa selain membiarkan mereka mengungkapkan kegembiraannya.Galuh, Tresna Ayu, dan Putri Turangga Dewi ikut berbahagia di atas punggung Si Bodas, mereka melemparkan senyuman lembut kepada semua prajurit.“Selamat datang Ratu, Maha Raja, dan semuanya,” seru Patih Wulung di pintu istana.“Paman patih, apakah Kakek guru dan paman Sugi sudah di dalam?” tanya Putri Turangga Dewi.“Sudah Ratu, mereka telah menunggu anda dan semuanya di dalam istana,” jawab Patih Wulung dengan sopan, dia menundukkan badan sebagai tanda penghormatan.“Baiklah, terima kasih jika begitu,” ucap Putri Turangga Dewi.Si Bodas berhenti tepat di depan pintu istana karena Galuh akan turun di sana.Galuh melompat dan mendarat mulus di lantai batu istana, diikuti Tresna Ayu dan Putri Turangga Dewi.Si Hawuk di belakangnya juga ikut berhenti, membuat Lintang dan Limo juga ikut turun mengikuti ayahnya.Setelah tidak ada siapa pun di punggungnya, Si Bodas dan Si Hawuk langsung berubah wujud men

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 485 Pesta Kemenangan

    Sambutan haru kebahagiaan pecah di pagi itu, semua orang sangat senang atas kemenangan perang.Mereka kini memiliki hidup bebas tanpa tekanan bangsa iblis.Tresna Ayu sangat terkejut mengetahui kakeknya ternyata masih sangat muda, sama seperti Putri Turangga Dewi, dia juga mendapat pelukan hangat dari Galuh.Selesai saling mengungkapkan perasaan, semua penduduk baru sadar bahwa bersama mereka ada dua harimau besar yang mengerikan.Namun itu sudah bukan kejutan lagi karena mereka sudah terbiasa dengan wujud mahluk-mahluk siluman.Hanya yang menarik perhatian semua orang adalah, sosok kedua hewan tersebut sangatlah asing dan tidak ada di dunia Narapada.Membuat semua penduduk berkerumun menyaksikan Si Bodas dan Si Hawuk dengan penuh ke kaguman.Bangsa ular dan para naga juga turut bergabung dengan semua pasukan merayakan kemenangan, namun Ratu Astani, Raja Wanayasa, dan Putri Adia kelimpungan mencari sosok Asgar.Mereka khawatir Asgar tidak selamat, dan gugur dimedan pertempuran.Sehing

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status