LOGINDi hari pernikahanku, musuh bebuyutanku menginjak pedal gas dalam-dalam dan menabrakkan mobilnya ke mobil pengantin. Dia berpikir jika tidak bisa mendapatkanku, lebih baik kami mati bersama. Namun, pada akhirnya dia mengalami luka parah, sementara aku kehilangan ingatan. Dengan kaki yang patah, dia menyeret langkahnya sambil memelukku dengan penuh suka cita, lalu mengatakan bahwa dirinya adalah kekasihku. Setelah menikah, Aldo memperlakukanku layaknya harta yang paling berharga selama 5 tahun. Sampai akhirnya, dia merasa bosan. Di acara kumpul bersama, muncul seorang gadis muda. Sifat dan penampilannya sangat mirip denganku di masa lalu. Dengan tersenyum jahil, dia bersikeras mengajakku bermain permainan yang bernama “Aku punya, kamu tidak punya”. “Aku pernah berselingkuh dengan bos.” “Bos bahkan mencuri cincin pernikahan istrinya dan memberikannya padaku. Selain itu ....” Dia tersenyum penuh tantangan dan kesombongan. “Ada seorang anak di dalam kandunganku. Usianya sudah 4 bulan.” “Kakak Ipar, kamu kalah. Sebagai hukumannya, selama 6 bulan ke depan Tuan Roove jadi milikku, ya? Dia sudah berjanji akan menemaniku melahirkan.” Semua orang yang hadir langsung terdiam, bahkan tidak berani bernapas terlalu keras. Hanya Aldo yang bergantian menatapku dan gadis itu secara mendalam. Setelah terdiam cukup lama, barulah dia membuka mulut. Namun aku sudah malas mendengar jawabannya. “Baiklah. Ambil saja.”
View MoreSetelah hari itu, Aldo kembali mengajakku bertemu. Tempatnya adalah kafe yang dulu sering kami datangi.Sayangnya, semuanya sudah berubah.Dia bertanya padaku, “Liana, bagaimana caranya agar kamu mau memaafkanku?”Aku berpikir sejenak, “Kamu sudah membuat semua orang yang dulu berada di bawahku berpencar. Bagaimana kalau begini saja? Serahkan perusahaan dan seluruh hartamu kepadaku sebagai ganti rugi.”Dia sama sekali tidak ragu dan langsung meminta asistennya menyiapkan kontrak, lalu mengalihkan seluruh hartanya padaku saat itu juga.Aku tersenyum, “Kamu bahkan pernah memaksaku bersujud dan membiarkan Arin menamparku.”Dia menggenggam tanganku dengan hati-hati, lalu menampar wajahnya sendiri 2 kali dengan keras. Melihatku tidak bereaksi, dia hendak mengambil pisau buah di atas meja.Aku mengangkat alis menatapnya, “Sekarang sudah tidak menyalahkanku karena membuatmu kehilangan anak?”Aldo langsung panik dan menggelengkan kepala, “Kamu yang paling penting! Jika kamu tidak senang, aku b
Saat aku keluar dari pintu aula, tiba-tiba terdengar suara mesin meraung dari bawah tangga.Aku mengangkat pandangan dan melihat Arin duduk di kursi pengemudi sebuah mobil sport putih. Dia menginjak pedal gas hingga mentok dan melaju lurus ke arahku.Di balik kaca mobil, wajahnya memerah dan bola matanya dipenuhi urat merah. Dia sudah seperti orang yang kehilangan akal.“Liana!!!”Suara nyaring ban yang melindas celah-celah tangga menggema di seluruh area depan aula.Namun, tiba-tiba dia menjerit dan menginjak rem sekuat tenaga.Karena Aldo berlari keluar dan berdiri tepat di depanku, menghadang mobil itu dengan sekuat tenaga.Ban mobil terkunci dan tergelincir sedikit, lalu berhenti tepat di hadapannya. Bumper depan nyaris menyentuh lututnya.“Aldo, kamu gila! Aku begitu mencintaimu! Tetapi kamu malah rela mati demi perempuan jalang itu!”Dia berjongkok di tanah sambil menangis.Tangisannya pecah menjadi isak yang berserakan, bergema di sepanjang area depan aula.Kemeja Aldo sudah bas
Aku dan Ricky menghadiri sebuah pesta lalu secara resmi mengumumkan bahwa Keluarga Allen dan Broom telah kembali.Semua orang menatapku dengan wajah terkejut.“Liana? Selama 5 tahun ini kamu pergi ke mana?”“Ricky hampir gila mencarimu. Kukira kamu sudah meninggal ....”Aldo menerobos masuk ke ruang pesta tepat pada saat itu.Di tengah ruangan yang dipenuhi orang-orang berpakaian mewah, sebagai orang terkaya di Rotten … penampilannya justru terlihat begitu mengenaskan.Kemejanya kusut, sementara noda darah di sisi pinggangnya kembali merembes dan semakin melebar ….Seluruh tubuhnya tampak seperti baru saja merangkak keluar dari reruntuhan.Dia menerobos kerumunan dan berjalan menghampiriku. Suasana di sekeliling mendadak meredup.Suara denting gelas, bisik-bisik para tamu, bahkan musik pun seolah dikecilkan oleh seseorang. Tatapan semua orang tertuju padanya, tepat pada telapak tangannya yang terbuka.Di sana terdapat banyak cincin pernikahan yang berkilauan diterpa cahaya lampu.“Lia
Senyum Arin membeku di wajahnya, “Apa?”“Cincin pernikahan Liana. Yang kamu ambil dari kamarnya.”Aldo berkata, “Kembalikan.”Kamar rawat itu mendadak hening untuk waktu yang sangat lama.Warna wajah Arin perlahan memudar hingga benar-benar pucat. Bahkan bibirnya mulai gemetar.Dia tiba-tiba bangkit dari ranjang. Perban di pergelangan tangannya bergesekan dengan pagar ranjang hingga semakin memerah.“Aldo, apa maksudmu? Aku menyayat pergelangan tanganku dan hampir mati! Dan hal pertama yang kamu tanyakan begitu masuk justru cincin milik perempuan itu?”“Kembalikan.”Dia mengulanginya sekali lagi.Arin seolah baru saja tertampar keras. Dia terpaku di tempat.Sesaat kemudian, dia menangis dan berteriak histeris. Tangannya mencengkeram seprai begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.“Aldo, apa kamu pernah benar-benar mencintaiku walau sedikit saja? Di dalam hatimu, apa aku selamanya tidak akan pernah bisa menandinginya?!”Aldo menatap wajah Arin yang sudah berubah karena tangisnya. T












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.