Share

JATUH

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-02-18 12:25:56

Sekitar pukul empat pagi, Alya terbangun dengan kerongkongan yang terasa sangat kering. Ia meraih botol minum di nakas, ternyata sudah kosong melompong.

​"Hadeh..." keluhnya pelan.

​Dengan berat hati, ia bangkit dan menenteng botol kosong itu keluar. Mansion ini memang luar biasa luas, jarak dari kamar menuju dapur saja sudah terasa seperti olahraga pagi bagi Alya.

​Setibanya di dapur yang sunyi, ia membuka kulkas besar dan mengambil botol air dingin yang baru. "Biar Bibi saja yang isi na
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MENGERJAI ANGGITA

    Sementara itu, Rama menatap datar ke arah balkon. Tangannya meremas kuat pagar besi hingga buku-buku jarinya memutih. Ia menggertakkan rahang, merasa kecewa dengan perkataan papanya yang seolah-olah buta; membela kedua perempuan ular itu dan menyalahkannya terus-menerus. ​Ia tak bisa diam saja. Ia tak akan membiarkan papanya terjerumus lebih dalam. Apalagi ia tahu, di dalam aset kekayaan papanya, terdapat harta peninggalan mendiang ibunya—bahkan hampir seluruhnya adalah milik ibunya. ​"Bagaimana bisa Papa tak menyadari kelakuan mereka?" pikirnya heran. ​Namun, setelah merenung cukup lama, Rama mulai memahami. Tansri adalah pria yang hancur setelah kehilangan dua orang tersayangnya: Lili dan dirinya. Rama mengangguk paham; dulu Sofia datang tepat saat Tansri berada di titik terendah, saat ia kehilangan putra tunggalnya dan didera duka mendalam akibat kematian istrinya yang tragis. ​Di masa sulit itulah, Sofia dan Anggita memainkan peran dengan sangat sempurna sebagai istri dan

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   AYAH DAN ANAK

    ​"Apa yang kamu katakan pada istri Papa?!" ucap Tansri sambil melangkah mendekat ke arah Sofia dan Rama. Tatapannya menghunus tajam ke arah putra tunggalnya itu. ​"Dia itu ibumu, Ram! Jaga ucapanmu padanya. Kenapa kamu jadi seperti ini?" ​"Tidak apa-apa, Mas. Jangan terlalu kasar... aku paham kenapa dia belum bisa menerimaku," sela Sofia dengan nada yang dibuat-buat lemah, padahal jelas sekali dialah yang memicu pertikaian tadi. ​"Pa..." ​Ucapan Rama menggantung di udara saat tangan sang ayah terangkat ke atas, mengisyaratkan perintah untuk diam. ​"Sofia, masuk!" titah Tansri. Pandangannya masih terkunci rapat pada Rama. ​Sofia mengangguk dengan senyum puas yang tersembunyi, lalu melenggang pergi. Sepeninggal Sofia, suasana menjadi makin tegang saat ayah dan anak itu saling berhadapan. ​"Papa tak pernah ingin kita bertengkar, Ram. Apalagi kita baru bertemu setelah puluhan tahun kamu hilang. Tapi kenapa kamu berubah? Perasaan saat pertama bertemu ibu tirimu, bicaramu ti

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MELAWAN IBU TIRI

    ​"Jangan harap bisa mengambil apa pun dari sini! Ingat, jika kamu berani macam-macam, aku akan sakiti papamu!" Anggita berkata dengan tajam. sangat berbanding terbalik dengan tatapan penuh gairahnya beberapa saat lalu. ​Rama menghela napas panjang. Ia merasa muak dengan tingkah perempuan itu. ​"Itu hakku dan aku bebas melakukan apa pun. Soal menyakiti papaku? Kamu yakin bisa?" ledek Rama sembari melangkah mendekat, bahkan sengaja merapatkan tubuhnya ke arah Anggita. ​Anggita sedikit gemetar, namun ada rasa takjub yang menyelinap saat melihat wajah tampan itu berada begitu dekat di hadapannya. “Kamu hanya anak yang baru muncul setelah dewasa. Kami yang berhak menentukan soal harta itu! Pergilah, atau kami akan terus membuatmu tidak nyaman di sini!” desaknya, berusaha menekan Rama agar mundur. ​Rama berdecak. Sikapnya benar-benar sudah berubah; ia bukan lagi pria lemah yang dulu. "Kamu lupa siapa aku? Aku putra dari Tuan Tansri, kolega terbesar di Malaysia ini!" Rama memperjela

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   ANTARA IBU DAN SAUDARA TIRI

