مشاركة

APA YANG NADIA LAKUKAN?

مؤلف: Ayuwine
last update تاريخ النشر: 2026-02-18 07:58:16

"Maaf, Mas... Maaf, Bu Alya... Intan khilaf," isaknya pelan.

​Rama yang sejak tadi diam, akhirnya menghela napas panjang. Ia mendekat ke arah Intan dan menepuk bahu adiknya itu pelan.

​"Mas nggak bermaksud mengekangmu, Tan. Mas cuma ingin kamu selamat. Dunia luar itu kejam, apalagi pria yang membawamu pulang jam dua pagi tanpa izin. Masuklah, istirahat. Jangan pernah ulangi lagi," ucap Rama dengan nada yang sudah melunak namun tetap tegas.

​Intan mengangguk pelan, lalu berjalan lunglai me
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   SIAPA YANG DATANG?

    Setelah badai masalah mereda, Rama kembali tenggelam dalam tumpukan pekerjaannya. Matanya fokus memantau data di layar, membereskan setiap detail yang kurang. Untuk saat ini, rencana ke Malaysia ia hapus jauh-jauh dari agendanya. ​Sementara itu, Alya sibuk mengurus Nadia. Putrinya itu masih terkapar tak berdaya, tak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol yang dikonsumsinya semalam suntuk. ​Perut Rama mulai berbunyi keroncongan. Biasanya, Alya selalu sigap menyiapkan sarapan, namun kali ini wanita itu lupa karena terlalu sibuk mengurus anaknya yang manja. Bahkan, sesekali Nadia mengigau, menyebut-nyebut nama bosnya dengan suara serak. ​Alya memijat pelipisnya, merasa Nadia sudah hampir gila. "Bagaimana mungkin dia terus memanggil orang lain dibanding suaminya sendiri?" lirih Alya, menatap nanar ke arah putri angkatnya itu. ​Ceklek. ​Pintu kamar terbuka. Rama muncul di ambang pintu, menatap Alya dan Nadia bergantian. ​"Aku pesan makanan online saja ya, Bu? Ibu mau makan apa?" tany

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   KOMENTAR PEDAS DARI NETIZEN

    Semua foto yang sempat diunggah Nadia bulan lalu tak luput dari ribuan hujatan dan hinaan. Mata Rama terbelalak, namun terselip rasa puas yang mendalam. Sebuah senyum miring tersungging di bibirnya. Ia membaca setiap komentar jahat itu seolah itu adalah untaian pujian yang memberinya kekuatan.​Tiga tahun, hampir empat tahun ia diinjak oleh Nadia. Ditekan, dihina, dicaci maki, bahkan dibanding-bandingkan. Hal itu sukses membuat hati Rama mati dan membeku untuk istrinya sendiri. Ia memang sudah memilih satu prinsip:jalani saja sampai benar-benar lelah…agar nanti, tak ada lagi sisa cinta yang tertinggal.​"Perempuan murahan! Lonte! Cih, murahan sekali. Aku lihat di akun anonim isinya foto dan video dia... ternyata serendah itu! Akhirnya akun itu mengetag orangnya langsung, jadi kita bisa hujat dia habis-habisan! Ini pelajaran buat para pelakor dan tukang selingkuh!" tulis salah satu komentar.​"Betul! Bahkan ia menjelekkan ibunya sendiri loh. Kalau gak percaya nih aku bagi link-nya

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   AKIBAT HIDUP DARI VALIDASI

    Akun anonim itu benar-benar berhasil menggerus mental Nadia. Sejak awal, Nadia memang bukan tipe orang yang bisa dijatuhkan dengan kekerasan atau amarah. Titik lemahnya justru ada pada pujian. Ia hidup dari validasi. Selama orang-orang memujinya, ia merasa kuat, percaya diri, dan seolah berada di atas segalanya. Namun begitu pujian itu hilang—digantikan oleh hujatan dan cibiran—dunianya runtuh seketika. Kepercayaan dirinya hancur. Yang tersisa hanyalah sosok rapuh… kehilangan pegangan, kehilangan harga diri, dan tak lagi tahu bagaimana cara berdiri. Rama hanya terdiam, menyaksikan pemandangan itu tanpa kata. Di dalam hatinya, ia dilanda kebingungan—antara merasa iba… atau justru diam-diam berterima kasih pada akun anonim tersebut. Namun, Rama masih belum tega meninggalkan Nadia begitu saja. Kemarin, semua yang ia katakan hanyalah gertakan. Ia ingin melihat sejauh mana keangkuhan istrinya bertahan saat dihantam masalah sebesar ini. Dan hasilnya… Sama saja. Ego N

