Home / Romansa / Luka Cinta Istri Kedua / Bab 77. Insting Sandra

Share

Bab 77. Insting Sandra

Author: Sulistiani
last update Last Updated: 2025-08-22 06:08:12

Irsyad dan Nur sangat menikmati waktu mereka di desa, bersama Hana, Ihsan, dan Bu Rum mereka menemukan kehangatan keluarga yang sesungguhnya. Siang hari Irsyad masih tetap melakukan pekerjaannya, melalu laptop di kamar karena itu janjinya pada sang bos.

"Mas, makan siang dulu. Nanti di lanjut lagi kerjanya," ucap Hana saat ia selesai memasak.

"Sebentar lagi ya, tanggung ini laporannya harus segera di kirim," ucap Irsyad.

"Yaudah aku tunggu," ucap Hana.

Irsyad tersenyum dan mengangguk, senyum Hana selalu memberikan rasa damai dan menambah semangat untuknya. Irsyad tak ingin waktu berlalu begitu saja, ia ingin lebih lama berada di dekat Hana dan Ihsan. Setelah menyelesaikan laporan pekerjaan, Irsyad bergegas mencari Hana ke dapur.

Di rumah sederhana itu tak ada meja makan, hanya lantai dingin beralaskan tikar. Namun, suasana terasa hangat saat Hana menyiapkan makan siang dengan kuah sop yang asap nya masih mengepul.

"Wah mantap sop ceker kesukaan aku," ucap Irsyad.

"Makan yang banyak, M
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Luka Cinta Istri Kedua   Bab 84. Semakin Parah

    Hari-hari yang dilalui Irsyad dan Sandra kini terasa semakin hambar. Di meja makan hanya ada bunyi sendok dan piring. Di ruang tamu hanya ada suara televisi yang menyala tanpa benar-benar ditonton, sementara masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.Sandra semakin tenggelam dalam krisis perusahaannya. Investor mendesak, laporan penjualan menurun, produksi kacau, bahkan pabrik sering kali bermasalah. Semua itu membuat Sandra gampang marah. Dan, seperti biasa, saat emosinya meluap, nama Hana kembali dibawa-bawa.Malam itu, setelah pulang dari kantor dengan wajah kusut, Sandra menjatuhkan tasnya ke sofa. Irsyad yang menunggunya di ruang tamu mencoba mendekat.Irsyad menatap wajah istrinya dan berkata pela. "Sandra, kamu kelihatan capek banget. Kalau ada yang bisa kubantu, bilang aja. Jangan kamu tanggung sendirian."Sandra menghempaskan tubuh ke sofa, nada ketus ia menjawab. "Kamu bisa bantu apa, Mas? Semua sudah kacau. Investor marah, produksi hancur, penjualan anjlok. Semua ini te

  • Luka Cinta Istri Kedua   Bab 83. Tanpa Senyuman dan Pelukan

    "Syad… itu apa yang kamu bawa?'Irsyad yang sedang fokus menyetir, sempat terdiam beberapa detik. Kedua tangannya menggenggam setir lebih erat. Ia tahu cepat atau lambat, Nur akan bertanya."Itu, Ma…"Irsyad menarik napas panjang, mencoba jujur. "Oleh-oleh buat Sandra. Aku beli lewat jastip. Barang-barang dari Paris."Nur menoleh, menatap wajah anaknya. "Jastip?"Irsyad mengangguk pelan. "Iya, Ma. Aku cuma ingin Sandra percaya ku keluar negeri seminggu untuk urusan pekerjaan. Makanya aku pesan barang-barang itu, supaya kelihatan nyata.'Nur terdiam cukup lama, lalu menghela napas panjang, dalam, berat."Ya Allah, Syad. Kamu sampai harus berbohong seperti itu?!"Irsyad menunduk sedikit, matanya redup. "Aku paling nggak suka bohong, Ma. Akan tetapi Sandra… kondisinya rapuh. Kalau aku jujur, aku takut dia makin kacau. Aku cuma pengen melindungi semua orang, Ma. Pengen Hana aman, pengen anakku aman, tapi aku juga nggak mau Sandra jatuh lagi."Nur menatap jalanan di depan, tapi pikirannya