    Ia mengambil foto itu, menyingkirkan pecahan kaca yang menghalangi gambarnya. Ia menatapnya kembali, menelisik dengan saksama. ​"Tapi ini sangat mirip dengan Ibu? Apa ini keluarganya juga? Tapi kenapa aku enggak pernah tahu?" ucapnya lagi. Keningnya menyengrit, merasakan kebingungan yang luar biasa. ​"Ah, sudahlah!" ​Akhirnya ia bangkit, meninggalkan foto itu tergeletak begitu saja di lantai. Setelah selesai mengeruk semua uang yang ada di lemari, Nadia melangkah keluar dengan senyum yang merekah. ​"Bi, tolong bersihkan pecahan kaca itu ya. Buang ke tong sampah, semuanya!" titah Nadia tanpa menatap sang bibi yang sedang mengepel lantai di lantai bawah. ​"Iya, Non!" ​Setelah selesai mengepel lantai yang luasnya minta ampun, Nunu langsung bergegas ke atas membawa sapu beserta pengki. Ia masuk ke dalam kamar Alya sambil menggeleng kecil. ​"Non Nadia ini sifatnya sangat jauh berbeda dengan Nyonya Alya," bisiknya sambil berjongkok memunguti beling ke dalam pengki. ​Ia sempa

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   FOTO SIAPA?

    Waktu seolah mengecil. Masa-masa mengunjungi toko bunga mendiang ibu Rama telah usai. Alya adalah orang yang paling berat melepaskan kenangan di sana. Ia menatap bangunan tua itu berkali-kali dengan pandangan berat, sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil jemputan yang dikirim oleh Tansri. ​Di dalam mobil, keheningan menyelimuti. Alya menatap lurus ke arah jalanan Eropa yang mulai menjauh, hingga ia merasakan tangan hangat dan kekar Rama menyelusup masuk, menggenggam jemarinya erat. ​Alya menoleh, mendapati wajah Rama yang tampak gelisah. "Kenapa, Bu? Apa Ibu keberatan jika kita lanjut ke Malaysia?" tanya Rama pelan. ​Alya menggeleng pelan, namun kemudian mengangguk tipis. Rama mengernyit bingung. "Maksud Ibu?" ​"Sepertinya Ibu harus pulang duluan, Ram. Terlalu lama Ibu meninggalkan Nadia sendirian di rumah," ucap Alya lirih. "Ibu juga takut... bagaimana perasaan ibu tiri dan saudara tirimu nanti jika melihatmu datang bersama mertuamu, bukan istrimu?" ​Rama terdiam. Ia ingin m

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PAPA RAMA?

    ​"Ram, ah! Kamu ini kebiasaan!" desah Alya mencoba protes. Namun, alih-alih mendengarkan, Rama justru dengan sigap membopong tubuh sintal mertuanya itu. Alya kembali memekik kaget, jantungnya berdegup kencang antara takut dan gairah yang meluap. ​Rama melangkah mantap, seolah sudah hafal setiap sudut dan celah di dalam toko bunga peninggalan ibunya itu. Ia hendak membawa Alya masuk ke sebuah ruangan pribadi di bagian belakang, namun langkahnya terhenti seketika. ​Ting! ​Suara lonceng pintu depan berbunyi nyaring, menandakan ada pelanggan yang masuk. Alya mendesah kesal, segera merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan. Rama menurunkan tubuh Alya dengan berat hati, lalu menggandeng tangannya menuju bagian depan toko. ​Ternyata, sosok yang datang adalah Lucia. "Ram, halo..." sapanya dengan suara bergetar. Wajahnya pucat pasi, tak ada lagi sisa-sian keangkuhan yang ia tunjukkan beberapa hari lalu. ​Alya, yang pada dasarnya tidak pernah benar-benar bisa membenci seseorang, langsun

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   INTAN MEMBANTU

    Pergulatan keringat dan gairah itu berlangsung sangat intens di tengah kesunyian mansion mewah tersebut. Rama seolah tak ingin berhenti; baginya, memiliki Alya sepenuhnya seperti ini adalah kemenangan mutlak atas harga dirinya yang selalu diinjak-injak Nadia. ​Setelah mencapai puncaknya dengan le

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   TEMAN LAMA

    Rama mendongak lalu tersenyum getir. Ternyata itu Riko, sahabat lamanya. Riko langsung mengambil tempat di kursi kosong depan Rama tanpa perlu dipersilakan, persis seperti kebiasaannya dulu yang sok asyik. ​"Ngapain pagi-pagi sudah nongkrong?" tanyanya sambil meletakkan kunci mobilnya di meja.

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PAPA?

    ​"Kenapa kamu lari?" suara Tan Sri memecah kesunyian, tidak lagi menggelegar seperti tadi, melainkan terdengar seperti bisikan seorang ayah yang sedang terluka. ​Rama memberanikan diri mendongak. "Saya tidak lari, Tuan. Saya hanya kembali ke kehidupan saya yang seharusnya. Kehidupan orang biasa."

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DENDAM YANG TAK TERBALASKAN

    Perjalanan menuju Surabaya itu dipenuhi aura kegelapan yang pekat. Di dalam mobil, Tan Sri bukan lagi sosok CEO yang tenang; ia adalah seorang pria yang kehilangan arah, yang jiwanya telah lama mati bersama mendiang istrinya, Lili,ibu kandung Rama yang sesungguhnya. Penyesalan yang teramat besar a

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status