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   RACAUAN YANG MENYAKITKAN

    Di lorong belakang mansion yang temaram, Nadia tersudut di antara bayangan pilar-pilar besar. Keadaan gadis itu jauh dari kata baik; rambutnya acak-acakan, maskaranya luntur membentuk garis-garis hitam di pipi, dan aroma alkohol menguar tajam dari tubuhnya. ​Ia menyandarkan punggungnya ke dinding dingin, lalu perlahan merosot hingga terduduk di lantai. ​"Hahaha... bersih. Semuanya habis tak tersisa," gumamnya pelan, lalu tiba-tiba tawa renyah namun getir pecah dari bibirnya. "Hebat ya, cuma satu akun kecil, tapi bisa menghancurkan hidup ku yang sempurna ini!" ​Nadia mendongak ke langit-langit lorong, tertawa terpingkal-pingkal sampai dadanya sesak. Namun, sedetik kemudian, tawa itu berubah menjadi isak tangis yang memilukan. Ia memeluk lututnya sendiri, tubuhnya terguncang hebat. ​"Kenapa... kenapa harus sekarang? Aku sudah kerja keras, aku sudah punya segalanya..." suaranya melemah, parau karena tenggorokan yang panas. "Semua orang melihatku sekarang seolah aku ini sampah. Bo

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   KEPANIKAN DI PAGI HARI

    Alya mematung, kain pel di tangannya nyaris terlepas. Ia menelan ludah kasar, teringat bahwa Rama—suami dari wanita yang sedang mabuk di depannya ini—masih tertidur pulas tanpa busana di kamar atas. ​"Nadia? Kamu... dari mana saja?" tanya Alya dengan suara yang berusaha ia tenangkan, meski gemetar ketakutan mulai merayap di punggungnya. ​Nadia hanya tertawa hambar, suara tawanya terdengar parau dan menyedihkan. Ia mengangkat salah satu botolnya ke arah ibunya dengan tatapan kosong. ​"Bu... akun anonim itu mulai menyebar semua aibku, hahaha!" ucapnya menangis lalu tertawa lagi. Jalannya sempoyongan. "Aku stres, Bu! Siapa pun di balik akun itu, akan aku bunuh!" racaunya lagi. ​Lalu— PRANG! Nadia melempar kedua botol itu ke lantai hingga hancur berkeping-keping. Alya menjerit kaget. Lantai yang baru saja ia bersihkan kini kembali berantakan, dipenuhi pecahan kaca yang berserakan ke segala arah. “Nadia, hei! Sadar, Nak!” Alya bergegas mendekat, berusaha menenangkan putriny

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   NADIA KENAPA?

    "Tujuh anak?" Alya mengulangi permintaan Rama dengan terbata-bata. Ia menelan ludah kasar, seketika tenggorokannya terasa sangat kering seolah pasokan udara di kamar itu mendadak menipis. ​Rama hanya mengangguk antusias, wajahnya tampak sungguh-sungguh tanpa ada keraguan sedikit pun. ​"Yang benar saja, tujuh!" Alya memukul lengan kekar Rama dengan sekali hentakan, membuat pria itu meringis pelan sambil mengusap bekas pukulannya. ​Rama terkekeh geli melihat wajah kaget mertuanya yang tampak sangat terpukul dengan angka yang ia sebutkan. Baginya, ekspresi kaget Alya justru terlihat sangat menggemaskan. ​Alya mendelik tajam, berusaha menutupi kegugupannya. Tanpa berkata apa-apa, ia segera beranjak masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, meninggalkan Rama yang masih duduk di atas ranjang dengan senyum tengil di wajahnya. Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Alya keluar dengan langkah pelan. Rama spontan menoleh, menatap lekat ke arah wanita itu. Ram

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PERHATIAN SALAH ALAMAT

    Langkah kaki Rama yang tadinya ringan mendadak terasa berat saat melihat mobil Nadia sudah terparkir rapi di garasi. Harapannya untuk bisa menikmati waktu tenang berdua dengan Alya seketika buyar. Perasaan lesu menjalar di sekujur tubuhnya, menggantikan semangat yang tadi membara di kantor. ​Begitu

    last updateآخر تحديث : 2026-03-21
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   EGOIS

    Malam itu, Rama pulang ke rumah dengan langkah yang tetap tenang, wajah datar, dan sikap yang nyaris sama seperti hari-hari sebelumnya. Nadia sama sekali tidak curiga. Baginya, Rama memang selalu begitu—pendiam, penurut, dan mudah ditebak. Nadia tidak sadar bahwa di balik ketenangan itu, Rama baru s

    last updateآخر تحديث : 2026-03-21
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PUJIAN TETANGGA

    Rama hanya terdiam merasakan sentuhan Nadia. Jika biasanya sentuhan itu memicu debar jantung, kini yang ia rasakan hanyalah kekosongan. Bayangan kehangatan Alya dan pengakuan tentang jati diri Nadia benar-benar telah membangun tembok tinggi di hati Rama. ​"Mas... kok diam saja?" bisik Nadia lagi, k

    last updateآخر تحديث : 2026-03-21
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PENENANG YANG SESUNGGUH NYA

    "Ram, dengar Ibu. Kamu pria yang berharga. Kalau dia nggak bisa lihat itu, biar Ibu yang tunjukkan setiap hari betapa berartinya kamu." ​Rama menatap Alya di bawah temaram lampu teras. Di tengah dinginnya malam dan kacaunya rumah tangga mereka, kehangatan tangan Alya adalah satu-satunya hal yang te

    last updateآخر تحديث : 2026-03-21
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status