  • Luka Cinta Istri Kedua   Bab 82. Oleh-oleh Jastip

    Di teras rumah sederhana milik Bu Rum, suasana haru tak terelakkan. Hari itu, Irsyad dan Mama Nur harus kembali ke kota, meski hati mereka masih tertambat di desa tempat Hana tinggal.Mama Nur duduk sambil menggendong Ihsan, cucu kecilnya, erat sekali. Wajahnya basah oleh air mata, berkali-kali ia menunduk menciumi pipi dan kening bayi mungil itu seakan tak ingin melepas. Hana hanya bisa menunduk, menahan perasaan yang campur aduk antara sedih, pasrah, dan rela."Ma." suara Irsyad lirih, berusaha menenangkan ibunya, "kita harus berangkat sekarang."Mama Nur menggeleng pelan, suaranya bergetar, "Bagaimana mama bisa pergi, Syad…? Cucu ini masih kecil, ibunya pun tinggal jauh dari kita. Rasanya mama tak sanggup meninggalkan mereka di sini."Hana buru-buru meraih tangan mertuanya, mencium punggung tangan itu penuh takzim. "Mama jangan khawatir, insyaAllah Hana bisa menjaga Ihsan dengan baik. Mama juga jangan sedih, aku ingin Mama tenang di kota."Air mata Mama Nur semakin deras. Ia mengel

  • Luka Cinta Istri Kedua   Bab 81. Makam Keluarga

    "Terima kasih, Hana. Memang tidak ada yang lebih baik darimu, istri yang selalu menuruti dan menyenangkan suami ya," ucap Irsyad lalu mencium kening Hana.Setelah cukup lama membujuk Hana, malamnya pun akhirnya Hana setuju untuk melakukan hubungan suami istri dengan Irsyad, tetapi Irsyad harus melakukan pelepasan di luar. Hana juga tak tega jika Irsyad harus menunggu sampai bulan depan, malam itu akhirnya menjadi puncak kemesraan mereka selama seminggu mereka bersama."Besok hari terkahir aku di sini, aku mau ke makam orang tuamu, boleh?" tanya Irsyad."Boleh, nanti kita sama-sama kesana," ucap Hana.Keesokan harinya.Pagi itu, udara desa masih segar. Kabut tipis menutupi jalan setapak yang dilalui Hana bersama Irsyad, Bu Nur, dan Bu Rum. Suasana hening, hanya suara dedaunan yang berbisik diterpa angin. Di tangan Hana ada sebungkus bunga tabur, sementara Bu Rum membawa kendi berisi air untuk menyiram pusara.Mereka berjalan menyusuri pematang, hingga akhirnya tiba di area pemakaman de

  • Luka Cinta Istri Kedua   Bab 80. Tak Tahan

    "Demi Allah, aku tidak seperti itu, Hana. Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?" tanya Irsyad terkejut dengan ucapan Hana.Hana menghela nafas, menundukkan wajahnya mengingat awal pernikahan mereka. Irsyad begitu dingin, jangan kan untuk menyentuhnya, tidur sekamar pun tidak mau. "Dulu kamu begitu dingin dan enggan menyentuhku, lalu karena paksaan mbak Sandra kita melakukannya. Setelah itu pasti mbak Sandra sering nolak kamu, jadi kamu melampiaskan nya padaku," ucap Hana seraya memainkan kuku jarinya."Tidak seperti itu, Hana." ucap Irsyad, ia meraih tangan Hana dan menatap wajah istri keduanya dalam-dalam. "Saat awal pernikahan aku bersikap dingin karena aku belum terbiasa dengan kehadiran kamu, aku akui malam pertama kita terpaksa aku lakukan karena desakkan Sandra. Namun setelah itu ...."Ucapan Irsyad terhenti, hal itu membuat Hana menatap Irsyad dan mengerutkan keningnya. "Setelah itu?" tanya Hana."Di malam pertama kita aku merasakan hal yang belum pernah aku rasakan sebelumya

  • Luka Cinta Istri Kedua   Bab 79. Cemburu

    "Hana, bukankah lelaki ini sudah menyakiti kamu. Kenapa kamu malah mengizinkannya kembali kesini?!" tanya Hilman emosi."Mas Irsyad memang pernah berbuat salah, tapi aku memutuskan untuk memaafkan dan memberikan kesempatan kedua untuknya," jawab Hana."Apa kamu tidak takut dilukai olehnya lagi?!" ucap Hilman dengan rasa kecewa bercampur khawatir."Jika dia melakukannya lagi, maka aku pastikan aku akan benar-benar hilang dari hidupnya. Sekarang melakukan semua ini demi anakku, Man." jawab Hana."Kalau kamu memikirkan anakmu, kenapa tidak cari ayah baru yang lebih baik saja untuknya?!" ucap Hilman membuat Irsyad dan Hana kompak melebarkan bola matanya.Belum sempat Hana atau Irsyad menjawab ucapan Hilman, tiba-tiba Bu Ratri datang dan menarik tangan Hilman dengan kencang hingga membuat Hilman terkejut."Ibu?!" "Kamu dari kota baru sampai desa ini, bukannya menemui ibu di rumah malah buat ribut di rumah orang. Malu-maluin aja!" ucap Ratri.Tanpa banyak bicara wanita paruh baya itu memb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status